An Affair (Jung sa)

An Affair (Jung sa)

Tải xuống Phụ đề Indonesian

Thông tin phát hành

An Affair 1998 SUBBED INTERNAL WEB H264-OUTFLATE
Bình luận bởi Galank87
IDFL™ SubsCrew

Tags

web
Được xuất bản vào: 2021-06-10
Lượt tải xuống: 73
Khiếm thính: No

Xem trước phụ đề Indonesian

200 dòng đầu tiên.

Kami sudah tutup. Anda diharap pergi.

PERSELINGKUHAN

Kak, maaf aku membangunkanmu.

Hal yang sangat penting itu datang di menit-menit terakhir.

Sekarang sepertinya aku akan kembali sebulan lagi.

Coba tebak! Aku bertunangan! Kau terkejut?

Nanti akan kuberitahu lagi melalui telepon. Dah.

Bertunangan?

Kurasa itu bagus sekali.

Dia bertemu pria itu di sana. Katanya dia sudah kembali ke Seoul.

Lalu kenapa dia tak mencoba untuk menghubungi kita?

Mungkin Ji-Hyon memintanya untuk menunggu sampai dia tiba di sini.

Jadi, itu sudah pasti?

Katanya dia ingin secepatnya menikah setelah dia kembali.

Apa dia tak sedikit terburu-buru?

Ayah, beberapa waktu lalu kau memaksanya untuk menikah.

Dia tak bermaksud begitu.

Jangan khawatir. Aku yakin dia sudah membuat pilihan yang baik.

Kurasa begitu. Tapi Ayah pikir setidaknya kau harus menemuinya.

Baiklah.

Oh ya, semuanya harus diganti.

Apanya?

Bukankah sudah kuberitahu?

Belum.

Kabel yang ada di dapur. Itu sudah jelek.

Benarkah?

Aku yakin sudah mengatakannya.

Selamat jalan-jalan.

Ini bukannya jalan-jalan.

Ini pelatihan.

Terserah.

Berhati-hatilah.

Bu, jangan lupa untuk merekam serial "K-Cops". Paham?

Ibu takkan lupa.

Sampai jumpa!

Aku akan menelepon.

Kopi panas lagi, Nyonya?

Ya, terima kasih.

Kim So-Hyon?

Kurasa aku sedikit terlambat.

Maaf. Harusnya aku memilih tempat yang lebih mudah untuk bertemu.

Sudah berapa lama kau kembali ke Korea?

Sekitar 20 hari.

Berapa lama kau tinggal di Amerika?

14 tahun.

Aku mengira kau seseorang yang lebih keibuan.

Aku lebih tua dari yang kau pikir.

Sebenarnya apa pekerjaanmu?

Bukannya sudah kubilang kalau pekerjaanku jual beli batu?

Orangtuamu pasti khawatir karena jarakmu sangat jauh.

Kau anak tunggal, 'kan?

Ya.

Halo? Ya. Baiklah.

Sepertinya aku harus pergi.

Oh ya, bagaimana pernikahannya?

Di mana kalian akan tinggal?

Ada banyak yang perlu kita bicarakan.

Masih ada banyak waktu.

Kuharap begitu.

Kita harus lebih sering bersama.

Tampaknya semua berjalan cukup baik, terlepas dari ekonomi.

Bicaralah pada dirimu sendiri! Itu terasa kasar bagiku.

Jangan meledek kami!

Selamat! Bangunannya tampak hebat.

Terima kasih. Dan untuk kalian, terima kasih sudah datang.

Kudengar Anda juga yang menata interior bangunannya.

Memang benar. Itu juga sangat bagus, 'kan?

Oh. Jun-il.

Pak Direktur. Pernahkah Anda bertemu Jun-il Yun, si arsitek?

Aku merasa terhormat, Pak.

Senang sudah bertemu. Aku banyak mendengar tentang Anda darinya.

Kuharap hal-hal yang baik.

Bangunan yang Anda rancang itu sangat indah.

Beliau ingin melihatnya sendiri hari ini.

Aku senang Anda menyukainya, Pak.

Direktur punya proyek lain di dalam pikirannya.

Tak ada satupun yang buruk. Jenis berbeda dari pusat seni.

Aku yang menemuinya di sebuah kafe.

Ayah bilang akan menunggu untuk bertemu kalian setelah kau kembali.

Ya. Aku tak tahu.

Tidak, bukan aku tak menyukainya

tapi bagaimana aku bisa tahu jika cuma bertemu sekali?

Tentu. Apa? Dia ada di sampingmu?

Tidak, tunggu sebentar.

Bagaimana kabar Anda? Aku kakaknya Ji-Hyon.

Tak masalah. Setidaknya itu yang bisa kulakukan.

Oh, ya. Tunggu sebentar.

Ini Ayah tunangannya.

Dia ingin mengatakan sesuatu pada Ayah.

Halo. Apa kabar?

Pastikan semua urutannya baik untuk pemeriksaan.

Dan teleponlah aku di kantor setelah kau sampai.

Baik, Pak.

Kurasa mungkin kau bisa membantuku mencarikan tempat tinggal.

Baiklah. Tapi, kapan?

Bagaimana jika akhir pekan ini?

Aku tak tahu ada rumah seperti itu di Secret Garden.

Perusahaanku yang menanggung penyewaannya untuk sementara.

Bagaimana jika kita mulai mencarinya di sekitar sini?

Apa apartemennya untuk kalian berdua?

Bukan.

Anda beruntung.

Penyewa sebelumnya tiba-tiba harus pindah.

Halo. Tunggu sebentar.

Silakan dilihat-lihat dulu. Nyamankan diri Anda.

Kurasa kita harus mencari lagi.

Sampai jumpa, Nyonya.

Terima kasih sudah menunjukkannya pada kami.

Sampai jumpa.

Bagaimana menurutmu? Tak begitu bagus, 'kan?

Apa kau ingin hidup dengan seseorang di salah satu tempat itu?

Besok mari kita coba mencarinya di pinggiran kota.

Apartemen ini cukup besar. Kurasa aku berniat membelinya.

Kau menyukainya?

Aku lebih suka danaunya daripada apartemen ini.

Kau tahu kenapa bisa seperti ini?

Entahlah.

Ada wanita di ruangan itu.

Mungkin dia mengunci pintu dan tak mau keluar.

Suaminya menggedor pintu ini

sampai akhirnya emosinya meledak lalu

memukulkan kepalanya ke pintu ini.

Apa kau senang setelah kembali ke Seoul?

Aku masih merasa seperti berada di luar negeri.

Tapi kurasa kembali adalah hal yang tepat untuk dilakukan.

Aku tak pernah tinggal sendirian di tempat asing.

Kau pasti sering berkeliling,

meski tidak sendirian.

Ya, cukup sering. Tapi aku selalu senang saat akan pulang.

Aku selalu melalui jalan yang sama, saat menemui orang yang sama.

Tampaknya usiaku yang sudah tua,

mengurangi keinginanku untuk mencoba hal yang baru.

Kenapa usia harus disalahkan? Itu adalah keinginan yang penting.

Kau sungguh berpikir begitu?

Banyak hal yang datang pada seseorang secara tak sengaja.

Aku tak pernah berpikir akan kembali ke Seoul untuk menetap.

Siapa yang tahu?

Mungkin dalam 10 tahun kau akan jadi petualang dunia.

Aku meragukan itu.

Apartemennya sangat tenang dan juga besar.

Dan ada sebuah danau di depan apartemennya.

Kau yakin itu tak terlalu jauh dari kota?

Ya, aku yakin.

Kuyakin kau tahu apa yang kau lakukan.

Bisa aku bicara dengan U-in?

Tentu.

Tunggu, Kak.

Apa?

Apa kau menyukainya?

Ya.

Tentu kau akan suka. Kita satu selera pada pria.

Dia sendirian.

Kau jagalah dia sampai aku tiba di sana.

Tak perlu khawatir. Tunggu.

Ya, tentu. Baiklah.

Aku juga mencintaimu. Dah.

Sebaiknya kita kembali ke Seoul.

Perjalanannya cukup jauh.

Ambillah ini.

Apa ini?

Sesuatu yang lebih menarik daripada berita lalu lintas.

Aku cuma mendengarkan apa yang disiarkan.

Terima kasih atas bantuanmu hari ini.

Tak masalah.

Apa yang kau lakukan saat sedang malam?

Hanya berbaring. Atau bermain video game.

Bagaimana jika mampir dulu untuk minum teh atau kopi?

Mungkin lain kali.

Apartemen ini sangat bagus.

Kau bicara dengan Ayahku?

Ayahmu menelepon Ayahku

dari Amerika dan menceritakan tentang apartemen ini.

Kau tak tahu bahwa Ayahmu yang membelikan apartemen ini?

Apa kau tak menyukainya?

Apartemen yang ada danaunya itu sangat bagus.

Seperti itulah cara Ayahku.

Dia tak pernah tanya apa yang kupikir. Hanya melakukan apa yang dia suka.

Aku punya seorang kakak. Dia meninggal karena kecelakaan 10 tahun lalu.

Sejak itu, Ayah mengharapkanku agar menggantikan posisi kakakku.

Bahkan pekerjaanku juga adalah pilihan Ayahku, bukan pilihanku.

Apa ada karir lain yang kau inginkan di hatimu?

Ya, ada.

Apa itu?

Akan kuberitahu lain waktu.

Kita bisa bawa danaunya ke sini.

Ini danaumu.

Ini kado pernikahanmu. Kuberi lebih dulu.

Brazil?

Kami beremigrasi ke sana sebelum pergi ke Amerika.

Ji-Hyon tak pernah mengatakannya.

Aku tak pernah ceritakan padanya. Kami tinggal di sana sekitar 5 tahun.

Kin adalah sebuah kota kecil tak jauh dari Rio, dekat danau.

Danau yang seluas lautan

kuhabiskan hari-hariku bermain bola dengan anak-anak setempat.

Kami sampai kepanasan dan berkeringat lalu mandi di danau.

Terkadang aku ketiduran dan bangun untuk melihat indahnya matahari terbenam.

Seluruh dunia akan dibanjiri dengan berbagai nuansa merah.

Kuharap kau bisa melihatnya. Kau akan menyukainya.

Lagi pula, tempat itu

berbeda dari tempat lain yang ada di seluruh dunia.

An Affair (Jung sa) subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for An Affair (Jung sa)

Bình luận

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left