প্রথম 200টি লাইন।
MAD CONCRETE DREAMS
10 TAHUN LALU
MIN HWAL-SUNG & JEON YI-GYEONG SELAMAT BERBAHAGIA
Da-rae ikut dengan kita. Apakah harus ikut pesta selanjutnya?
Kita tidak bisa melewatkannya. Ini pernikahan Hwal-sung.
Aku menjadi pemandu upacara
dia juga membelikanku tas golf.
Da-rae.
Makanlah otak-otak.
Otak-otak.
Gi Su-jong! Lama tidak bertemu.
Jung Man-sik, kau juga datang?
Aku harus datang.
- Lama tidak bertemu, Seon. - Ya, halo.
Dasar berandal.
Kau tidak berubah sama sekali.
Tentu.
Kau pasti...
Siapa namamu?
Da-rae. Gi Da-rae.
Da-rae, beri salam.
Halo, aku Gi Da-rae.
- Kau sangat cantik. - Hei.
Kau tidak perlu berteriak.
Dia bisa membaca bibirmu.
Benarkah? Kalau begitu...
Bisakah kau tuangkan minu... Tidak.
Bisa tuangkan aku soda?
Kau juga mau?
Dia tidak boleh minum manis.
Tidak boleh.
Da-rae.
Mari minum.
Bersulang.
Mereka datang!
Selamat!
Kalian luar biasa!
Aku hampir yang terakhir menikah, jadi, aku akan mempersingkatnya.
Sudah kubilang jangan menikah terlalu cepat.
- Bicara apa dia? - Ayolah.
Yang terakhir tersenyum adalah pemenang sejati.
Ayolah, Bung.
Astaga, Min Hwal-sung.
Terima kasih atas cemoohannya.
Terima kasih sudah datang.
Ada satu hal yang harus kukatakan.
Sahabatku, Su-jong.
Berdiri.
Aku tidak akan berada di sini jika bukan karenamu.
Terima kasih sudah memandu upacara.
- Kau baik-baik saja? - Sial.
Semoga pertemanan kita abadi.
- Selamat. - Terima kasih.
Selamat, Yi-gyeong.
Untuk temanku, Su-jong, istrinya
dan putrinya, Da-rae.
Aku mendedikasikan lagu ini.
Delapan, dua, tujuh, delapan, sembilan.
SHAKY FRIENDSHIP
Tepuk tangan.
Aku tahu ini salah
Lalu kenapa aku menyukai Kekasih temanku?
Aku meyakinkan diriku untuk berhenti
Kenapa dia malah memenuhi kepalaku?
Dia meneleponku Tanpa memberi tahu kekasihnya
Kenapa itu membuatku Merasa sangat senang
Aku bisa saja menahan diri Dan menolaknya
Lalu kenapa itu sulit kulakukan?
Aku bisa gila
Entah apa yang merasukiku
Kuabaikan persahabatan eratku
Karena aku jatuh cinta Kepada seorang gadis
Ini sungguh menyiksaku
Andai saja aku bisa Mundur begitu saja
Kenapa aku berpikir keras
Untuk sesuatu yang tak berguna? Semuanya!
Maaf, Kawanku
Aku sempat mengelabuimu
Persahabatanku denganmu sejauh ini
Sepertinya tak cukup kuat
Kuharap kau mengerti, Kawan
Persahabatan kita sempat goyah
Berpura-pura ada yang iri Dengan apa yang kita miliki
Dan memutuskan untuk menguji kita
MAD CONCRETE DREAMS
EPISODE 7
Bagaimana? Kau menyukainya?
Apa aku harus menjawab?
Sedang apa kita di sini?
Seon.
Beri aku tiga tahun.
Aku akan membeli apartemen ini
dan mendaftarkannya atas namamu.
- Kalian sudah melihat-lihat? - Ya.
- Bukankah ini bagus? - Ini indah.
Pak Gi, beli saja.
- Benar. - Kemarilah.
Ini satu-satunya apartemen seluas ini dengan pemandangan ini.
- Luar biasa. - Benar? Kau bisa lihat ke seberang.
Akses ke transportasi umum juga mudah.
Apa yang terjadi? Da-rae tidak ada di rumah?
Dia bilang akan menonton film dengan teman-temannya.
- Mandilah dahulu. - Baiklah.
Seon.
Ayo mandi bersama.
Apa?
Begini...
Sudah cukup lama, bagaimana kalau...
Kita melakukannya?
Kau sudah pulang.
Hai, Da-rae.
Mandilah
lebih dulu.
Mandilah.
UNTUK SEWA HUBUNGI AGEN M&A
WAKIL NAM SANG-HO
Kerja bagus.
Aku tahu aku pandai menilai orang.
Aku akan bekerja lebih baik lagi.
KAFE JINSIM
Hei.
Kau senang?
Hei, Hwal-sung.
Apa yang terjadi?
Su-jong.
Kau naik ini di dalam ruangan dan bersepeda di luar ruangan.
Kau pesepeda profesional?
Lupakan itu. Apa yang terjadi? Bagaimana kau bisa keluar dari RS?
Bagaimana aku tahu?
Mataku terbuka begitu saja.
Kau tahu orang pertama yang terlintas di benakku?
Kau.
Bukan Yi-gyeong atau ibuku.
Kau.
Jadi, ibu Yi-gyeong tewas
dan pemilik kafe lantai satu yang disalahkan?
Seon tidak tahu?
Dia tidak tahu apa-apa.
Kau berkolusi dengan Wakil Nam untuk membeli properti Pak Kim?
Ya.
Wakil Nam berengsek.
Aku mendengar hal-hal buruk tentangnya.
Seharusnya aku ada di sana untuk menasihatimu.
Yi-gyeong banyak membantu.
Yi-gyeong?
Baik, mana bagianku?
Bagianmu? Apa itu?
Kita sepakat membaginya.
Itu sudah tidak berlaku begitu kau menelepon polisi.
Sudah kujelaskan.
Aku tidak menelepon mereka. Ibu mertuaku yang melakukannya.
Kau mencari-cari alasan lagi.
Ini idemu.
Ini kekacauanmu.
Kau menciptakan kekacauan ini
dan aku kesulitan membereskannya.
Aku hampir mati.
Kau membunuhku.
Kau membunuhku
ibu mertuaku, dan pemilik kafe.
Memangnya kau pembunuh berantai?
Jika itu alasanmu, kita bisa kembali ke masa lalu.
Kau gila.
Hei.
Kau pikir aku tidak tahu kau kesulitan?
Itu sebabnya aku kemari begitu bangun.
Jauh-jauh kemari.
Begini saja.
Kita akan menelepon pengacaraku
mengesahkan kontrak, dan membagi sahamnya.
Itu masuk akal, 'kan?
Aku tidak berhak memutuskan soal saham.
Itu milik badan perusahaan, bukan sembarang orang.
- Badan perusahaan? - Ya.
- Apa itu ide Pak Nam? - Ya.
Sial. Apa-apaan ini?
Dasar pecundang bodoh.
- Kau tidak bisa memercayainya! - Hei.
Harus menjadi milik perusahaan agar ikut dalam pembangunan ulang.
Berapa yang akan dia berikan?
Sepuluh miliar won.
Apa-apaan itu? Hei!
Kau bisa mendapatkan setidaknya 30 miliar dari itu!
Sulit kupercaya si bodoh ini.
Hei.
Itu sebabnya orang-orang memanfaatkanmu.
Dasar bodoh.
Ya.
Aku pecundang dan payah.
Itu sebabnya aku dimanfaatkan.
Istriku bahkan direbut temanku.
Apa maksudmu?
- Kau sungguh tidak tahu? - Apa?
Kau tidur dengan Seon, 'kan?
Maaf, tunggu.
Teriakan tiba-tiba itu membuatku pusing.
Kepalaku nyeri.
- Aku harus kembali ke rumah sakit. - Tunggu.
Hwal-sung.
Kita harus bicara.
No comments yet. Be the first to leave one.