প্রথম 200টি লাইন।
MY ROYAL NEMESIS
Pernah dengar bintang pembawa sial?
Kalian pasti ingat fenomena
saat gerhana matahari total dan komet muncul bersamaan.
Komet itu masih terlihat di langit sampai sekarang.
Luar biasa sekali.
Tiga ratus tahun lalu,
saat leluhur kita melihat komet bertahan selama dua bulan,
mereka menyebutnya bintang pembawa sial.
Pertanda hadirnya wanita jahat yang membawa bencana.
Kau iba padaku?
Kurasa dia memang tak bisa mengabaikan wanita itu.
WANITA KERASUKAN KIM DU-HAN
Unit 203?
Apa-apaan…
Sekarang dia sampai main pukul.
Jadi, lihat sekeliling kalian baik-baik.
Kalian tak pernah tahu.
Bisa saja ada wanita jahat yang tinggal di sekitar kalian.
Aku harus menjaga jarak darinya.
Wanita itu benar-benar menyeramkan.
Dia akan terlibat sangat dalam dengannya.
Kenapa kita terus bertemu?
Aku benar-benar mau gila.
EPISODE 5 BUAH TERLARANG
ASRAMA DAEBAK
Gayanya sok pintar sekali.
Apa dia habis ditipu makelar?
Di sini bahkan tak ada lift.
Lampunya juga bermasalah.
Kau menangis?
Kau benar-benar menangis sambil jongkok begitu?
Apa?
Kau kembali mau cari ribut lagi?
Inilah Shin Seo-ri yang kukenal.
SHIN SEO-RI
Jadi, dia cuma model biasa? Bukan siapa-siapa?
Ya, Pak.
Awalnya Pak Cha menolak,
tetapi Direktur Jang sangat merekomendasikannya.
Benarkah?
Seharusnya aku sudah tahu.
Apa yang dipikirkannya, melibatkan wanita itu dengan Se-gye?
Kau masih memeriksa kau terpengaruh atau tidak?
Kurasa ini lebih dari cukup.
Tidak, aku sudah selesai dari tadi,
tetapi kau diam saja.
Kukira kau yang masih memeriksa.
Aku juga sudah selesai dari tadi.
Ya?
Apa kesimpulannya?
Haruskah kau mendesakku seperti penagih utang?
Aku sudah bilang.
Aku hanya melihat hitam atau putih. Kau adalah teman atau musuh.
Aku benci hubungan pria dan wanita
yang abu-abu.
Jadi, katakan terus terang.
Kenapa harus aku dulu? Kau katakan dulu.
Baiklah.
Mengharapkan wanita bergerak lebih dulu itu pengecut.
Aku benci hal-hal yang mudah ditebak.
Baiklah.
Aku memutuskan
ini lampu hijau bagiku.
Kau menyalakan lentera?
Aku memutuskan mengejarmu.
Astaga.
Bagaimana perasaanmu?
Merasa terhormat?
Pewaris Grup Chail
dan wajah terbaik di dunia korporat.
Sudah banyak orang menyatakan cinta kepadaku,
tetapi aku belum pernah agresif seperti ini.
Sepertinya kau terharu sampai tak bisa berkata-kata.
Aku paham. Jantungmu pasti berdebar
dan seluruh sarafmu kesemutan, bukan?
Nikmatilah.
Kesempatan ini
hanya datang sekali seumur hidup bagi wanita sepertimu.
Aku tidak kesemutan sama sekali.
Mungkin kau masih belum percaya. Kau masih syok.
Tunggu lima menit.
Ujung jarimu pun kesemutan.
Shin Seo-ri, malam ini kau tak akan tidur.
Aku tidak merasakan apa pun.
Saat berpelukan pun, aku tak merasakan apa-apa.
Itu tidak mungkin.
Kau baru saja dipeluk pria sepertiku yang penuh pesona menggoda.
Jangan bohong, Shin Seo-ri.
Jangan berpura-pura, lalu menyesal nanti.
Bukan pura-pura. Aku memang berpendirian kuat.
Juga,
aku tidak suka berbohong tanpa alasan.
Kau serius?
Kau benar-benar tak merasakan apa pun?
- Bahkan setelah kupeluk? - Ya.
Itu tidak mungkin.
Kau seharusnya merasakan hal yang kurasakan.
Sebenarnya aku tak ingin bertanya,
tetapi apa kau selalu melajang seumur hidup?
"Selalu melajang"?
Kau belum pernah berpacaran?
Bagaimana mungkin?
Di usiaku kini? Secantik ini?
Pria-pria tidak melewatkanku.
- Konyol. - Benar, bukan?
Ya.
Lalu kenapa kau tak merasakan apa pun?
Terus bertanya bisa mengubah jawaban?
Aku tidak melihatmu sebagai pria.
Pasti itu alasannya.
Tunggu, apa?
Hujan! Astaga.
Awasi dia baik-baik.
Mun-do tidak mungkin menyebarkan rumor tak berdasar.
Wanita yang dia lihat di stasiun TV itu.
Cari tahu siapa dia.
Di stasiun TV? Kalau begitu, pasti dia.
Sesuai namamu, Bejat.
Meski hujan,
kau tak boleh masuk ke rumah wanita yang tinggal sendiri.
- Tak merasakan apa pun? - Masih bahas itu?
Benar. Aku tak merasakan apa pun.
Rasanya lebih berdebar memeluk anjing liar.
"Anjing"?
Jadi, berhenti murung,
dan cepatlah pulang!
Mungkin karena tadi terlalu singkat.
Kau terlalu lama melajang.
Naluri cintamu sudah mati. Kurasa kau butuh pemanasan.
Ayo coba lagi. Kau pasti…
Ini mulai menyedihkan. Hentikan, Cha Se-gye.
"Menyedihkan"?
Aku?
Katanya jangan mengejar wanita yang sudah pergi.
Ini rumahku,
jadi menyerahlah dengan terhormat.
Karena terlalu lama tak berpacaran,
mungkin kau sudah mati rasa.
Kesempatan seperti ini lebih langka daripada menang lotre.
Bahkan dengan karma baik tiga generasi,
kesempatan ini sangat kecil.
Pertama, aku tidak mati rasa.
Kasih sayang dan pernikahan di kehidupan ini?
Aku tidak mau terlibat semua itu.
Aku tak mau berurusan dengan pria lagi.
Jadi, berhenti mengejarku dengan menyedihkan begitu.
Astaga.
"Menyedihkan"?
Sekarang kau pasti merasa memegang kendali.
Shin Seo-ri, perubahan sikapmu benar-benar luar biasa.
Apa yang baru saja kau katakan itu
sudah kuukir permanen di dalam otakku.
Kau tak bisa menariknya kembali.
Tak perlu khawatir soal itu.
Bahkan saat bermain janggi,
aku tak pernah sekali pun menarik kembali langkahku.
Kau terlalu tenggelam dalam peran wanita Joseon
sampai kehilangan akal sehatmu.
Aku akan memastikan…
Kau menyesali momen ini seumur hidupmu.
Pasti.
Sial.
Jantungku hampir copot.
Kenapa dia tiba-tiba memelukku begitu?
Kau tak punya payung?
Tidak punya!
Tempat kumuh ini berisi apa?
Apa yang salah dengan rumahku?
Dari sini bahkan terlihat Menara Namsan!
ASRAMA DAEBAK
Siapa bajingan yang melakukan ini?
Baretannya parah sekali.
Biaya perbaikannya mahal. Sudah periksa dashcam?
Perbaiki saja nanti.
Chaebol pun tak boleh membiarkan ini begitu saja.
Sudahlah. Dashcam itu juga kosong.
Kau tidak menyalakannya?
Bagaimana mungkin orang teliti sepertimu melupakan hal seperti ini?
Menurutmu aku lupa?
Aku sengaja mematikannya. Kenapa aku harus meninggalkan
jejak yang bisa menjebakku?
Rekaman dashcam bisa menjatuhkan orang-orang dalam skandal.
Langsung diseret ke kejaksaan tanpa pilihan.
Jangan pernah meninggalkan jejak sejak awal.
Kau terlalu paranoid.
KAMERA BAWAAN
TANPA KARTU MEMORI
Pak, jangan bilang kau juga tak memercayaiku.
Di zaman ini, bukankah curiga seperti ini sudah hal biasa?
Aku tak percaya siapa pun. Termasuk kau.
Aku hanya percaya pada diriku sendiri.
Jika terus hidup seperti itu, hidupmu akan kesepian.
Aku punya semua yang kuinginkan. Lalu apa yang bisa membuatku kesepian?
Kau tak punya wanita.
Ditakdirkan mati sendirian.
- Pak Son. - Ya, Pak.
Sepertinya aku terlalu memanjakanmu.
Kita jadi kehilangan rasa hormat.
- Jaga bicaramu. - Baik.
No comments yet. Be the first to leave one.