A Gentleman's Dignity

A Gentleman's Dignity (신사의 품격)

Tải xuống Phụ đề Indonesian

Thông tin phát hành

A Gentleman's Dignity Episode 18 2012
Bình luận bởi ImGreatGal
please vote and comment, thx...

Tags

other
Được xuất bản vào: 2012-11-23
Lượt tải xuống: 32
Khiếm thính: Yes

Xem trước phụ đề Indonesian

200 dòng đầu tiên.

Bagaimana cuaca hari ini?

Kamu yang bilang padaku.

Cuacanya bagus.

Cuaca ini!

Kita perlu cari yang bisa dimakan atau nggak?

Hei,kalau pakai Betty bagaimanapun juga nggak boleh makan. Tapi ini mobil Yoon Pal.

Ada apa ini?

Apa kita kecelakaan?

Ini episode pertama hidup membosankan.

Mobilnya sedan Joon dae hyung. Pengendaranya laki-laki umur 20-an.

Pasti, mobil itu milik ayahnya. Saat kita keluar, harus bilang apa?

Semua, "leherku!".

Keluar!

Ouch. Oooh.

Aduh, tulangku.

Tulang punggungku!

Punggungku.

Oh, lututku!

Kau tahu siapa kami?

Kami punya badan paling bagus di Republik Korea.

Bagaimana bisa di Korea seumur kamu menyetir?

Sebentar, ada panggilan masuk.

Halo, ini Pengacara Choi Yoon.

Ketua Mahkamah Agung. Pak, saya agak prihatin mengenai kecelakaan mobil.

Ini kantor polisi, khan? Kalau ada, bisa bicara dengan Kepala?

Beliau kenal Im Tae San.

Oh, sayang, ini aku. Aku mengalami kecelakaan.

Sekarang kami bergantian melakukan panggilan.

Halo, ini layanan forensik nasional?

Bisa bicara dengan Yoon Ji Hyung?

Ya, Ketua Mahkamah Agung.

Aku tidak terluka parah.

Kondisi leher belakangku sekarang ini belum jelas,

tapi dalam suatu kecelakaan, tak ada yang bisa segera tahu kondisinya.

Ya. Apa Doktor Yoon Ji Hyung sudah meninggal?

Apa ini? Lihatlah...

Ya, apa ini perusahaan asuransi?

Saya baru saja mengalami kecelakaan.

Terjadinya karena saya tepat di belakang sebuah mobil.

Ya, ini salah saya.

Ya, akan saya tunggu.

Saya sungguh minta maaf. Seseorang akan datang dalam 10 menit.

Apa kalian terluka parah?

- Tak masalah. Cuacanya cerah. - Hangat.

Kepala polisi?

Kenapa Kepala polisi nggak segera menampakkan dirinya?

Atas namanya sendiri. Dia mencari istrinya.

Yang terpenting bagiku adalah istriku.

Apa? Layanan forensik nasional??

Oke, mencoba membuat genre yang berbeda sejauh itu.

Kenapa waktunya berjalan lambat?

Menghubungi perusahaan asuransi setelah mengalami kecelakaan bukanlah hal yang tak kami ketahui.

Bagaimanapun juga, saat kami umur 20-an, kami mengejek cara generasi yang lebih tua dalam memperlakukan yang umur 20-an.

Kalau kalian memakai akal sehat, itulah hal yang berat,

dan kalau gertakan merupakan intinya,

sayang bagi kalian

kalian, yang menganggap rendah yang lebih tua dengan cara seperti itu, tak akan tahu bahwa kalian akan secepatnya menjadi "tuan"

atau pria tua.

A Gentleman`s Dignity

Episode 18

Kenapa Hp-mu mati?

Me Ah Ri berangkat sekarang. Dia ada di bandara.

Bahkan sekarang padaku, Hp-nya dinonaktifkan.

Apa kau akan membiarkannya pergi begitu saja?

Hei, Me Ah Ri berangkat. Dia mau pergi. Hari ini, dia mau berangkat.

Sepertinya kau sudah dengar itu?

Kau mungkin masih bisa melihatnya kalau kau segera berangkat.

Ini belum waktu pemberangkatan.

Dia nggak segitu mudah diatur.

Masih ada waktu untuk belanja atau mungkin dia ketinggalan pesawat.

Mungkin saja dia tertangkap karena senjata api atau narkoba di tasnya atau apalah.

Mungkin saja orang lain membawa koper yang sama,

Mungkin saja orang lain membawa koper yang sama, setelah bertukar koper, mata mereka bertemu.

Sekarang dia menunggumu.

Bisakah kalian pergi? Besok aku ada sidang.

Dasar bodoh.

Sidangnya besok, tapi

Me Ah Ri pergi sekarang.

Kalau kakakku tahu...

Aku mencintaimu, Im Me Ah Ri.

Maaf karena kamu menderita sendirian.

Maaf karena sangat lambat mengakuinya.

Sekarang kamu nggak akan ke mana-mana. Aku nggak akan biarkan kamu pergi.

Kakak...

Sekarang karena aku memelukmu, yang kukatakan bukan cuma jangan pergi ke Amerika.

Tapi datanglah padaku. Dan itu artinya perasaanku nggak lagi kusembunyikan.

Jadi mulai sekarang, akulah kakak yang kamu ikuti.

Karena aku akan mengurus semuanya.

Meskipun akan sulit,

--tentunya memang nggak akan mudah-- tapi

aku nggak akan melepaskan tanganmu.

Aku nggak akan membiarkanmu menangis sendiri lagi.

Di mana kamu? Aku di parkiran kafe.

Oke. Akan kutunggu.

Dia pasti mencuci mobilnya...

Oh, kau datang.

Sudah makan malam? Aku belum.

Aku kejar dia.

Aku akan masuk sebentar.

Ayo duduk dan bicara.

Kau...

Bagaimana mungkin kau...

Choi Yoon Pal... Bagaimana bisa?

Maaf...

Kalau kubiarkan dia pergi sekarang, kurasa aku akan kehilangan dia selamanya.

Lalu mestinya kau biarkan dia pergi.

Aku . . .

Apa yang harus kulakukan?

Kalau kau minta maaf padaku,

apa yang harus kulakukan?

Im Me Ah Ri, kamu nggak akan berhenti?

Katakan padaku.

Apapun yang akan kau katakan, katakanlah.

Aku akan menanggung salahnya.

Choi Yoon Pal.

Aku sudah memikirkannya lebih dari seribu kali.

Dan akan seribu kali lebih buruk, jadi aku tahan.

Aku berjuang keras untuk menahannya.

Saat kudengar Me Ah Ri berangkat,

kurasa dunia akan berakhir.

Karena saat itu, aku dipenuhi penyesalan.

Aku menghindar, nggak mau memikirkan, dan berpura-pura nggak,

tentang apa yang hatiku harapkan.

Maaf...

karena aku membuat Me Ah Ri begitu sering menangis.

Aku akan melakukannya dengan baik.

Aku akan menjaganya selamanya.

Tae San... Ini permohonan pertama dan terakhirku padamu.

Kali ini saja, maafkan aku.

Jadi...

kalian siap kehilangan aku?

Im Me Ah Ri...

Akhirnya,

inikah yang harus kau lakukan untuk bahagia?

Kakak!

Maafkan aku kali ini saja.

Aku sudah memaafkanmu terlalu sering.

Sekarang, aku menyesal. Aku nggak tahu kalian berdua akan berakhir begini.

Sudah kubilang aku akan mengawasi kalian.

Aku sendiri akan mati-matian mengomeli kalian seperti orang gila.

Kakak!

Mulai sekarang juga, aku...

sudah kehilangan kalian berdua.

Im Me Ah Ri... tinggalkan rumah ini.

Ini bukan rumahmu lagi

dan aku bukan kakakmu.

Gadis kecil yang kasar itu...

Dia selalu menentang kata-katamu, tapi kali ini dia pergi karena kakaknya memintanya pergi?

Kalau dia mendengarkan dengan baik,

kenapa nggak mau mendengarku?

Dia sangat pintar dalam hal itu.

Menurut kalian mereka bertemu?

Apa dia pergi mencarinya?

Aku beri 1 poin untuk dia pergi, dan 2 poin untuk mereka bertemu.

Kenapa?

Karena aku pria yang pernah kehilangan seseorang dan menemukannya lagi.

Aku tahu rasanya kehilangan segalanya.

Kalau kalian sedang jatuh cinta, bahkan mengoles krim di tangan sendiri pun nggak bisa. Nggak bisa.

Jam berapa sekarang? Kenapa dia nggak menelefon?

Bukankah kau begitu juga saat pacaran dengan istrimu?

Kau ingin melakukan apapun untuknya, dan saat dia bilang bisa melakukannya sendiri, kamu nggak akan percaya.

Sangat menggangguku kalau dia makan sendirian.

Maksudku, kalau aku nggak menyuapinya, bagaimana dia makan?

Oh maaf, perutku...

Ah, terlalu!

Dengan begitu, kamu pun akan mencium jendela.

Orang yang sangat normal mencium lewat jendela!

Bagaimana kamu tahu?

Ya?

Oh! Pengacara Choi.

Halo?

Sekarang?

Pasti ini merupakan pilihan yang berat bagimu...

Memalukan, kondisiku sekarang...

Nggak, dari semua yang kutahu tentangmu,

kali inilah kamu terlihat sangat keren.

Seseorang yang memutuskan pilihan yang susah pada seorang teman...

nggak seharusnya terlihat keren.

Kalau aku harus memberimu saran sebagai orang yang pernah menjalani kesulitan seperti ini,

beratnya sungguh berat untuk kusangga sampai aku nggak bisa berpindah selangkah pun.

Tapi di satu sisi, aku mengatasinya.

Berpikir, "oh berat ini adalah beratnya hatiku...

Selama kamu cinta dan selama kamu bahagia,

itu nggak akan terlalu berat".

Aku sungguh... sedang jatuh cinta.

Akan bagus kalau Tae San membuat keputusan yang sama denganmu.

Dia pasti akan begitu. Jangan terlalu khawatir.

Dan, yang ingin kukatakan

meski agak terlambat, aku ingin bilang terima kasih.

Untuk....

Aku tahu. Di kafe, kalian berempat datang membantuku.

Kamu oppa yang membantuku dalam bidang hukum.

Ahh

Tapi kurasa, mereka bisa saja menghubungimu...

Kalau memang begitu, tolong beritahu aku.

Aku nggak ingin kalian berempat khawatir tentang hal itu.

Kalau mereka menelefon, akan kuberitahu.

Karena kamu akan menjaga Me Ah Ri, setidaknya aku harus melakukan sebanyak itu.

Dan aku sangat berterima kasih.

Tapi... bagaimana kamu tahu kami ke kafe?

More Indonesian subtitles for A Gentleman's Dignity

Bình luận

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left