See You at Work Tomorrow!

See You at Work Tomorrow! (내일도 출근!)

Tải xuống Phụ đề Indonesian

Mùa 1

Thông tin phát hành

[𝗖𝗼𝗳𝗳𝗲𝗲𝗣𝗿𝗶𝘀𝗼𝗻] 𝗦𝗘𝗘 𝗬𝗢𝗨 𝗔𝗧 𝗪𝗢𝗥𝗞 𝗧𝗢𝗠𝗢𝗥𝗥𝗢𝗪 𝗦𝟬𝟭𝗘𝟬𝟴 𝗣𝗥𝗜𝗠𝗘 𝗔𝗠𝗭𝗡 𝗪𝗘𝗕
Bình luận bởi Coffee_Prison
𝑫𝒖𝒓𝒂𝒔𝒊 : 𝟎𝟏:𝟎𝟗:𝟓𝟐 || 𝑺𝒖𝒃𝒕𝒊𝒕𝒍𝒆 𝑹𝒆𝒕𝒂𝒊𝒍 𝑷𝑹𝑰𝑴𝑬 𝑽𝑰𝑫𝑬𝑶 || *𝑪𝒓𝒆𝒅𝒊𝒕 𝒕𝒐 𝘊𝘪𝘯𝘥𝘺 𝘕 (𝑷𝒆𝒏𝒆𝒓𝒋𝒆𝒎𝒂𝒉) || ડ౿ᥣɑოɑ𝗍 𝖬౿𐓣𝗈𐓣𝗍𝗈𐓣

Tags

webdl
Được xuất bản vào: 2026-07-17
Lượt tải xuống: 16
Khiếm thính: No

Xem trước phụ đề Indonesian

200 dòng đầu tiên.

DRAMA INI HANYA FIKSI

AKTOR CILIK DIFILMKAN DENGAN AMAN DAN DIAWASI

Apa kau lelah?

Ya.

Ini sebabnya kau cepat lelah.

Tak bisa begini.

Ayo lebih sering berlari.

Bisakah kau menggendongku?

Salahmu kalau lututku cedera.

Tentu saja.

Kau bilang di usia ini, jatuh bisa bikin patah tulang, 'kan?

Sudah tahu, tapi tetap tak mau turun.

Ponselnya masih di sini.

Ya sudah. Aku akan menghubunginya nanti.

Tidak. Jangan, Cha Ji-yoon. Hentikan.

Ya, kenapa aku harus sampai serendah itu?

Aku bisa tanya dia kalau penasaran.

Aku memesan soda.

Minum minuman manis usai olahraga, malah tambah haus.

Minum air saja.

Tolong hargai seleraku.

Tidak bisa kalau soal kesehatan.

Kau khawatir aku sakit, ya?

Ya.

- Sakit parah sampai tak bisa kerja. - Sakit parah sampai tak bisa kerja?

Tadi ponselmu berdering.

Dari Staf Senior Lee Young-hun.

Katanya dia akan kembali pekan depan.

Semoga semuanya teratasi

begitu Pak Lee tiba.

Mari tetap optimis.

Dia memang jagonya di bidang itu.

Aku jadi cemburu.

Kenapa?

Kau nomor satu bagiku, Staf Senior Cha.

Kapan latihannya selesai?

Sekitar pukul 17.00.

- Nanti kujemput. - Baiklah.

Karena istirahatmu sudah cukup,

mau lari lagi?

Lagi?

Yang menang dapat es krim.

EPISODE 8 TERIKAT MASA LALU, TETAP MASUK KERJA!

Pas sekali! Bibimbap paling nikmat pakai lobak muda musim panas.

Mau tambah minyak wijen lagi?

Tumben.

Biasanya kau heboh kalau ada minyak apa pun.

Mulai sekarang, aku berusaha lebih fokus

pada keinginanku, bukan hal yang harus kuhindari.

Adikku sudah dewasa.

Kau masih marah padaku?

Kenapa tak dibuka?

Tak perlu.

- Dari Kim Goo-won, ya? - Bukan!

Kenapa tak dibuka? Sini.

Sudah kubilang, bukan dia!

- "Kak No-ah, ayo main." - Kembalikan.

"Kau masih marah padaku?"

Hei, kembalikan!

Kenapa kau mengecek ponsel orang lain?

Siapa dia?

Orang yang pikirannya paling cetek di dunia.

YOON NO-AH

Pikiranku cetek, ya?

Kau memang agak receh.

- Bukan dari tampilan luar. - Kenapa?

Kau dibilang cetek?

Sebenarnya kau tak cetek.

Cuma kelihatan begitu karena tak punya ambisi.

Maksudnya?

Kau tak pernah mendambakan sesuatu ya?

Entah itu barang, penampilan, atau bakat.

Kau salah.

Ada yang sangat kudambakan.

Apa?

Otot?

No-ah.

No-ah?

Apa itu?

Ayo.

Kau mau ke mana?

Latihan untuk pernikahan teman.

Kau bernyanyi di sana?

Aku mau menepati janjiku ke teman kuliahku dulu.

Kau mau karena ingin bertemu Ji-yoon.

Bukan begitu.

Kami sudah putus.

Terus, kenapa kau masih terus memperhatikannya?

Masa?

Aku harus menjaga sikap.

Dia pasti tak nyaman.

Aku cabut, ya.

Dah.

Aku juga cabut.

Apa No-ah juga tak nyaman, ya?

Hye-ji.

Apa?

Ada apa?

Aku dan Pak Kang…

Kami pacaran.

Kau bilang tak mau.

Kau bilang aku tak perlu khawatir!

Aku tak bisa menahan diri.

Katamu mantan istrinya adalah mentormu.

Kau akan terus bertemu dia di kantor.

Kau serius mau begini?

Jujur, itu menggangguku.

Melihat mereka kerja bareng membuatku kepikiran juga.

Coba pikirkan akibatnya sekali saja.

Pernikahan berarti

menjadi keluarga.

Kau belum pernah mengalaminya.

Ini bakal jauh lebih sulit dari dugaanmu

dan kau harus banyak mengalah.

Kurasa ada benarnya.

Malah tersenyum?

Sudahlah.

Aku sangat bahagia belakangan ini.

Aku jadi stres.

Ya sudah, terserah.

Aku tak bisa mencegah keputusanmu.

Kalau begitu, berhentilah khawatir

dan dukung aku.

Bawa dia ke pernikahanku. Aku mau lihat wajahnya.

Dia sangat tampan.

Aku tahu.

Kok, kau tahu?

Tipemu cowok tampan.

Astaga!

Benar juga, sih.

Ji-yoon!

Kami mau makan malam bareng. Ikutlah.

Aku ada acara.

Tak bisakah lebih santai di dekatku?

Anggap aku

teman kuliahmu, seperti Seung-jun.

Sudah kubilang, aku…

Nn. Ji-yoon.

Pak Kang.

Kita bertemu lagi.

Aku Kang Si-woo.

MANAJER KANG SI-WOO

Kau bos Ji-yoon yang kutemui waktu itu, 'kan?

Halo.

Tapi ada perlu apa kemari?

Pak Kang,

kita pergi saja.

Nn. Ji-yoon.

- Aku tak bermaksud merahasiakannya. - Tidak.

Aku merasa menyela obrolan kalian.

Kalau mau mengobrol lagi, silakan.

Pergilah, aku akan menunggu.

Kalau begitu, sebentar, ya.

Ada apa, Ji-yoon? Kenapa dia…

Dia pacarku.

Apa?

Sejak kapan?

Belum lama.

Jadi, berhentilah menghubungiku untuk urusan pribadi.

Sampai jumpa di pernikahan Hye-ji.

Aku menyesal membiarkanmu pergi.

Terima kasih.

Maaf aku tak bilang dari awal.

Dia tiba-tiba bergabung.

Aku tak ingin kau khawatir.

Aku melihat Pak Cho masuk saat mengantarmu tadi.

Kenapa kau tak bilang?

Aku menunggumu cerita duluan.

Apa kau juga merasa seperti ini saat melihatku

bersama Nn. Choi?

Merasa seperti apa?

Kalian memang tak pacaran lagi,

tapi aku kepikiran.

Ya.

Hubungan kami sudah lama berakhir

dan aku tak punya perasaan lagi padanya.

Aku juga begitu.

Aku cuma berharap hidupnya bahagia.

Ya.

Hye-ji ingin kau datang ke pernikahan denganku.

Aku bisa lihat kebolehanmu main drum nanti?

Ya.

Aku harus datang.

Aku harus giat berlatih.

Kau pasti kaget bertemu mereka.

Aneh, bukan?

Bisa-bisanya aku tak kepikiran bahwa bisa saja

ada orang lain dalam hidup Ji-yoon.

Karena kau belum pernah melihatnya.

Selama kuliah, dia cuma menyukaimu. Dia tak pernah melirik cowok lain.

Ya, kau harus menerimanya.

Tapi kenapa dulu kau pura-pura tak tahu,

padahal kau tahu dia menyukaimu?

Aku mau dia terus ada di hidupku.

Aku takut

kami tak bisa berteman lagi kalau berpacaran lalu putus.

Tapi

akhirnya memang berpisah.

Kau cuma perlu

terus bersinar seperti sekarang.

See You at Work Tomorrow! subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for See You at Work Tomorrow!

Bình luận

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left