前 158 行。
Pada saat bertemu dengan pengantin yang telah ditakdirkan,
beberapa ayakashi bilang, seolah kekuatan spiritual mereka tertarik oleh sesuatu,
sedangkan yang lain mengatakan saat itu juga jantung mereka berdetak dengan sangat kencang.
Di suatu tempat di dunia ini, adakah pengantin untukku juga?
Kalau aku bisa bertemu dengannya,
apa rasa hampa yang tidak kunjung hilang di hatiku ini bisa terisi?
Apa yang terjadi?
Hentikan mobilnya!
Para ayakashi yang pernah menemukan pengantin mereka di masa lalu,
semuanya mengatakan hal yang sama
bahwa mereka bisa langsung mengenali pengantinnya begitu bertemu.
Aku telah menemukanmu…
pengantin yang hanya milikku.
(Episode 4: Apa Cinta pada Pengantin akan Abadi?)
Yuzu.
Ini pertama kalinya aku merasakan hal seperti ini.
Selamat pagi, Reiya.
Selamat pagi.
Yuzu, kau tidak perlu khawatir tentang apa pun.
Kau adalah pengantinku.
Mulai sekarang, kaulah nyonya di rumah ini.
Baik.
Aku harus berjuang dengan sungguh-sungguh.
Kali ini, seluruh pelayan di kediaman ini sungguh merasa gembira
karena dapat menyambut kedatangan Nona Pengantin.
Angkat kepala kalian.
Baik.
Dia adalah pengantinku, Yuzu.
Mulai sekarang, dia akan tinggal di sini.
Mo-Mohon bimbingan semuanya.
Nona Pengantin, Anda tidak perlu membungkuk pada kami.
Kalau berkenan, izinkan aku memperkenalkan diri secara resmi.
Baik.
Terima kasih banyak. Aku adalah kepala pelayan di kediaman ini,
namaku Doku.
Lalu,
ini adalah Yukino, mulai sekarang dia akan melayani Anda.
Aku adalah Yukino, aku akan melayani Anda dengan sepenuh hati.
Kau yang menemuiku saat pertama kali aku datang ke sini…
Benar.
Sungguh merupakan suatu kehormatan Anda masih ingat aku.
Kamar Yuzu sudah siap, 'kan?
Sudah siap, Tuan Muda Reiya.
Demi kehormatan Keluarga Kiryuin,
kami telah menyiapkan barang-barang terbaik dengan saksama.
Bagus sekali.
Sebenarnya yang biasa saja sudah cukup.
Seperti apa ya kamarnya?
Tuan Reiya.
Boleh aku mengganggu sebentar?
Ada apa, Takamichi?
Terus terang saja kami baru menerima kabar darurat…
Maaf, Yuzu.
Sebenarnya aku ingin menemanimu,
tetapi orang-orang dari keluarga utama memanggilku kembali.
Keluarga utama?
Benar.
Sepertinya ingin aku melaporkan tentang pengantinku.
Aku akan pergi sebentar.
Kau istirahatlah dengan tenang di rumah.
Baik.
Saat sendirian di sini,
entah kenapa aku merasa sedikit gelisah.
Reiya?
Kau harus jadi anak yang penurut.
Padahal aku bukan anak-anak lagi.
Belum pernah ada orang yang mengelus kepalaku seperti ini.
Entah kenapa,
hatiku yang tadinya cemas perlahan menjadi tenang.
Yuzu adalah pengantin penting bagi Keluarga Kiryuin.
Mulai sekarang,
anggap setiap kata yang diucapkannya sebagai kehendakku.
Baik.
Apa Anda merasa tidak enak badan?
Tidak apa-apa.
Katanya, begitu bertemu pengantin,
hati seakan direbut olehnya
dan orang tersebut akan jatuh cinta begitu dalam tanpa bisa ditahan,
lalu hanya mencintainya seorang seumur hidupnya.
Jadi beginikah rasanya?
Aku benar-benar iri.
Ini adalah kamar Anda.
Lu…
Lucu sekali.
Permisi, bagaimana menurut Anda?
Apa Anda puas?
Te-Tentu saja, lucu sekali.
Syukurlah begitu.
Kalau ada keperluan apa pun, mohon beri tahu kami kapan saja.
Baik.
I-Itu…
Silakan katakan.
Tuan Reiya bilang dia dipanggil kembali oleh keluarga utama karena pengantin…
karena urusanku.
Benar.
Tuan Muda Reiya adalah calon kepala keluarga utama Kiryuin.
Kabarnya sang ayah, Tuan Besar Senya selaku kepala keluarga saat ini,
berharap Tuan Muda bisa pulang secara langsung untuk melapor.
Ayah Tuan Reiya adalah…
Tuan Besar Senya,
beliau adalah sosok besar yang mengungguli para ayakashi di dunia ini.
Kekuatan spiritual Tuan Besar Senya yang luar biasa,
tidak seorang pun bisa menandinginya.
Tokoh sehebat itu ingin membicarakan urusanku,
apa ini tidak jadi masalah?
Eh?
Wah!
Sudah datang.
Yang berdiri di sana bukankah putraku tersayang?
Benar sekali.
Reiya, selamat datang kembali.
Ayah, Ibu, tolong lepaskan aku.
Soalnya kau tidak pernah mau datang menemui kami.
Kau masih tetap tampan, Nak.
Oh ya, mana pengantinmu?
Kemungkinan besar kau tidak membawanya kemari, 'kan?
Ya ampun, kau memang mudah pemalu.
Aku berencana membawanya kemari pada suatu hari dalam waktu dekat.
Aku sangat menantikannya.
Kalau begitu, ceritakan pada kami
seperti apa gadis pengantinmu itu.
Apa yang kau sukai darinya?
Karena dia pengantinmu, pasti sangat memikat.
Namun, kami tetap saja sangat penasaran.
Kau adalah pengantinku.
Mulai sekarang, kaulah nyonya di rumah ini.
Pengantin, nyonya rumah.
Apa ini benar?
Apa suatu hari nanti Reiya
juga akan berkata bahwa dia tidak membutuhkanku lagi?
Apa orang seperti aku ini benar-benar seorang pengantin?
Para Oni Kecil sepertinya suka sekali dengan kamar ini.
KERJA PARUH WAKTU
Nona Pengantin, ada apa?
Aku keluar sebentar.
Mo-Mohon tunggu sebentar!
Terlalu banyak hal terjadi berturut-turut sampai aku lupa.
Lupa bahwa aku harus bekerja paruh waktu.
KAFE BELLE ETOILE
Berhasil datang di menit-menit terakhir.
Eh, ada apa, ya?
Terima kasih sudah bekerja keras.
Maaf, aku datang terlambat.
Tidak, bukan itu yang aku tanyakan.
Kau sekarang sudah berhenti bekerja.
Berhenti bekerja?
Wali yang bertanggung jawab atasmu menghubungi kami,
katanya dia ingin kau berhenti dari kerja paruh waktu ini.
Kenapa bisa begitu?
Mungkinkah sengaja menyusahkanku?
Aku mohon, izinkan aku bekerja di sini.
Itu tidak bisa.
Mempekerjakan siswa SMA harus mendapatkan persetujuan wali.
Lagi pula kami sudah menemukan orang pengganti.
Karena aku sudah memutuskan hubungan dengan keluarga,
aku harus mencari biaya sekolah sendiri.
Namun, apa aku benar-benar sanggup bekerja sambil bersekolah?
Apa satu-satunya jalan adalah mengajukan pengunduran diri dari sekolah?
No comments yet. Be the first to leave one.