200 dòng đầu tiên.
Angkat dagumu.
Ayo.
- Itu dia! - Soo-ho!
EPISODE 14
Ini tempat...
yang aku datangi untuk menangis.
Dari suatu titik tertentu,
kau di sini bersamaku.
Bahkan saat pertama kau bilang kau akan lakukan acara radio,
dan saat kau mengaku menyukaiku.
Lalu hari ini...
kau berdiri di sini bersamaku.
Pasti sulit
dan menakutkan karena aku.
Tidak sulit menyukaimu.
Namun aku tak tahu apa yang baik untukmu.
Song Geu-rim,
aku sangat menyukaimu.
Kau tahu itu, bukan?
Jadi,
aku berpikir keras untuk melindungimu.
Aku hanya ingin memegang tanganmu dan melangkah, seperti hari ini.
Aku merasa seperti ini untuk pertama kali.
Jadi, aku akan tetap bersamamu apa pun yang terjadi.
Bisakah kau memercayaiku dan menggenggam tanganku,
dan melangkah bersama?
Aku tahu ini permintaan yang besar.
Baiklah.
Aku juga ingin menggenggam tanganmu,
dan melangkah ke mana saja .
Sebab aku sangat menyukaimu.
Jika kalian terlambat lima menit lagi, aku akan melempar kalian keluar.
Ayo, masuk untuk siaran acara.
Bagaimana dengan putar rekaman?
Wartawan mengambil banyak foto kalian hari ini,
dan kalian pegangan tangan.
Mereka akan membahas dan mengkritik banyak hal tentang acara.
Kita bisa gunakan kisah cinta mereka untuk menaikkan rating. Tidak, ya?
Bagaimana menurutmu?
Aku tak ada persiapan skrip.
Putar rekaman saja.
Kita bisa sambungkan telepon atau membaca cerita.
Namun kalian pasti banyak dibahas.
Kita bisa putar musik saja hari ini.
Ayo, siaran langsung.
Untuk itu aku di sini.
Ayo, bersiap.
Ya. Baiklah.
Kau tak apa tanpa skrip?
Kau tak tahu apa yang ditanya pendengar.
Mungkin mereka akan bertanya apa aku sungguh suka Song Geu-rim.
Aku tak keberatan.
Sambunganmu akan ditahan, lalu terhubung. Jadi, jangan ditutup.
Jangan memaki atau menyebut nama merek...
atau ucapkan kata-kata jahat soal Soo-ho.
Sejak kapan mereka berkencan?
Ini sangat tak terduga.
Mulailah bekerja.
Ji Soo-ho, tolong dengarkan ceritaku.
Tentu, bicaralah.
Aku telah dirundung selama sepuluh tahun,
selama masa sekolahku.
Aku tak bisa tidur di malam hari
karena berpikir akan dirundung lagi di sekolah
sehingga menangis.
Aku tahu perasaanmu.
Sungguh?
Aku mulai akting saat kecil.
Kuhabiskan waktuku di tempat syuting, bukan di sekolah.
Jadi...
aku tak pernah ikut wisata sekolah.
Aku punya sedikit sekali foto berseragam.
Aku tak punya ijazah.
Sungguh?
Aku turut prihatin..
Jadi, aku tahu rasanya
tak bisa tidur sepertimu.
Kau tahu...
aku tak bisa tidur.
Kami akan memutar lagu.
"Cerialah" oleh Coffee Boy.
Kami akan memutar lagu untuk menghibur kalian.
Cerialah!
Kita akan mendengarkan "Cerialah" oleh Coffee Boy.
Mulai!
Soo-ho tak sepopuler dugaanku.
Tak ada yang bicarakan kisah cinta.
Kurasa begitu. Semua sibuk dengan masalahnya.
Reaksi kita berlebihan.
Kau sukses
bahkan tanpa skrip.
Bisakah kau duduk di sebelahku sekarang?
Bukankah panggilan berikutnya yang terakhir?
Satu panggilan lagi setelah lagu adalah yang terakhir.
Menggenggam tanganmu dan lakukan acara bersamamu buat semangat!
Romansa Radio Ji Soo-ho. Kami akan hubungkan panggilan terakhir.
Bisakah kau memperkenalkan diri?
Aku Jun Yoo-hung, ketua klub penggemar Soo-ho.
Apa ini?
Dia bilang ingin minta lagu untuk ibunya.
Kak Soo-ho, bagaimana bisa kau lakukan ini?
Sebagai penggemarmu, aku tak pernah lebih kecewa dan marah dari sekarang.
Kau bertemu penulis itu...
Tak bisakah kucintai seseorang?
Astaga, Soo-ho!
Kau serius?
Kami tahu kau mengencani Song Geu-rim atau siapa pun
di kantor dan di depan rumahmu.
Kami tahu itu, tapi kami ingin merahasiakannya.
Begitu rupanya.
Namun...
aku mulai menyukai seseorang.
Aku ingin menyukainya tanpa terlalu banyak berpikir.
Kenapa aku harus minta maaf karena menyukai seseorang?
Kau mungkin mengira aku egois.
Ini pertama kalinya aku merasakan hal seperti ini,
dan aku mau suka 0saja.
Astaga, Soo-ho!
Bahkan jika kami meninggalkanmu, Kak?
Itu akan sangat menyedihkan.
Namun tetap saja...
aku akan menyukainya.
Aku akan pergi ke rumah Soo-ho. Segera bawa dia pulang.
Hei...
Maafkan aku.
Namun...
aku menjawab pertanyaan dengan benar untuk pertama kalinya.
Lakukan acara radio benar-benar hebat.
Ayo.
Tunggu, Geu-rim!
Song Geu-rim,
aku ingin bertanya, bukan sebagai pengagum atau produser,
tetapi sebagai orang yang peduli padamu.
Pikirkan semua hal yang akan kau hadapi karena Soo-ho
setelah pergi dari sini.
Jawab pertanyaanku.
Kau tetap akan melakukannya?
Ya.
Kalian berdua membuatku gila.
Ayo.
- Apa ini masuk akal? - Tentu tidak.
Benar. Dia bahkan jelek!
- Aku tak akan membiarkan ini. - Kapan dia keluar?
- Apa dia keluar dari sana? - Dingin sekali.
Ji Soo-ho keluar!
Hei!
Kalian berempat, kemarilah.
Kalian lakukan kekerasan verbal, fitnah, dan demoralisasi.
- Kau siapa? - Kau siapa?
"Kau siapa?" Aku produser.
Kalian pikir boleh memotret saja seperti ini?
Apa pedulimu jika aku memotret Soo-ho?
Kau suka jika kupotret
dan mengunggahnya di situs sekolahmu dan YouTube?
Sekolahnya di mana?
- Soo-ho, lihat kemari. - Katakan sesuatu.
Aku harus pulang.
CEO menelepon.
Kenapa tak pergi juga?
Keberadaanmu di sekitar rumahku tak membantu Geu-rim.
Akan kuhubungi kau.
Telepon aku.
Aku tak percaya Soo-ho dan Geu-rim berpacaran secara terbuka.
Kita bahkan tak terpikirkan ini.
Jadi, kau kencan terbuka.
Aku tak menduga itu.
Itu bahkan terdengar lebih aneh.
Kaulah menyebarkan foto-foto itu. Apa maksudmu?
Kau kira aku tak tahu caramu?
Aku bingung pada awalnya,
tapi kini aku merasa bebas.
Aku kasihan pada Geu-rim, tapi akan melindunginya bagaimanapun.
JI SOO-HO ADALAH PEMBUNUH WOO JI-WOO
RUMAH ABU #23
Aku tak tahu kau bisa lakukan banyak hal demi Geu-rim.
Aku datang untuk melihatmu menangis, tapi akhirnya melihat banyak sekali.
Aku harus pergi. Apa yang ingin kau katakan?
Tentang Woo Ji-woo tertulis di kartu pos...
Apa kau mau memberitahuku?
Manajer Kim, kau akan membiarkannya saja?
Kembalilah ke JH...
Jika begitu, aku harus laporkan semua soal Soo-ho.
Tidak mau.
Saat itu, kupikir ini cara terbaik melindungi Soo-ho.
Namun ternyata tidak.
Jaga dirimu.
Tak bisakah ketuk pintu?
JI SOO-HO PEMBUNUH WOO JI-WOO
Kartunya masih datang.
- Bukankah ini perkara besar? - Benar.
Kau dengar?
- Soo-ho dan Geu-rim berpacaran. - Pasangan baru lahir di sini.
Kenapa Geu-rim tak bilang apa-apa?
Kau tahu sesuatu soal ini?
Mereka berdua terlalu sering bersama.
Berkencan menjelaskan semuanya.
Kukira dia mengencani Lee Kang.
Kau bekerja di sini bersamanya, dan tak tahu apa-apa?
Itu...
Aku iri pada Geu-rim. DJ kami pria tua.
No comments yet. Be the first to leave one.