প্রথম 200টি লাইন।
Drama ini fiksi.
Anak dan hewan direkam dengan aman.
Siapa kau, bajingan sialan?
Tidak.
Aku tak tertarik dengan identitasmu.
Aku juga takkan mencari tahu.
Serahkan mobil yang kau kendarai sekarang.
Aku akan menangkapmu sebelum malam ini usai.
Saat itu, terlambat.
SENANG! GANGWON
EPISODE 1 TARUHAN
Apa Kapten ada di rumah?
Dia sedang menerbangkan rute luar negeri.
Begitu rupanya.
Ini bukan hanya satu atau dua bulan.
Sudah lebih dari tiga bulan uang sewanya belum dibayar.
Jika dia sedang kesulitan,
setidaknya dia bisa bilang.
Dia tak mengangkat telepon, tak membalas pesan.
Tak ada masalah di antara kalian berdua, kan?
Seharusnya aku tak mengatakannya kepadamu,
tapi karena dia tak ada di sini, bisa kau sampaikan perkataanku?
Kesabaranku sudah habis.
Tolong beri tahu dia.
MENGHUBUNGKAN DOKYUNG
Panggilan tidak tersambung.
Silakan tinggalkan pesan setelah bunyi bip.
DOKYUNG
KAU DATANG HARI INI, KAN?
PEMILIK RUMAH DATANG MENANYAKAN UANG SEWA
KAU DATANG HARI INI, KAN?
HATI-HATI DI JALAN
SAMPAI JUMPA
KAMIS, 3 SEPTEMBER 2026 TIBA PUKUL 15.00, A404.
Maaf, tapi pembayarannya tidak berhasil.
Tidak mungkin.
Bisa coba sekali lagi?
Masih tidak berhasil.
Berapa jumlahnya tadi?
Selamat datang.
Silakan tekan nomor transaksi yang dipilih…
Silakan tekan jumlah yang ingin ditarik.
SALDO REKENING TIDAK CUKUP
0 WON
Silakan ambil kartu Anda.
Masukkan kartu atau buku tabungan Anda.
KAU DATANG HARI INI, KAN?
HATI-HATI DI JALAN
SAMPAI JUMPA
Sampai jumpa.
Aku mencintaimu.
Aku juga mencintaimu.
Bandara Internasional Yangpo.
Kedatangan Internasional.
A404 THAILAND/SUVARNABHUMI 15.00 TIBA
Boleh aku bertanya?
Orang ini bekerja di sini. Kau kenal dia?
BEA CUKAI YANGPO
PERINGATAN SINAR-X
Menurunkan kargo di sabuk nomor 2.
Nomor berapa itu?
Benar juga!
Kau libur akhir pekan ini?
Ayo pergi bersama kami ke Sokcho.
Kudengar kelab baru buka di sana.
Aku ada beberapa urusan di rumah.
Urusan apa?
Jangan berdiam di bandara ini saja,
- ayo keluar dan melepaskan penat. - Ya.
Maaf.
Lain kali saja.
Dia selalu susah diajak, ya?
Kalian buang waktu di sini?
Beraninya meninggalkan aku.
Ketua Tim, ke mana kami akan pergi tanpamu?
- Ya. - Kita mau ke mana?
- Kelab. Akan kami hancurkan. - Kelab!
- Mereka tamat! - Heeju.
Temui aku sebelum kau pulang.
Baiklah.
Tadi,
seseorang yang mengaku sebagai pamanmu datang,
bawa foto lama dirimu berseragam sekolah
dan mencarimu.
Kenalannya melihatmu bekerja di sini memakai seragam keamanan.
Jadi, kau bilang apa kepadanya?
Tak ada orang seperti itu.
Jika kau tak beri tahu dia, pasti ada alasannya.
Dia benar-benar pamanmu?
Bukan.
Sudah kuduga.
Aku tidak suka…
Penampilannya.
Siapa dia?
Apa kau pinjam uang dari rentenir?
Tidak. Bukan seperti itu.
Ceritakan kepadaku.
Dengan begitu, aku bisa bantu jika perlu.
Kau jarang bercerita soal dirimu.
Maaf.
Andai…
Orang itu datang lagi,
bilang aku tak bekerja di sini.
Baiklah.
Kau juga, jangan sampai bertemu dengannya.
Selain itu…
Jika kau tak melakukan kesalahan, jangan lari.
Sekali kau lari dari orang seperti itu,
kau akan lari seumur hidupmu.
Baik.
Terima kasih, Ketua Tim Cha.
Serius, kalian berlebihan.
Jauh-jauh datang ke sini hanya untuk ini?
Kami tak bisa menghubungimu.
Kapan aku pernah gagal membayar Geumseong?
Kudengar sudah setahun.
Kita bicarakan nanti di Jeongsan.
Jika kita ke Jeongsan seperti ini sekarang,
anak buah kami bisa ambil semua bagian dirimu, Kapten.
Jadi… kau sehat, kan?
Apa?
Aku cuma bercanda.
Untuk apa kami menyakitimu?
Kita masih harus bekerja sama untuk waktu yang sangat lama.
Ada apa lagi kali ini?
Sebelum bicara bisnis,
kami perlu memeriksa jaminanmu dahulu.
Di mana kau, Dokyung?
Aku masih di Bangkok.
Apa? Kenapa kau masih…
Kita bicara nanti saja.
Di mana kau sekarang? Sudah tiba di rumah?
Ya, aku baru tiba…
Pergi dari rumah sekarang.
Ada apa? Kenapa?
Tak ada waktu lagi.
Keluar sekarang.
Ambil pakaianmu, foto, semuanya. Pergi dan tinggal di tempat lain.
Beberapa orang menuju ke sana sekarang.
Mereka tak boleh menemukanmu.
Beberapa orang? Siapa?
Kubilang tak ada waktu, cepatlah.
Telepon aku lagi nanti.
Hei, ada apa ini?
Halo?
Foto.
Paspor.
Sudah.
Apa ini?
Kukira rumah ini kosong.
Sial.
Halo.
Ada orang di rumah?
- Cepat periksa. - Apa ini?
Periksa balkon.
Sial.
Tak ada apa pun.
Sudah periksa di dalam?
Sial, apa-apaan… Sial.
Cari lagi.
Ayo, periksa yang benar.
- Aku harus cari apa? - Cari lebih teliti, dasar bodoh.
Heeju, di mana kau? Kau selamat?
Aku ada di bus.
Sebenarnya ada apa?
Siapa orang-orang itu?
Bukan masalah besar. Jangan khawatir.
Kenapa bilang begitu saat orang-orang aneh masuk ke rumah kita?
Katakan, sebenarnya ada apa?
Kubilang tak ada apa-apa.
Tak ada apa-apa. Jangan khawatir.
Kartu kredit kita dibekukan, dan kita menunggak sewa tiga bulan.
Pemilik rumah juga datang tadi pagi.
Apa kau masih pergi ke kasino?
Apa kau meminjam uang dari rentenir?
Aku ke sana sekali tahun lalu dan…
Berapa jumlahnya?
Aku punya sedikit tabungan.
Tidak banyak.
Semuanya sudah aku lunasi.
Lalu kenapa orang-orang itu…
Maksudku, karena aku baru saja melunasinya.
Jadi, aku bisa kembali ke apartemen?
Tidak, tidurlah di hotel hari ini.
Aku akan pulang besok.
Seharusnya aku pulang hari ini,
tapi ada masalah yang rumit di sini.
Ada seorang ketua yang aku kenal di Kamboja.
Dia orang Korea.
Salah seorang karyawannya meninggal karena kecelakaan.
Jadi, jenazahnya harus dipulangkan ke Korea besok.
Tapi proses transportasinya agak rumit,
jadi, dia menghubungiku secara mendesak.
Baiklah.
Yakin semuanya baik-baik saja, kan?
Kita akan aman, kan?
Ya, takkan terjadi apa-apa.
Percayalah kepadaku.
Omong-omong, Heeju.
Aku mau minta tolong.
No comments yet. Be the first to leave one.