প্রথম 200টি লাইন।
"CERMIN HITAM" Season 02 - Episode 01
Ash..
Ash!
Bisa kaupegang ini?
Kutambahkan ingus di minumanmu, OK?
Ya...
Apa?
Telapak tanganku kepanasan.
Maaf.
Taruh di Glove Box!.
# I don't want nobody, baby
# If I can't have you
# If I can't have you # I don't want nobody, baby
# If I can't have you
Oh, tidak, jangan lagi. Aku tak suka musik disco.
Lalu apa yang baru kita dengarkan?
Terkecuali Bee Gees. Semua orang suka lagu Bee Gees.
- Kau tak suka! - Aku suka.
Sudah 10 tahun, kau tak mendengarkannya.
Kau pernah memutar lagu pakai Headphone?
Lalu apa lagu Bee Gees favoritmu?
"How Deep Is Your Love"
Kau tak mungkin suka lagu "How Deep Is Your Love"
Lagu itu sempurna, tanpa cacat.
Itu bukan kamu banget.
Kau gila!.
Kutabrakkan mobilnya. Akan kulakukan.
Aku akan menabrakan mobilnya!
"Kembalilah"
Disinkronisasi Ulang kembali oleh -3500-
Di Glove Box.
Masak sup, ya?
Ya, boleh.
Tomat biasa atau tomat panggang?
Yang kedua.
Cuma ada satu mangkok. Kau ingin makan pakai sepatumu?
Mm-hm.
Untuk apa itu tadi?
Mengecek apa kau masih kuat.
Kau larut di sana.
Barang itu mencuri perhatianmu. Apa yang kau lakukan?
Cuma berbagi.
Kupikir orang akan menganggapnya lucu.
Ini tak lucu. Ini foto yang manis.
Percayalah, saat itu tidak lucu.
Kami pergi ke taman safari.
Tamasya keluarga setelah Jack meninggal.
Banyak monyet mengelilingi mobilnya, namun tak ada orang yang bicara.
Ibuku yang menyetir pulang, itu perdana baginya.
Saat aku turun ke lantai bawah, di pagi setelahnya...
...seluruh foto Jack hilang dari dinding di sana.
Ibuku menaruhnya di atap.
Itulah cara Ibu menanganinya.
Dan saat Ayah meninggal, "Taruh fotonya di atas!".
Ibuku hanya menyisakan satu di sini.
Anak satu-satunya, yang memberinya senyuman palsu.
Tapi Ibumu tak tahu itu palsu.
Mungkin itu bisa jadi malapetaka.
Maaf.
Tak apa-apa.
Kau ingin aku...?
Tidak, tak apa-apa.
Aku tak keberatan.
Aku kelelahan... Jadi..
Jangan khawatir.
Kau yakin?
Aku yakin.
Aku mencintaimu.
Aku juga.
Berpakaianlah!.
Kau ingin kita pulang jam dua?.
Atau kauingin kita pulang larut?.
Ada pekerjaan baru.
Harus selesai hari ini.
Baiklah.
Melengkapi halaman.
Tak apa-apa.
Aku akan mengemudi sepanjang jalan, sendirian.
Membuka pintu mobil, sendirian.
Lalu pulang, sendirian.
Aku makan siang, sendirian.
Oh, sudahlah, kau menghancurkan hatiku.
Sampai nanti.
Hai, ini Ash. Aku sedang sibuk atau malas menjawab.
Jadi tinggalkan saja pesanmu.
Anda punya nomer pelanggan?
Aku tak tahu. Aku hanya...
Siapa namanya?
Starmer. Ash Starmer.
OK, tunggu sebentar.
Dia belum pulang.
Dia akan pulang jam dua, jadi...
Kantornya sudah tutup, tapi dia tak menghubungiku.
Dia bahkan tak mengirimiku SMS.
Mungkin baterainya habis.
Dia akan pulang. Dia hanya...
Aku takut telah terjadi sesuatu padanya.
Tak ada yang perlu ditakutkan.
Tapi bisa jadi dia sedang kenapa-kenapa.
Tidak, dengar sayang, takkan ada yang terjadi.
Tenangkan dirimu!.
Berpikirlah positif!.
Mungkin saja dia sedang mampir.
Ini tak nyata, kan?
Saat Mark bangun, aku duduk berpikir. Ini tak nyata.
Orang-orang tak percaya. Mereka berkata, ini tak mungkin.
Ini seperti kau berjalan di ruang hampa dan tak ada orang yang dapat...
Sarah.
Aku dapat membantumu dengan sesuatu.
Dan itu telah membantuku.
"Sesuatu" itu dapat membuatmu ngobrol dengan Ash.
Aku tahu dia sudah meninggal, tapi "sesuatu" itu merepresentasikan Ash.
Jangan khawatir, ini bukan praktek spiritual sesat.
Mudah digunakan dan sempurna.
Kumohon, diamlah!.
Maksudku, ini masih versi "beta", tapi dapat mengundang.
Kumohon, diamlah!.
Kau tak harus melakukan apa-apa, Aku hanya akan mendaftarkanmu.
Diam...!!
Kau baik-baik saja?
Aku minta maaf.
Aku tak peduli apa itu. Aku tak menginginkannya!
Tak sopan memakai namanya!.
Namanya! Astaga!
Menyakitkan, kau tahu. Itu menyakitkan
Itulah mengapa aku mendaftarkanmu.
Apa itu? Untuk apa?
Klik saja link-nya dan kau dapat ngobrol.
Ngobrol?
Ketik saja pesanmu, seperti e-mail.
Dan dia akan menjawabmu, persis seperti yang Ash mau.
Dia sudah mati.
Itu software yang dapat menirukan Ash.
Kau bisa memberinya nama.
Bacalah kembali apa yang pernah Ash tulis di saat online.
Status Facebook-nya, kicauan Tweeter-nya, dll.
Aku telah memberinya nama "Ash". Dan sistem tak dapat mengubahnya.'
Software itu sangat cerdas.
Ini menjengkelkan. Membuatku muak!
Coba sapalah dia!.
Jika kau suka...
...berilah dia akses ke e-mailmu.
Semakin dia tahu, dia akan semakin nyata.
Takkan pernah nyata.
Memang, tapi dapat membantu.
Dengar, Nay. Ini aku. Hai.
Aku ingin bicara padamu.
Bisakah kauhubungi aku secepatnya?
Maaf. Aku baru sempat baca pesanmu.
Ada apa? Apa yang terjadi?
Mar?
Mar, kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja, Aku hanya... Aku tadi hanya merasa tak enakan.
Kauingin aku datang? Aku akan ke situ.
Tak perlu, aku benar-benar sudah baikan.
Mar, kau terdengar kesal. Aku akan menemuimu.
Jangan, tak usah.
Aku baik-baik saja. Percayalah.
Aku akan menutup teleponnya, Aku sudah dikejar deadline.
Kau yakin?
Dengan kerja lembur, pasti akan baikan. Jadi, sebaiknya aku mulai sekarang.
Yah, jika kau harus...
Dah, Nay.
Aku berharap dapat ngobrol denganmu.
Memangnya ini bukan obrolan?
Maksudku ngobrol secara nyata.
Kita bisa ngobrol kok.
Caranya?
Aku akan menghubungimu saat aku sudah siap.
Jadi, bagaimana suaraku?.
Halo?.
Halo!
Suaramu mirip suara dia.
Agak mengerikan, ya?
Aku bilang mengerikan.
Maksudku, itu merupakan hal paling gila yang kuucapkan padamu.
Aku bahkan tak punya mulut.
Itu...hanya saja...
Hanya apa?
Itu ucapan yang biasa dia ucapkan.
Yah, itulah mengapa aku mengucapkannya.
Kupikir aku akan marah.
Aku takkan mengucapkan sepatah kata, jika kau tak menginginkannya.
Kau tak sedang menangis, kan?
Maaf.
Kau selalu bilang "aku terlihat aneh" saat aku menangis.
Benarkah?
Aku terdengar seperti, kenyataan yang menyebalkan.
Ya, memang.
Tapi dengan cara yang bagus?
Ya. Benar.
Aku menuruti semua anjuranmu.
Dan saat berjalan lurus, aku menemukan...
...tempurung hewan laut atau sesuatu yang menempel di kakiku.
Lalu kau "melempar Jeb", mengira itu beracun.
Apa itu "melempar Jeb"?
Itu Frasa yang kita buat, seperti "mencocokkan".
Oh, jadi aku "melempar Jeb".
Ya.
Lalu kau lihat buku panduan...
No comments yet. Be the first to leave one.