200 dòng đầu tiên.
Rumahku di sana.
Ini sudah larut. Kau harus pulang.
Tapi kita hampir sampai. Untuk apa...
Aku akan mengantarmu ke rumah.
Tidak, terima kasih sudah mengantarku pulang.
Kau harus pulang. Terima kasih.
Jalannya licin.
- Jika kau tak berhati-hati... - Pak Kang!
Aku khawatir kau terluka jika tak berhati-hati.
Justru sebaliknya
ini tampak lebih berbahaya.
Maafkan aku.
Aku permisi dulu.
Hati-hati di jalan. Sampai jumpa.
Ini tampak lebih berbahaya.
Aku memang menyelamatkannya
tapi apa aku menyinggungnya?
Tetap saja, aku menyelamatkan nyawanya.
Sikapnya terlalu dingin.
KAFE BENO
Bu Nam!
Tidak.
Pak Kang!
Aku khawatir kau terluka jika tak berhati-hati.
Apa ini?
Jantungku kenapa?
Apa aku punya masalah jantung?
Pak Kang, minum ini dan bersemangatlah.
Semangat!
Pak Kang, kau minum kopi sekarang?
Kukira kau tak minum kopi. Ada apa denganmu?
Kopi...
Benar.
Ini karena kopinya.
Seharusnya tidak kuminum.
Ini pasti cuma karena kopinya.
UPACARA PENGHARGAAN KARYAWAN BERPRESTASI APPELLO
Appello.
Karyawan Berprestasi Tahun Ini adalah...
Astaga, ini menegangkan.
Pemenangnya adalah...
Selamat.
Penghargaannya jatuh kepada...
Aku?
Aku?
Ayo.
Kang...
Ha...
Gi!
KANG HA-GI
Tidak mungkin.
TIKET PESAWAT KE NEW YORK
Tidak...
Ini tidak mungkin.
Apa...
Tunggu!
Pak Kang, kau CEO-nya. Kau tak boleh memilih diri sendiri.
Aku juga karyawan Appello.
Tetap saja itu tak adil.
Kau tahu betapa kerasnya aku bekerja.
Aku bekerja lebih keras.
Kau tak boleh menyalahgunakan jabatan demi keuntungan pribadi seperti ini.
Apa katamu?
"Keuntungan pribadi"?
Bu Nam, sejauh apa yang kau tahu?
Tidak, aku...
- Begini... - Sudahlah, lupakan saja.
Mulai saat ini, kau dipecat.
Apa?
Kubilang kau dipecat.
Kau dipecat.
Tidak!
Tidak!
Apa-apaan itu tadi?
Firasat?
Tidak, tidak mungkin.
Mimpi itu tak ada artinya.
Apa-apaan ini?
Kenapa cuacanya begini?
Astaga, barang-barang beterbangan.
Panggung kita!
Hujan lebat ini tak terduga.
Jalanan ditutup dan anginnya sangat kencang.
Para CEO merek itu mungkin akan kesulitan untuk datang.
Benar, sepertinya kita yang akan pertama tiba.
Seberapa parah kerusakannya? Sudah ada konfirmasi?
Sepertinya kita tak akan tahu pasti sampai melihatnya sendiri.
APPELLO DI NAMSAN
Pak Kang.
Panggil petugas keamanan dulu.
Ikat atau singkirkan peralatan yang mungkin bergeser atau jatuh.
Baik.
Tunggu. Pak Kang.
Siapa yang sudah melakukan semua ini?
Pak Kang.
Di sini juga ada yang menutupi semuanya dengan terpal.
Para CEO belum ada yang tiba, 'kan?
Ya, siapa yang melakukan semua ini?
Tunggu. Pak Kang, bukankah itu...
Siapa itu?
Pak Kang.
Halo?
Kau sudah tiba?
Tunggu di sana sebentar.
Pak Kang, para karyawan sudah tiba.
Aku akan segera kembali. Tolong tunggu di sini.
Setidaknya pakaiannya harus diselamatkan.
Bu Nam?
Pak Kang, kau di sini.
- Sedang apa kau di sini sendirian? - Pakaiannya.
Ini aset para vendor.
Aku mencoba menyelamatkannya sebisa mungkin.
Astaga.
Apa kau sadar betapa berbahayanya di sini?
Kenapa kau di sini sendirian?
Maaf. Aku tadi terburu-buru.
Mari selesaikan ini dengan cepat dan pergi ke tempat aman.
Baik.
Tidak!
Ini berbahaya. Menjauhlah, Bu Nam.
Mari lakukan ini bersama.
Pindah ke sana.
Karena kita tahan bersama
sudah tak goyang lagi.
Lihat, anginnya mereda.
Aku yakin hujannya juga akan segera berhenti.
Ayo semangat sedikit lagi.
Bagaimana kau bisa
tersenyum di saat seperti ini?
Kita harus tersenyum saat keadaan sedang sulit.
Apa kau tak tahu
tersenyum bisa memperbaiki keadaan?
Pak Kang, kami sudah sampai.
Biar kupakaikan ini.
Bagus.
Dua, tiga.
Ini. Selamat menikmati.
- Makanlah roti sambil bekerja. - Baik.
Apa ini harus dinaikkan?
Haruskah kita pasang? Dua, tiga.
Tekan ke bawah. Satu, dua, tiga.
Jangan membahayakan dirimu seperti itu lagi.
Utamakan keselamatan.
Baik.
Tetap saja, aku
menghargai niatmu.
Apa?
- Tadi kau bilang apa? - Maksudku...
Bukan apa-apa. Cuma bilang.
Semua baik-baik saja?
Ini lezat.
Mungkin karena bercampur air mata... Maksudku, air hujan.
Bukan, maksudku bukan rotinya.
Lupakan saja.
- Hati-hati. - Baiklah.
Bukannya kami ingin membatalkannya.
Jika kalian bisa memberi kami waktu...
Tidak, sudah cukup.
Kami anggap diskusi ini selesai.
- Tapi... - Kau tak bisa pergi begitu saja.
Pak. Bu. Tunggu sebentar.
- Kami sudah selesai. - Tunggu.
Apa yang terjadi?
BRB membatalkan kontraknya.
Begitu juga Saucebody, Sweetheart
dan 9203.
Aku sudah menelepon para CEO agar tak khawatir.
Entah bagaimana mereka mendengar rumor
bahwa peragaan busana Appello akan dibatalkan
lalu mereka datang untuk memastikannya sendiri.
Sepertinya.
SE membocorkan informasi.
Mereka malah teken kontrak dengan SE.
Kecuali informasi kita dikirim langsung ke SE
sulit untuk mengetahuinya.
Pak Kang, jangan-jangan mata-matanya adalah...
Mana ada mata-mata yang bekerja sekeras itu di sini sejak subuh?
Berada di sini sejak subuh berarti mereka bisa dapat info lebih cepat.
- Astaga. Pak Young-woo, ini. - Baiklah.
Ini dia.
Bereskan semuanya di sini. Kurasa sudah hampir selesai.
Aku akan pergi ke tempat lain.
Selesaikan itu.
Aku tak percaya semua ini akan sia-sia.
Setidaknya kita berhasil menyelamatkan pakaian-pakaian ini.
Semua orang bekerja keras menyiapkan ini.
Pak.
Kau baik-baik saja?
Kudengar
kau menyelamatkan pakaian kami dengan menutupinya pakai terpal.
Terima kasih banyak.
Akan kau apakan pakaian-pakaian itu sekarang?
Tadinya pakaian itu untuk dijual di lokasi peragaan busana.
Kurasa sekarang hanya akan menumpuk di gudang.
Semuanya berakhir bahkan sebelum aku memulainya.
Aku belum menyerah.
Apa?
Semua belum berakhir sampai benar-benar berakhir.
Maukah kau memercayaiku dan mengikuti arahanku sekali lagi?
SEDANG SIARAN
No comments yet. Be the first to leave one.