200 dòng đầu tiên.
Aku bisa jadi bom, ada di penjara, atau mati.
Namun, aku berusaha keras untuk kemari.
Banyak kabar negatif tentang Dennis Rodman.
Orang tak kenal Dennis Rodman.
Mereka lihat di pengadilan dan baca di koran,
dan bilang, "Astaga, dia jahat."
Apa kau sakit hati publik menganggapmu gila dan besar mulut?
Tidak, kurasa aku yang menciptakan monster itu.
Namun, tak ada yang bisa bicara buruk tentangku sebagai rekan tim.
Ada Michael Jordan hebat,
Scottie Pippen, Phil Jackson hebat.
Namun, jika aku dicoret dari tim, apa mereka tetap memenangkan kejuaraan?
Kurasa tidak.
Aku sayang Michael Jordan, Scottie Pippen, mereka semua.
Namun, mereka tak melakukan yang kulakukan.
Hanya aku yang melakukan pekerjaan kotor, disiksa pemain lain.
Aku mau main hingga hidung patah, terluka.
Sesuatu yang akan sungguh memunculkan luka, rasa sakit.
Mau kurasakan itu.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Gerakan spektakuler!
- Pertandingan usai. - Stadion Chicago menggila.
Pertama, tak ada pengkhianatan di sini.
Ini saatnya aku maju.
Ini tahun terakhir Phil melatih Bulls.
Harapan terlalu tinggi?
- Selanjutnya apa? - Pertanyaannya, sampai kapan?
Mereka masih dianggap juara dunia, tetapi di musim ini,
Chicago Bulls lebih mirip aksi sirkus tua tahun 1980-an
bernama "Michael dan Jordanaires-nya."
Juara bertahan butuh bantuan. Mereka tampak biasa saja.
Sebagai pemain pendukung MJ,
Rodman, kesulitan untuk bermain cepat.
Michael, kau lelah membicarakan Pippen dan semua itu?
Sangat lelah.
Sampai terjadi, dan dia bilang mau apa.
Kami harus terus melakukan pekerjaan kami.
Ayo, Kawan-kawan.
Pertemuan pertama Michael si pemain lawan Larry si pelatih. Bulls dan Pacers.
Dennis Rodman, dihadang Dale Davis. Reggie Miller.
Lihat operannya, ke Jordan untuk memasukkan.
Phil Jackson, kita pernah lihat ekspresinya.
Pacers lanjut dan menang, Bulls merosot ke 8-7.
Musim lalu, Chicago baru kalah di pertandingan 56.
Kami gagal dalam banyak lemparan mudah, tak bagus.
Namun, yang mengacaukan kami adalah rebound.
Rebound kami buruk.
Gagal menangkap rebound , bebaskan diri.
Dennis ketinggalan dari semua pemain lain
dalam antusias bermainnya saat ini.
REPORTER ESPN - 1996-2004
Dennis Rodman adalah pemain bertahan terbaik dalam 30 tahun ini.
Masalahnya, dia tak selalu termotivasi untuk bermain.
Ini salah satu masa saat aku bosan.
Aku harus cari cara menyemangati diriku.
Itu rendah, ya? Pelanggaran disengaja.
Menurutku tidak.
Banyak hal yang tak kulihat.
Namun, biasanya aku lihat kecuranganmu.
Dennis tak menerima peran
"Scottie tak ada dan kami butuh kau lebih bisa diandalkan.
Aku harus mengandalkanmu."
Jadi, saat itu kami bertanding, dan dia dikeluarkan karena pelanggaran.
Aku marah, karena dia dikeluarkan dari pertandingan,
meninggalkanku sendiri, karena Scottie tak main.
Dennis tahu dia melakukan kesalahan dan mengacau.
Kudengar orang mengetuk pintuku di hotel.
Dennis tak pernah ke kamarku.
Dia datang dan bilang, "Kawan, ada rokok lebih?"
Aku ke kamar Michael Jordan, minta rokok,
tetapi kupikir dia tahu faktanya...
Mungkin itu caranya...
Aku menunjukkan kepadanya, "Salahku, aku salah."
Dia tak minta maaf, dia diam saja.
Namun, dia ke kamarku,
caranya bilang, "Aku mengacau."
Sejak itu, Dennis bermain sempurna.
Lalu kami mulai menang.
Kuajukan satu pertanyaan.
- Waktu apa ini? - Waktunya main!
NEW YORK KNICKS VS CHICAGO BULLS 9 DESEMBER 1997
Scottie pergi, tetapi Mike sangat percaya kepadaku,
dia tahu aku akan membantunya.
Aku tak akan mengecewakan dia, tim, kota. Tidak.
Rodman singkirkan pertahanan buat Bulls.
NEW YORK KNICKS 82 - CHICAGO BULLS 100 REKOR MUSIM 12-7
Nets berputar, tetapi tidak cukup.
Juara bertahan Chicago Bulls mengalahkan New Jersey Nets 100 - 92.
CHICAGO BULLS 100 - NEW JERSEY NETS 92 16-9
Dennis menyatukan kami saat Scottie keluar.
Dia harus sangat fokus agar kami kompetitif seperti dahulu.
Kami beradaptasi dengan cepat dan melaju dan berlari.
Rodman berjuang menangkap bola pantul, bola selamat!
Kerr menangkapnya di udara dan memasukkannya!
Itu basket pemenang.
Itu permainan Dennis Rodman untuk membuat timnya hebat.
MIAMI HEAT 80 - CHICAGO BULLS 90 18-9
Keren.
DESEMBER 1997
Sebagai anak kulit hitam tinggal dalam proyek,
hidup sangat gila, seperti...
Ibuku mengemudikan bus sekolah.
Dia muak karena aku tak mencari nafkah, diam saja.
Kupikir, "Berapa usiaku, 18 tahun?"
Ibu kesal kepadaku dan mengusirku. Aku hidup di jalan dua tahun.
Aku berpindah-pindah, mencari tempat tinggal.
Di halaman belakang orang, temanku, semacamnya.
Aku bisa jadi pengedar narkoba, mati, atau jadi apa pun saat itu.
Entah kenapa aku tak pakai narkoba, intinya tak pernah.
Aku hanya duduk, lihat mereka lakukan itu, menjualnya,
dan aku pergi tiap hari, ke sasana.
Kembali, berbuat sama setiap hari.
Aku beruntung mulai mengambil bola basket dan bermain.
UNIVERSITAS NEGERI OKLAHOMA TENGGARA
Aku beruntung
ada orang kampus bilang, "Mau main untuk kami?"
Kataku, "Baik, bagus."
Aku selalu mengejar bola. Entah, aku hanya tahu lari sekencangnya.
Saat di kampus, rata-rataku 27 poin, 14, 15, rebound di satu pertandingan.
Kucoba menyelesaikan sekolah, dapat gelar dan lainnya,
dan apalah... Setamat sekolah, kuharapkan yang terbaik.
Dua pilihan lagi di babak kedua yang akan kukatakan.
PEREKRUTAN NBA 1986
Dreiling dipilih Indiana, pemain tengah, dan Dennis Rodman,
pemuda dari Oklahoma Tenggara,
dipilih Detroit sebagai pilihan ke-27 dalam perekrutan tahun 1986.
Saat pertama datang ke Detroit, dia orang baik yang lugu...
PEMAIN BELAKANG PISTONS
...tetapi lugu tentang dunia.
Dia polos saat itu.
Dia bilang, "Kau tak kenal kehidupan
sampai kau bisa keluar, menjauh dari semua orang,
membuat api, masak makanan di luar, dan menatap bintang."
Di tahun kedua atau ketiga liga,
aku sungguh tahu kehebatanku, rebound dan bermain bertahan.
Barkley membawa bola...
Intinya, aku belajar cara menyempurnakannya.
Rodman menghalangi, astaga! Hebat!
Biasanya kuajak teman larut malam,
pukul 03.00, 04.00, ke sasana, kubilang, "Lempar bola."
Kubilang, "Lempar ke sini, ke sana..."
Aku hanya duduk di sana, bereaksi...
Menangkapnya.
Aku banyak latihan tentang sudut bola dan lintasannya.
Ada Larry Bird, akan berputar. Ada Magic, mungkin berputar.
Michael lempar di sini, kuposisikan diri di sana.
Jika bola kena tepi ring...
Memantul kemari. Lari kemari dan kemari.
Memantul ke sana. Ke sana.
Memantul di sini, ke sana.
Aku belajar menempatkan diri di posisi agar mendapat bola.
Rebound , dipertahankan Rodman dan...
Aku seperti ruam pada pemain,
yang tak bisa disingkirkan, benar?
Dennis Rodman adalah pengacau. Dia mengacau semuanya.
Dia hama. Menghalangi siapa pun yang dia mau.
Selalu jadi tantangan.
Dia pemain yang mengubah permainan hanya dengan kehadirannya.
Bicara tentang impian pelatih, tak banyak pemain sepertinya.
Pemain yang paling kubanggakan dan bangga bisa mengenalnya.
Dia punya hubungan baik dengan Chuck Daly.
Hanya Chuck yang mengerti dia.
Dia setop di samping,
kau di sini, bertahan, kunci dia di sini.
Aku ingat pernah aku melatih Dennis,
lalu Chuck memanggilku, katanya, "Jangan ganggu dia.
Jangan beri sadel ke kuda mustang."
Kau dianggap pembuat onar di lapangan di kampus?
- Kau punya reputasi itu? - Tidak. Saat di Detroit.
Tak diragukan, Detroit
adalah salah satu tim paling kasar di NBA,
dan itu bagian dari strategi
untuk mengacaukan ritme lawannya.
Detroit Pistons adalah lambang...
...basket separuh lapangan yang kasar dan tangguh.
WAKIL PRESIDEN OPERASI BASKET NBA
Mereka punya pemain besar, Laimbeer, Mahorn, Rodman, Salley.
Mereka punya pemain belakang hebat, Joe Dumars, mereka punya Isiah Thomas.
Mereka mengancam keamanan para pemain terbaik liga?
Kupikir mereka tak peduli.
Wilkins, dijatuhkan ke lantai, dan mengincar Mahorn.
Rivers... Didorong keras. Dia didorong ke lantai.
Saat itu, di NBA, pemain bisa berbuat semaunya.
Dibandingkan hari ini, 30 tahun lalu, parah.
Dahulu, kita bisa duduk di sana dan memukuli orang.
dan masih bisa lolos tanpa hukuman teknis.
Dennis Rodman dan Lohaus, di bawah ring, berkelahi.
Seperti tim hoki, orang mau kami berkelahi.
Rick Mahorn mengajariku menyikut dan bilang,
"Jika memukul orang, sengaja saja.
Jangan buat pelanggaran kecil. Itu bodoh. Jika mau, pukul."
Mereka dapat julukan "Anak-anak Nakal".
Mereka main dengan gaya keras dan mengintimidasi, banyak orang tak suka
karena mereka menjauhi keindahan basket.
Bird dan Laimbeer berkelahi.
Kami bukan "favorit liga". Kami bukan...
Kami bukan tim cantik yang diundang ke pesta Lakers dan Celtics.
Saat kami datang, kami hampir seperti mengacau pesta mereka.
Ini cara main basket waktu itu.
Mereka di sisi lain mungkin tak sama berbakatnya,
No comments yet. Be the first to leave one.