প্রথম 200টি লাইন।
FILING FOR LOVE
MELAPORKAN BU JOO IN-A
Joo In-a
berselingkuh?
KEPALA AUDIT JOO IN-A.
Bisa dengarkan aku dulu?
Ini kesalahpahaman, Bu Joo.
Aku sudah menolak, tapi pemasok bilang
itu sudah biasa.
Bu Joo... Ayolah, Bu Joo.
Tolong dengarkan aku.
Maafkan aku sekali ini saja.
Anak-anakku masih kecil
istriku juga berhenti bekerja untuk mengurus anak.
Hanya aku harapan mereka.
Kumohon, sekali ini saja.
Seharusnya kau memikirkan istri dan anak-anakmu sebelum terima suap.
Jangan pakai mereka sebagai alasan sentimental.
Apa katamu?
Hei, kau.
Tahu batasmu.
Tikus yang terpojok bisa menggigit kucing.
Sial!
Kalian lihat apa?
Kalian tidak berharap aku ditampar, 'kan?
Dia orang aneh.
Joo In-a tak mungkin berselingkuh.
- Itu tidak mungkin. - Pak Noh.
Ya?
Kukira kau ingin bicara denganku.
Begini...
Baiklah, untuk saat ini...
Mari mundur secara strategis sampai aku memahami situasinya.
Aku ingin minta maaf.
Aku tidak sopan di karaoke kemarin.
Aku sungguh minta maaf, Bu Joo.
Aku mengerti.
Aku agak tidak acuh dan tidak peka.
Aku memberi orang sepertimu tugas yang sangat terbatas.
Kau pasti merasa frustrasi.
Itu...
Baiklah.
Aku akan memberimu lebih banyak pekerjaan.
Baik.
Tunggu, Pak Noh.
Kenapa kau melakukan ini?
Astaga.
Kenapa kau harus mendatanginya dan...
Kenapa kau melawannya?
Kau harus berhati-hati.
Melihat caranya menangani Pak Seo
menyadarkanku kenapa dia dipanggil "JJCC".
"Jahili Joo, Celaka Cepat."
Ejaannya JJCC.
JAHILI JOO, CELAKA CEPAT
Astaga, memikirkannya saja...
Pak Noh.
Kutaruh di sini, ya.
Sekalian saja.
Kau tahu aku mendukungmu, 'kan?
Tetap semangat.
Astaga.
Astaga.
Apa-apaan ini?
Sial.
JJCC apanya?
Dia hanya pegawai seperti yang lain.
MELAPORKAN BU JOO IN-A
BU JOO IN-A TERLIBAT
DALAM HUBUNGAN TIDAK PANTAS DI TEMPAT KERJA
Ya.
Jika laporan itu ternyata benar
artinya aku punya yang kubutuhkan untuk menjatuhkan Joo In-a.
Mungkin ini
kesempatanku.
Baiklah, Joo In-a.
Aku akan melawanmu.
Mari kita lihat siapa yang berakhir nahas.
A WOMAN WITH A TWIST
Tempat kerja adalah medan perang.
Setiap hari, kita berjuang keras untuk bertahan dan menang.
Aturan dasar perang adalah KKL.
Kenali kawan atau lawan.
Namun...
Selamat pagi.
Bu, kau mewarnai rambutmu.
Kau tampak 20 tahun lebih muda.
Halo.
Sang-hyeon, kau terlalu banyak minum. Kendalikan diri atau kau akan sakit.
Mengenali kawan atau lawan di kantor
sama sekali tidak mudah.
Beberapa lawan terlihat seperti kawan.
Aku jarang melihatmu.
Ayo buat janji temu segera.
Timmu dan timku bisa bertukar informasi.
Ya, tentu. Itu bagus.
Mari bertemu untuk minum lain kali.
Ide bagus.
Ya, jaga dirimu.
- Astaga. - Kawan hari ini
bisa menjadi lawan besok.
Kenapa kau mendorong ini sendirian?
Kau sudah datang?
Aku melakukan ini setiap hari.
Tetap saja.
Hati-hati. Punggungmu bisa cedera.
Jangan mengkhawatirkan punggungku.
Mendorong troli ini butuh trik, bukan kekuatan.
- Lakukan ini. - Astaga.
Itu sungguh ilmiah.
Senang ada yang membantu.
KETUA TIM MOO KWANG-IL
Tapi ada satu hal yang pasti.
Saat kau mengenali lawan
mereka akan menjadi seperti itu.
Mulai sekarang
aku akan mengasah pedangku diam-diam
untuk musuh bebuyutanku.
TANPA NAMA
Dan merencanakan serangan telak kepada Joo In-a.
Bu Joo In-a.
Kau minta dikecualikan dari rapat staf eksekutif.
Ya, Tim Audit Haemu hanyalah tim audit di atas kertas.
Tugas kami tidak independen.
Kita harus memperbarui rantai komando.
Kami sepenuhnya di bawah kendali manajemen untuk saat ini.
Mendengarnya agak membuat sakit hati.
Aku tidak bisa menyetujui permintaanmu.
Aku ingin kau berada
di bawah kendaliku.
Tolong pertimbangkan kembali permintaanku.
Ada banyak pekerjaan yang harus kuselesaikan.
Aku permisi.
Dia independen sebagaimana mestinya.
Selanjutnya, HR?
Begini...
Presdir Jeon ingin mengembalikan.
Direktur Pelaksana Jeon Sung-yeol ke kantor pusat.
Dia meneleponku pagi ini.
Ya, aku tahu itu.
Benar, 'kan?
Sudah kuduga kau pasti tahu situasinya.
Kau wakil presdir.
Kau seharusnya tetap memberitahuku sebelum membahas ini di rapat.
Ini masalah sensitif.
Maaf. Aku ceroboh.
Sejujurnya, secara pribadi
menurutku risiko mengembalikan Direktur Pelaksana Jeon
tepat setelah masa percobaannya selesai
agak mencemaskan.
Apa itu Presdir?
PRESDIR JEON
Halo, Ayah. Ini Jae-yeol.
Aku menelepon orang yang salah?
Maaf. Kami sedang rapat, jadi, aku menjawab teleponnya.
Tanda tangani formulirnya.
Masalahnya...
HR menyampaikan kekhawatiran mereka.
Ini masih terlalu dini.
Beberapa orang akan mengkritik kita karena berpura-pura...
Kau tidak lihat saham Haemu Construction?
Kau harus akui apa yang harus diakui.
Jangan sampai aku mengulangnya.
GRUP HAEMU
Terima kasih sudah bekerja keras hari ini. Sampai besok.
- Sampai jumpa. - Jaga dirimu.
Siapa yang mau makan malam denganku?
Istriku ingin aku makan di luar.
Tidak ada?
- Sampai jumpa besok. - Ya, sampai jumpa.
- Sampai jumpa. - Tidak ada siapa pun.
Kalian semua sedang berdiet?
Ya, tentu. Baik.
MEREKAM, JANGAN SENTUH
Proyek Tanpa Nama, mengikuti target.
Apa dia akan langsung pulang?
Satu kimbap segitiga, sekaleng bir
dan satu dus obat pencernaan?
Astaga.
Siapa kau, Pak?
Kau penguntit? Pengemis?
Kau sudah mendengar beritanya?
Adik tiri Wakil Presdir, Direktur Pelaksana Jeon Sung-yeol
akan kembali ke sini.
Konon Presdir lebih menyukainya daripada Wakil Presdir.
Apa karena dia putra istri yang sekarang?
Ini rahasia besar.
Ibu kandung Wakil Presdir.
Bisa dibilang dia diusir karena penyakit mental.
Mereka menyebutnya aib keluarga.
Bahkan ada pembicaraan bahwa mereka pikir itu menurun.
- Kalau begitu, Wakil Presdir... - Ayolah.
Bukankah kalian terlalu muda untuk berprasangka seperti itu?
Jika Direktur Jeon kembali
kita hanya perlu memutuskan akan memihak siapa.
Bukankah lebih baik
memihak direktur pelaksana?
Wakil Presdir saat ini hanya berkuasa secara gelar.
Dia tidak punya saham di Haemu.
Hei.
No comments yet. Be the first to leave one.