I'm Tee, Me Too (I'm Tee Me Too / คนละทีเดียวกัน)

I'm Tee, Me Too (I'm Tee Me Too / คนละทีเดียวกัน)

Indonesian সাবটাইটেল ডাউনলোড করুন

রিলিজ তথ্য

I'm Tee Me Too 2020 S01 720p WEB-DL AAC x265-AV
ভাষ্য লিখেছেন Alexvo89

ট্যাগ

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
720p
720
x265
প্রকাশিত: 2024-02-02
ডাউনলোড: 24
শ্রবণপ্রতিবন্ধীদের জন্য: No

Indonesian সাবটাইটেল প্রিভিউ

প্রথম 200টি লাইন।

Diterjemahkan oleh: AVSubs

Diterjemahkan oleh: AVSubs

Rumah ini bagus, bukan?

Rumah ini sudah berusia sekitar 20 tahun.

Karena rumah ini dirawat dengan baik,

masih terlihat seperti baru.

Hatiku terasa nyaman saat melihatnya.

Tapi ini bukan rumahku,

aku menyewanya.

Pria ini adalah pemiliknya...

Namanya adalah Tee, kependekan dari Watee.

Ada alasan kenapa dia memutuskan untuk menyewakan rumahnya...

...dan kenapa dia selalu tidur di sini.

Benar.

Karena ibunya sudah meninggal.

Selama 21 tahun hidupnya,

dia tidak memiliki keluarga selain ibunya.

Dan dia tidak memiliki kerabat lain yang tinggal di negara ini.

Dia hidup kesepian selama hampir sebulan...

...di rumah yang sudah seperti buku harian penuh kenangan tentang ibunya ini.

Lalu dia mengetahui kalau rumah yang ibunya wariskan padanya...

...tidak akan lagi menjadi miliknya.

Karena pembayaran pinjaman untuk rumah ini tidak dibayarkan selama 6 bulan,

...dan cicilannya hampir 40.000 Baht perbulan.

Pekerjaan tambahan yang baru saja dia mulai...

....hanya cukup untuk biaya hidupnya sebagai mahasiswa Arsitektur tahun ketiga.

Tidak cukup untuk membantunya mempertahankan rumah ini.

Jalan keluar terakhir Watee adalah...

Perhatian! Disewakan sebuah rumah di dekat universitas.

Tersedia 2 kamar tidur untuk 4 pria.

Hubungi aku jika berminat, hanya menerima pria dengan nama "Tee".

Watee mendapatkan respon dalam waktu kurang dari seminggu.

Sekarang ada lima orang pria yang menyewa rumahnya.

Mereka adalah Tee,

Tee, Tee, Tee, dan Tee.

Semuanya memiliki nama Tee.

Kalau kau berpikir sekumpulan orang bernama Tee tinggal di rumah yang sama adalah kebetulan yang aneh,

...kau akan lebih terkejut dengan apa yang akan terjadi.

Tee yang pertama adalah Watee.

Arti nama "Tee" di Google adalah...

...pembicara, seorang pembicara, penunjuk.

Nama yang diberikan ibunya itu seperti kutukan...

...karena dia tidak berbicara dengan siapa pun, tentang apa pun, kecuali soal sewa.

Watee,

bolehkan aku meminjam charger ponselmu?

Sewa.

Aku akan membayarnya nanti.

Pinjamkan dulu aku charger nya.

Hanya kau yang ada di sini.

Apakah kau tidak mau membicarakan hal lain?

Sewa.

Pinjamkan dulu aku charger nya, ponselku akan segera mati.

8000 Baht.

Kalau sedang tidak ada perlu,

dia tidak akan mendekati siapa pun dalam jarak satu meter atau lebih.

Dia tidak pernah meminta siapapun untuk membantunya.

Dan dia tidak pernah menerima niat baik siapapun.

Aku tidak mau.

Tidak.

Aku tidak mau pergi.

Tidak.

Kau lupa menutup resletingmu.

Tidak!

Dari yang aku lihat,

mungkin dia mengalami pistanthrophobia

...atau ketakutan untuk percaya pada orang lain yang tidak dikenalnya.

Kalau bukan karena rumahnya akan disita,

dia tidak akan membiarkan siapapun masuk ke rumahnya.

Tee yang kedua adalah Teedet.

Mahasiswa tahun ketiga dari Fakultas Kehutanan.

Dia orang yang bermulut kotor.

Sialan!

Aku bahkan bisa makan kotoran sekarang, aku sangat lapar.

Hari ini panas sekali.

Hei pendek, 'bola'ku bisa terbakar di sini, ayo lebih cepat!

Apa kaki pendekmu bisa mengayuh sepeda lebih cepat?

Dia sangat kasar dan sombong.

Dia suka mengumpat dan berbicara omong kosong.

Tapi kalau dengan tanaman, dia sangat baik.

Biar kulihat bagaimana kabarmu, sayang.

Minumlah air ini agar kalian jadi segar.

Jadilah kuat, oke? Apakah aku sudah memberimu cukup air?

Teedet adalah pria yang rutin latihan fisik.

Dia tidak takut jadi gemuk.

Dia takut pada sesuatu yang lain (perempuan).

Tee yang ketiga adalah seorang musisi klasik yang berbakat.

Dia sering mengubah jadwalnya...

...seperti dia mengubah nada musiknya.

Dia adalah mahasiswa tahun ketiga paling 'hot' dari Fakultas Musik.

Namanya adalah Teedo.

Sebenarnya, namanya tidak seaneh itu.

Kenapa tidak?

Namaku Tee.

"Tee" saja tidak cukup.

Hah?

Semua yang ada di sini memiliki nama "Tee".

Kalau begitu,

panggil aku...

Teeee.

Oke?

Hah?

Ada tujuh anak di keluargaku.

Do, Re, Mi, Fa, Sol, La, dan aku…

Teeee.

Dooooo!

Kami akan memanggilmu Teedo.

Jelek sekali.

Teeee saja, lebih mudah.

Teeee, matamu.

Teeee, coba lagi.

Teee.

Nadanya tidak sesuai.

Teee.

Teee.

Kurang sesuai, kau bisa berlatih lagi nanti.

"Do"-mu juga kurang sesuai.

Doooo!!

Tee yang keempat adalah yang tertua dan paling tegas di rumah ini.

Mahasiswa tahun keempat dari Departemen Ilmu Pangan.

Dia sangat perfeksionis dalam segala hal.

Namanya adalah Maitee.

Dia mungkin terlihat seperti orang yang teliti.

Maitee.

Kau mau mendengar kabar baik atau kabar buruk lebih dulu?

Kabar buruk.

Hmm?

Aku takut mendengar kabar baik, aku tidak ingin mendengarnya.

Aku tidak bisa memikirkan alasan kenapa seseorang takut mendengar kabar baik.

Aku akan mulai dengan kabar buruk dulu.

Kabar buruknya adalah es batu yang kau minta untuk ku beli sudah habis.

Kabar baiknya adalah…

Aku akan memberimu air dingin sebagai gantinya.

Bagaimana dengan kabar baiknya?

Aku memintamu untuk membelikanku es batu karena aku perlu es batu.

Aku perlu es batu untuk membuat smoothie .

Aku tidak bisa membuat smoothie dengan air dingin, bukan?

Baiklah, aku akan meminumnya. Aku haus.

Aku butuh lebih banyak waktu untuk mengamati...

...apakah dia benar-benar mengalami euphobia atau ketakutan pada berita baik.

Kau sering membawa pacarmu ke sini, bukan?

Tidak, A-kra-dej-net-prasit. Aku mencintaimu.

Dia adalah Tee yang kelima, Maetee.

Dia adalah mahasiswa tahun ketiga dan penulis naskah terbaik dari Fakultas Seni Komunikasi.

Berbeda dengan penampilannya sebagai mahasiswa seni komunikasi yang keren,

perannya tidak jauh berbeda dengan tokoh sinetron yang tayang pada jam utama.

Apa-apaan itu?

Tidak ada yang memanggil orang lain dengan nama lengkap di kehidupan nyata.

Itu hanya nama depannya.

Hah?

A-kra-dej-net-prasit?

Namanya sangat keren.

Sangat cocok untuk menjadi tren di Twitter.

Satu hal lagi yang tidak sesuai dengan penampilan kerennya adalah...

dia menderita Phasmophobia,

atau dengan kata lain, dia sangat takut pada hantu.

Bahkan meski di siang hari, dia tetap ketakutan.

Apa kau masih di situ?

Ya.

Dan kau pendek?

Aku di sini.

Kotoranmu sangat bau.

Memangnya kotoran nenekmu baunya harum atau bagaimana?

Setidaknya nenekku menutup pintu kamar mandi.

Baiklah.

Aku T-Rex

Mahasiswa tahun kedua dari Fakultas Psikologi.

Aku Tee keenam yang ada di rumah ini.

aku memutuskan untuk tinggal di sini karena aku juga memiliki fobia sendiri.

Tapi, bukan hanya itu alasanku berada di sini.

Aku rasa pasti ada sesuatu di lemari itu...

...makanya kita dilarang mendekat.

Mungkin...

DUA MINGGU SEBELUMNYA

Halo.

Aku melihat postingan soal rumahmu yang disewakan. Apakah masih ada kamar kosong?

Sudah penuh.

Tunggu.

Kau pasti pemilik rumah ini.

Aku orang yang tidak ribet.

Aku bisa tidur dimanapun.

Bisakah aku tinggal bersama kalian, tolong?

Aku bilang rumahku sudah penuh.

Tunggu dulu.

Aku tidur sendirian selama dua minggu ini.

Aku tidak bisa menemukan teman untuk diajak berbagi kamar.

Kau pasti orang yang 'sampah'.

Tidak bisa menemukan teman untuk diajak sekamar bukan berarti aku 'sampah'.

Maaf.

Maaf aku keceplosan.

Itu bukan keceplosan.

Mulutmu saja yang kotor.

Kau orang yang tidak ribet?

Kau bisa tidur dimanapun bukan?

Orang yang bisa tidur di mana saja, tapi kau bersedia membayar sewa penuh?

Tentu, tidak masalah.

Berapa banyak orang yang tinggal?

Kalau kau ikut dihitung, ada 6 orang.

6 orang?

Bagus sekali, semakin banyak orang semakin menyenangkan.

Siapa namamu?

মন্তব্যসমূহ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left