প্রথম 200টি লাইন।
Putramu mengutil di tokoku.
Kita tak boleh terus dimanipulasi.
Dia minta apa?
Korban tewas adalah Hideyuki Sakuma, 40 tahun.
Manajer Smile Sakuma di Mitsuba Minami.
Peluru dari jasad korban
ditembakkan dari milik ayah Keisuke.
Ini akan menjadi rahasia kita berempat saja.
Salah satu dari kita membuka kapsul waktu
dan ambil pistol itu.
Aku sampai rumah sebelum pukul 23.00.
Aku buka kapsul waktu,
- tapi pistolnya tak ada. - Kau serius?
Kapsul waktu itu dibuka dua kali.
Kalau yang kau katakan itu benar,
pelakunya bisa Makiko atau Naoto.
Semua akan baik-baik saja, Maki.
Senang bertemu kau. Aku Hiromi.
Kau akan menikahinya?
Tapi memang benar ada hubungan
antara insiden ini dan yang terjadi 23 tahun lalu.
Tolong ke kantor polisi bersamaku,
- Pak Naoto Sakuma. - Apa?
Kau tertangkap kamera CCTV.
Ada kemungkinan kau berada di lokasi pembunuhan.
Keisuke!
Keisuke!
Keisuke!
Nagai,
- ada apa ini? - Pak Tobina.
Kau sedang apa, Bu Nara?
Alibinya tak sesuai.
Pak Sakuma secara sukarela akan ke polsek bersama kami.
Aku
akan ikut juga.
Detektif Tobina, kau hari ini libur.
Kenapa kau kemari?
Mau berkumpul
- dengan teman sekelas untuk diskusi? - Aku libur,
- jadi mau menongkrong. - Oke.
Aku pergi dulu.
Ayo, jalan.
Naoto.
Masaki. Ibu masuk, ya.
Apa mereka tadi polisi?
Ya.
Mereka membawa Pak Naoto?
Mereka hanya mau bicara
soal kakaknya, itu saja.
Bagaimana mereka tahu Naoto di sini?
Apa itu berarti dia sedang diawasi?
- Sepertinya begitu. - Kau tak tahu soal ini, Junichi?
Aku tak diberi tahu karena dekat dengan Naoto.
Tapi benarkah Naoto melakukannya?
Kalau benar, kapan dia menggalinya?
Aku membuka kapsul waktunya sekitar pukul 21.00, hari Jumat.
Pistolnya sudah tak ada, pasti sudah diambil sebelumnya.
Kau yakin Naoto melakukan itu?
Kalau bukan dia,
kenapa dia repot-repot memberikan alibi palsu?
Apa mungkin karena wanita?
Apa?
Mungkin dia diam-diam mengencani seseorang yang bermasalah
dan mau sembunyikan fakta mereka berkencan.
Sepertinya bukan itu.
Karena dia selalu mencintai Makiko.
Kurasa dia selalu suka pada Makiko.
Kenapa kau tak melawan mereka?
Ini konyol sekali.
Kau tak bertindak apa pun?
- Ayolah, Naoto. - Ada apa?
Yanagihara dan teman-temannya menyembunyikan sepatu Naoto.
Mereka sudah kelas enam, tapi masih saja berbuat begitu?
Mereka kekanak-kanakan.
Ayo, pulang pakai sepatu dalam ruangan.
Apa?
Apa maksudmu?
Junichi, Keisuke, ambil kembali sepatunya.
Tidak usah.
Kalian bisa ambil kembali, 'kan?
Ya, Bu.
- Baiklah, ayo. - Lewat sini.
- Cepat. - Ya.
Baiklah.
Ambil kembali!
Lewat mana?
Belok kanan.
Hei.
- Ada apa? - Lupakan saja.
Jangan begitu. Ada apa?
Beri tahu aku apa pun yang kau tahu.
Saat Hideyuki Sakuma menghubungi Makiko soal insiden Masaki mengutil,
dia mencoba hubungi Naoto untuk minta saran,
dia kirim pesan teks dan suara.
Naoto meninggalkan ponselnya di Jepang saat bisnis ke luar negeri,
dia pasti baru tahu
soal mengutil setelah pulang.
Menurutmu, dia ke tempat kakaknya untuk membahas itu?
- Lewat sini. - Maaf,
kita perlu bicara.
MAKIKO IWAMOTO
Masaki mengutil di pasaraya milik kakakmu.
Maki, maaf tak membalas pesan dan teleponmu.
Ponselku tertinggal saat pergi perjalanan bisnis.
Maaf mengganggu saat kau sibuk.
Tidak, aku juga minta maaf
karena kakakku merepotkanmu.
Apa yang terjadi?
Kami memberikan uangnya kemarin.
Apa? Berapa banyak?
Tiga ratus ribu yen.
Aku sungguh minta maaf.
Aku akan bicara pada kakakku.
Oke.
Terima kasih.
Naoto…
Semua akan beres.
Oke.
Kalau Naoto memakai pistol itu,
dia pasti ditanya asalnya, 'kan?
Dari sifatnya…
Dia tak akan bicara soal pistol ataupun kapsul waktu itu.
Meski begitu, Bu Nara pasti tetap mengungkap kebenarannya.
Junichi,
kau tak apa-apa, 'kan?
Apa maksudmu?
Kau seorang detektif,
tapi tak melapor polisi soal pistol itu
dan membocorkan info pada kami.
Ini bukan waktunya tertawa.
Kalau ketahuan, kau bisa kehilangan lencana atau dapat sanksi, 'kan?
Jangan khawatirkan aku.
Lagi pula, terlambat untuk mundur.
Aku ke polsek dulu.
Aku
akan menemani Makiko.
Istrimu tak apa-apa?
Dia tahu aku menginap di Mitsuba.
Junichi akan ke polsek.
Dah.
Kau tak apa-apa? Istirahatlah.
Ya.
Kau merasa bersalah karena beri tahu Naoto soal mengutil?
Naoto.
Dia tetap bungkam?
Dia ke sini secara sukarela,
kalau dia tetap bungkam, kita harus segera melepaskannya.
Pak Sakuma,
apa kau lapar?
Mau makan camilan malam bersamaku?
Ya,
aku bertanya apa kau mau makan karena aku lapar.
Atau kau mau pergi?
Karena kau pun boleh pergi.
Untuk camilan malamnya, kami punya mi instan.
Ada rasa miso,
kecap, asin, dan kari.
Aku urutkan sesuai seleraku.
Perlu kuulangi?
Miso,
kecap,
asin…
Aku yang melakukannya.
Aku membunuh kakakku.
Halo.
Main mahyongnya lama sekali.
Maaf tak mengabarimu.
- Aku di polsek. - Syukurlah kalau begitu.
Kenapa syukurlah?
Aku senang
kau tak terkapar mati di jalanan.
Kenapa aku harus mati?
Orang sehat pun bisa saja tiba-tiba pingsan.
Kurasa begitu.
Apa kau berpikir begitu karena kau perawat?
Lebih karena
kau seorang detektif.
Tidak ada yang tahu kapan kau akan terlibat bahaya.
Akan kutelepon kalau tak pulang.
Ya. Untuk pastikan kau masih hidup.
Ya.
- Bekerjalah yang giat. - Ya. Dah.
Detektif Tobina.
Pak Naoto Sakuma baru saja mengakui kejahatannya.
Dia akan menginap di sini, kami akan memeriksanya besok pagi.
Karena kau teman sekelasnya,
kau dilarang ikut serta pada pemeriksaan.
Kau tak bisa tidur?
Kau membuatku kaget.
Tentu saja kau tak bisa tidur, 'kan?
Teman sekelasmu baru saja mengaku sudah membunuh.
Kapan dan dari mana dia dapatkan pistol
untuk menembak Hideyuki Sakuma
dan di mana dia menyimpannya?
Mustahil dia mengambilnya saat menemukan jasad
Polisi Kiyohara
23 tahun yang lalu, 'kan?
Kalau itu yang terjadi, kau pasti sudah tahu.
Kau dengar aku?
Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.