প্রথম 200টি লাইন।
Apa?
- Apa? - Apa katamu tadi?
Apa?
- Apa katamu? - Aku tak bilang apa-apa.
- Ada apa? Apa? - Apa?
Hentikan.
Kau bilang apa tadi?
Kau pernah mengalami ini?
Tidak pernah. Tapi semua akan baik-baik saja.
Ya, tentu saja.
Sungguh, semua pasti aman.
Tidak. Aku tahu.
Jess, bagaimana menurutmu?
Kurasa seluruh siklusnya terlambat.
Mereka akan datang. Mereka harus datang.
Ya.
Jika terus hujan, antara tak ada yang datang semalaman
atau semua meja akan terlambat.
Hujan tak akan terus turun.
- Nanti berhenti. Sebentar lagi. - Ya.
- Tentu. Nanti berhenti. - Pasti.
- Ya. - Kurang lebih…
Sekarang.
Oke, Semuanya, berkumpul.
Pemesanan pukul 17.30 sudah terlambat lima menit.
Pukul 17.45 akan tiba sepuluh menit lagi.
Pukul 18.00 akan tiba 25 menit lagi.
Cuacanya benar-benar mempersulit kita.
Kita akan sepi sekali atau ramai parah,
dua-duanya akan membuat arus masuk bermasalah.
Dengan begitu, restoran ini akan menerima
dan melayani siapa pun dan berapa pun orang yang datang.
- Harus cepat. - Benar.
Kita harus memangkas setengah jam dari setiap meja.
Tidak apa-apa. Kita akan baik-baik saja.
Chef Sydney benar, dan untuk memperagakannya,
ini adalah representasi visual dari Jalan Menuju Kesuksesan.
Ini sebenarnya sudah cukup jelas,
tapi aku bersedia mendiskusikan dan menjelaskannya.
Yang ini kutaruh di sini, dan ada salinannya di belakang bar.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Baik, perlengkapan meja harus sudah siap,
di mana pun kalian menaruh atau menyembunyikannya.
Aku mau waktu membereskan meja dikurangi setengah.
Aku ingin tempo dapur tetap presisi.
Ada pertanyaan? Ide?
Aku akan terus melihat ke luar jendela.
- Sangat membantu. Terima kasih. - Jangan sampai berembun.
Aku bisa mengurangi lima persen lagi.
Jatah protein.
Semoga bisa mengeluarkan orang dari sini lebih cepat.
Jess, menurutmu kita bisa mulai satu menit lebih awal?
Ya, tapi ingat, jika kita memotong setengah jam,
waktu kita cuma sepuluh menit per set.
Bagus. Berarti sepuluh menit per set.
Luar biasa. Ya, bagus.
- Rene, Garrett, Richie. - Ya.
Jika mereka muncul, akan ramai di area pintu.
- Dimengerti, Chef. - Itu pasti kacau.
Kami akan tangani sebaik mungkin.
Gary, bagaimana anggurnya?
Jika boleh membuka dua botol, aku pasti bisa.
Nat?
Ya, kenapa tidak?
- Masa bodoh. Bukalah. - Terima kasih.
T, bisa ambilkan papan tulis?
Aku akan meniru Richie
dan memvisualkan semua operasional kita malam ini,
- termasuk sisa stok. - Baik.
Bagus, baiklah.
Aku mau komunikasi terus berjalan malam ini.
Ayo habis-habisan, Bear.
Bunda Kemenangan.
Doakanlah kami.
- Ayo. - Baik.
Selalu tenang.
Selamat datang.
- Sialan! Mundur. - Hai, Chef.
Hujannya deras sekali di luar.
Hei, Pete, lantainya jadi penuh tetesan air!
- Maafkan aku. - Natalie!
- Apa kabar, Fakster? - Jangan bicara padanya. Dia sedang kerja.
- Jangan bicara padaku. Aku sedang kerja. - Maaf.
- Pergi saja. - Oke.
Pergi saja.
Apa ini malam kaus?
- Pergi saja. - Oke.
Maaf soal itu.
Mari tetap bersiaga.
Hei, Chef.
Muram sekali.
- Kenapa kau kemari? - Hei.
Jalanan macet parah saat pulang. Mungkin aku bisa makan dulu?
- Sayang, ini bukan waktu yang tepat. - Pete.
Kau tahu? Maafkan aku.
Nat, boleh kupinjam dia sebentar?
- Boleh aku minta tolong? - Aku sangat ingin membantumu.
Terima kasih. Kau malaikat.
Kami akan kerepotan soal sampah,
dan kau akan menjadi penyelamat jika bisa membantu kami.
- Apa? - Lalu nanti,
aku bisa buatkan apa pun maumu.
- Bolonyes? Sepakat. - Oke.
- Baiklah. Ya. - Oke. Bagus.
- Di belakang. - Bagus.
- Terima kasih. - Terima kasih.
- Jadi, hancurkan saja? - Ya.
Bersenang-senanglah dengan itu.
Terima kasih, Richard.
Kau baik-baik saja?
Ya, Chef.
Aku mau menghitung ulang stok.
Bagus. Terima kasih.
Akan kubuat kita berhasil.
Aku tahu, Sayang. Aku akan berada tepat di sampingmu.
Tentu saja. Maksudku…
Itu sebabnya kau kepala dapurku.
Tepat…
Apa?
T, apa pun yang terjadi malam ini, bagaimana pun akhirnya nanti,
kau kepala dapurku.
Chef, aku tak yakin.
Tak yakin soal apa?
Apakah aku bisa melakukannya.
T…
Kau sudah melakukannya.
Jadi, bisa buatkan daftarnya?
Baik, Chef.
Kita harus lebih cepat, Chef.
Kita harus lebih cepat.
Ya, aku tak cemas soal itu.
Maksudku, saat pelayanan kau akan sibuk di pos lain,
dan aku akan sendirian di sini, jadi aku cuma mau siap.
- Aku paham. Aku berusaha fokus sekarang. - Oke.
- Hai. Semua aman? - Hai, Natalie.
- Ya? - Kami baik-baik saja.
Semuanya baik-baik saja. Ini menyenangkan.
- Ibu membuatku takut. - Baik.
Demi komunikasi yang terbuka sepenuhnya,
- Ibu sudah bilang mau begitu. - Apa?
- Ibu harus bilang. - Ada apa?
Listriknya padam.
- Tapi, Sayang… - Ibu.
Natalie, Sayang, tidak apa-apa.
Ibu sudah menyalakan lilin dan mengisi bak mandi, dan itu bagus.
Bagus. Sangat elegan, bahkan agak seksi.
- Baiklah, itu aneh. Ya. Tidak. - Tidak, Natalie. Tidak.
Kau tahu? Dia mau mengambil ponselnya. Katakan, "Hai, Ibu."
Ibu, aku ingin Ibu kemari.
- Ya? Kemarilah. - Natalie, tidak perlu.
- Kami baik-baik saja. - Ibu.
- Kami… - Ibu, kemari saja.
- Kita beri dia penawaran. - Dengan apa?
Ada beberapa stiker aroma di mobilku.
- Kau? - Yang murah.
Semurah apa? Sebaiknya sangat murah.
Dia memberi Michael 2.500 dolar pada 2018.
Dia pasti minta mahal. Tapi kau harus mulai membahasnya.
Hei.
Hei, Paman J. Hei, Paman Komputer. Hei, Orang Baru.
- Aku Pete. - Aku Cheese.
Bagus. Kau dari Wisconsin?
Apa kau berengsek?
Bagus.
Hei, apa yang kau tahu soal hak ruang udara?
Hak ruang udara.
- Itu bisa agak rumit. - Baiklah.
Sederhanakan saja untuk kami.
Baiklah, di atas setiap gedung ada udara, 'kan?
- Masa bodoh. - Ya, kami tahu apa itu udara.
Baiklah, Kawan, ini dia.
Kita mulai.
Yang satu '97, dan yang satu lagi '99.
Yang satu '97, dan satunya lagi '99.
Benar.
- Aku tak mau sampai salah, Teddy. - Tidak. Kau sudah belajar.
Kau sudah berlatih. Kau hebat.
Kau ahlinya.
Baiklah, mari kita lihat. Doakan aku.
Kau pasti bisa, Sayang. Kau hebat.
Baiklah.
Bagaimana?
Oke, taninnya…
Agak lebih menonjol di sini.
- Rasa buahnya mirip plum. - Ya.
Warnanya…
Benar.
Ya, yang ini '97.
- Menurutmu begitu? Oke. - Ya.
Ya. Baiklah.
- Ya. Yang ini. - Ya.
Tulis saja di situ.
Ya.
- Ya, itu dia. - Baiklah.
Spidol baru. Mau taruh di mana?
Terima kasih.
Ini indah, Sepupu.
Apanya?
Ruangannya.
Aku tak pernah di sini sekitar waktu ini.
No comments yet. Be the first to leave one.