প্রথম 200টি লাইন।
Aku akan langsung ke kesimpulannya.
Berdasarkan ulasan komprehensif semua dokumen dan kisah kalian
kalian berdua
saat ini dianggap tidak layak
sebagai wali Woo-joo.
Apa maksudmu?
"Tidak layak"?
Kami keluarganya. Bagaimana kami...
Anak itu
mengalami tekanan emosional
karena ketidakhadiran orang tuanya yang tiba-tiba.
Tapi kau selalu bekerja lembur
dan dia punya banyak pengasuh hanya dalam beberapa bulan.
Nona Woo, tidak ada satu pun dalam hidupmu
yang menjadikannya lingkungan yang baik untuk anak itu.
Bukan hanya itu, tapi Pak Sun, kau punya masalah keluarga.
Itu juga faktor besar untuk dipertimbangkan.
Selain itu
aku melihat apa yang terjadi padanya dengan mataku sendiri
jadi, sulit untuk mengatakan
aku yakin kalian berdua layak
sebagai wali Woo-joo.
Kami sungguh melakukan yang terbaik.
Kami akan memastikan
tidak membiarkan apa pun
yang kau sebutkan terjadi lagi.
Bisakah kau mempertimbangkan kembali keputusanmu?
Aku tidak punya keputusan akhir.
Hakim yang memutuskan, di pengadilan.
Tapi...
Itu baru putriku!
Hei, Pasangan Kekasih!
Selamat datang kembali.
Kau bersikap baik, Woo-joo?
Tentu saja. Kami bilang kalian berdua sibuk
dan dia sangat sabar.
Kau mau sikhye?
Bu Park yang membuatnya. Itu tidak terlalu manis, jadi, sempurna.
Kau mau, Woo-joo?
- Kau mau? - Tidak?
- Tidak? - Tidak.
Kalau begitu, Paman akan meminumnya.
Aku akan masuk lebih dahulu.
Ada apa?
Kau tidak enak badan?
Tidak, aku hanya agak lelah.
Aku juga harus membersihkan rumah.
Ya, masuk dan beristirahatlah.
Aku akan membawa Woo-joo nanti.
Baik, terima kasih.
Kalau begitu, sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Apa...
Apa terjadi sesuatu?
Apa terjadi sesuatu di pengadilan?
Itu...
Apa? "Tidak layak"?
Omong kosong apa itu?
Apa? Ini bukan sembarang orang.
Bagaimana bisa kau dan Hyun-jin dianggap tidak layak?
Itu sungguh berlebihan.
Kami hanya perlu membuktikan kami layak lain kali.
Pantas saja Hyun-jin tampak murung.
Ini pasti sangat sulit baginya.
Tapi
aku bisa saja salah
jadi, aku akan melihatnya sendiri.
Aku akan mengunjungi rumahmu, tempat kau tinggal bersama anak itu
dan mengamati beberapa faktor lain untuk dipertimbangkan.
Ya, kami masih punya kesempatan.
Kami hanya perlu menebusnya kali ini lain kali.
Bibi bisa, Woo-joo.
EPISODE 12
Citra berani jelas lebih baik
karena ini untuk media sosial.
Apa FILMPLUTO tidak keberatan
dengan tanggal lebih awal
untuk pemotretan?
Pemotretan?
Perilisan terbaru kita, paket tteokbokki
viral di media sosial sekarang.
Kita harus bekerja lebih keras
selagi sedang sukses.
Kita harus terus berusaha.
Aku juga melihatnya di internet.
Itu benar-benar viral.
Bagaimana kalau tanggal 20?
Itu yang terbaik untuk kita.
Kita juga senggang hari itu.
Kita tak ada pemotretan hari itu, 'kan?
Itu sempurna. Jadi, tanggal 20?
Tanggal 20?
Kurasa tidak ada yang bisa kita lakukan.
Kau harus pergi pemotretan.
Tapi aku juga harus hadir untuk kunjungan rumah.
Tidak, lagi pula, aku libur hari itu.
Kita berdua tidak perlu ada di sana.
Jangan khawatir dan fokuslah pada pemotretan.
Maafkan aku.
Tidak perlu.
Benar juga.
Aku akan menjemput Woo-joo hari ini.
Baiklah.
Kenapa kau tampak murung sekali hari ini?
Aku tidak murung.
Baiklah, tenagamu sudah terisi kembali.
Lihat? Kau sangat cantik saat tersenyum.
Cepat. Seung-taek pasti menunggumu.
Sampai jumpa di rumah.
Dah!
Woo-joo!
Lompat!
Kau harus memakai sepatumu dahulu!
Dia berlari kemari begitu kubilang kau di sini.
Dia sangat menyayangimu.
Kau bisa memberiku sepatunya. Aku akan memakaikannya.
Sampai jumpa.
- Terima kasih! - Sampai jumpa.
Ayo pakai sepatumu.
Benar.
Anak pintar! Kaki satunya.
- Bibi. - Ya?
- Kau sesenang itu bertemu Bibi? - Ya.
Bibi tidak tahu kau akan sangat bahagia.
- Bibi. - Kemarilah!
Bibi harus lebih sering menjemputmu, bukan?
- Ya! - Pegang tangan Bibi.
Ayo.
Kau tidak kedinginan?
Hidungmu berair.
Ayo pakai sweter.
Kau mau berangkat kerja sekarang?
Ya.
Bukankah kunjungan rumah di sore hari?
Kenapa kau sudah gelisah?
Rumah ini sangat bersih. Tidak ada yang perlu dibersihkan.
Aku hanya ingin ini sangat bersih
hingga semua orang akan berpikir ini rumah yang bagus.
Kau yakin akan baik-baik saja sendirian?
Aku akan tetap bersamamu jika bukan karena pemotretan.
Jangan mengkhawatirkan kami dan pergilah.
Aku akan pulang secepat mungkin. Hubungi aku jika terjadi sesuatu.
Sampai jumpa, Woo-joo.
Dah!
Anak pintar!
- Sampai jumpa. - Semoga harimu menyenangkan.
Sampai jumpa!
Aku membuka semua jendela dan masih bau pemutih.
Woo-joo!
Kapan kau melepas kaus kakimu?
Mari kita pakai kembali.
Lari!
Lari!
Lari!
Kau demam.
Bukalah.
Kemarilah, Woo-joo.
Telingamu. Jangan bergerak.
Bibi harus memberimu Ibuprofen.
Aku tidak punya.
Hei, Hyun-jin, ada apa?
Woo-joo tiba-tiba demam.
Kau punya Ibuprofen di rumah?
Tidak, aku kehabisan sekarang.
Apa demamnya parah?
Ini hanya demam ringan.
Mungkin dia terserang flu.
Semua orang terserang flu
karena suhu tiba-tiba turun.
Kau punya obat darurat di rumah?
Lebih baik membawanya ke dokter.
Aku tidak punya waktu untuk itu.
Kunjungan rumahnya hari ini, bukan?
Apa yang harus kita lakukan?
Doo-sik dan Bu Park juga keluar
untuk fisioterapi Bu Park.
Baik, aku akan berusaha semampuku dan mengabarimu.
Baik, terima kasih.
Woo-joo!
Woo-joo!
Kita harus membawanya ke rumah sakit.
Kau membiarkannya terluka kali ini.
Ini tidak seperti yang kau pikirkan.
Mengabaikan juga dianggap kekerasan.
Tidak hadir
saat anak membutuhkan perhatianmu adalah
pengabaian, dan karena itu, kekerasan.
Apa yang terjadi?
Woo-joo!
Tidak, Woo-joo!
Apa yang terjadi?
Kenapa ini kekerasan?
Itu terlalu berlebihan. Apa yang terjadi?
Aku tidak tahu apa yang terjadi
tapi itu bukan kata yang bisa kau ucapkan begitu saja.
Hyun-jin menyiksa Woo-joo?
Tidak mungkin.
Kita lihat saja nanti.
VILA YUSEONG
Baik, aku mengerti.
No comments yet. Be the first to leave one.