The House of the Spirits

The House of the Spirits

Indonesian সাবটাইটেল ডাউনলোড করুন

সিজন 1

রিলিজ তথ্য

[𝗖𝗼𝗳𝗳𝗲𝗲𝗣𝗿𝗶𝘀𝗼𝗻] 𝗧𝗛𝗘 𝗛𝗢𝗨𝗦𝗘 𝗢𝗙 𝗧𝗛𝗘 𝗦𝗣𝗜𝗥𝗜𝗧𝗦 𝗦𝟬𝟭𝗘𝟬𝟳 𝗣𝗥𝗜𝗠𝗘 𝗔𝗠𝗭𝗡 𝗪𝗘𝗕
ভাষ্য লিখেছেন Coffee_Prison
𝑫𝒖𝒓𝒂𝒔𝒊 : 𝟓𝟓:𝟓𝟑 || 𝑺𝒖𝒃𝒕𝒊𝒕𝒍𝒆 𝑹𝒆𝒕𝒂𝒊𝒍 𝑷𝑹𝑰𝑴𝑬 𝑽𝑰𝑫𝑬𝑶 || *𝑪𝒓𝒆𝒅𝒊𝒕 𝒕𝒐 𝘚𝘶𝘥𝘪𝘳𝘮𝘢𝘯 𝘓𝘪𝘶𝘴 (𝑷𝒆𝒏𝒆𝒓𝒋𝒆𝒎𝒂𝒉) || ડ౿ᥣɑოɑ𝗍 𝖬౿𐓣𝗈𐓣𝗍𝗈𐓣

ট্যাগ

webdl
official_release
amazon_prime_video_synced
প্রকাশিত: 2026-05-13
ডাউনলোড: 25
শ্রবণপ্রতিবন্ধীদের জন্য: No
FPS: 25

Indonesian সাবটাইটেল প্রিভিউ

প্রথম 200টি লাইন।

Setiap tahun yang berlalu tanpa nenekku,

aku diam-diam berharap dia akan mengunjungiku.

Namun, saat berusia 18 tahun,

aku merasa sudah waktunya meninggalkan masa kecilku selamanya,

juga hantu-hantunya.

Ibuku sudah terbiasa hidup dengan keterbatasan wanita menikah,

meski dia tak punya suami.

Dia masih ditakdirkan memiliki satu cinta sejati.

Namun, ketakutannya menutupi keinginannya untuk bebas.

Alba!

- Alba! - Aku di sini, Bu.

- Selamat ulang tahun, Nak. - Terima kasih.

Ibu mau berikan ini sebelum kau pergi.

Ini milik Nenek.

Sudah 12 tahun.

Dengan begini, Nenek selalu bersamamu.

- Ini. - Terima kasih.

Dia pasti juga bangga kepadamu.

Wanita pertama di keluarga yang kuliah.

Hei, Gadis berulang tahun.

Bahan bacaan dasar untuk siswa filsafat.

Terima kasih, Paman. Apa ini?

Aku yakin kau akan menyukainya.

Pamanku Jaime memutuskan tinggal di Rumah Besar di Pojok demi kami.

Dia terus bekerja di rumah sakit umum

dan hubungannya dengan ayahnya tak pernah pulih.

- Hanya jika bersamamu. - Jangan jahat kepada ibumu.

- Alba, selamat ulang tahun. - Terima kasih, Kakek.

Pak.

- Sampai nanti, Javier. - Semoga harimu baik.

Masih marah dengan Paman?

Dia mengubah nama keluarga. Secara teknis, dia bukan anak Kakek.

- Aku pakai nama keluarga Kakek. - Itu tak lucu.

Ada nama belakang Prancis yang harus kau pakai.

- Tak ada yang tahu cara menulisnya. - Baiklah.

- Masuk. Nanti terlambat. - Tak perlu, aku mau pergi sendiri.

Tak masalah.

Teman-temanmu memberimu ide aneh.

Hati-hati. Universitas itu tempat berkembang bagi kaum kiri.

Aku menunjukkan gejala komunis. Awas. Ini menular.

Baiklah.

- Hati-hati. - Baik, Kakek.

- Hati-hati! - Ya!

Di universitas, politik pasti ada.

Sebagian besar siswa mendukung kelas pekerja,

terutama pada tahun itu selama pemilu presiden,

saat pertama kalinya orang merasa penuh harapan.

Aku ingin menjadi bagian dari perubahan itu.

KAMPUS BARAT UNIVERSITAS NASIONAL

Nona, hari ini kau tak ada kelas.

Yang tak mau ikut protes boleh keluar.

Aku mau ikut.

Kau tahu kenapa kami mengambil alih universitas?

Kami butuh orang yang berkomitmen.

Ya, aku tahu alasan kita melakukan ini.

- Lalu? - Aku tetap di sini, Kamerad.

LENYAPKAN HASUTAN, MULAI REVOLUSI!

Tak ada perubahan tanpa perjuangan.

Tak ada keadilan tanpa solidaritas.

Kita mahasiswa tak boleh diam saja.

Kekerasan sistem harus dihadapi dengan kekerasan revolusi.

Ini momen kita, Kamerad.

MAHASISWA MUAK!

Kaum kanan menghalangi kita maju.

Jika mendengar ucapan Senator Trueba hari ini,

kalian tahu maksudku.

Orang tua seperti dia membebani kita dengan kebijakan…

Maafkan aku.

Aku tak bermaksud mengganggu pidato fasihmu.

Aku senang kau menganggapnya fasih.

Namun, aku tak setuju dengan beberapa idemu.

Dengan kekerasan, semua kalah.

Semua orang punya peran.

Polisi matikan listrik beberapa jam lagi,

jadi kita harus bersiap.

Hei.

Miguel Espinoza.

Salam kenal, Miguel Espinoza.

Kau tak akan beri tahu namamu?

Kau selalu segalak ini?

Alba…

De Satigny.

Cuma saat itu aku memakai nama belakangku

yang ada di catatan sipil.

Kenapa orang sepertimu di sini bersama rakyat jelata?

Belajar hukum juga tidak seperti jelata.

Dari mana kau tahu?

Tak sulit ditebak.

Aku belum pernah melihatmu.

Kau mahasiswa baru?

Filsafat. Bagaimana denganmu?

Tahun keempat. Kau ikut protes?

- Hei, Miguel! - Ya?

- Ke pintu masuk. Kami butuh kau. - Baik.

Kuharap kau ikut,

Alba de Satigny.

Kita lebih banyak Kita lebih banyak.

Kita lebih banyak.

Kita lebih banyak Kita lebih banyak.

UNIVERSITAS NASIONAL MENDUKUNG PARA PEKERJA

Miguel segera menjadi jiwa utama protes.

Dia terlahir sebagai pemimpin. Dengan gairah yang tak terhentikan.

Dia mencari keadilan dan itu memikatku.

Kekuatan rakyat.

Keadilan untuk rakyat Pekerjaan, cinta, dan roti.

Kita bisa merasakannya Kekuatan rakyat.

Itu masa yang tak terlupakan.

Menyanyikan lagu Pedro García, mengisi kepala kami dengan heroisme.

Namun, tak bertahan lama.

Kami tak akan buka gerbang. Tidak, Pak.

Kami para pekerja ingin keadilan!

Keadilan!

Anak-Anak, sebaiknya bubar dengan damai.

Kami tak akan pergi.

Kau matikan air dan listrik kami.

Kami menuntut pemerintah mendengarkan kami dan bertindak sekarang.

Jika tak mau keluar, kami harus masuk dan bubarkan kalian.

Dekan sendiri yang meminta kami turun tangan.

Kau tak boleh masuk universitas ini.

Sebuah kejutan. Lihat siapa yang datang.

Aku berhasil menghapus pria itu dari ingatanku.

Sampai saat itu.

Apa Senator Trueba tahu cucunya berada di sini?

Esteban García adalah monster dari mimpi buruk yang berulang,

bersembunyi di dalam bayangan, siap menerkamku kapan saja.

Aku tak tahu itu adalah ramalan.

RUMAH ARWAH

Kita bisa merasakannya Kekuatan rakyat.

Keadilan untuk rakyat Bekerja, cinta, dan roti.

Cinta, roti, dan kehidupan.

Kerja dan keadilan.

Cinta, roti, dan kehidupan.

Kerja dan keadilan.

Cinta, roti, dan kehidupan.

Kejutan yang indah.

Pekerjaan.

Kejutan ini untuk apa?

Ada beberapa penggemar di sana.

Mereka masih di sana?

Mereka sudah lama di sana?

Salah satu memanggilku "Bu."

Itu tidak lucu.

Ada apa? Kau baik-baik saja?

Hari ini…

Hari ini…

Aku tak berhenti memikirkan Alba.

Alba sudah dewasa sekarang.

Sudah saatnya kita tinggal serumah, seperti keluarga biasa.

Seperti orang biasa sungguhan.

Jangan mulai dengan itu lagi.

Acevedo akan menang pemilu dan aku akan bekerja dengannya.

- Kau? Menteri? Mustahil. - Aku serius.

Namun kali ini, dia akan menang. Aku yakin. Aku sudah memutuskan.

Aku serius.

Kita sudah bicarakan.

Aku tak mau terus bersembunyi dari ayahmu.

Aku tak mau membahas ayahku.

Aku mau Alba tahu dia putriku.

Sejauh ini kita aman. Kenapa kau ungkit ini?

Jika kau tak jujur, kita selesai.

Hentikan ancaman itu. Kau selalu menyesalinya.

Kumohon.

Katakan yang sebenarnya. Lakukan saja.

Aku tak bisa.

Apa yang kau takutkan?

Kita bicara nanti, setelah kau puas mengomel.

Aku tak akan puas.

Pedro.

Ibu?

Ibu! Kemari.

Kenapa, Dik? Apa kau tak mau memilih?

Mungkin kau yang tak mau.

Sekali, saat kakekmu mencalonkan diri,

aku diberi kertas yang sudah diisi.

Lalu putranya buang dan memilih partai kiri.

- Sudah kuceritakan? - Sering kali.

Ya…

Tak bisa memilih ayah, tapi bisa memilih presiden.

Lalu saat kau tak punya ayah?

Maka kau terjebak dengan kakek galak dan pamanmu.

Serta ibumu.

Ibu tak akan memilih kaum konservatif.

Satu suara lagi untuk Acevedo.

Ibu cuma bilang tak memilih konservatif.

Siap memilih dan mengubah sejarah?

Aku siap.

Seperti kata Ibu, "Seperti biasa, yang menang selalu sama."

Tidak, hari ini Acevedo menang.

"Kata alam semesta," seperti kata Ibu.

DAMAI - KERJA - KELUARGA - KEBEBASAN PILIH 2 - SANDRINI.

Pak Trueba, wawancara dengan TV nasional dimulai 20 menit lagi.

Bagus. Kita punya berapa botol sampanye?

- Lima puluh. - Jadikan 100.

- Seratus botol? - Seratus.

- Bukankah kau terlalu percaya diri? - Kenapa kurang percaya, Komandan?

Ada laporan intelijen yang mengatakan situasinya lebih sulit dari dugaanmu.

Sejak kapan militer menangani pemilihan? Jangan begitu.

Seratus botol, jangan kurang.

- Maaf. - Hei! Kerja yang benar!

Cepatlah, sialan!

More Indonesian subtitles for The House of the Spirits

মন্তব্যসমূহ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left