No Tail to Tell

No Tail to Tell (오늘부터 인간입니다만)

Indonesian সাবটাইটেল ডাউনলোড করুন

সিজন 1

রিলিজ তথ্য

[𝐂𝐨𝐟𝐟𝐞𝐞𝐏𝐫𝐢𝐬𝐨𝐧] 𝐍𝐎 𝐓𝐀𝐈𝐋 𝐓𝐎 𝐓𝐄𝐋𝐋 𝐒𝟎𝟏𝐄𝟎𝟖 𝟐𝟎𝟐𝟔 𝐍𝐅 𝐖𝐄𝐁
ভাষ্য লিখেছেন Coffee_Prison
𝑫𝒖𝒓𝒂𝒔𝒊 : 𝟎𝟏:𝟎𝟎:𝟐𝟐 || 𝑺𝒖𝒃𝒕𝒊𝒕𝒍𝒆 𝑹𝒆𝒕𝒂𝒊𝒍 𝑵𝑬𝑻𝑭𝑳𝑰𝑿 || *𝑪𝒓𝒆𝒅𝒊𝒕 𝒕𝒐 𝘙𝘢𝘵𝘯𝘢 𝘞𝘢𝘳𝘥𝘢𝘯𝘪 (𝑷𝒆𝒏𝒆𝒓𝒋𝒆𝒎𝒂𝒉) || ડ౿ᥣɑოɑ𝗍 𝖬౿𐓣𝗈𐓣𝗍𝗈𐓣

ট্যাগ

webdl
প্রকাশিত: 2026-02-08
ডাউনলোড: 44
শ্রবণপ্রতিবন্ধীদের জন্য: No
FPS: 25

Indonesian সাবটাইটেল প্রিভিউ

প্রথম 200টি লাইন।

Mungkin karena kini aku manusia,

jantungku berdebar kencang tanpa alasan tiap kali melihatmu.

Kurasa inilah yang disebut manusia sebagai perasaan romantis.

Apa?

Si-yeol.

Kurasa

aku harus memacarimu.

Tunggu dulu, sebentar.

Kau sadar apa yang sedang kau katakan?

Ya, menurutku wajahmu lumayan,

dan aku tidak malu jalan bersamamu.

Omong-omong, kau dari klan Kang mana?

Apa?

Kau tidak tahu garis keturunan atau generasimu?

Kau keturunan bangsawan, bukan?

Apa ada leluhurmu yang pernah menjadi pejabat?

Astaga, apa yang kau bicarakan?

Aku pernah bilang kepadamu,

aku sudah mencoba segala hal menarik

selama tinggal di dunia manusia.

Kecuali satu hal.

- Maksudmu itu… - Ya, berpacaran.

Aku menghindari berpacaran, jaga-jaga kalau itu membuatku ingin jadi manusia.

Jadi, selama ini aku sengaja menjauhi pria.

Namun, sekarang sudah tidak perlu.

Sekalian saja kucoba berpacaran denganmu selagi masih menjadi manusia

sampai aku kembali normal.

Itu sebabnya, Si-yeol.

Jadilah pacarku.

Kau sedang menembakku?

Bukan, ini perintah.

Turuti jika kau ingin kembali ke kehidupan normalmu.

Apa kau menyukaiku?

Kau sudah gila?

Beraninya manusia biasa berpikiran begitu?

Hanya saja,

kau cukup memenuhi syarat dan tidak memalukan diajak jalan.

Hanya sebatas itu.

Lagi pula, kau tak akan berani menolakku,

jadi, tidak masalah, bukan?

Apa yang tidak masalah?

Tidak ada yang memulai hubungan seperti ini, apalagi kau tidak menyukaiku.

Apa masalahnya?

Tidak semua manusia berpacaran karena cinta mati.

Kita akan segera kembali normal, jadi, tidak akan berpacaran lama-lama.

Sudahlah, berhenti mendebatku dan turuti saja.

Aku cukup bersemangat dengan hobi baru ini.

Semoga kita akur, Sayang.

EPISODE 8 HOBI YANG DISEBUT CINTA

Sedang apa kau…

Kenapa kau di sini?

Apa yang kau lakukan?

Sudah bangun, Sayang?

Ayolah, ada apa denganmu? Terlalu pagi untuk ini.

Bersikap normal saja.

Apa lagi maumu sekarang?

Kemari. Biar aku berbaring di lenganmu.

Siapa suruh sudah bangun? Merusak suasana saja.

Leherku sakit.

Aduh, kram.

Kau sedang apa?

Baiklah, terserah.

Aku menyerah.

Ini.

Apa lagi sekarang?

Peka sedikit.

Buka lebar-lebar.

Aku?

Buka mulut.

Apakah rasanya berbeda saat aku menyuapimu?

Rasanya tetap dadar gulung. Apa yang berbeda?

Masa?

Bukankah seharusnya berbeda kalau sedang berpacaran?

Jujur, aku juga sama.

Mau kau suapi atau tidak, rasanya tetap sama.

Apa yang salah?

Makanya kubilang, hentikan semua ini.

Kenapa berhenti? Kita baru saja mulai.

Mau bergandengan tangan?

Pegang tanganku, nanti kuberi air.

Apa?

Ayo.

Ya ampun.

Ini, minum.

Astaga.

Si-yeol, mau kencan hari ini?

Apa?

Ayo pergi kencan sehabis urusan hari ini.

Bukankah itu yang dilakukan pasangan?

Kau ini.

Berhenti pura-pura berpacaran seperti ini.

Kenapa? Tanganmu begitu berharga?

Tidak akan lecet juga kalau kusentuh.

Nanti membusuk juga setelah kau mati.

Jadi,

apa maksudmu "urusan hari ini"?

Kita akan bekerja sukarela lagi di rumah perawatan hari ini?

Ya.

Berbuat baik tidak langsung terlihat hasilnya.

Harus dilakukan minimal seminggu untuk melihat apakah sungguh berhasil.

Terlebih, ada hal lain yang ingin kupastikan di sana.

Hal lain?

Soal kejadian kemarin.

Aku sudah berusaha mengingatnya,

tetapi sama sekali tak tahu siapa kakek itu.

Melihat reaksinya, sepertinya dia pernah menjadi klienku.

Namun, aku tak paham kenapa dia dendam sekali kepadaku,

dan itu sungguh membuatku tidak tenang.

Namun, bagaimana caramu mencari tahu sekarang?

Menurutku, ingatannya sudah sangat buruk.

Dia jelas masih mengingat sesuatu.

Jika tidak, reaksinya tak akan begitu.

Kalau aku tanya langsung, mungkin aku akan dapat jawaban.

Nenekku benar-benar keterlaluan.

Aku datang menjenguk, dia malah pergi main.

Hanya aku yang selalu merindukannya.

Tentu saja.

Dia melihatmu setiap hari.

Berhenti mengeluh dan tarik seprai di sisimu dengan benar.

Astaga, pekerjaan ini tidak ada habisnya.

Kenapa ranjangnya banyak sekali?

Kita hampir selesai.

Ini kamar terakhir.

Apa? Sudah?

Kenapa reaksimu begitu?

Tadi kubilang harus menanyakan sesuatu kepada kakek itu.

Namun, kenapa kamarnya tidak ada di sini?

Hei.

Kau benar.

DAFTAR CEK KEBERSIHAN SUKARELAWAN

Namanya bahkan tidak ada di daftar.

Hei, sebentar.

Ya?

Apa kau tahu Pak Hwang Dong-sik di mana?

Pak Hwang Dong-sik meninggal tadi malam.

Apa?

Dia meninggal.

RUMAH DUKA

SEMOGA BERISTIRAHAT DENGAN TENANG

Silakan duduk di sini.

Terima kasih.

Apa yang membuatmu jauh-jauh kemari?

Begini…

Kami pergi ke rumah perawatan tadi

dan mendengar kabar bahwa dia meninggal.

Aku ingin bertanya sesuatu.

Kepadaku?

Ya.

Aku berniat menanyakan langsung kepadanya.

Namun, karena sudah tidak memungkinkan,

aku akan bertanya kepadamu.

Aku tidak yakin…

Silakan dimakan.

- Sayang, duduklah. - Ya.

Jadi, kalian mengenal ayah mertuaku?

Itu yang kucari tahu.

Begini…

Sekadar informasi, dia tumbuh besar di luar negeri.

Jadi, dia belum belajar cara bicara formal.

Apa maksudmu?

Dengar, pilih salah satu.

Bicara yang sopan atau ikuti apa kataku.

Jangan membuat suasana jadi canggung.

Ikuti apa?

Baiklah. Terserah.

Sebenarnya aku

berasal dari Kota Malaikat.

Kota Malaikat?

Itu kota di Amerika.

Kurasa sekarang cuma disebut Los Angeles.

Astaga, aku tidak yakin pembicaraannya ke arah mana.

Kenapa pemakaman ini sederhana sekali?

Bukankah dulu keluargamu berada?

Tunggu, bagaimana kau tahu?

Sebab dia dulu klienku.

Apa?

Konon harta bertahan tiga generasi meski bangkrut.

Kenapa hidup kalian seperti ini?

Ini membuatku tidak nyaman.

Kaya? Mana ada?

Saat menikah dengannya,

mereka begitu miskin sampai tak ada set perabotan.

Aku tak berbohong soal harta kami.

Aku serius.

Waktu aku kecil,

kami punya sopir dan tinggal di rumah dua lantai dengan halaman.

Ya. Tentu.

Aku penasaran ke mana perginya semua kekayaan itu.

Aku ingin sekali melihatnya sendiri.

Ayahku dulu…

Sudahlah. Apa gunanya dibahas sekarang?

Jangan berhenti tiba-tiba.

Lanjutkan. Aku penasaran.

Ceritakan tentang ayahmu.

Kau mau beli obat baru kami?

TIGA PULUH TAHUN SILAM FARMASI DUNIA

Maaf, tidak bisa.

Meski kau gandakan tawaran sebelumnya, aku tak akan pernah…

Sepuluh kali.

Apa?

No Tail to Tell subtitles in other languages

মন্তব্যসমূহ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left