200 dòng đầu tiên.
Malti...
Aku datang, Nyonya.
Siapkan sarapan untuk anak-anak.
Segera, Nyonya.
- Kami ada pesta di sekolah besok. - Sungguh?
Bagus sekali. Apa kau berpartisipasi?
Ya.
- Shambu, tuanmu sudah siap? - Ya, Nyonya.
- Lihat apakah Ramu-kaka ada di sini. - Baik, Nyonya.
Kau takkan bertengkar dengan Pinky, 'kan?
Ramu, Nyonya menginginkanmu.
- Mobilnya sudah siap, Nyonya. - Baiklah.
Pak Shekhar! Apakah kau sudah siap?
Di mana kau?
- Ayo sarapan. - Aku akan pergi ke mana?
Ayolah.
- Selamat pagi, Sayang. - Selamat pagi, Ayah.
- Selamat pagi, Ayah. - Selamat pagi, Sayang.
Sayang!
Ke mana pun kau pergi, aku mengikutimu.
Kau sudah terlalu banyak bercanda tentang terlambat.
Sungguh buruk.
Tidak bisa menahannya, Sayang.
Kau tampak bertambah cantik hari demi hari.
Pak Romeo yang terhormat, tahan hatimu
Keajaiban cintamu...
...membuat hatiku kehilangan kendali.
Apa yang kau lakukan?
Seseorang akan melihat.
Itu yang aku mau.
Kita hanya memiliki dua anak.
Aku ingin anak sejumlah tim kriket.
Astaga, kau mustahil.
Sekarang hentikan. Sarapan,...
...dan antar anak-anak ke sekolah. Ayo.
Tidak sarapan, aku sedang diet.
Ingin terlihat baik, tampan, dan gagah.
Untuk mengantar anak-anak ke sekolah,...
...kau lihat hari ini...
Baiklah aku mengerti.
Pergilah urus bisnismu, sementara aku pergi dan mengantar mereka sekolah.
Bagus sekali!
Itulah yang aku sebut istri hebat.
Itulah mengapa aku mencintaimu.
Terima kasih. Sampai jumpa nanti malam.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
- Dah, Anak-Anak. - Pushpa, apakah anak-anak sudah siap?
Aku yang akan pergi mengantar mereka ke sekolah.
Ayo pergi. Kau sudah membawa tasmu? Apakah kau sudah membawa tugasmu?
Shambu, aku akan mengantar anak-anak ke sekolah. Percepat.
Ayo. Sampai jumpa.
Dushyant! Nak...
Kau tertidur?
Ayo bangun.
Mendengarkan musik sepanjang waktu.
Musik telah memantrainya.
Tuhan, jadikan anakku penyanyi terhebat di dunia.
Semoga dia menemukan semua kebahagiaan di dunia ini.
Putraku akan menjadi penyanyi terhebat di dunia suatu hari nanti.
Tangkap bolanya, Dushyant.
Aku benci bermain dengan bola. Lanjutkan.
Kalau begitu, apa yang kau sukai?
Aku menyukai musik.
Aku mencintai musik.
Aku ingin menjadi bintang.
Namun, keluargaku miskin.
Aku pikir impianku hanya akan tinggal menjadi mimpi.
Tidak, Dushyant, jangan berkecil hati.
Aku akan meminta Ayah untuk mengatur uangnya.
Benarkah?
Ayah, Kakak punya teman di sekolah...
...yang sangat berbakat.
Sungguh? Siapa namanya?
Dushyant. Dia menyukai musik.
Bisakah kita mengatur pengajaran musik untuknya?
Tentu saja kita bisa, Anakku.
Tak apa. Namun, dia tidak punya...
...uang untuk membayar biayanya.
Bisakah kita membayar biayanya?
Anakku, kalau itu yang kau dan kakakmu inginkan,...
...dan jika itu membuatmu bahagia, aku pasti akan membayar biayanya.
Anakku,...
Aku akan meminta kepada manajerku...
...untuk membayar biayanya setiap bulan.
Mengerti? Senang?
Beri Ayah ciuman.
Luar biasa! Hebat.
Kau benar-benar terlihat luar biasa malam ini.
Tuhan menyelamatkanmu dari mata iblis.
Bahkan keindahan surgawi...
...tak dapat menandingi kecantikanmu malam ini.
Kau adalah kilat...
...jangan biarkan praharanya mereda.
Seseorang harus mempelajari seni menyanjung darimu.
Tidak, Sayang.
Aku sudah lama menikahimu.
Namun, malam ini aku berharap untuk menikahimu lagi.
Bingkai kayu, sSekor kuda di bingkai
Ketika palu dipukulkan ke ekor kuda
- Sheetal, maukah kau membantuku? - Apa?
Aku ingin memberi Dushyant harmonika.
Maukah kau memberi tahu Ayah?
Mengapa kau tidak memberitahunya sendiri?
Tidak mungkin. Aku takut.
Baiklah, aku akan memintanya untuk membelikanmu.
Baik.
Sheetal dan Jaya, jangan nakal di dalam mobil. Duduk dengan benar.
Dushyant.
Itu kau, Bibi! Halo, Bibi.
- Halo, Sayang. Apa kabar? - Aku baik-baik saja.
Kenapa kau ada di sini, Jaya?
- Mengapa? Tidak bolehkah kami datang? - Kenapa tidak?
- Dushyant! - Siapa itu?
Hai. Ini kejutan.
Kenapa? Tak bolehkah kami datang ke rumahmu?
Aku tidak tahu bagaimana menyambutmu.
Aku mau menyuruhmu duduk di mana?
Kamla, status dan kekayaan tak meninggikan seseorang.
Kerendahan hatinyalah yang mengangkatnya di atas semua orang
Selain itu, itu adalah orang-orang bodoh...
...yang membangun dinding diskriminasi ini.
- Cita-cita luhur. - Kau bersikap baik.
- Apa kau takkan menyuruh kami duduk? - Tidak, silakan.
Silakan masuk.
Duduklah.
Ke mana Jaya dan Dushyant pergi?
Pasti ada di sekitar sini. Aku akan memanggil mereka.
- Baik. - Silakan masuk.
Untukku?
Kibor elektronik.
Sepertinya kau mengetahui semua pilihanku, Jaya.
Ya, tidak diragukan lagi.
Kau sangat baik.
Semoga Tuhan menjadikanmu penyanyi hebat suatu hari nanti.
Prabha, makanannya benar-benar enak.
- Apakah kau suka telurnya, Jaya? - Tidak.
- Ya - Apakah kau suka minya?
Apa kau tak mau menyuruh ibumu untuk memberiku satu, Sayang?
- Makanlah dua. - Tidak, satu sudah cukup.
Jadi, Sayang, apa yang terjadi di sekolah hari ini?
Temanku ini benar-benar menggangguku.
Apa yang harus aku lakukan dengannya?
Pukul dia dengan sangat keras.
Lalu, Kau, bantu dia, mengerti?
Jangan ajari dia itu.
- Dia sudah bertengkar dengan Pinky. - Aku mengerti.
Pinky mengeluh setiap hari.
Halo.
Ya, berbicara.
Apa?
Aku mengerti.
Apakah ini serius?
Aku mengerti.
Baiklah, aku akan mengirim Prabha besok pagi.
Hubungi aku jika kau membutuhkanku.
Jangan khawatir tentang uang. Itu akan diatur.
Mengerti?
Ada apa? Siapa itu?
Sebenarnya, Prabha,...
...saudaramu tidak sehat.
Apa yang terjadi kepada saudaraku? Aku harap tidak ada yang serius?
Aku benar-benar tidak tahu.
Mereka sedang menunggu laporan tes darah.
Ambil penerbangan pertama ke Delhi besok.
Mawar masih berbau sama
Cuaca masih memiliki sihir yang sama
Mawar masih berbau sama
Cuaca masih memiliki sihir yang sama
Cuaca masih memiliki sihir yang sama
Yang tak dapat kutemukan di dekapanku Adalah kau
Ini membuatku sedih
Kenangan tentangmu menghantuiku
Aku merindukanmu
Aku merindukanmu
Aku merindukanmu
Aku bersumpah, Aku takkan bisa melupakan
Saat-saat perpisahan ini
Kenangan tentangmu menghantuiku
Aku merindukanmu
Aku merindukanmu
Aku merindukanmu
Aku yang akan mengangkat.
Halo.
Salah nomor.
Apa?
Bodoh!
Mengapa mengangkat teleponnya jika ini nomor yang salah katanya.
Aku ingin tahu ada apa dengan telepon ini.
Dua puluh lima panggilan sejak pagi.
Ayah menelepon dua puluh kali dan lima nomor salah.
Pak Bandhu!
- Halo. - Hey, halo.
Tunggu sebentar.
Pak Bandhu, rasanya aku ingin makan telur.
Bagaimana kalau membuat tiga telur orak-arik,...
....empat telur orak-arik yang dibumbui,...
...dua telur goreng, dan satu telur rebus?
Tidak apa jika membutuhkan satu jam atau lebih.
Hai.
Aku mencintaimu.
No comments yet. Be the first to leave one.