Jefe

Jefe

Indonesian সাবটাইটেল ডাউনলোড করুন

রিলিজ তথ্য

Jefe 2018 NF WEB-DL
ভাষ্য লিখেছেন Putra14
Netflix Retail.

ট্যাগ

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
প্রকাশিত: 2018-12-23
ডাউনলোড: 17
শ্রবণপ্রতিবন্ধীদের জন্য: No

Indonesian সাবটাইটেল প্রিভিউ

প্রথম 200টি লাইন।

FILM NETFLIX ORIGINAL

Halo?

Ya, aku menuju ke sana.

Aku hampir sampai.

Tunggulah saja.

Ya, tunggu aku.

Menyalalah, Berengsek!

Menyalalah, Berengsek!

Taksi.

Taksi!

SENIN

Jimena.

Dia datang.

Akhir pekan yang gila.

Istriku gila.

Catat. Jika kalian belum menikah, jangan.

Itu penipuan terbesar dalam sejarah.

Tak sabar untuk ke sini, keluarga.

- Di sini damai. - Cesar, ayo mulai.

Kenapa buru-buru?

Meneleponku sepanjang akhir pekan.

- Ini serius. Ada masalah serius... - Sebentar.

Maaf, Javier.

Kram perut tipuan.

Kita membahas apa?

Ada bocoran dari Frankfurt.

Asetnya kacau, berkat instruksi Eropa yang baru.

- Masalahnya, rumor sudah tersebar. - Langsung saja.

Kita kacau, Cesar.

Pasar dibuka sejam lalu, dan kita anjlok enam poin.

Enam poin?

Apa-apaan kalian...

- Kenapa tak bilang? - Sudah kutelepon selama dua hari.

- Kurang dari sepuluh... - Perdagangan ditangguhkan.

Itu merusak negosiasi pinjaman.

Rapat pemegang saham hari Sabtu.

- Itu bukan yang terburuk. - Bukan?

- Apa yang terburuk? - IRS.

- IRS juga? Persetan! - Mereka menolak banding.

- Bayar pekan ini, atau mereka menyita. - Berengsek!

Apa yang sudah kalian lakukan untuk menghindarinya?

Gomez,

kau memedulikan percakapan kita?

Aku sedang melihat saham kita.

Apa yang sudah kau lakukan?

Apa yang sudah dilakukan Gomez

untuk menghindari bencana ini?

Aku pergi di akhir pekan.

Tak ada. Biar kuberi tahu.

Sebab dia tak berguna.

Dia hanya bisa menjilat bokongku.

Aku membayarmu untuk memperbaiki hal ini.

Kau tak memperbaiki apa pun, Berengsek.

Menurutku teguran ini tak beralasan.

Aku bekerja bertahun-tahun...

- Kau dipecat. Keluar! - Tidak!

Pergi ke trotoar!

- Tolong! - Pergi! Apa yang kau lakukan?

Tolong, tidak! Tidak!

Lepaskan kenopnya!

Lepaskan atau kupotong tanganmu!

Lepaskan!

Jika kubahas ini pada pemegang saham,

aku akan dibunuh. Waktu kita sepekan,

sampai Sabtu.

Ayo kumpulkan semua utang, bahkan yang terkecil.

Tangguhkan pembayaran penyuplai. Serta potong jika tak menguntungkan.

Benar. Kampanye dan fondasi.

Lupakan gedung barunya.

Kita harus mengurangi jumlah staf, Cesar.

Tidak, kitalah yang mengacau. Jangan ada pemecatan.

Hanya kita perusahaan yang tak memecat staf sejak krisis.

Takkan kulakukan!

Krisis.

Persetan krisis itu.

Kita keluarga.

Kita berjuang bersama seperti keluarga.

Kita semua menyerahkan dividen.

- Ayolah! - Aku butuh uang itu!

Itu ide bagus.

Pakai kapital untuk membeli ulang saham.

Kebocoran berhenti, pemegang saham percaya kembali.

Aku takkan pergi dari kantor sampai perusahaan ini aman.

Minum kafein jika perlu.

Kalian tahu harus apa. Pergi dan lakukan.

Sekarang, Berengsek!

Rencana hebat, ya?

Ya, aku tahu. Aku kelewatan dengan Gomez?

Sedikit.

Akhir pekanku berat.

Amat berat.

Pertengkaran besar dengan Laura.

Ginjalku juga sakit.

Aku berada di kelab baru,

yang direkomendasikan orang Jerman.

Aku di sana dua hari, tak memeriksa teleponku.

Aku dengan orang Rusia...

Dia mungkin Miss World.

Aku mendapat nomornya. Dia juga bisa dipanggil.

Tak perlu, Cesar.

Untuk keadaan darurat. Jaga-jaga.

Gomez...

Ayolah, maafkan aku.

Tidak.

Maafkan aku.

Tak masalah.

Tapi tegarlah sekarang.

Bersatu bagai tim.

Paham?

Semangat!

Kuharap kau tahu aku mencintaimu.

Jangan kira aku homofobia.

Apa?

Aku hanya marah, aku tak peduli kau homoseksual.

Aku bukan homoseksual.

Bukan homoseksual?

Bukan homoseksual?

Mungkin kau membohongi dirimu.

Tidak. Aku menyukai wanita.

Lebih baik untukmu. Itu bagus.

Gomez! Jangan malas-malasan!

Ya, Pak.

Ada pesan untuk Anda.

Aku akan pulang, kau terima saja.

Katanya personal.

Bawa masuk.

- Apa maumu? - Cesar, aku sudah muak.

Kau tak boleh masuk rumah.

Aku mengganti kunci dan kodenya.

Ini pakaianmu.

- Barangmu yang lain... - Tunggu.

Apa-apaan ini? Siapa kau?

Istrimu mengutusku.

Aku Pembawa Pesan Untukmu, agensi komunikasi kabar buruk.

Jika kau butuh memecat, menuntut, atau memutuskan seseorang,

kami melakukannya.

Pekerjaan bodoh.

- Aku punya dua gelar. Jangan lancang. - Kau dua kali lebih bodoh.

Boleh kulanjutkan?

Akan kukirim barang lainnya.

- Jangan datang, akan kutelepon polisi. - Jangan pulang?

Ini ulang tahun Diego.

Jika kau menelepon atau mendekati Diego, akan kutelepon polisi.

Kirim orang memata-mataiku lagi, kulaporkan kau.

Semua ini, akan kupakai untuk gugatan cerai,

perintah penjauhan, dan alimentasiku.

Itu hanya satu argumen.

- Kini dia ingin bercerai? - Bukan satu argumen.

Kuperingatkan bertahun-tahun. Kau tak mendengarkan.

Aku diusir pembawa pesan, tapi aku tak mendengarkan.

Misalnya, kau melupakan hadiah Diego.

Aku tak lupa.

Dia ingin bola ditandatangani Barca.

Kau kira itu mudah?

Jangan berjanji jika tak bisa. Tapi karena kau tak peduli...

Tak memedulikan putraku?

Baiklah.

Pesan dariku.

- Tulis. - Tapi...

aku tak dibayar untuk merespons.

Beri tahu dia...

Tulis!

Katakan lupakan rumah dan uangku.

Jika bersikeras, dia akan menyesal.

Dia akan amat menyesal.

Katakan dengan sungguh-sungguh.

Seperti pria, buat dia menangis.

- Akan kunyanyikan jika tambah 50 lagi. - Keluar!

Ariana.

Tuan Garrido.

Terlambat lagi.

Sepuluh menit.

Tiga belas.

Kemarin, kau tak menghitung jam lemburku.

Akan kuberi kesempatan lagi.

Kau belum lama di sini.

Tapi kau tahu pentingnya datang tepat waktu, 'kan?

Ya, Tn. Garrido.

Aku bekerja bertahun-tahun.

Aku bisa membaca orang.

Aku tak mengenalmu akrab,

tapi aku memercayaimu,

jadi, akan kubantu.

Tapi percayalah kepadaku,

bawa masalahmu kepadaku.

Ke ruanganku.

Gadis lainnya tak pernah bicara kepadaku.

Mereka tak membiarkanku membantu,

lalu masalah mereka memburuk.

Pemberhentian mereka.

Kau paham, 'kan?

Ya, Pak. Paham. Permisi.

Tunggu.

Lebih baik.

Ya, Pak.

Diego, ini Ayah. Hubungi Ayah, angkat teleponnya.

Kau sering main media sosial, tapi payah dalam berkomunikasi.

Omong-omong,

selamat ulang tahun, ya.

Ayah tak lupa!

মন্তব্যসমূহ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left