The House of the Spirits

The House of the Spirits

Indonesian সাবটাইটেল ডাউনলোড করুন

সিজন 1

রিলিজ তথ্য

[𝗖𝗼𝗳𝗳𝗲𝗲𝗣𝗿𝗶𝘀𝗼𝗻] 𝗧𝗛𝗘 𝗛𝗢𝗨𝗦𝗘 𝗢𝗙 𝗧𝗛𝗘 𝗦𝗣𝗜𝗥𝗜𝗧𝗦 𝗦𝟬𝟭𝗘𝟬𝟯 𝗣𝗥𝗜𝗠𝗘 𝗔𝗠𝗭𝗡 𝗪𝗘𝗕
ভাষ্য লিখেছেন Coffee_Prison
𝑫𝒖𝒓𝒂𝒔𝒊 : 𝟓𝟐:𝟐𝟓 || 𝑺𝒖𝒃𝒕𝒊𝒕𝒍𝒆 𝑹𝒆𝒕𝒂𝒊𝒍 𝑷𝑹𝑰𝑴𝑬 𝑽𝑰𝑫𝑬𝑶 || *𝑪𝒓𝒆𝒅𝒊𝒕 𝒕𝒐 𝘚𝘶𝘥𝘪𝘳𝘮𝘢𝘯 𝘓𝘪𝘶𝘴 (𝑷𝒆𝒏𝒆𝒓𝒋𝒆𝒎𝒂𝒉) || ડ౿ᥣɑოɑ𝗍 𝖬౿𐓣𝗈𐓣𝗍𝗈𐓣

ট্যাগ

webdl
official_release
amazon_prime_video_synced
প্রকাশিত: 2026-04-29
ডাউনলোড: 21
শ্রবণপ্রতিবন্ধীদের জন্য: No
FPS: 25

Indonesian সাবটাইটেল প্রিভিউ

প্রথম 200টি লাইন।

MENGANDUNG ADEGAN KEKERASAN SEKSUAL DAN PENGANIAYAAN.

PENONTON DIHARAP BIJAK.

Mereka tiba!

Kenapa kau masih di sini?

Taruh di sana. Cepat.

Ini rumah barumu.

Kakekku ingin menguasai ibu kota dan hati nenekku

dengan memamerkan rumah yang mencerminkan kekuasaannya.

Kami semua menyebutnya "Rumah Besar di Pojok."

- Férula! - Clara!

- Perjalanannya melelahkan? - Tidak.

Eropa seperti apa? Kau pergi ke Vatikan?

Biarkan dia lihat rumahnya dulu, lalu bercerita.

Ayo.

Vatikan sangat indah.

Semua yang ada di sini diimpor.

Menurutku terlalu mewah.

Selamat pagi. Terima kasih.

Ini semegah rumah-rumah besar yang kita lihat di Eropa, 'kan?

Peti ini!

Apa kau di sini?

Clara.

Kau tak apa-apa?

Aku baik-baik saja.

Kemari.

Aku punya kejutan.

Kau suka?

Aku suka.

Ini indah. Terima kasih.

Lihat.

Barrabás.

- Sudah kubilang itu ide buruk. - Diam dan singkirkan itu.

Maaf, Sayang.

Aku cuma mau kau bahagia.

Tak apa-apa.

Aku hamil.

- Kau yakin? - Ya.

Aku akan punya putra?

Aku akan punya putra.

Putra pertama kita akan mendapat namaku.

Esteban.

Anak kita perempuan.

Namanya Blanca.

Selamat, Dik.

RUMAH ARWAH

Kau sudah pernah ke sini,

jadi kau akan segera terbiasa.

Namun, panasnya tak terbayangkan.

Mungkin kau tak merasakannya karena bermain air di dalam.

Lihat, hari yang indah.

Kau hebat, Blanquita.

Teruskan.

Kau sudah sadar?

Dia tampak makin jauh dari realita.

- Lalu kau mau aku bagaimana? - Cemas.

Kata dokter, bayinya lahir pada awal Oktober,

tapi ini sudah November.

Permisi.

Jangan bergerak, Blanca.

- Ayo, Sayang. - Aku tak apa-apa.

- Baiklah. - Ayo pergi.

- Panas. Kami tak mau pergi. - Ayo.

Halo!

- Sudah. - Siap?

Ya.

Masuk!

Masuk!

Perjalanan tak akan seru tanpa sedikit petualangan.

"Petualangan" apanya?

Aku sudah menyuruhmu menjual… rongsokan ini.

Nívea, ayolah.

Aku tak bisa membuang permata kecil ini seperti kau tak bisa membuangku.

Tak kupercaya Clarita kita akan segera menjadi ibu.

Waktu berlalu amat cepat, Sayang.

Namun, kita tetap bersama.

Selamat pagi.

Clara, kau sedang apa?

Suruh Eliseo siapkan mobilnya.

Namun, kau tak boleh keluar seperti ini sendirian. Kau mau ke mana?

Orang tuaku meninggal karena kecelakaan.

Dari mana kau tahu?

Maafkan aku.

Kau belum boleh tahu karena kondisimu.

Tak apa-apa.

Ayo kita pergi.

Clara, tunggu.

Demi melindunginya, Esteban berusaha merahasiakannya sampai bayinya lahir.

Aku ikut.

Eliseo!

Namun, niat baiknya bertentangan dengan keyakinan Clara

bahwa orang tuanya tak akan tenang.

Clara, kumohon, ayo kembali. Kita sudah pergi jauh.

Lihat kondisimu!

Tolong terus jalan. Kuberi tahu kapan berhenti.

Seperti dalam mimpi nenekku,

rem mobil ayahnya tidak berfungsi

dan membuat mereka menabrak truk bermuatan material bangunan.

- Di sini! - Di sini?

- Berhenti! - Di sini?

Ya, di sini.

Di sana.

- Di sana? - Ya.

Clara.

Bantu dia!

- Ya. Hati-hati. - Bantu.

- Clara. - Aku tak apa-apa.

- Bantu dia. - Ya.

Esteban akan membunuhku.

Bu Clara.

Clara, ini antah-berantah.

- Ada apa? - Kenapa?

- Eliseo. - Ya?

Boleh tolong pergi ke sana

dan bawakan kepala wanita yang akan kau temukan?

- Di sini? - Ya.

Setelah tabrakan, selembar besi menembus kaca depan

dan memenggal nenek buyutku, Nîvea.

Kepalanya terlempar dari mobil dan tak ada yang bisa menemukannya.

Ini.

Clara. Kau tak apa-apa?

- Kita harus kembali. - Ayo.

Ayo!

Bernapaslah.

Eliseo! Cepat!

Adikku belum datang dengan dokter? Sudah bilang ini darurat?

Ya, Bu.

- Ini. Ya. - Ambil air panas.

Clara.

- Handuk lagi. - Ya, baik.

Blanca tak mau lahir.

Ayolah. Bernapas.

Bernapas.

Tenanglah. Aku bersamamu.

Bernapas. Semua baik-baik saja. Dr. Cuevas sedang kemari.

Cucu Ibu terlalu nyaman di sana.

Kami bangga denganmu, Nak.

Kembalilah sekarang.

Dia membutuhkanmu.

Kau tahu kami selalu bersamamu.

Menjagamu.

Terima kasih atas kepala Ibu.

Halo, Blanca.

Akhirnya, kita bisa bertemu.

Kau baik-baik saja?

Maaf aku terlambat, Clara.

Lihat putrimu.

Aku tak tahu kau seorang bidan, Férula.

Aku juga tak tahu.

Sayangnya kau tak sempat bertemu kakek dan nenekmu.

Kau pasti suka mereka.

- Dia sehat? - Terlihat sehat. Biar kuperiksa.

Baiklah.

Semuanya sehat.

Mau gendong?

Tidak.

- Dia sehat. - Terima kasih.

Aku akan memeriksanya lagi.

Dia cantik sekali.

Blanca!

Blanca!

Blanca, kau di mana?

Ini berat.

Padahal bisa bawa medalion saja.

Itu tak cukup.

Santo Antonius membantu menemukan sesuatu.

Clara selalu kehilangan barang.

Hei, kalian lihat Blanca?

Benar, 'kan?

Blanquita.

Ketemu!

Bagus!

Aku mencari mainan.

Ayah sudah pulang.

Kita akan ke Las Tres Marías.

Apa? Kau mau membawa semua ini?

Tempat terbengkalai itu kurang nyaman.

Bagi Clara dan si kecil.

Kami cuma mau melihat-lihat pedesaan. Benar, Nak?

Ya, tapi aku mau melihat sapi.

Kenapa dia berantakan?

Karena dia akan melihat sapi dan dia akan mandi.

Ayo, Nak.

Kau mau pergi karena belum pernah mencium bau kandang kuda.

Tempat liar itu tak cocok untuk orang selembut dirimu.

Mungkin Clara lebih liar daripada dugaanmu.

Ayo, cepat. Ikut aku.

Sepatu ini membuat kakiku sakit, tapi bos memaksaku.

Kau lebih suka telanjang kaki?

- Tirainya sudah siap? - Ya, Pancha.

Mau gantung sekarang?

Ya, sekarang.

Bu, Bos dan keluarganya datang.

Kukira itu sirkus.

Kau ke mana semalam? Kenapa tak pulang?

Kau mabuk lagi.

Kunyah daun min, lalu pergi membantu.

- Hei! - Apa?

Pastikan Bos melihatmu.

Selamat datang, Bos.

Kenapa panen kentang belum selesai?

More Indonesian subtitles for The House of the Spirits

মন্তব্যসমূহ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left