প্রথম 200টি লাইন।
Diterjemahna neng: NDASERUAG
-- Selamat Mendeleng ---
Tuk-tuk-tuk.
Kisah ini dimulai.
Apa yang bisa membuat tiga sahabat meninggalkan rumah mereka?
Dan memulai perjalanan berbahaya?
Hanya cinta tulus dan rasa hormat kepada manusia!
Bagaimana bisa terjadi, tiga ekor kecoak terikat dalam
ikatan persahabatan dengan makhluk yang tak biasa seperti manusia?
Dia bicara dengan siapa? Aku bahkan tak yakin dia masih sadar.
Maklum, sudah tua.
Sahabat kami Carlo, warga Italia yang paling baik hati,
tak pernah mengancam kami dengan sandal atau memasang jebakan di sudut rumah.
Kecoak, jika diperlakukan dengan rasa hormat,
bisa menjadi sahabat setia bagi manusia.
Apa kita kembali saja? Kaki kita sudah mau copot.
Kalau begitu, pakai kaki bawahmu.
Kalian pasti bertanya, ke mana kami mendayung dengan riang begini?
Kami menuju ke tempat Signora Tortilla, yang bisa melakukan keajaiban
dan mengembalikan kebahagiaan hidup Carlo.
Karena sudah 10 tahun lamanya, kesedihan tinggal di rumah kami.
Alessandro, pusaran air sudah dekat. Saatnya masuk ke dalam botol.
- Alessandro. - Alessandro. Alessandro!
Ayo, cepat!
Tutup penutupnya!
Ya Tuhan! Santa Maria.
- Halo! - Jangan masuk seperti itu.
- Signora Tortilla yang terhormat. - Dia di sana.
- Signora Tortilla yang terhormat. - Halo.
Pelan-pelan.
Kami meminta maaf karena telah mengganggu tidur Anda
dan berani mengusik Anda dengan permintaan kecil kami
mengenai sahabat kami, Carlo.
Kami mencari kunci.
Ah, Jalan Gaston Modest nomor 12?
Coba saya lihat dulu.
Hmm, di sini hanya terdaftar tiga ekor kecoak.
Alessandro, Giovanni, dan Antonio.
Anton. Aku bukan orang sini.
Kalian sudah mendapatkan keajaiban, tapi tak ada nama Carlo di sini.
Mungkin alamat terdaftarnya berbeda?
Atau mungkin dia punya jalan lain, tanpa keajaiban?
Kalian tahu, tidak semua orang mendapatkan keajaiban.
Kalau kita bisa bernegosiasi?
Mungkin Anda bisa memberi satu keajaiban lagi untuk Carlo,
dan kami akan berterima kasih selamanya.
- Tolonglah. - Jangan merendahkan diri begitu!
Kalian sudah kurang ajar, ya?
Mungkin kalian perlu dikembalikan
ke kondisi menyedihkan kalian dulu, saat kalian berlarian tanpa busana,
tanpa sepatu...
Jangan sepatu! Jangan sepatu!
bahkan tak bisa mengucapkan dua kata dengan benar?
Waduh, dia ketiduran.
Kalau begitu, kita bangunkan?
Jangan, jangan, jangan!
Jangan bangunkan siapa pun. Stop.
Aku punya satu ide.
Anton, apa yang kamu lakukan? Ini salah, keterlaluan.
Yang keterlaluan itu kalau kamu disapu bersama sampah.
Tangkap!
Aku tangkap, aku tangkap.
Kaki-kakiku berkeringat.
Ini gila.
Kita memang gila.
Biarkan aku beristirahat.
Alessandro, ini basah.
Nah, ini baru hari latihan kaki.
Ayo, bangunkan dia.
Bawa kunci—Anton. Dorong—Anton. Bangunkan—Anton.
Jangan-jangan otot kaki kecilku juga sedang kram?
Ambil kunci emas itu dan buka pintu di balik perapian yang tergambar.
Ya sudah, duduk saja di situ dan pikirkan baik-baik.
Diam!
Masuklah dan buat satu permintaan yang paling kamu inginkan.
Tak boleh menghidupkan orang mati atau membuat seseorang jatuh cinta, maaf,
wahai sahabat-sahabat mulia yang penuh kasih.
Baiklah, permintaan.
Tapi apa yang kuinginkan?
Sudah lama sekali aku tak menginginkan apa pun.
Waduh, malah begini.
Dulu, aku dan Maria memimpikan seorang anak laki-laki.
Jadi,
aku ingin punya anak laki-laki.
Aku ingin punya anak laki-laki!
Buka pintunya!
Buka sekarang juga!
Selamat malam!
Dia sudah bangun.
Nah, itu dia.
Carlo, benar?
Maaf, tapi aku terpaksa mengambil kunci yang satu ini.
Dan itu sama sekali tidak merugikan Anda.
Karena kunci ini sama sekali tidak ajaib.
Dan jelas, keajaiban itu tidak pernah ada.
Ini dunia kejam tanpa keajaiban...
di mana kita tak bisa memercayai siapa pun.
Sudah merasakan keajaiban, ya.
Arrivederci.
Baiklah.
Barusan kamu yang bergerak?
Ah, tidak. Cuma perasaanku saja.
Hei, tunggu, tunggu, tunggu!
Aku tidak bermaksud menakutimu. Bangunlah.
Di Palermo, Palermo, Palermo
Hiduplah Carlo si pemain organ,
Dia tak pernah melupakan istrinya,
Tak makan, tak tidur, tak minum.
Hanya, hanya, hanya
Dia membuat boneka-bonekanya.
Tok, tok, tok, ketuk pintunya.
Semoga terkabul, terkabul, terkabul.
Ini bukan mimpi, mimpi, mimpi.
Kan lahir seorang putra, putra, putra.
Dia bersumpah mencintai Maria hingga akhir hayat,
Namun maut sudah di depan pintu.
Maria dibawa ke surga,
Para malaikat membawanya ke sana.
Dia tak meninggalkan anak untuk Carlo,
Dia pun kesepian dan menjauhi orang-orang.
Carlo kehilangan wanita yang dicintainya,
Tak ada putri maupun putra.
Tok, tok, tok, ketuk pintunya.
Semoga terkabul, terkabul, terkabul.
Ini bukan mimpi, mimpi, mimpi.
Kan lahir seorang putra, putra, putra.
Nah, begitulah.
- Tunggu, tunggu. - Tunggu.
- Kamu bisa bicara? - Kamu bisa bicara.
Baiklah.
Kalau bicara dengan sadar?
Aku Carlo.
Carlo.
Kalau kamu?
Buratino!
- Buratino! - Hebat!
Hidungnya akan tetap seperti itu?
Anton...
Ya...
Pintarnya anakku!
Anakku yang pintar!
Anak!
Bukan, kamu anaknya! Aku Papa!
- Papa? - Ya.
Papa Carlo.
Ya.
Tunggu!
Tunggu!
BURATINO alias PINOKIO
Buratino ternyata sangat pintar.
Dia langsung menghormati para kecoak dan belajar bahasa Italia.
Tak lama kemudian, Papa Carlo mengantarnya ke sekolah.
Itu percuma. Anak itu akan celaka.
Sekolah, sekolah, bellissimo.
Akhirnya kita pergi ke sekolah!
Setelah lulus sekolah, kamu akan masuk universitas.
Tak ada seorang pun di keluarga kita yang pernah kuliah, tapi kamu akan.
Kamu punya semua kemampuan untuk itu, Nak.
Kamu bisa jadi dokter atau pengacara.
Kalau ada yang tidak kamu pahami, jangan malu angkat tangan dan bertanya.
- Halo, Carlo! - Halo, Johnny.
- Kami juga ingin mengantar anakku ke sekolah. - Aku akan menjadi dokter dan pengacara.
Saluto, Antonelli! Sampaikan salam buat istrimu!
Ini anakku, Buratino. Hari ini hari pertama di sekolah.
Signora Francesca, lihat siapa yang kubawa.
Anakku.
Kami ingin ke sekolah.
Buongiorno, Jean-Luca.
Jangan kaget, lihat siapa yang kubawa ini!
Aku butuh buku belajar membaca untuk anakku.
Nak, siapa namamu?
Buratino.
Dan kita membutuhkan buku belajar membaca terbaik untuk Buratino.
- Ya. - Sebentar.
- Sebentar. - Sebentar.
- Sebentar. - Sebentar.
Lihat, bagus 'kan.
Dengan hiasan emas dan gambar-gambar.
Hah? Lihat.
Oh! Ada gambarnya!
Ya, ya, ya! Harganya cuma tiga koin emas.
Ayolah, Carlo, ini buku abjad terindah di dunia.
Semakin indah buku abjadnya, semakin banyak ilmu di dalamnya.
Bisa kurang sedikit, Jean-Luca?
Aku berikan semua yang kupunya,
dan aku buatkan surat perjanjian,
kalau aku bersedia memperbaiki pintu berderit di rumahmu selamanya.
- Tidak, masih kurang. - Sebenarnya, pintunya perlu dilumasi.
Masih kurang, Carlo.
Apa aku bisa masuk sekolah tanpa buku itu?
Tunggu, Nak.
Papamu akan berpikir dulu,
dan dia tak mungkin membiarkan anak sepintar kamu tanpa buku.
Ini.
Ini jaket baru.
- Lalu Papa bagaimana jika tanpa jaket? - Musim dingin masih lama.
Kita akan baik-baik saja.
Anakku!
Perhatian, perhatian, warga semuanya!
Saksikan sesuatu yang belum pernah kalian lihat sebelumnya!
No comments yet. Be the first to leave one.