প্রথম 200টি লাইন।
Rasanya aneh sekali akan pergi.
Kopral Joo Sang-uk, kau harus menghubungi kami nanti.
Memangnya aku pergi jauh? Kita akan sering bertemu.
Jangan abaikan aku dan menganggapku paman, Berandal.
Paman?
- Barak Satu, istirahat! - Hormat!
Ya, aku tahu. Apa semua barang sudah dibereskan?
- Ya, sudah. - Sudah.
- Truk transportasi sudah tiba, ayo. - Baik.
Apa Sersan Yoon Dong-hyun dan Seong-jae baik-baik saja?
Aku tidak tahu soal Sersan Yoon Dong-hyun
tapi Seong-jae pasti baik-baik saja, bukan?
Benar, kan? Dia pasti baik-baik saja.
- Ayo pergi. - Ayo pergi.
BARAK SATU KANG SEONG-JAE
BARAK SATU
MAKANAN YANG MENGENYANGKAN ADALAH AWAL PERSAHABATAN
SINYAL LIMBAH MAKANAN
Lalu, Batalion Satu, Kompi Empat, Pos Jaga Ganglim
juga juara pertama. Selamat.
Apa? Ada apa?
Kita menang! Berhasil!
Berhasil!
PENUTUPAN POS JAGA GANGLIM
Aku juara pertama, tapi kenapa Misinya tidak tercapai?
Ini adalah momen yang sangat sulit untuk dinilai.
Masakan kedua tim sama-sama luar biasa
dan walau Ruang Makan Perwira mendapat skor lebih tinggi
karena lebih sesuai untuk konsumsi militer.
Pos Jaga Ganglim menerima poin tambahan
sehingga skor kedua tim seri.
Oleh karena itu, setelah berdiskusi dengan juri
kami memutuskan mengadakan pertarungan satu lawan satu
untuk menentukan pemenangnya.
Prajurit, kau gagal mencapai Misi.
Semua keahlian dan resep akan hilang.
Jalan Koki berakhir.
Karena kita seri, sepertinya akan ada satu babak lagi.
Apa masalahnya? Siapa kita ini?
- Bukankah kita Ganglim? - Pos Jaga Ganglim!
Ayo kita menangkan ini!
- Kau tak apa-apa? - Ya, aku tak apa-apa.
- Tidak ada yang terluka, kan? - Ya.
Baik, pertarungan kali ini bukan pertarungan tim
tapi pertandingan satu lawan satu.
Apa?
Satu prajurit perwakilan dari setiap tim
harus menyelesaikan masakan dalam waktu 50 menit.
Perwakilan?
- Kang Seong-jae, bersiap. Semangat! - Ayo pastikan kita menang kali ini.
- Prajurit perwakilan. - Tunjukkan kemampuanmu.
Silakan maju.
Ayo, jalanlah dengan gagah!
EPISODE TERAKHIR
Tamtama Kang Seong-jae.
Tadi hasilnya seri secara dramatis, kini bagaimana perasaanmu?
BERDASARKAN SERIAL WEBTUN KARYA ROBIN J. JINSU LEE
Tamtama Kang Seong-jae?
Hei, kenapa dia begitu?
Betul sekali. Tiba-tiba dia melamun.
Tamtama Kang Seong-jae.
- Tamtama Kang Seong-jae. - Bagaimana perasaanmu sekarang?
Itu...
Begini...
Aku harus berpikir lagi apa yang sebaiknya kumasak.
Ya, baiklah.
- Kopral Lee Ho-young. - Kopral Lee Ho-young.
Apa kau sudah menduga akan ada pertandingan ulang?
Karena ada kesalahan kecil
sepertinya aku tidak bisa menunjukkan seratus persen kemampuanku.
Di pertandingan individu ini, aku akan lebih fokus
dan memastikan aku bisa menang.
Rupanya sang juara bertahan merasa sangat kecewa.
Baiklah, aku akan mengumumkan misi pertandingan ulang.
Misi kali ini adalah
mengembangkan menu makanan spesial yang baru.
Kali ini tidak ada batasan biaya, kalian hanya perlu
menyajikan satu set hidangan yang istimewa.
Aku tak sabar melihat masakan luar biasa apa yang akan muncul.
Kalau begitu, setelah waktu persiapan singkat
kita akan langsung memulai pertandingannya.
Setiap hari aku mengikuti jendela status
menyelesaikan Misi dan mengumpulkan Poin Pengalaman
dan sambil menaikkan Level
untuk pertama kalinya, aku yakin bisa mencapai sesuatu.
Tumis daging sapi untuk sup bersama minyak wijen.
Gunakan cuka untuk menghilangkan bau beras lama.
Tuangkan air untuk menurunkan kadar garam.
Jika menambahkan cabai Cheongyang, pedasnya menonjol.
Saat menggunakan barang Pisau Mawar
tingkat memasak akan naik setengah bintang.
Daging perut babi panggang yang matang sempurna, bintang tiga.
Aku bisa apa tanpa jendela status?
Entah itu memasak atau menjaga pos jaga
aku yang sekarang tidak bisa melakukan apa pun.
Seong-jae, kau baik-baik saja? Kenapa kau tiba-tiba begitu?
- Aku tidak apa-apa. - Ayolah.
Seri untuk juara pertama itu sudah sangat bagus.
Kita sudah melakukan yang terbaik, bukan?
Namun
sekarang sepertinya semua sudah tidak ada artinya lagi.
Hei, Kang Seong-jae.
Apa semuanya sudah berakhir? Belum, bukan?
- Lakukan saja lagi. - Benar. Mari susun ulang menunya.
Karena ini hidangan spesial, bagaimana kalau samgyetang?
Ide bagus. Bagaimana dengan nasi belut?
Dengan aroma bakaran yang kuat.
Aroma bakaran enak. Bagaimana dengan ayam aroma bakaran yang kau buat?
Kang Seong-jae. Ada yang ingin kau lakukan?
Aku hanya ingin
- melakukannya dengan baik. - Apa?
Kau sudah melakukannya dengan baik. Kenapa tiba-tiba...
Kau kenapa?
Sebentar lagi, babak kedua untuk menentukan tim pemenang akan dimulai.
Para tim peserta diharapkan datang ke lokasi acara.
Kang Seong-jae.
Jangan terikat pada hasil.
Untuk babak terakhir ini, pastikan kau tidak menyesal.
Kuharap kau membuat masakan yang ingin kau buat.
Lalu, percayalah pada dirimu sendiri. Semuanya akan baik-baik saja.
Berbagai bahan makanan telah disiapkan di depan sini.
Pilihlah dari bahan makanan yang ada di sini
dan sajikan hidangan spesial.
Sekarang, pertarungan penentuan juara terakhir akan dimulai.
- Kang Seong-jae, semangat! - Seong-jae, kami di sini bersamamu.
Aku tidak bisa melihat apa pun.
Aku bingung harus memasak apa.
Bisakah aku memasak tanpa jendela status?
KOMPETISI MEMASAK RUANG MAKAN MILITER DIVISI 29
Dia hanya akan melihat bahan-bahan seharian?
- Apa yang dia lakukan? - Waktu sudah berlalu banyak.
Tampaknya Kopral Lee Ho-young sudah selesai bersiap untuk memasak.
- Bawang bombai kelas A dari Muan. - Permukaan berkilau, berat
dan aroma tajam yang langsung tercium.
Hal-hal yang setiap hari kurasakan dengan pancaindra.
Walau jendela status telah hilang
mungkin aku memang sudah tahu.
Aroma manis yang segar, kekenyalan yang pas
kulit berwarna keemasan.
Ini dia.
Jika menekannya dengan kuat seperti ini
lihat dagingnya langsung kembali?
Ini bukti daging segar.
- Daging babi domestik kelas S. - Coba dekatkan hidungmu
lalu cium aromanya.
Tidak ada bau amis, yang tercium adalah aroma gurih.
TELUR DOMESTIK KELAS C
Telur domestik kelas C.
Apa yang kau lakukan?
Sepertinya telurnya kurang bagus, jadi aku coba mengguncangnya
dan sepertinya terdengar suara kocokan.
Yang aku butuhkan bukanlah resep yang hebat.
Masakan apa yang paling ingin aku cicipi sekarang?
Pisau yang kupegang setiap hari terasa asing.
Terasa sangat berat dan bilahnya terasa tumpul.
Sangat berbeda dari beberapa menit yang lalu.
Apa yang dia lakukan?
Tidak ada panduan.
Baik garis putus-putus maupun penanda sudut
tidak ada satu pun yang terlihat olehku.
Keahlian pisau Kopral Lee Ho-young mengerikan.
Lihatlah kecepatannya.
Cepat. Sangat cepat. Sangat akurat.
Kopral Lee Ho-young, sepertinya kau boleh bersantai.
Sepertinya kau akan tetap menang walau hanya menggunakan tangan kiri.
Kang Seong-jae! Jangan takut, lakukan seperti biasa!
- Memasak itu butuh ketulusan! - Mereka tak setara.
- Ayo, Ganglim! - Ayo!
Seperti biasa.
Dengan tenang.
- Kang Seong-jae tidak beruntung. - Benar.
Sekarang bahkan kau pun tidak mau membantuku.
MAKANAN YANG MENGENYANGKAN ADALAH AWAL DARI PERSAHABATAN
Misi harian telah tercapai.
Keahlian mengiris telah meningkat.
Irisan-irisan yang telah kubuat berkali-kali sampai sekarang.
Aku harus mengingat kembali sensasi itu.
Ayo!
Baik, tersisa 30 menit lagi.
Meskipun bukan pisau mawar yang biasa dia gunakan
sepertinya dia melakukannya dengan baik.
Hanya orang tidak becus yang menyalahkan perlengkapan.
Seperti aku. Semangat!
- Tiga puluh menit sudah cukup. - Tentu saja cukup.
Aku masak nasi setiap hari
tapi sekarang aku meragukan hal-hal terkecil.
Memasak nasi yang lezat
adalah hal yang paling sulit.
Aku baru menyadarinya sekarang.
Ayah.
Seong-jae, kau tahu kenapa nasi itu penting?
Tidak.
Itu karena nasi bisa melengkapi semua lauk pauk.
Sekalipun lauknya lezat, rasanya hampa jika tanpa nasi, bukan?
Kau tidak boleh mencuci beras terlalu keras seperti itu.
Nanti berasnya rusak.
Seperti ini.
Perlahan, biarkan mengalir di antara sela-sela jari.
Biarkan mengalir di antara sela-sela jari. Seperti ini.
Coba lakukan.
No comments yet. Be the first to leave one.