Spooky in Love

Spooky in Love (오싹한 연애)

Indonesian সাবটাইটেল ডাউনলোড করুন

সিজন 1

রিলিজ তথ্য

𝗦𝗣𝗢𝗢𝗞𝗬 𝗜𝗡 𝗟𝗢𝗩𝗘 𝗦𝟬𝟭𝗘𝟬𝟯- 𝟮𝟬𝟮𝟲 𝗡𝗙𝗫 𝗪𝗘𝗕
ভাষ্য লিখেছেন Coffee_Prison
𝑹𝑬𝑻𝑨𝑰𝑳 𝑵𝑬𝑻𝑭𝑳𝑰𝑿 >> 𝟎𝟏:𝟎𝟎:𝟓𝟎 *𝑪𝒓𝒆𝒅𝒊𝒕 𝒕𝒐 𝘌𝘶𝘯𝘪𝘬𝘦 𝘎𝘭𝘰𝘳𝘪𝘢 (𝑷𝒆𝒏𝒆𝒓𝒋𝒆𝒎𝒂𝒉) || ડ౿ᥣɑოɑ𝗍 𝖬౿𐓣𝗈𐓣𝗍𝗈𐓣

ট্যাগ

webdl
প্রকাশিত: 2026-07-25
ডাউনলোড: 28
শ্রবণপ্রতিবন্ধীদের জন্য: No

Indonesian সাবটাইটেল প্রিভিউ

প্রথম 200টি লাইন।

SPOOKY IN LOVE

EPISODE 3

Berani sekali kau memerasku?

Aku tak meributkannya saat kau menyalin desainku musim yang lalu.

Kini, kau malah menyalin gaun penyelam haenyeo milikku.

Itu gaun istimewa yang kubuat sambil memikirkan nenekku.

Dengarkan.

Untuk apa aku menyalin desain orang rendahan sepertimu?

Silakan sebarkan sesukamu,

siapa yang akan memercayaimu?

Lihat saja, mungkin mereka akan percaya.

Bukti tak langsung bahwa kau menyalin desainku

telah terekam oleh CCTV.

Kau ternyata sudah siap, ya?

Berikan ponselmu.

- Cantumkan namaku pada desain itu. - Berikan ponselmu!

- Katakan kau pakai desainku! - Berikan ponselmu!

Da-mi!

Kau tak akan menjelaskan?

Apa maksudmu?

Itu bukan kebetulan, ya?

Gunung tempat perjumpaan pertama kita,

mayat sopir taksi di bagasi itu, lalu Jang Eun-ju.

Silakan katakan itu kebetulan meski kemungkinannya kecil,

tapi jika ini juga kebetulan?

Kau mau aku mengatakan apa?

Jika kau…

Mari kita bahas kali lain saja.

Kau harus menghangatkan diri.

Tentang yang tadi…

Terima kasih.

Aku mungkin terbiasa dengan situasiku,

tapi bukan berarti aku tidak takut.

Tolong tangani ini.

Kau pasti lebih mampu menanganinya daripada aku.

Sumpah, ini jebakan.

Pasti ada kekeliruan!

- Jangan memotret. - Semua ini cuma kesalahpahaman!

- Jangan memotret. - Nona Kim!

- Nona Jung! - Bisakah dibuktikan…

- Nona Kim. - Ya?

Temukan pelakunya.

- Aku akan menuntut ganti rugi. - Ya, Bu.

Pelan-pelan dengannya.

Keluarlah. Hati-hati melangkah.

- Terima kasih. Hati-hati melangkah. - Nenek?

Kalian akan menginap di sini.

Beristirahatlah di lobi sebentar, lalu kunci kamar akan dibagikan.

Lalu, kami tunjukkan tempat wisatanya.

- Mari kita masuk. - Hei.

Nenek berada di Pulau Jeju?

Untuk apa Nenek pergi ke sana? Nenek berada di kuil.

- Kau berada di Pulau Jeju? - Ya.

Nenek sungguh tak berada di sini?

Omong kosong apa pertanyaanmu ini?

Omong-omong, kau harus menjauhi perairan hari ini.

Baiklah.

Astaga, dia cenayang atau apa?

Kau sudah tiba di bandara?

Ya, hampir sampai.

Kau tak perlu mengirim mobil.

Aku dengar soal kecelakaan itu.

Kau boleh mentraktirku jika sebesar itu terima kasihmu.

Tentu.

Aku akan segera pergi ke Seoul. Jangan lupa, ya?

Kenapa Ibu berkebun sendiri? Kita punya tukang kebun.

Ibu dengar ada gangguan.

Ya, itu sudah ditangani.

Omong-omong, apakah Ibu mendapat tamu tadi?

Pertumbuhannya cepat sekali.

Jika tak segera dicabut, gulma akan tumbuh menguasai kebun.

Hei.

Temani dia sampai Da-mi dipindahkan ke tempat pemakaman.

Kita tak bisa sama-sama bolos kerja. Jadi, aku harus kembali.

Tapi ini menghancurkan hatiku.

Baiklah, dah.

Aku jelas berada dalam jangkauannya,

tapi aku merasa dia berusaha keras untuk tak memegangku.

Tentang yang tadi… Terima kasih.

Aku mungkin terbiasa dengan situasiku,

tapi bukan berarti aku tidak takut.

Dia berterima kasih untuk apa?

Dia memang aneh.

Nenek dengar kau menolak tawaran Min-hwan.

Ya.

Aku akan merincikan strategi yang kutunjukkan tempo hari.

Tolong periksakan. Aku yakin bisa mengatasinya.

Bagaimana rasanya menjumpainya lagi?

Itu…

Apa Nenek mengutusku ke Pulau Jeju gara-gara Min-hwan?

Ya, dan mumpung kita membahasnya…

Nenek cukup menyukainya. Kalau kau?

Maksud Nenek secara romantis?

Dia hanya mantan teman sekolahku.

Nenek sudah memberitahumu, bukan?

Untuk meredam rumor yang beredar tentang dirimu,

pernikahan adalah cara terbaik.

- Nenek. - Rumor itu tak boleh ada.

Taruhannya bukan cuma hotel kita. Bagaimana dengan reputasi keluarga?

Singkirkan rumor itu sendiri, dengan menikah.

Ayolah, ini bukan Dinasti Joseon.

Nenek tak bisa memaksaku menikah.

Pernikahanmu

bukan penyatuan biasa.

Bagaimana jika urutan penerus dialihkan kepada Dong-jun dan Ha-ri?

Memang ada buruknya bahwa ayah mereka bukan anak kandung Nenek,

tapi kau tahu

bahwa dalam memilih penerus, syaratnya bukan cuma sedarah.

Min-hwan bisa membantumu berkontrak dengan jaringan hotel asing.

Wajar jika kalian bersatu dalam prosesnya…

Aku tak berniat melakukan itu.

Sedangkan Nenek tak berencana menunggu lama.

Ini saat yang tepat

untuk meluruskan rumor yang beredar tentang dirimu.

Menikahlah dalam dua bulan.

Jika tidak,

Nenek akan membahas lisensi Reina lagi.

Juga Aula Siena.

Setidaknya,

pertunangan saja untuk saat ini.

Karena yang gagal adalah pertunanganku.

Tenggat waktunya tetap. Dua bulan.

Nenek akan puas dengan Min-hwan.

Tapi seperti ucapanmu, ini bukan Dinasti Joseon.

Tetap saja, pria pilihanmu minimal harus setara dengan keluarga kita.

Baiklah. Mari kita bekerja lagi.

Silakan.

Sekarang, lupakan Seung-jae, dan pergilah berkencan buta, paham?

Kita sudah membeli semua keinginanmu.

Baiklah.

Apakah Nenek tak berminat membuka pasaraya?

Pasaraya Reina.

Aku yakin bisa sukses mengelolanya.

Memintanya memberi kita galeri seni saja sudah sulit.

Pasaraya lagi? Lupakan saja.

Yeo-ri belum tahu, bukan? Tentang karya seni hotel.

Cheon Ha-ri?

Wah, Kak Min-hwan?

Wah, sudah berapa tahun, ya?

Astaga, lihatlah siapa yang datang.

Bagaimana kabarmu?

- Sangat baik. - Kapan kau kembali ke Korea?

Belum lama ini.

Kita lama tak jumpa. Mau makan bersama?

Aku perlu membeli kado. Jadi, tak bisa hari ini.

Aku akan segera mentraktirmu.

Kau juga, Ny. Ok.

Masuklah.

Bu Presdir Baek.

Min-hwan.

Lama tak jumpa.

Min-hwan.

- Ini untukmu. - Astaga.

Wah.

Indah sekali.

Kau tak perlu membelikanku apa pun.

Aku sudah senang menemuimu setelah hanya bertelepon.

- Benar. - Mari kita duduk.

Bu Presdir sama sekali belum berubah, bahkan lebih bersinar.

Hei, jangan menggoda wanita tua.

Kudengar kau dan Yeo-ri tak mencapai kesepakatan.

Kau tetap mengutusnya meski tahu hasilnya.

Terima kasih atas kerja samanya.

Astaga.

Kita makan dengan Yeo-ri saja, ya?

Aku mau.

Kau suka makan apa?

Apa pun yang kau suka.

Aku tak terlalu peduli.

Halo, Bu Presdir.

Nona Cheon ada, bukan?

Dia baru saja pulang.

Perlukah kuhubungi?

Tak perlu.

Aku pun tak dijawabnya di luar jam kerja.

Aku telah memanjakannya.

Sangat disayangkan.

Kita harus makan bersama kali lain.

Tak perlu. Aku lebih menyukai ini.

Kita bisa berdua saja.

Benar, bukan?

Mari kita bersantai dan makan yang enak.

Aku setuju.

Min-hwan dan Ji-hwan bukan kembar?

Jangan keras-keras. Kakakku akan memarahiku jika mendengarmu.

Sebenarnya, setelah kakakku tahu dirinya mandul,

dia mengadopsi bayi dari AS.

Ajaibnya, tepat sebelum pulang ke Korea,

- dia malah hamil. - Wah.

Karena itulah dia menunda kepulangannya,

dan baru pulang setelah melahirkan Ji-hwan.

Aku memang heran dia begitu lama di sana.

Jadi, Min-hwan memang anak adopsi.

- Benar. - Pantas saja…

Mungkinkah itu alasan mereka mengirim Min-hwan bersekolah di luar negeri?

Kau sedang apa di situ?

Yeo-ri, kau juga.

- Ayo, ikutlah makan buah. - Tidak, terima kasih.

Kami baru mau pergi.

Benarkah?

মন্তব্যসমূহ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left