প্রথম 200টি লাইন।
Hukum tidak peduli apakah seseorang berbuat jahat atau tidak.
Hukum cuma peduli apakah itu bisa dibuktikan atau tidak.
Aku tak bersalah, Shyamji.
Kau tahu itu, kan?
Aku cuma melakukan tugasku.
Jangan putus asa.
Kita akan banding ke MA.
Bagaimana caranya?
Bagaimana aku membiayainya?
Ini sudah berakhir.
Semua sudah berakhir.
MAHKAMAH AGUNG
Permisi.
Permisi. Maaf.
- Bu Neha. - Terima kasih.
Maaf.
Terima kasih.
NEGARA VS. JAGDISH SINGH
- Hai, Atmaram. - Hai, Neha.
Maaf, aku… Hari pertama sidang.
Kecemasan pra-pemeriksaan.
Kau tak gugup?
Orang gugup saat hari pengumuman.
Kau sudah panik.
Astaga, terdakwa mirip kutu buku yang sudah mempelajari seluruh silabus.
Empat kali.
Tenang. Santai.
Minum air dulu.
Pak Ahlawat di sini.
Semua berdiri.
Hakim telah hadir.
Kasus Negara vs. Jagdish Singh sekarang dimulai.
Pak, pada malam tanggal 3 Oktober, saya menerima telepon dari informan
tentang kelab malam bernama Eclipse, yang ada dalam yurisdiksi saya.
Saya diberi tahu bahwa kelab itu dipakai untuk konsumsi dan menjual narkoba.
Jadi, saya merazia kelab itu dengan konvoi polisi
pukul 23.30 malam itu.
Apa yang Anda temukan?
Kelabnya sepi.
Jadi, saya periksa kamar mandinya. Di sanalah pestanya.
Satu bilik dikunci.
Kami mengetuk, meminta mereka keluar.
Saat orang di dalamnya tak menjawab, kami harus mendobrak.
Orang mana yang Anda maksud?
Pria yang duduk di sana.
Pak Jagdish Singh.
Pemilik Bar Eclipse.
Jadi, sesuai proses, Anda melakukan pemeriksaan medis?
Ya, jelas.
Ditemukan kokaina dalam darahnya.
Ada bukti lain yang diambil dari razia?
Ya, selama penggeledahan,
kami menemukan 100 gram kokaina di kabinet bar.
Terima kasih.
Sudah cukup, Yang Mulia.
Inspektur Rathi, jika saya tak salah dengar,
kata Anda, Anda menemukan klien saya di kamar mandi.
Telinga Anda tajam.
Anda tak salah dengar.
Saat mengetuk pintunya, Anda mengatakan Anda polisi?
Saya mengatakannya.
Kenapa malu mengaku kami polisi?
Harap tenang.
Boleh tanya pertanyaan pribadi?
Silakan.
Jika Anda di toilet dan seseorang mengetuk pintu,
apa Anda membuka pintunya?
Saya tak seterbuka itu, Pak.
Harap tenang.
Menurut laporan Anda, Anda menyita 100 gram kokaina di kelab.
Tepatnya 103 gram.
- Tapi Anda temukan itu di area bar, kan? - Ya.
Bisa saja yang menjualnya anggota staf, kan?
Ada sidik jari klien saya pada bungkusnya?
Tidak ada.
Apakah klien saya, Jagdish Singh, di dekat narkobanya?
Tidak, Pak.
Jadi, itu bisa ditaruh siapa saja.
Termasuk Anda, Inspektur.
Keberatan.
- Ditolak. - Ditolak.
Pak Singh, siapa lagi yang bisa mengakses kantor Anda?
Area itu tak tertutup, Bu.
Semua bisa ke sana.
Anda juga bisa.
Tapi saya jarang ke sana.
Terkadang berpekan-pekan.
Anda pasti punya cara memeriksa staf Anda?
Kami punya CCTV, tapi sudah lama tak berfungsi.
Harus diganti,
tapi saya sibuk dengan bisnis saya yang lain.
Tentu saja.
Yang Mulia, ini lucu.
Setiap kita butuh CCTV, tak ada yang berfungsi.
Jadi, Pak Singh, kita tak bisa cari tahu apakah Anda di area bar hari itu?
Keberatan, Yang Mulia.
- Diterima. - Diterima.
Pihak penuntut tak perlu membuktikan
bahwa terdakwa mungkin melakukan kejahatan ini.
Anda harus membuktikan dia melakukan kejahatan ini.
Sudah cukup, Yang Mulia.
Sidang ditunda.
Dilanjutkan besok pukul 09.00 untuk argumen penutup.
- Neha! - Halo, Pak.
Aku mengambil alih kasus ini.
Pak…
Tolong jangan.
Biarkan aku berjuang. Kita bisa menang.
Lupakan soal menang.
Jika Juggi disuruh rehab, itu keajaiban.
Kumohon, Pak. Satu kesempatan lagi.
Aku tak akan mengecewakan.
Biar kupikirkan.
Pak!
Jangan dipikirkan.
Dia cuma penggerutu.
Tenang.
MAHKAMAH AGUNG
- …lain kali. - Ya.
Ini omong kosong.
Kau luar biasa.
Terima kasih.
Pak. Satu pertanyaan saja.
- Cuma satu. - Ya.
Tolong satu per satu.
Pak Rajvansh, ada komentar tentang putusan hari ini?
Aku senang bahwa klienku, Pak Vikram Bajral,
dibebaskan oleh pengadilan.
Putusan ini adalah bukti
ada alasan bahwa pengadilan disebut kuil keadilan.
Pak, ini bukan kali pertama.
Klien Anda pernah dituduh merebut tanah beberapa kali.
Kau tahu kenapa negara kita masih kurang maju?
Karena orang di sini tak terinspirasi oleh kemajuan orang lain.
Mereka malah iri.
Akar permasalahan kasus ini adalah rasa iri.
Terima kasih. Permisi.
Tak ada pertanyaan lagi. Terima kasih.
Ayahmu luar biasa.
Dia tak pernah kalah.
Apa syarat bekerja untuknya?
Buktikan nilaimu dengan memenangkan cukup kasus untuk kejaksaan.
Lalu mungkin dia pertimbangkan.
Jika kau bicara kepadanya, dia pasti memberiku kesempatan.
Syarat yang kusebut cuma berlaku untuk putrinya sendiri.
Menjadi temanku tak akan membantu.
Ayo pergi.
- Apa kabar anak Ibu? - Ibu!
- Itu bos kami. - Bibi?
Kau sudah kembali!
Bagaimana harimu? Ada masalah?
Tidak ada.
Kami bergembira menonton TV. Benar, kan?
Aku memasak rajma.
Nanti kukirim sedikit.
- Terima kasih, Bibi. - Ya.
Kusum, hasil ujian sainsmu sudah keluar?
Ya, nilaiku 96.
Hebat. Tunjukkan.
Pegang ini.
Kau menyembunyikan apa?
Ini?
Ini formulir untuk pekan raya sains.
Bu Guru meminta tanda tangan orang tuaku.
Kau dipilih untuk ini?
Ya, tapi aku tak mau pergi.
Dengar? Dia tak mau pergi.
Tidak, ini sangat mahal.
Kita harus pergi ke Pune.
Bagaimana aku bisa tidur tanpa Ayah?
Aku akan ketakutan.
Kau bisa menakuti hantu.
Biar Ibu yang pikirkan biayanya. Fokus belajar saja.
Apa?
Entah kalian merencanakan apa.
Merencanakan? Dengar.
Dia giat belajar demi nilai 96 itu.
Marahnya nanti saja.
Berikan hadiah dulu.
Kusum, ini.
Hadiah apa?
Es krim?
Es krim.
Kalau es krim?
Kau memakainya sebagai alasan? Kau tak boleh makan itu.
Sesekali saja boleh, kan?
- Tos! - Benarkah? Sekarang kau dokter?
Pergilah.
Rasa cokelat untukmu
- dan mangga untuk Ayah. - Baik.
- Benar, kan? - Ya.
Pergilah.
"Kumohon, Pak, kasus ini bisa kumenangkan."
Tak dibalas.
"Bekerja lembur."
Bu, sudah waktunya tutup.
Swafoto nanti saja. Kita bisa ketinggalan kereta.
IBU GESER UNTUK MENJAWAB
Teman-Teman, istirahat.
Bapak dan Ibu, aku mau berterima kasih atas kehadiran kalian hari ini.
No comments yet. Be the first to leave one.