Hiroshima Mon Amour

Hiroshima Mon Amour (Hiroshima mon amour)

Descargar subtítols en Indonesian

Información d'a versión

Hiroshima Mon Amour BluRay 720p
Un comentario de D-no Resandono
Manual translated. Runtime: 01:30:03

Etiquetas

BluRay
720p
720
Publicau o: 2020-02-17
Descargas: 92
Ta personas con problemas auditivos: No

Anvista previa d'os subtitulos en Indonesian

As primeras 200 linias.

Kau tak melihat apapun di Hiroshima. Tdk ada.

Aku melihat semuanya.

Aku melihat rumah sakit-- Aku yakin.

Terdapat rumah sakit di Hiroshima.

Bagaimana aku bisa tak melihatnya?

Kau tak melihat rumah sakit di Hiroshima.

Kau tak melihat apapun di Hiroshima.

Empat kali aku berkunjung ke museum.

Museum apa yg ada di Hiroshima?

Empat kali aku berkunjung ke museum di Hiroshima.

Aku melihat orang2 berjalan.

Orang2 berjalan, melamun, diantara foto2 yg dipajang,

model2 rekonstruksi, yg tdk menjelaskan apapun.

Foto2, foto2,

model2 rekonstruksi, yg tdk menjelaskan apapun.

Penjelasan yg ada, tdk menjelaskan apapun.

Empat kali berkunjung ke museum di Hiroshima.

Aku melihat orang2.

Diriku sendiri, melamun, memandangi logam yg hangus.

Logam yg bengkok.

Logam yg dibuat serentan daging.

Aku melihat buket yg terbuat dari tutup botol.

Siapa yg menyangka?

Daging manusia, tergantung, seolah masih hidup,

penderitaannya masih tampak segar.

Bebatuan. Batu2 yg hangus. Batu2 yg pecah.

Banyak rambut dari

banyak wanita Hiroshima, yg saat bangun di pagi hari,

mendapati rambutnya rontok.

Aku merasa kepanasan di Peace Square.

10,000 derajat suhunya di Peace Square.

Aku tahu.

Berapa suhu matahari di Peace Square.

Bagaimana kau tak mengetahuinya?

Dari rerumputan. Cukup mudah sebetulnya.

Kau tak melihat apapun di Hiroshima. Tdk ada.

Rekonstruksinya dibuat seotentik mungkin.

Film2 itu dibuat seotentik mungkin.

Ilusi itu, tampak cukup sempurna

sampai2 membuat para turis menangis.

Seseorang bisa mengejek,

tapi apa lagi yg bisa dilakukan para turis

selain menangis?

Aku selalu menangisi keadaan Hiroshima.

Selalu.

Tdk.

Apa yg bisa kau tangisi disana?

Aku melihat berita2.

Pd hari kedua, sejarah bercerita-- Aku tdk mengada2--

semenjak hari kedua,

beberapa spesies hewan muncul ke permukaan Bumi,

dan muncul dari abu.

Anjing2 selalu terekam dalam film. Aku menyaksikannya.

Aku melihat berita2. Aku melihatnya.

Dari hari pertama, hari kedua,

hari ketiga.

Kau tak melihat apapun.

Bahkan di hari ke-15.

Hiroshima tertutupi oleh bunga2.

Ada bunga jagung dan gladioli dimana2,

Bunga morning glory dan day lily

mekar kembali dari abu

dg daya hidup yg luar biasa dari bunga2 tsb.

Aku tdk mengada2.

Kau mengarang itu semua.

Aku tdk mengarangnya.

Layaknya ilusi yg terdapat pd cinta,

ilusi yg tak bisa kau lupakan,

jadi aku terbuai ilusi bahwa aku tak bisa melupakan Hiroshima.

Seperti yg ada pd cinta.

Aku juga melihat para penyintas,

dan mereka yg berada dalam rahim perempuan Hiroshima.

Aku melihat kesabaran,

rasa tak bersalah,

kelemahlembutan yg nyata

bersama para penyintas dari Hiroshima itu

menyesuaikan diri dg nasib yg tdk adil

sehingga imajinasi, yg begitu subur,

terbungkam dihadapannya.

Dengarlah. Aku tahu.

Aku tahu segalanya. Hal itu berlanjut.

Tdk ada. Kau tak tahu apa2.

Para wanita melahirkan anak2 cacat, yg menyerupai monster,

dan hal itu berlanjut.

Para pria menjadi mandul,

dan hal itu berlanjut.

Hujan menimbulkan rasa panik, Hujan abu dari air laut Pasifik.

Laut Pasifik menjadi mematikan, membuat para nelayan mati.

Makanan menjadi sumber ketakutan.

Makanan bagi seluruh kota dibuang begitu saja.

Makanan bagi seluruh kota dikubur.

Seluruh masyarakat menjadi murka.

Seluruh masyarakat menjadi murka.

Tapi kepada siapa mereka melampiaskan kemarahan?

Kemarahan seluruh masyarakat, entah suka atau tdk,

dilampiaskan kepada suatu ketimpangan sosial

oleh satu orang terhadap orang yg lain.

Suatu ketimpangan sosial

yg dilakukan oleh satu ras kepada ras lainnya.

Suatu ketimpangan sosial

yg dilakukan oleh satu kelas kepada kelas lainnya.

Dengarkan aku.

Sepertimu, aku tahu rasanya utk melupa.

Kau tdk tahu bagaimana rasanya.

Sepertimu, aku diberkahi sebuah ingatan. Aku tahu rasanya utk melupa.

Kau tak diberkahi sebuah ingatan.

Sepertimu, aku juga sudah berjuang tenaga

utk tdk melupa.

Sepertimu, aku melupa.

Sepertimu, aku merindukan ingatan yg bisa menghiburku,

sebuah ingatan akan bayangan dan bebatuan.

Aku berjuang setiap hari dg sekuat tenaga

melawan kengerian akan ketidakpahaman

sebuah alasan utk mengingat.

Sepertimu, aku lupa.

Mengapa menyangkal betapa pentingnya utk mengingat?

Dengarkan aku. Aku tahu sesuatu yg lain.

Hal itu akan mulai lagi.

200,000 orang tewas & 80,000 terluka dalam sembilan detik.

Itu hasil data yg resmi. Itu akan terjadi lagi.

Suhu Bumi akan mencapat 10,000 derajat. 10,000 matahari, kata orang2.

Aspal jalan akan terbakar.

Kericuhan yg akan menang.

Seluruh kota akan terangkat dari muka Bumi,

lalu kembali ke tanah dalam wujud abu.

Tumbuh2an akan tumbuh kembali.

Empat siswa menunggu bersama, layaknya saudara,

sebuah kematian yg legendaris.

Delta dg tujuh cabang muara

di Sungai Ota

surut & pasang seperti biasanya,

tepat di waktu biasanya terjadi,

dg air segar yg diperkaya dg banyak ikan, warnanya kelabu atau biru,

tergantung musim saat peristiwa itu terjadi.

Orang2 di sepanjang tepi sungai tdk lagi menyaksikan

ombaknya perlahan mulai pasang

di tujuh cabang muara Sungai Ota.

Aku bertemu dirimu. Aku ingat dirimu.

Siapa kau?

Kau menghancurkan diriku. Kau baik padaku.

Bagaimana aku bisa tahu kalau kota ini bisa menghasilkan cinta?

Bagaimana aku bisa tahu kau bisa merasukiku bagai sarung tangan?

Aku menyukaimu.

Bagaimana tdk mungkin.

Aku menyukaimu.

Tiba2 semua mulai melambat.

Betapa manisnya.

Kau tdk bisa tahu.

Kau menghancurkan diriku. Kau baik padaku.

Kau menghancurkan diriku. Kau baik padaku.

Aku punya waktu.

Kumohon, lahaplah diriku.

Rusaklah diriku serusak mungkin.

Kenapa bukan dirimu?

Kenapa bukan dirimu di kota ini dan di malam ini

hingga bagai kota2 & malam2 lain, kau tdk bisa membedakannya?

Kumohon padamu.

Kau punya kulit yg indah.

Kau!

Ya, aku. Terkejut?

Apa kau benar2 orang Jepang?

Tentu saja. Aku orang Jepang.

Matamu hijau, benar?

Ya, kurasa begitu.

Kau bagai ribuan wanita yg menjadi satu.

Itu karena kau tak mengenalku.

Mungkin itu bukan satu2nya alasan.

Aku tak keberatan menjadi ribuan wanita yg menjadi satu untukmu.

Dengar.

Ini pukul empat.

Kenapa?

Aku tak tahu siapa itu.

Setiap hari ia lewat pukul 4:00 & batuk2.

Apa kau tinggal di Hiroshima?

Tentu saja tdk.

Itu benar. Bodohnya aku.

Tapi keluargaku tinggal Hiroshima.

Aku sedang ikut perang waktu itu.

Kau beruntung, ya?

Ya.

Aku juga beruntung.

Sedang apa kau di Hiroshima?

Film.

Film?

Aku berakting dalam sebuah film.

Dimana kau sebelum tiba di Hiroshima?

Paris.

Dan sebelum Paris?

Sebelum Paris aku tinggal di Nevers.

Letaknya di Provinsi Nièvre. Kau tak tahu.

Kenapa kau ingin melihat semuanya di Hiroshima?

Hiroshima membuatku tertarik.

Aku punya gagasan pribadi.

Contohnya seperti melihat sesuatu dg cermat adalah

sesuatu yg harus kupelajari.

Yg harus kupelajari.

Kau mau kopi?

Kau mimpi apa?

Aku tak ingat. Kenapa?

Aku melihat tanganmu.

Comentarios

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left