Hacks

Hacks

Indonesian সাবটাইটেল ডাউনলোড করুন

সিজন 5

রিলিজ তথ্য

[𝗖𝗼𝗳𝗳𝗲𝗲𝗣𝗿𝗶𝘀𝗼𝗻] 𝗛𝗔𝗖𝗞𝗦 𝗦𝟬𝟱𝗘𝟬𝟳 𝗛𝗠𝗔𝗫 𝗪𝗘𝗕
ভাষ্য লিখেছেন Coffee_Prison
𝑫𝒖𝒓𝒂𝒔𝒊 : 𝟑𝟕:𝟐𝟒 || 𝑺𝒖𝒃𝒕𝒊𝒕𝒍𝒆 𝑹𝒆𝒕𝒂𝒊𝒍 𝑯𝑴𝑨𝑿 || *ડ౿ᥣɑოɑ𝗍 𝖬౿𐓣𝗈𐓣𝗍𝗈𐓣

ট্যাগ

webdl
official_release
amazon_prime_video_synced
hbo_max_synced
প্রকাশিত: 2026-05-08
ডাউনলোড: 8
শ্রবণপ্রতিবন্ধীদের জন্য: No
FPS: 25

Indonesian সাবটাইটেল প্রিভিউ

প্রথম 200টি লাইন।

Madison Square Garden, sambutlah ke panggung, Deborah Vance.

- Hai. - Buat aku tertawa, Jalang.

Kau jelek, Jalang.

Kembalikan uang kami.

Kau tak lucu.

Aku anggota DSA!

- Astaga. Apa? Tak ada orang di sini. - Ada apa? Kau baik-baik saja?

Ada apa? Kau baik-baik saja?

Ya, kurasa begitu.

- Kenapa bawa pemukul? - Kukira kaum proletar bangkit

dan membalasmu setimpal

dan aku akan memutuskan pihak yang kubela.

Tidak, aku bermimpi. Mimpi buruk.

Aku ada di panggung.

Kukira kita dilarang membicarakan mimpi.

Peraturannya, kau tak boleh membicarakan mimpimu.

- Baiklah. - Aku ada di sana.

Aku ada di Madison Square Garden, di atas panggung.

Aku tampak sedih. Aku telanjang bulat.

Aku melihat penonton dan semua orang adalah saudariku.

Dia tertawa.

Lalu, gigiku mulai rontok.

- Aku tak bisa... - Baik, itu jelas mimpi kecemasan.

Kau hanya stres soal Garden.

Tenang. Ayo terus mengerjakan

- bahannya. - Pakaiannya, aku tahu.

Pakaianmu? Bukan, kubilang bahannya.

Aku tahu. Aku harus memilih kain

dan kabari penata gayaku.

Makanya aku telanjang, meski aku tampak luar biasa.

Baiklah.

Aku akan menelepon penata gayaku dan mengatur penampilan.

Baiklah. Selamat malam.

Astaga. Kau punya Klonopin di sini?

Jantungku berdebar kencang.

Luar biasa.

Baiklah.

Sial!

Siapa yang mengajarimu mengemudi?

Sial.

Sial! Bobaku.

Sial.

Tidak.

PERAWATAN DARURAT LAS VEGAS

- Halo. - Hei, bisa jemput aku?

Aku di Perawatan Darurat, Diamond Point.

Kau baik-baik saja?

Ya, hanya retak ringan.

Aku tertabrak mobil otonom.

Kita tak diminta memilih, tapi mobilnya bermunculan.

Aku pasti menentang.

Mereka bertanya apa aku bisa meminta seseorang menjemputku

seandainya aku minum Vicodin dari mereka dan sudah kuminum.

Sayang, aku tak bisa.

Aku ada di Miraval, Arizona.

Aku bahkan sedang memakai handuk.

- Aku akan masuk ke sauna. - Apa?

Kami mencoba merekrut direktur spa mereka untuk kasino baru.

Jadi, aku dan Damien pergi sebentar.

Baiklah.

- Baiklah. Lupakan. - Hei, aku bisa menyuruh DJ.

Namun, dia mungkin butuh waktu lama.

Kau tahu dia hanya mau belok kanan.

Tidak apa-apa.

Ada telepon. Biar kupikirkan. Baiklah, dah.

PERAWATAN DARURAT

Merrill Markoe? Ada apa?

- Kau di LA? - Tidak. Kenapa?

Kulihat Deborah menerobos lampu merah di Beverly Hills dua menit lalu

dan kuharap mungkin kau di sini.

Deborah tak ada di Beverly Hills. Aku baru bicara dengannya.

Dia ada di Arizona.

Itu jelas dia.

Rambut pirang sarang lebah, Rolls-Royce berpelat Diva.

Dengar, ingat terakhir kita bertemu, aku meminjamimu payungku?

Bisa kirimkan kepadaku? Namun, hanya DHL.

Entah apa yang terjadi dengan kantor pos saat ini.

Jangan sampai aku membahas FedEx.

Baiklah. Tidak masalah. Akan kukirimkan kepadamu.

Aku senang kau menghubungiku. Kabarmu baik?

Tidak juga. Dah.

PERAWATAN DARURAT

Baiklah.

- Selamat pagi. - Hai.

- Bagaimana lenganmu? - Baik-baik saja.

Bagaimana Miraval?

- Menakjubkan. - Benarkah?

- Kau... - Deborah, Diana datang.

Bagus. Suruh dia masuk.

- Cenayangmu? - Bukan.

Aku butuh bantuan untuk memilih pakaianku di MSG.

Penata gayaku gagal.

Deb.

Di.

Lihat dirimu. Kau tampak sangat cantik.

- Hei, Red. - Terima kasih sudah datang.

Kami akan memberimu pakaian bagus.

Enam Cangkir.

Kita akan pergi ke masa lalu, Deb.

Antik.

Aku memikirkan yang baru, seharusnya lama.

Aku mendapat penglihatan.

- Ini dia. - Kau memakai baju putih, Deb.

Kau terlihat seperti malaikat.

Gaun putih, baiklah.

Bukan. Celana panjang.

Berkilau di bagian bokong.

Astaga.

Apa ada atasan sifon putih bermanik-manik?

- Ya! - Astaga.

Itu penampilan Carol Burnett dalam acara terakhirnya.

Ini sempurna.

Ini bukan sekadar sejarah komedi.

- Aku menampilkan pahlawanku. - Yang ini?

- Itu dia. - Benar.

Itulah yang kulihat.

Ya. Astaga, aku hebat.

- Mau kucarikan? - Tidak perlu.

Semua pakaian Carol dirancang oleh Bob Mackie.

Keren.

Hubungi Bob M.

- Halo? - Bobby, ini Deb.

Maaf menelepon tiba-tiba.

Kau tahu aku akan tampil di Garden tahun ini?

Ya, aku butuh terusan.

Deb, jika membantumu, aku harus membantu Cher.

Lalu, tahu-tahu saja Sabrina Carpenter di depan pintuku

- dengan mesin jahit dan pistol. - Tak perlu desain baru.

Kau ingat pakaian putih Carol di episode terakhirnya?

Tentu. Kusimpan bertahun-tahun, tapi kusumbangkan ke lelang amal.

Kau ingat pemenangnya?

Salah satu rekan komika tunggalmu, tapi harus kurahasiakan.

- Rosie O'Donnell? - Bukan.

- Rita Rudner? - Bukan.

Kelly Kilpatrick?

Aku tak bisa beri tahu.

Kudengar...

Kelly Kilpatrick sialan.

Wanita bodoh itu membenciku.

Entah apa alasannya.

Kau cukup kejam padanya setelah dia mengaku di VMA.

Aku yakin kutipan tepatnya.

"Dia harus kembali menutup diri dan memilih yang lain."

Baiklah.

Mungkin itulah awal energi anehnya.

Aku hanya perlu memenangkan hatinya.

Damien! Pesankan stan permintaan maafku di Spago's.

Omong-omong, aku punya klien yang membayarku dengan salami.

Kalian mau?

Kurasa ini cukup enak.

Aromanya sedap.

Hei, haruskah kita minum mimosa dan bersikap nakal?

Apa maumu, Deb?

Aku hanya ingin meluruskan keadaan.

Dari saat kau menyebut acara siangku "Oprah untuk rasialis"?

Aku tak bilang begitu.

Kau bilang begitu.

Kau juga bilang acara Kelly seperti kata "B" berarti buruk.

Seharusnya aku bilang

kau seperti kata "B" berarti bagus.

- Jadi, kau akan tampil di Garden. - Ya.

Semoga rampa kursi roda mereka cukup untuk penggemarmu.

Atau tak perlu perantara, siarkan langsung ke rumah sakit.

Kelly, kau masih hebat.

Deborah.

Maaf mengganggu. Aku penggemar berat.

Namun, seseorang meninggalkan ponselnya di mobil lagi.

Kukira ada di tasku.

Maaf. Kelly, ini Ava. Ava, Kelly.

Hai. Senang bertemu denganmu.

Kau sering mendengar ini, tapi saat kau menjadi.

Letnan Levandra Pax di Star Trek: The Next Generation

itu kali pertamaku melihat diriku di layar.

Aku sering mendengarnya, tapi terima kasih.

- Deborah, apa itu kopi? - Kopi tanpa kafeina.

- Benarkah? - Tidak.

Jika minum kafeina selarut ini, kau tak akan bisa tidur.

Jika kau tak tidur, aku tak tidur.

Belakangan ini dia mengalami mimpi terburuk.

Lalu, aku bangun dan tak bisa kembali tidur.

Aku berkeringat saat malam

tapi tak bisa tidur telanjang

karena celana piama membuatku ruam parah.

Sayang.

- Kami baru mau makan. - Maaf.

Senang bertemu denganmu.

- Apa? - Seharusnya aku tahu.

Maafkan aku.

Tidak apa-apa.

- Kenapa? - Pantas saja selama ini

kau sangat getir, frustrasi, dan cemburu.

Itu sangat jelas.

Apa yang sangat jelas?

Bahwa kau homoseksual.

Aku

homoseksual.

Deb, maafkan aku karena tidak menyadarinya lebih awal.

Kau tahu? Itu salahku.

Karena kau pasti sulit melihatku menjalani jati diriku dan bangga.

Namun, jika kau tak mau membahasnya di sini, aku mengerti.

মন্তব্যসমূহ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left