প্রথম 200টি লাইন।
Hidupku selalu biasa saja.
Tidak ada yang layak diceritakan.
Baik yang kuingat ataupun tidak,
semuanya tak pernah istimewa.
Tidak juga,
bahkan bisa dikatakan,
itu penuh dengan kenangan yang mau kulupakan.
Sewaktu kecil,
aku tak berani melawan perundung.
Lepaskan aku.
Seorang gadis pembela kebenaran kebetulan lewat dan menyelamatkanku.
Itulah pertama kalinya aku jatuh cinta.
Tapi aku tak sempat berterima kasih.
Pada akhirnya, aku tak pernah berani bicara padanya.
Berapa lama pun
aku menunggu, belahan jiwaku tak akan datang.
Aku cuma bisa mengamatinya.
Itulah hidupku.
Kupikir aku bisa menerima hal itu.
Tapi…
Sejak hari pertemuan kita…
Seluruh hidupku…
Telah berubah.
Kita membuka toko cabang Meguro pada tanggal satu bulan lalu
dan kini ada tambahan 13 mitra baru.
Saat ini, ada 62 gerai…
Lokasi di pusat Tokyo masih kurang.
Bagaimana jika di mal dekat stasiun utama?
Bisakah kita membuka gerai di NEWoMan Takanawa?
Kami sudah mencoba berulang kali.
- Tidak semudah itu… - Masuknya Velel ke sana
mampu menaikkan penjualan sekitar tiga persen.
TAKEDA IZUMI - SEKRETARIS MARIKO
- Maksudmu, kau tak sanggup? - Tidak,
akan kuusahakan.
- Tolong upayakan. - Ya.
- Dia mengerikan… - Kita lanjutkan…
TAKUMI SANO, DIVISI MEREK KEDUA RYOKO HASHIMOTO, DIVISI MEREK KEDUA
Atur pertemuan dengan Ibu Hara dari NEWoMan.
Aku sendiri yang akan bicara.
Mengerti.
Aku mau membahasnya dengan Direktur Cabang.
Jangan lupa sampaikan itu ke mereka.
- Segera kusampaikan. - Apa kau sudah dengar?
Kabarnya, Mariko sedang serius
- mencari calon suami. - Apa? Benarkah?
- Maaf. - Katanya,
- dia beberapa kali berkencan. - Apa? Serius?
DIVISI BISNIS MEREK
Kencanmu gagal lagi?
Jangan sebut gagal "lagi".
Jadi, tebakanku benar.
Masalahnya, kami tak memiliki kesamaan.
Dia bertanya soal kegiatan hari liburku,
lalu kujawab menonton film,
setelah itu, dia terus saja membahas Top Gun.
Dia cuma berusaha dekat denganmu.
Aku belum pernah menonton Top Gun.
Saat kuberi tahu soal itu, dia bilang, "Serius?
Kau melewatkan hal yang bagus!"
Ya, aku paham tipe pria seperti itu.
- Mereka menyebalkan, 'kan? - Ya, benar, 'kan?
Tapi kali ini, kau yang salah.
Apa? Kenapa?
Sebab seleramu cuma film pahlawan super Marvel.
Kau tak menonton film biasa di hari liburmu.
Kau seharusnya bilang suka film Marvel.
Makanya dia membahas Top Gun.
Tapi, begitulah proses perjodohan.
Tujuannya memahami sisi membosankan dan kebiasaan aneh masing-masing,
lalu menemukan orang yang mau berkompromi.
Itulah mencari pasangan hidup.
Ya, kurasa aneh mendengarnya dari seseorang yang bercerai.
Tapi tenang saja.
Pernikahanku membuahkan hartaku yang paling berharga.
Kau tak berharap
langsung cocok pada pandangan pertama, 'kan?
Kau tak percaya takdir, 'kan?
Tentu saja tidak. Aku tak percaya hal seperti itu.
Percayalah padaku.
Hal seperti itu tak ada.
Terima kasih sudah menunggu.
Ini menu makan siang spesialnya.
Terima kasih banyak.
- Terima kasih. - Sama-sama.
VELEL MEMULAI DIVISI PERAWATAN KULITNYA
BISA KITA BAHAS PROPOSAL TEMPO HARI?
- Terima kasih. - Terima kasih.
- Kartu kredit. - Oke.
Totalnya 2.000 yen.
- Oke. - Terima kasih.
- Oke. - Tempelkan di sini.
- Coba sekali lagi. - Oke.
Maaf, mesinnya mendadak rusak.
Maaf, apa kau punya uang tunai?
Aku tak membawa uang tunai.
- Maaf. - Kalau begitu…
Satukan dengan tagihanku saja.
Tidak usah repot-repot.
Satukan saja.
Terima kasih.
Baiklah…
- Baiklah, terima kasih. - Sama-sama.
- Permisi! - Ya?
- Terima kasih. - Tidak masalah.
Aku bisa ganti lewat aplikasi pembayaran.
Tidak usah.
Aku tak enak ditraktir orang asing.
Mau kuganti tunai saja?
Nanti bisa kukirimkan uangnya.
Tolong berikan kontakmu padaku.
Maaf…
Aku tak bermaksud apa pun.
- Maafkan aku. - Aku tahu.
Kau tahu?
RUANGAN PRESIDEN DIREKTUR
NOSE GINJIRO AYAH MARIKO SEKALIGUS PRESIDEN DIREKTUR
VELEL MEMULAI DIVISI PERAWATAN KULITNYA
Estimasi biayamu terlalu optimis.
Biaya produksi harus ditekan lagi.
Aku mengerti.
Kualitas bahannya pun standar.
ASAI GOTA, SEKRETARIS GINJIRO
Melihat kondisinya saat ini, lini perawatan kulit merek Velel ini
punya peluang kecil untuk sukses.
Aku mengerti.
Perbaiki itu sebelum rapat direksi.
Terima kasih banyak.
Apa sudah disetujui?
Hampir pasti.
- Kau berhasil! - Kau hebat.
Jika kosmetik dan perawatan kulit digabung,
Velel akan menjadi merek nomor satu kita.
Semoga laku keras!
Pasti laku keras!
Sel punca sedang tren sekarang.
Belum ada keputusan resmi.
Masih banyak kendala yang harus diatasi.
Begitu, ya.
Jadi, formulasi bahannya harus ditinjau.
Memakai PDRN biasa kurang unik.
Kita butuh hal yang unik…
Aku sudah dengar.
Velel membuka divisi perawatan kulit baru, ya?
Selamat, ya.
- Belum ada keputusan resmi. - Itu pasti disetujui.
Kabarnya hubunganmu dan Pak Presdir renggang,
tapi kurasa dia tetap menyayangi putrinya.
Pintu lift segera ditutup.
- Maaf. - Permisi.
Maaf.
Maaf soal itu.
Jadi, kau bilang "aku tahu" karena karena bekerja di sini?
Permisi.
Tunggu sebentar.
Soal makan siang…
- Sungguh, tak usah. - Jangan.
Tidak ada alasan kau mentraktirku.
- Terima kasih atas bantuannya. - Baiklah…
Ini bukan punyaku.
RISET PASAR PERAWATAN KULIT
Itu punyaku.
Kau yang membuat ini?
Belakangan ini, ada banyak produk Korea
memakai supernatan kultur sel punca.
Jadi, aku berniat mempelajarinya.
Jika dipadu sel punca tanaman,
kita bisa kembangkan produk sendiri.
Kita bisa mengungguli kompetitor.
Maaf, aku sok tahu di depanmu.
Kau bekerja di divisi apa?
Lift naik.
Ini dokumen persetujuan
untuk proyek pengembangan produk terbaru kita.
Siapa dia?
Sepertinya Yukimura dari Divisi Umum.
SOTA YUKIMURA - DIVISI UMUM
Rekan kerjanya bilang dia pria baik-baik.
Tipe orang yang pasif.
Kenapa dia dipindah ke divisi kita?
Tanyakan saja jika ada yang kurang jelas.
Begini…
Kenapa aku dimutasi ke sini?
Karena Mariko merasa kemampuanmu bisa diandalkan.
Hei, lihat. Mariko datang.
- Hei. - Ya?
Bisakah kau buat proposal setelah memeriksa penggunaan
bahan sel punca tanaman yang kau sebut tempo hari?
Tapi jurnal itu belum menyertakan
- hasil uji klinis in vivo. - Jadi, tak bisa?
Bukan begitu.
Aku bisa jika datanya lengkap.
Datanya sudah kupesan. Nanti kukirim.
Terima kasih.
Harap maklum.
Mariko agak galak, ya?
Aku tak mengerti kenapa dia marah barusan.
Dia marah? Kupikir cuma memberi tugas.
Yukimura, apa kau termasuk yang kebal tekanan atasan?
Entahlah.
No comments yet. Be the first to leave one.