প্রথম 200টি লাইন।
Juara maraton Olimpiade Berlin 1936 adalah...
Son Kitei!
Rekornya adalah 2:29:19!
Son membawa pulang emas dengan rekor Olimpiade baru!
Begitulah aku menang emas.
Rekorku adalah 2:29:19.
Itu adalah rekor Olimpiade baru.
Pada pukul 18.15,
(Park Eun-bin, Oh Hee-jun, Park Hyo-ju)
Aku berdiri di podium dengan Victor dan Nam Sung-Yong.
Lagu kebangsaan negara kita berdengung di telingaku.
Momen bahagia itu takkan pernah kulupakan.
Itu bukan sekadar kemenangan pribadiku.
Lebih keras! Bicara lebih keras!
Itu kemenangan untuk seluruh rakyat Jepang!
Ini bukan kemenangan pribadiku.
Ini tercapai
berkat sorakan rakyat kita.
(15 Agustus 1945, Korea merdeka setelah Jepang menyerah)
(Namun, kegembiraan itu tak bertahan lama)
(karena bagian utara jatuh ke tangan Soviet)
(Meski berharap ada pemerintahan independen, )
(Film ini ialah rekreasi sinematik dari peristiwa nyata)
Bersiaplah!
Yun-bok! Kau harus juara pertama!
Lalu dapatkan medali dari Pak Son Kee Chung!
Uang hadiahnya lebih berarti daripada medali.
Hei!
Kalau begitu, dapatkan medali dan uang hadiahnya!
(Taepyeong-ro, Seoul Agustus 1946)
Lari cepat!
(10 tahun kemenangan dunia Son Kee Chung)
Ayo!
Seiring asap yang diembuskan
Kenangan lama kembali muncul
Pak Son.
Pak Son?
Pak!
Jangan ganggu dia.
Itu karena sudah tiga tahun dia tak bisa bawa anaknya dari utara.
Dia mabuk dalam duka.
Tapi ini maraton untuk mengenang
10 tahun kemenangannya!
Memang boleh dia tidur di sini seperti ini?
Lomba itu untuk menghormatinya.
Apa-apaan kau?
- Halo. - Pak Son!
Bangun!
Kau tak boleh di sini seperti ini! Orang-orang menunggu!
Pak? Apa itu maraton?
Beri aku sup.
Kita seharusnya membangunkan dia.
Apa itu maraton?
Sayangnya, Pak Son Kee Chung memiliki urusan mendesak.
Kepala olahraga pemerintahan militer AS,
(Kepala olahraga pemerintahan militer AS, Bu Smedley)
Bu Smedley, akan mewakilinya.
Tunggu!
Dia di sini!
Peraih medali emas Olimpiade Berlin,
Pak Son Kee Chung telah tiba!
Akhirnya, upacara penghargaan untuk maraton
akan dimulai.
Juara dengan waktu lari 45 menit 57 detik
adalah Suh Yun-bok, mahasiswa Universitas Korea.
Tunggu, Pak Son! Dia juaranya.
Astaga...
Yun-bok!
Terima kasih, Pak.
Terima kasih, Pak.
- Bagaimana rasanya? - Apa?
Berjabat tangan dengan pahlawan nasional?
Biasa saja. Dia bau alkohol.
Suh Yun-bok! Aku Nam Sung-Yong.
Halo, Pak.
Asosiasi Maraton Korea sedang bersiap untuk Olimpiade London.
Kami mencari talenta sepertimu.
Aku akan mendapat uang hadiahnya hari ini?
Uang hadiah? Aku tak tahu.
- Aku harus tanya pada siapa? - Nanti kucari tahu.
Kau mau lari di Olimpiade?
Tak tertarik, Pak. Aku hanya lari untuk uang hadiah.
Kita terlambat! Cepat! Ayo.
- Aku tanya uangnya pada siapa? - Kita harus pergi!
Pak! Kami kembali. Maaf!
Kalian pergi ke mana di waktu tersibuk ini?
- Dong-gu! - Ya?
Ada enam pesanan menunggu!
- Semangkuk mi. - Sebentar.
- Terima kasih! - Itu akan dikurangi dari gajimu!
Aku tahu kau akan bilang itu, jadi aku membawa bantuan.
- Kalian bau! - Ayo!
Kapan kau akan berhenti berlarian seperti anak-anak?
Begitulah kita menjadi restoran pesan antar mi tercepat di Seoul!
Permisi!
Mau mengantar pesanan!
Permisi!
Mau lewat!
Aku tak bisa bernapas!
- Permisi! - Tolong minggir!
Orang-orang Amerika ini...
Setelah Jepang pergi,
tentara Amerika berkeliaran.
Perang sudah lama berakhir. Kenapa mereka belum pulang?
Tapi berkat mereka, Jepang kalah perang.
Apa maksudmu berkat mereka?
Dong-gu. Setelah bendera Jepang turun, apa yang menggantikannya?
Bendera Amerika.
Menurutmu apa artinya?
Bodoh.
Kau merasa lebih unggul karena berkuliah?
- Yun-bok! - Apa?
Maaf.
- Tak ada uang hadiah maraton. - Apa? Dasar.
Tapi kau bisa menjabat tangan Pak Son!
Lupakan itu!
(Kantor pemerintahan militer AS di Korea)
Ada kendala terkait Olimpiade London.
Untuk bisa lolos ke Olimpiade,
sebuah negara harus ikut serta di kompetisi internasional.
Kita butuh pengalaman kompetisi internasional untuk ke London.
Kita juara 1 dan 3 di Olimpiade Berlin.
Bu Smedley tahu itu.
Bagaimana dengan rekor mereka di Olimpiade Berlin?
Juara 1 dan 3?
Ya.
Tapi medali itu jadi milik Jepang.
Maaf, tapi Korea
tak memiliki rekor resmi
berkompetisi di Olimpiade.
Itu diakui Jepang.
Korea tak punya rekor resmi.
Itu gila!
Kita sudah merdeka! Rekor kita seharusnya untuk kita!
Kenapa mereka masih memberikannya pada Jepang?
Rekor yang sudah tercetak tak bisa diubah.
Begitu tercetak, rekor tak bisa diubah.
Itu gila!
Jepang masih menghambat kita!
Ini tak masuk akal!
Mungkin ada solusi.
Kau kenal John Kelley?
Rasakan dorongan tanah di bawah kalian!
Gunakan untuk mendorong kalian maju!
Astaga...
Tekan!
Jangan melangkah ringan!
Tekan!
Kau membuatku pusing.
Mau kutaburi debu? Lama tak begitu.
Kenapa kau memanggilku ke sini?
Katakan maumu, lalu ayo makan siang.
Bukan hanya debu.
Bagaimana dengan aroma keringat?
Wangi, bukan? Membuatmu sadar?
Tapi kau merindukannya, bukan?
Kau mabuk?
Tidak sama sekali.
Aku mendengar rumor.
Saat bank memanggil kembali eksekutif pada pendudukan Jepang,
teller Son Kee Chung marah besar dan berhenti?
Apa yang akan kau lakukan tanpa pekerjaan?
Berhenti atau mabuk-mabukan,
apa pedulimu?
Ayo pergi ke Boston bersama.
Boston?
Bunyikan drum! Ini dia!
Kau kenal John Kelley.
Dia menang Maraton Boston dengan sepatu pemberianmu.
Perlombaannya diadakan tiap tahun pada bulan April.
Jika kau minta John,
dia bisa memberi kita undangan.
Jika itu bukan takdir, lalu apa?
Kau memanggilku ke sini untuk ini?
April sebentar lagi,
tapi kita bisa berhasil dengan bantuanmu.
Jangan menyesatkan anak-anak.
Ajari mereka keterampilan untuk bekerja saja.
Kapan kau akan berhenti bersikap pesimistis?
Hidupku baik-baik saja.
Ikut ke Boston denganku!
Punya uang untuk memberi makan anak-anak?
Nah, itu dia.
Ayo buat tim hebat bersama!
Menang medali takkan menafkahimu.
Itu takkan menghasilkan uang.
Aku harus menjualnya. Ini akan berkarat.
Pikirkan lagi. Kau akan menyesal menjualnya.
Aku takkan menyesal.
Benar! Jangan dijual.
Aku akan menjualnya.
Dasar tukang bohong!
Aku takkan mendengarkanmu lagi!
Lihat, Anak-Anak!
Siapa tiga pahlawan terhebat kita?
Son Kee Chung...
Yi Sun-shin, An Jung-Geun, dan Son Kee Chung!
Ini medali juara pertama maraton
untuk menghormati Pak Son!
(Tempat kelahiran Master Kim Kyo-shin)
No comments yet. Be the first to leave one.