প্রথম 200টি লাইন।
- Kau bisa merasakannya membesar? - Ini jelas membesar.
- Ya? Dobel... - Ini mirip sekali dengan film Ghost.
Memang benar.
- Namun, tanpa nuansa seksual. - Benar.
Tanpa nuansa seksual.
Haruskah kupakai satu atau dua jari? Untuk pembukaannya?
- Dua selalu lebih baik. - Baiklah.
- Maaf. - Mark, ini bagian terbaiknya.
Greg menelepon lagi.
Dia mengirim pesan tadi.
Kenapa? Apa maunya?
Baiklah, jeda. Sini.
Baiklah, angkat saja.
Halo.
Baiklah, kau...
Itu menarik.
Baiklah, Kawan.
Kalian akhirnya jadi main golf?
Makan siang.
Lalu, kukutip, "Aku tak suka cara semua itu berakhir."
Val, dia mendirikan firma baru dan...
Ingin kau jadi bagian?
- Ya. - Lihat itu.
Mark. Itu hebat sekali, Marky Mark.
Kini aku bisa memberimu tempat untuk menghapus tato.
Baiklah, bisa kita selesaikan acaraku?
- Apa? Ya. - Ya.
- tekanannya? - Ya.
Terima kasih sudah menonton How's That?!
Kau juga bisa menikmati How's That?!
- Val, kau tampak hebat. - Itu bukan aku. Aku tak syuting itu.
Aku tak bilang begitu. Itu bukan setelanku.
- Selagi kau melakukannya, Mark... - Kau menyebut namaku?
Baiklah, putar ulang.
Selagi kau melakukannya, Mark
kau bisa daftar paket olahraga kami...
Namaku ada di akunnya. Jadi, ini semacam AI?
Ini TV cara kami, caramu. Bagaimana?
Ya. Aku dipindai di Kubah Digital. Pasti itu tujuannya.
Tak apa-apa, ya. Mereka hanya ingin memakaiku sebagai juru bicara.
- Kau dibayar ekstra untuk ini? - Entahlah.
Dokumennya diteken secara elektronik.
- Apa lenganku bergerak aneh? - Sepertinya tidak.
- Baiklah, aku masuk dahulu. - Baiklah.
- Aku akan terjaga sebentar. - Val, acaranya bagus.
Jadi, jangan terjaga semalaman melihat ponselmu
untuk melihat pendapat orang lain.
Baiklah, tidak. Aku tak melakukannya lagi.
Aku sudah belajar dari pengalaman.
- Baiklah. - Ya.
- Mark, aku melihatnya! - Val!
Aku tahu.
Kau harus ambil ponselku. Jangan kembalikan malam ini.
Ada apa dengan omong kosong daring tentang acara kita?
Baiklah, PDP, hentikan. Kau tak boleh memedulikan semua itu.
Tidak. Jangan, paham?
Karena "Pembenci akan membenci. Benci.
Abaikan saja."
- Itu Taylor Swift-ku. - Pacarku menyukai acaranya.
Kurasa orang-orang masih marah tentang masalah AI.
Yah, tidak semua kebencian tentang AI.
"Sheriff-nya berjalan terlalu lambat. Apa dia kena strok?"
Tidak, aku tidak strok. Itu cara jalan karakterku.
- Ya, memang. - Baiklah, tahu tidak?
Rasanya buruk, jangan dimasukkan ke hati.
Saat aku membintangi Seeing Red, itu saat orang biasa di internet
mulai berpikir bahwa pendapat mereka sangat penting, kan?
Lalu, aku membaca semuanya.
Baca hal buruk, lalu terus daring sampai menemukan hal baik.
Hal buruk, "Dia tak bisa akting."
Hal baik, "Ya, dia sudah tua, tapi aku masih mau menidurinya."
Ya? Lalu, kalian tahu apa yang kudapat?
Depresi berat?
Aku dapat ini.
- Tidak mungkin! - Val!
Astaga!
Kupikir kita mungkin butuh sedikit inspirasi hari ini.
Karena jika menyangkut pendapat orang lain
jangan dengarkan mereka.
Benar? Lucu, kan? Aku memikirkannya di mobil.
- Aku harus berfoto dengannya. - Tentu saja.
Ya, kemarilah. Semuanya, mendekat.
- Ayo kita foto. Baiklah, siap? - Hai.
Baiklah, jadi...
- Dia sedang memotret. - Maaf.
- Bagus. - Baiklah, ya. Sudah cukup.
Ada panggilan Zoom untuk kalian semua dari NuNet.
- Kita mulai latihan setelahnya. - Terima kasih, Bev.
Apa menurutmu Zoom ini tentang rating?
Dahulu saat ada rating harian, aku tahu harus gugup atau tidak.
Yah...
Ingat, kita ini acara baru, ya?
- I'm It!, saat dimulai di... - Kita nomor satu di NuNet.
- Kita nomor satu? - Di mana kau melihatnya?
Di NuNet. Nomor satu dari semua acara mereka.
Itu bisa saja cuma bualan. Semua jaringan baru memalsukan data.
Brandon terlambat lima menit.
Baiklah, ya. Brandon. Teman-Teman, itu kepala NuNet.
Jadi, ini saatnya. Benar?
Dia akan lanjut ke Musim Dua. Apa lagi kemungkinannya?
Ucapan "selamat tinggal" dan "terima kasih."
Astaga, Frank, bisakah kau merasa bahagia sekali saja?
- Apa kita sudah siap? - Baiklah, ini Brandon.
- Terima kasih, Abby. Hai, Semuanya. - Hai.
Maaf membuat kalian menunggu.
Pagi yang sibuk di sini.
Kami pikir episode pertama akan meraih angka tinggi
karena berita AI dan kehebohan pembenci
jadi kami menayangkan dua episode pertama berturut-turut
untuk melihat seberapa banyak penurunannya
dan kalian mempertahankan 70, 72.
Tujuh puluh dua persen tetap menonton.
Kami sangat senang dengan itu karena itu berarti
72 persen penonton menerima acara yang ditulis AI.
Mereka cukup menyukai kalian untuk bertahan.
Baiklah.
Jadi, dengan pertimbangan itu, aku ingin...
- Musim Dua? Kau mau Musim Dua? - Ya.
Kami ingin lanjut ke Musim Dua.
- Ya! - Terima kasih!
Bagaimana? Valerie, akhir pekan ini
aku akan melakukan tur pers kemenangan
untuk mengumumkan Musim Dua
dan sebagai produser eksekutif dan bintang acara hit baru ini
aku mengundangmu bergabung. Apakah kau ada waktu?
Tentu saja aku mau.
Bagus. Terima kasih. Luar biasa. Selamat, semuanya.
Terima kasih.
- Terima kasih dukungannya... - Terima kasih.
- Baiklah, dia sudah tutup telepon. - Astaga.
Kita dapat Musim Dua! Kita berhasil!
- Ya! - Kita berhasil!
Kau melakukan ini untuk kami, Valerie.
- Ya. - Tidak, ini berkat kita semua.
- Val! - Tidak.
- Val! - Val!
- Val! - Kau!
- Val! - Val!
- Kau! Kau... - Val! Val...
- Apa? Apa yang terjadi? - Apa yang terjadi?
- Pialanya terpental dari meja. - Astaga.
Baiklah.
Sial! Kenapa aku memukul-mukul meja bodoh itu seperti itu?
- Tidak apa-apa. - Astaga, aku bodoh sekali.
- Tidak. - Aku bodoh sekali.
Beginilah jadinya saat aku merasa bahagia.
Astaga, Val, maaf aku merusak piala Emmy-mu.
Astaga!
- Astaga! - Baiklah, biar aku...
- Tidak, kemarilah. - Aku ingin mati saja.
Seharusnya aku mati saja seperti saudaraku!
Hei! Lihat aku.
Lihat aku, ya?
- Maafkan aku. - Dengar?
Pialanya patah. Tidak apa-apa.
- Ini bukan... - Ini hanya benda, paham?
Benda ini sudah memenuhi tujuannya.
Malam saat aku memenangkannya? Aku dan suamiku kembali bersama.
Ya? Kami berdua menjenguk teman baik di rumah sakit.
Itu mengajariku hal yang sangat penting
yaitu hubungan antarmanusia.
Aku menemukan orang yang bisa memperbaikinya.
Ada yang bisa memperbaikinya?
Baiklah, pialanya akan diperbaiki.
Namun, aku sudah siap merelakannya, dan itulah yang penting.
Jadi, ya.
- Ada kabar kolaborasi dari Nivea? - Tidak.
- Belum? - Valerie, hai.
- Hai. - Dylan Lars
dari Jack Stevens Productions.
Jack melihat acaramu dan ingin menyapa.
Jack Stevens ingin menyapaku? Baiklah, kapan?
Masuklah.
Sekarang? Dia ingin menyapa sekarang?
Suamiku dan aku akan makan malam dengan teman lama...
Tidak akan lama. Kantornya di dekat sini.
- Aku akan mengantarmu kembali. - Siapa Jack Stevens?
"Siapa Jack Stevens?" Baiklah, dia bukan dari planet kita.
Legenda TV.
Saat ini, dia punya acara populer tentang dokter wanita
yang mengepalai ruang gawat darurat.
Judulnya She-R. Patience tahu, kan?
Ya. Baiklah.
- Lewat sini. - Baiklah, terima kasih.
Itu dia.
- Valerie. - Hei!
Jack Stevens. Terima kasih sudah datang.
Ini Ben Morrow dan Matt Wright.
- Kau tahu namaku? - Aku tahu semua nama kalian.
Mana mungkin tidak?
Kalian Mount Rushmore-nya penulis televisi.
Kalau begitu, dialah yang wajahnya merosot dan butuh perbaikan.
Aku bercanda. Dia sangat tampan, aku merasa terancam.
Matt, tak ada biaya masuk atau minum. Ini hanya pertemuan.
Silakan masuk.
Duduklah. Kami semua ingin bertemu denganmu.
Selamat atas acaramu.
Selamat atas She-R.
Ya. Begitu ada waktu, itu ada di puncak daftar tontonanku.
Begitu? Bagaimana dengan acara kami?
No comments yet. Be the first to leave one.