前 200 行。
- Selamat siang, Bu Mawar. - Siang.
Saya Reza, pengacara utusan Bu Widyawati.
- Silakan. - Terima kasih.
Maaf agak berantakan, Pak.
Saya belum beres-beres.
- Silakan, Pak. Silakan. - Ya.
- Sebentar, Pak. - Silakan.
Keluarga Yoshi Adikara
fotografer yang menjadi korban pembunuhan di sebuah hotel
meminta polisi untuk serius melakukan penyelidikan.
Tersangka pembunuhan
yaitu Mawar Yustisia, adalah kekasih korban
yang baru-baru ini mendapatkan penghargaan
perusahaan rintisan terbaik Asia Tenggara.
Mawar menyatakan dirinya tidak bersalah...
Maaf, saya pikir kita janjiannya agak lebih sorean.
Betul, tapi saya rasa lebih cepat lebih baik.
Saya berusaha menghubungi Ibu Widya
tapi sayangnya beliau tidak bisa dihubungi, Bu Mawar.
Ibu Widya lagi keluar kota.
Dia menemukan bukti baru untuk...
- Membela Anda. Ya. - Ya.
Beliau juga mengatakan hal itu kepada saya.
Tapi sayangnya
sepertinya dia tidak mengikuti
perkembangan kasusnya hari ini, Bu Mawar.
Ada perkembangan apa ya, Pak?
Polisi memberikan kabar, Ibu Mawar.
Bahwa mereka menemukan saksi kunci
yang akan memberatkan Anda di pengadilan nanti.
Kami belum tau siapa identitasnya.
Tapi yang jelas
kesaksian yang akan membuat pihak kejaksaan
meloloskan kasus ini di pengadilan.
Saya punya waktu dua jam untuk Anda
untuk kita menyusun strategi baru untuk melawan kesaksian yang baru.
Saya sudah ceritakan semua ke Ibu Widya.
Tapi keterangan Anda menimbulkan banyak sekali pertanyaan, Ibu Mawar.
Kurang detail.
- Perlu detail seperti apa, Pak? - Apa pun.
Saya membutuhkan sebanyak-banyaknya amunisi untuk bisa membela Anda.
Ibu Widya mempekerjakan saya sebagai pengacara Anda
karena saya tidak pernah kalah di pengadilan sebelumnya.
Kenapa bisa begitu?
Karena saya selalu memperhatikan detail.
Jadi saya harapkan kerja sama Anda
untuk mengungkap sebanyak-banyaknya hal dengan detail dan jujur.
Maksud Anda, saya kurang jujur?
Pak, saya udah berhari-hari jadi tahanan rumah, Pak.
Saya gak bisa ke mana-mana.
Saya gak bisa ketemu sama keluarga saya.
TV udah seenaknya masang muka saya, Pak.
Maksud Anda, saya kurang jujur gimana ya, Pak?
Tahanan rumah bisa segera berubah menjadi tahanan kantor kepolisian
kalau Anda tidak berhenti mengeluh.
Anda membayar saya per menit
jadi jangan membuang-buang waktu.
Ceritakan semuanya dengan jujur dan detail.
Bisa kita mulai sekarang?
Pertanyaan pertama yang akan saya ajukan adalah
bagaimana kemudian Anda bisa berada di kamar bersama korban?
Ada orang yang menyuruh kami datang ke sana.
Sudah berbulan-bulan Yoshi dan saya tidak pernah ketemu.
Kami harus datang ke hotel itu
karena orang ini mengancam dan memeras kami.
Orang itu minta tebusan sebesar satu miliar.
Jadi, lebih murah membayar uang satu miliar
daripada bercerai karena ketahuan selingkuh
lalu berbagi harta gono-gini?
Saya tidak pernah berinat untuk menceraikan suami saya.
Saya cinta suami dan anak saya.
Lalu kenapa memilih Lembang?
Ada banyak hotel-hotel lainnya di Jakarta.
Saya tidak tau.
Kenapa dia memilih tempat sespesifik itu?
Padahal kalau tujuannya hanya untuk uang
bisa saja memilih hotel dalam kota atau sekitar Jakarta, misalnya?
Saya tidak tahu.
Memangnya penting banget ya, Pak, lokasinya ada di mana?
Apa Anda pernah pergi ke hotel itu bersama
pasangan Anda sebelumnya?
Pertanyaan Anda kenapa jauh banget ya, Pak?
Pak, saya ini dijebak.
Saya diancam dan saya diperas.
Bapak bisa gak, tolong konsen ke masalah yang itu?
Ibu Mawar, saya rasa kita perlu konsen ke banyak hal.
Semua detail penting.
Baik, begini.
Saya akan ganti pertanyaannya untuk Anda.
Bagaimana kemudian SMS itu bisa Anda terima di handphone Anda?
Udah dua jam kami menunggu.
Sampai akhirnya SMS itu masuk.
Apa katanya?
Ini dia SMS dari nomor kamu, Yosh.
Handphone kamu ada sama dia.
Ada yang gak beres ini.
Jangan-jangan kita dijebak.
Kita pergi sekarang.
Saya pingsan.
Gak tau berapa lama.
Lalu apa yang terjadi setelah Anda sadar?
Apa hal pertama yang Anda ingat?
Suara bel.
Suara pintu diketuk keras sekali.
Permisi, dari hotel.
Apa ada masalah?
Permisi.
Yosh?
Yosh?
Bu Mawar, apa ada masalah, Bu?
Yosh!
Ibu, berdiri, Bu!
Pak, tolong saya. Pak...
Menjauh dari korban! Berdiri sekarang!
- Pak... Pak tolong saya, Pak. - Keluar sekarang, Bu!
Ibu keluar sekarang, Bu!
- Tolong saya, Pak. Tolong. - Cepat!
Pak, ada yang mukul temen saya, Pak.
Ibu diam!
- Pak, tolong temen saya. - Berjalan ke arah tembok!
- Pak, tolong temen saya. - Sekarang, Bu! Menghadap tembok, Bu!
Tolong temen saya, Pak.
- Diam, Bu! - Pak, tolong temen saya, Pak!
Kalau diliat dari catatan kepolisian yang ada...
ya, bahwa ada suara teriakan dari kamar tersebut.
Tapi sepertinya
tidak ada orang yang berhasil keluar dari ruangan itu.
Lalu kamar dikunci dari dalam.
Tidak bisa dibuka dari luar kecuali pintunya didobrak.
Jendela-jendela kamar juga dikunci dari dalam.
Dan pihak hotel, khusus untuk kamar-kamar di lantai paling atas
mereka mengunci seluruh jendela secara permanen.
Tidak ditemukan adanya upaya untuk membuka jendela secara paksa.
Kemudian tim forensik juga sudah memeriksa
apakah ada upaya untuk seseorang
berusaha kabur dari ruangan tersebut, dan tidak ditemukan satu jejak pun.
Jadi sekarang kalau kita harus percaya pada keterangan Anda
bahwa ada orang lain di kamar tersebut
yang memukul Anda dengan pasangan Anda
bagaimana orang itu bisa kabur?
Menguap begitu saja?
- Betul. - Betul, jadi hantu, begitu?
Bukan, bukan jadi hantu, Pak.
Saya yakin ada orang lain di dalam kamar itu.
Bagaimana dia bisa keluar?
Bagaimana dia bisa masuk?
Kalau dilihat dari CCTV, jelas sekali terlihat
bahwa hanya Anda dan teman Anda yang berjalan di lorong menuju kamar.
Bahkan pihak kepolisian juga sudah mencek
kepada pihak manajemen hotel.
Yang memegang kartu akses untuk membuka pintu kamar itu
hanya Anda dan pihak manajemen hotel.
Kalau gitu, cek dong pihak manajemen hotelnya.
Siapa tau ada pegawainya yang gak bener, Pak.
Pak, saya ini dijebak, Pak. Saya dijebak.
Apa tujuannya menjebak Anda?
Mungkin untuk menghancurkan karier saya.
Dengan seolah-olah membuat saya punya hubungan gelap dengan Yoshi
lalu saya takut hubungan kami ketauan, lalu saya bunuh dia.
Itu kan, Pak...
yang ada di media sosial sekarang?
Siapa yang ingin menjebak Anda?
Saya tidak tau, Pak.
Yang saya tau sekarang suami saya pergi bawa anak saya
dan saya ngadepin ini semua sendirian.
Lalu ada satu orang yang kabur entah ke mana
tapi mereka malah fokusnya meriksa saya.
Jadi sekarang Anda ingin mengarahkan
kalau ada orang lain yang mungkin saja untuk menjadi tersangka
sengaja menjebak Anda di kamar hotel tersebut
- untuk menjatuhkan nama baik Anda? - Ya.
Tapi Anda bilang kepada pihak kepolisian
kalau Anda tidak punya musuh untuk dicurigai.
Itu karena saya gak tahu harus curiga sama siapa, Pak.
Saya hanya positif sama semua orang.
Saya gak pernah mikir saya punya musuh.
Gini ya, Pak
Ini kan bukan tugas saya ya untuk cari tau siapa pelakunya.
Itu tugasnya polisi.
Tugas Ibu Widya dan Bapak
adalah untuk membela saya.
Pembunuh yang tak terlihat.
Itu yang mau kita bawa di pengadilan?
Bapak mau saya kasih pernyataan apa lagi sih, Pak?
Ibu Mawar, saya sudah 20 tahun bekerja sebagai seorang pengacara.
Dan saya menemukan adanya dua tipe klien.
Yang pertama
adalah mereka yang bisa bekerja sama
mau mengakui kesalahan yang diperbuat
walaupun mereka tahu bahwa di pengadilan nanti
ada kemungkinan mereka untuk kalah.
Tipe yang kedua
mereka yang merasa dirinya lebih pintar daripada saya.
Dia memanfaatkan kami para pengacara
untuk membereskan pekerjaan atau perbuatan kotor yang mereka lakukan.
Buat saya, Anda adalah tipe yang nomor dua.
Saya tegaskan kepada Anda
tidak ada dosa yang bisa luput begitu saja.
Bahkan ampunan dari Tuhan baru akan turun
ketika Anda mengakui perbuatan.
No comments yet. Be the first to leave one.