A Thousand Days' Promise

A Thousand Days' Promise (천일의 약속)

Indonesian সাবটাইটেল ডাউনলোড করুন

রিলিজ তথ্য

A Thousand Days' Promise Complete Episode 1 - 20
ভাষ্য লিখেছেন violsa
A Thousand Days' Promise Complete Episode 1 - 20

ট্যাগ

other
প্রকাশিত: 2017-02-01
ডাউনলোড: 59
শ্রবণপ্রতিবন্ধীদের জন্য: No

Indonesian সাবটাইটেল প্রিভিউ

প্রথম 200টি লাইন।

Apa kau sudah pernah datang kesini sebelumnya ?

Apa kau sudah pernah datang kesini ?

Aku hanya melewatinya dalam perjalanan menuju lokakarya perusahaan.

Aku betul-betul bajingan, Seo Yeon.

Sejak hari itu, aku berpikir tentang memilikimu setengah hari, setiap hari.

Aku pikir itu semua yang menempati pikiranku.

Terkadang aku bertanya-tanya,

bagaimana aku bisa kurang dari bajingan dan masih memegangmu dalam pelukanku ?

Aku selalu seperti, "Apa yang harus aku lakukan ?" "Bisakah aku bergerak pertama kali ?"

Tapi aku takut bahwa aku akan menjadi malu.

Apa kau tidak minum obat-obatan terlalu banyak ? Kenapa kau begitu sering minum obat ?

Ini sakit, lalu bagaimana ?

Apa ada sesuatu mengganggumu yang tidak aku ketahui ?

Tidak ada hal seperti itu.

- Lalu kenapa begitu sering sakit ? / - Tidak tahu. Mungkin ada sesuatu yang tumbuh di dalam.

Jangan berkata seperti itu !

Hanya saja ini terlalu sering datang.

- Mungkinkah ini benar-benar tumor otak ? - Berhentilah mengatakan itu dan pergi ke rumah sakit.

Ini tidak akan berhenti.

Kak, kau pergi keluar ? Aku kira kau bilang kau tidak akan pergi keluar.

Kau tidak melupakan ponselmu lagi, kan ?

Ngomong-ngomong, Bibi keluar untuk memeriksa rekening banknya, dan itu menghancurkan hatinya.

Hubungi dia, oke ?

Selamat datang !

Ini membuat gila !

Beri aku sekaleng bir yang sudah berlalu masa kedaluwarsanya.

Tidak ada yang seperti itu. Ini 1700 Won.

- Ambil uang dari Jang Myung. - Noona bilang dia akan membunuhku.

Jika itu mematikan, aku seharusnya sudah mati 88000 kali.

Ini 1700 Won, senior.

Aku tidak memiliki uang. Lihat ?

Baik, biar aku telepon Noona-ku dulu.

Chan ! Ayolah Chan !

"Noona tidak menjawab teleponnya. Aku meninggalkan pesan."

"Aku mengatakan padanya bahwa kau menangis keras." Lihat anak ini.

"Baiklah." Kirim.

Ini sangat gampang, sayang.

"Hei, sekitar jam berapa kau pulang ke rumah ?" "Ya, Ibu, sekitar jam 7 ?"

"Baik, aku akan bersiap-siap kalau begitu." "Baik, Ibu, sampai jumpa nanti."

"Kau ingin makan apa ?" "Buat saja apapun yang Ibu inginkan. Baik !"

Kita bisa meng-SMS-nya seperti ini saja, "Jam berapa ?", "Apa yang mau kau makan ?"

"7," "Kimchi" Ini sangat mudah.

Kenapa kau menangis lagi ?

Oh kau tahu, uang yang aku pinjamkan Seo Yeon, bayaran terakhirnya datang kemarin.

Aku memeriksa rekening bank-ku dalam perjalanan pulang dari sauna. Ada empat angka 0 setelah 2.

Mataku mulai meneteskan air mata dan hatiku terasa sakit. Aku tidak bisa berhenti.

Ya Tuhan, apa kau bisa membayangkan bagaimana sulitnya buat dia untuk membayar semua itu kembali ?

Kau tahu, hanya dengan pergi bekerja saja itu sudah cukup sulit.

Tapi bayangkan dia yang begitu tertekan, terjaga sepanjang malam di depan komputernya.

Dan satu-satunya Bibi yang dia miliki juga tidak kaya. Dan aku harus mengambil kembali uang itu.

Kenapa masakanmu semakin asin ?

- Halo ! - Oh iya, apa kau memerlukan sesuatu ?

Maafkan aku. Bagaimana aku bisa ke Yang Pyung dari sini ? Aku melewatkan jalan keluarnya.

Kau datang cukup jauh. Belok kiri disini dan jalan sekitar 5 Km. Yi Jung Pyo disitu.

Dan jika kau belok kanan dan terus jalan, kau akan segera sampai disana.

Terima kasih !

- Tunggu sebentar. - Ya ?

Itu.

Terima kasih !

Maafkan aku ! Aku bahkan tidak akan membuat alasan. Aku hanya akan mati saja !

Apa yang terjadi ?

Rasanya aku semakin bodoh. Jalan keluarnya terlewat. Aku berjalan sampai ke Yong Moon.

- Bagaimana bisa kau pergi sejauh itu ? / - Benar, kan ? Bagaimana bisa aku pergi sejauh itu.

Siapa yang kita bicarakan ?

Aku.

- Kenapa kau tidak menjawab telepon ? - Aku tidak membawanya.

Aku mengira kau mengalami kecelakaan. Aku sudah akan keluar untuk mencari tahu jika ada kecelakaan.

Kau menelepon tiba-tiba dan menyuruhku berangkat dalam 10 menit. Aku terburu-buru.

3 menit mandi. 3 menit berganti pakaian. 3 menit mengerjakan rambut.

- Aku pergi pada saat yang tepat. - Aku harus kembali ke kantor pukul 4:30

Kau terlambat satu jam 30 menit. Kita hanya memiliki satu jam 30 menit waktu tersisa.

Aku bilang maafkan aku. Kau bisa membunuhku, hmm ?

Yang positif saja, hmm ?

Astaga, kita hanya memiliki satu jam setengah tersisa. Ini hanya 10 menit lebih sedikit dari 100 menit.

Ini 10 kali dari 9 menit.

Sebelumnya kita bahkan pernah berkencan 14 menit. Ketika ada kecelakaan di kantormu.

Ada apa di kepalamu itu ?

Aku membuat alasan yang tidak masuk akal untuk keluar dari rapat, supaya aku bisa menemuimu disini.

10, 20, 30, 40 menit.

Kau membuat aku mengira bahwa kau sedang dalam kecelekaan. Yang besar. Aku kira kau tidak sadarkan diri.

Apa kau marah karena aku baik-baik saja disini ? Apa karena itu kau marah ?

Baik ! Bisa saja kau melewatkan pintu keluar.

Tapi bagaimana bisa kau pergi sejauh itu ? Apa kau bodoh ?

Baik kau bisa melupakan ponselmu. Tapi bukankah ada telepon umum ? Kau bisa saja menelepon.

Aku tidak mengira akan pergi sejauh itu. Aku bahkan tidak tahu kalau aku tidak mempunyai ponsel

Apa kau tahu bahwa aku sedang menunggumu ?

Tidak, aku tidak tahu. Permisi ! Kau siapa ?

Aku bilang aku minta maaf. Aku benar-benar minta maaf. Aku ingin mati sekarang !

Kenapa kau begitu marah ? Apa ini sepadan ? Apa aku melakukannya dengan sengaja ?

Kau bahkan melewatkan pesawat, apa kau lupa ?

- Ini dua kali sekarang. - Tiga kali !

- Apa kau menghitungnya ? - Aku tidak pernah terlambat !

Karena ini selalu di dalam jadwalmu. Kau tidak pernah peduli dengan jadwalku.

Kapanpun kau menelepon dan mengatakan 10 atau 20 menit, aku harus selalu pergi bahkan ketika aku di toilet.

Bahkan jika ada kemacetan, atau sesuatu mungkin saja terjadi pada mobil.

Kau boleh terlambat ! Tapi aku harus bisa meneleponmu !

Karena pertunjukan itu membuat aku gila !

Ingatan aku seperti milik nenek usia 70 tahun.

Aku selalu meninggalkan ponselku di kantor satu atau dua kali sehari.

Aku salah satu contoh kasus yang baik. Salah satu rekanku memiliki penjepit leher untuk ponselnya.

Apa ?

Kau mengatakan bahwa kita tidak memiliki waktu yang cukup. Mari kita menggunakannya dengan bijak.

Apa ada yang salah ? Aku tahu kau bisa saja marah, tapi kau seharusnya tidak semarah ini.

Ada apa ?

Apa kau memesan steak ?

Makanannya sudah dingin.

- Tidak apa-apa. - Tinggalkan saja, aku akan memesan lagi.

Aku sudah bisa melihat bintang.

- Aku bilang tinggalkan saja. / - Kau bilang tidak ada waktu. Ayo kita makan saja. Duduklah

Ada salad. Roti, ada banyak untuk dimakan.

Oh yah, aku harus minum anggur lebih dulu.

Ketika kau menyebut aku bodoh perut aku menjadi kesal. Bahkan orang-orang bodoh terkejut karena itu.

Apa kau tahu bahwa aku bodoh sekarang ?

Ini bukan pertama kali kau disebut "bodoh."

"Bodoh" yang itu berbeda dari "bodoh" yang sebelumnya.

Apa kau tidak kau minum ?

Kau harus mengemudi ? Aku juga.

Satu gelas akan baik-baik saja dalam waktu satu jam.

Itu kelihatan.

Ya. Kau terlihat bosan.

- Aku mencoba untuk menggoda. - Pria lain bisa melihatnya.

Pria di bawah jembatan. Dia tidak tertarik.

- Jawablah. - Tidak apa-apa.

- Tidak ada yang salah. - Jawablah.

- Tidak apa-apa. - Aku bilang jawablah !

Jawablah dan matikan. Itu menggangguku.

Aku akan ke kamar mandi.

- Ya. - Hei aku di tempat yoga.

Ini bukan saat biasanya.

Ya, pelatih pulang terlambat semalam. Mungkin dia sedang mabuk berat.

Dia suka minum.

Kau tidak harus menutup telepon. Dia belum datang.

Apa kau sibuk ? Aku kira aku harus menutup telepon kalau begitu.

Aku mendapatkan vaksin untuk Campak Jerman. Mereka bilang aku tidak memiliki antibodi.

Dokter mengatakan bahwa kita harus menggunakan kondom setidaknya selama satu bulan hingga tiga bulan.

Ini membutuhkan waktu sekitar selama itu agar menghasilkan antibodi.

Kau harus melakukannya. Aku tidak bisa menggunakan pil.

- Hyang Ki. Bisakah kita menutup telepon ? - Oh, maafkan aku. Aku mencintaimu. Dah !

Apa yang kau lakukan ?

Aku menyikat gigi.

Tidak ! Tidak !

Itu menjijikkan !

Tidak !

Baik ! Baik !

Tunggu ! Tunggu sebentar.

Kenapa hari ini begitu sulit ?

Ini periode menstruasimu, bukan ?

Oh ya, tunggu.

Bagaimana kau tahu ?

Kita memiliki siklus yang sama.

Oh, benar.

Gaun apa yang akan kau kenakan ? Siapa desainger-nya ?

Aku belum memilih.

Kau akan terlihat baik dalam apapun.

Betulkah ? Terima kasih.

Apa yang kau pikirkan ?

Kau ?

Aku ...

Umm ...

Di sana.

Apa pembangunan di Bae Bang lolos ?

Aku pikir aku akan harus mencekik mereka terlebih dahulu.

Itu membutuhkan terlalu banyak energi. Dorong saja mereka dari tempat tinggi.

Bagaimana denganmu ?

Aku benci tanda tangan orang yang tidak memiliki apapun kecuali uang.

Dia bilang dia sibuk, dan dia bahkan tidak bersedia memberi aku waktu untuk mewawancarainya.

Data yang aku miliki hanyalah 200 halaman obrolan penuh dengan kesalahan dalam pengejaan.

Dia membuatnya begitu jelas bahwa dia bodoh. Dan aku hanya gadis penipu yang membuat 800 halaman dari itu.

Ini sangat menjengkelkan. Dan membuat tertekan.

Kau harus menulis sekarang.

Aku rasa aku tidak akan pernah.

Aku mengacaukan semuanya dari menulis ulang.

Aku bahkan tidak bisa menulis 3 baris dalam satu jam. Aku hanya bisa menulis baris murahan.

Aku tidak bisa melakukannya.

Jangan lakukan apa pun selama 3 tahun. Dan itu akan kembali datang.

Kedengarannya bagus ! Apa yang akan aku makan ? Air keran dan udara ?

Aku akan memberimu makan.

Lagipula aku tidak punya bakat. Aku hanya akan menghidupi diri sendiri.

Bagaimana kau bisa menang dua kali tanpa bakat ?

Ada banyak penulis yang memenangkan kontes itu dan tidak memiliki apapun untuk ditulis.

Pokoknya, aku juga penulis.

Begitulah caranya aku dibayar lebih untuk menulis ulang.

Ini konyol.

Oh ya, aku punya klien baru kemarin, jadi aku membayar kembali uang bibi. Bukankah aku hebat ?

Jadi seminggu sekali, aku bisa ber-BBQ dengan saudaraku.

Atau memesan pizza besar, atau ikan mentah.

Dia begitu bahagia.

Aku memiliki tanggalnya.

Kemarin, Ibu dan Ibu-nya Hyang Ki mendapatkan tanggalnya di suatu tempat.

- Kapan ? - Sabtu terakhir bulan depan.

Di pension Hyang Ki.

Aku mengerti.

Aku akan berbohong jika aku mengucapkan selamat. Aku tidak akan mengucapkan selamat padamu.

Jadi hari ini adalah hari putusnya kita.

Itu terlalu buruk. Seandainya aku tahu, aku tidak akan tersesat. Aku menyia-nyiakan semua waktu itu.

Aku mengerti kenapa kau marah.

Aku tahu ada sesuatu yang salah.

Aku berlatih momen ini banyak kali di tempat tidurku.

Aku kira berlatih membantu.

Kau mengatakan kepada aku bahwa kita tidak akan bisa melewati musim gugur ini.

A Thousand Days' Promise subtitles in other languages

মন্তব্যসমূহ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left