প্রথম 200টি লাইন।
BERDASARKAN SERIAL WEBTUN YUMI'S CELLS KARYA DONGGEON LEE
Ada Amarah!
EPISODE 4
Hari ini gagal lagi.
Di sini ada satu sel lagi yang setengah menganggur.
Sel Pemancing.
Sudah 894 hari dia kembali dengan tangan hampa.
Namun, pada hari ke-895...
Tarik!
- Dapat! - Akhirnya, dapat seekor.
- Amarah. Ini Amarah! - Amarah.
Spesies ikan langka yang hanya tertangkap saat Yu-mi naik pitam.
Amarah yang terancam punah mulai tertangkap lagi...
Amarah!
saat PD Shin tidak punya adab.
Aku juga datang untuk membeli Bungeoppang Fla Stroberi.
- Tapi katanya itu yang terakhir. - Ya, itu selalu cepat habis.
Benar.
- Jadi... - Kalau begitu, aku permisi.
Sampai jumpa minggu depan.
Asyik, dapat Amarah lagi!
Saat PD Shin mengambil semuanya untuk melahapnya sendirian.
Tapi anjing Maltese kecerdasannya rendah, bukan?
- Tarik! - Ya!
Bukankah semua anjing bisa melakukan itu?
Selama mereka bukan kadal?
Bukankah anjing Maltese juga makan kotorannya sendiri?
PD SHIN SOON-ROK
Panen raya!
Yu-mi benar-benar murka!
- Sel Ninabobo, bangunlah. - Kenapa?
Tolong tidurkan Yu-mi.
Ini sudah lewat pukul 02.00, tapi dia belum tidur.
Apa?
Makin dipikirkan, makin tidak masuk akal.
Tidurlah yang nyenyak
Yu-mi kami
Karena Yu-mi marah tak bisa tidur, aku juga tidak bisa pulang.
Aku lapar.
Kau pikir sekarang pukul berapa sampai merasa lapar?
Ayo makan pangsit goreng. Pangsit goreng!
Setelah sekian lama, Lapar juga ingin camilan tengah malam.
Aku sangat kesal sampai tidak bisa tidur.
Dasar Shin Soon-rok.
Koko. Kau tidak bisa tidur?
Kau juga tak bisa tidur karena sangat kesal, ya?
Karena itu sangat menghina.
Koko, maafkan aku.
Aku sudah membuatmu mendengar ucapan seperti itu.
Itu sangat menghina, bukan?
Kalau dipikir-pikir, jangan-jangan orang itu sosiopat?
Maksudku, bagaimana bisa dia begitu dingin kepada binatang?
Dia sosiopat? Atau punya gangguan kepribadian?
Keduanya.
Keduanya.
Hubungan antara sosiopat dan gangguan kepribadian.
Sepertinya gangguan kepribadian itu bukan hanya satu atau dua jenis.
Coba kulihat.
Apa? Sel Papan Buletin.
Kau juga belum tidur?
Tiba-tiba memo jadi banyak.
Sudah lama sekali tidak seperti ini.
- Ganti saja Shin Soon-rok itu! - Aku muak melihatnya.
Bagaimana cara membalasnya?
Beraninya dia menghina anjing Maltese.
Tidak akan kumaafkan.
Amarah!
Bagaimana ini?
Rawat dia baik-baik.
Karena stres, bulu Koko kita jadi tidak berkilau lagi!
Jangan mati.
Kau tidak apa-apa?
Bungeoppang -nya habis.
Apa dia akan melahap delapan bungeoppang itu sendirian?
Gila. Tak ada?
Padahal setelah pangsit goreng, seharusnya bungeoppang.
Aku ingin sekali makan Bungeoppang Fla Stroberi sekarang!
Bungeoppang!
- Bungeoppang! - Hei, kalian ini!
Kenapa kalian belum tidur dan malah membuat keributan?
Aku harus tidur sekarang agar bisa menulis naskah besok pagi.
Setelah sekian lama, desa ramai semalaman.
Lelahnya.
Aku tidak bisa tidur nyenyak karena pria berengsek itu.
Koko. Ibumu akan datang hari ini.
Ibumu akan menjemputmu. Kau pasti senang, Koko.
- Itu PD Shin, ya? - Apa?
Kenapa dia terus muncul?
Itu arah ke toko bungeoppang.
Jangan-jangan dia mau membeli bungeoppang pagi-pagi begini?
Enak saja.
Tunggu!
Yu-mi sedang memakai pakaian olahraga lusuh!
Yu-mi bahkan belum cuci muka.
Apa?
Memangnya itu penting sekarang?
- Selamat pagi. - Ya, selamat pagi.
Aku mau semua bungeoppang fla stroberi yang ada.
- Semuanya? - Ya, aku mau semuanya.
Ini untuk pesanan rombongan?
Baik, berapa buah yang mau dimasukkan ke dalam kotak?
Aku tidak perlu kotak, berikan saja semua yang ada di sini.
Sebentar. Biar aku hitung dulu.
Tidak usah. Berikan saja semuanya. Semuanya, berikan semua.
- Berikan semua yang ada di sini. - Tapi ini lebih dari 40 buah.
- Makin banyak, makin bagus. - Baik.
Bisakah lebih cepat? Aku harus berangkat kerja.
- Untuk dimakan bersama-sama? - Bukan.
Aku akan memakan semuanya sendiri.
Tidak mungkin.
- Astaga. PD Shin? - Penulis.
- Bertemu lagi di sini. Kebetulan. - Ya, begitulah.
Kau sepertinya sangat suka bungeoppang.
- Bungeoppang fla stroberi lagi? - Ya.
Benarkah? Tapi bagaimana, ya?
- Sepertinya kau tak bisa membelinya. - Ini pesanannya.
Terima kasih.
Ya.
Ya, sudah selesai.
- Jadi, itu semuanya? - Ya.
Ini semua
Bungeoppang Fla Stroberi.
Sampai jumpa minggu depan.
Penulis...
Bungeoppang -nya...
Selamat pagi.
Ya, selamat pagi.
Maaf, kalau kau mencari B ungeoppang Fla Stroberi, sudah habis terjual.
- Itu akan tersedia nanti sore. - Begitu.
Pada saat itu...
Setelah sekian lama, Endorfin pun terbangun.
Koko, kau lihat?
Kau lihat? Ekspresi terkejutnya itu?
Aku sudah membalaskan dendam untukmu. Aku hebat, bukan?
Puas sekali.
Saat marah, ayo kita makan Amarah
Ayo makan!
Saat marah, masaklah Amarah
Ayo makan!
Para sel yang mencintai Yu-mi! Semuanya berkumpul
Satu, dua, tiga, empat!
Ayo makan
Ayo kita makan Amarah dengan gembira
Setelah sekian lama, festival pun digelar.
Anginnya sejuk sekali.
Harinya indah sekali, Koko, bukan?
Sepenting apa kecerdasan Maltese? Bukan itu inti dari tulisanku.
Kalau diganti pudel, temanya berubah?
Apa karakter prianya berbeda?
Koko, kenapa dia marah sekali, ya?
Bukan itu saja, kau tahu apa yang akhirnya dia katakan?
Katanya Maltese juga makan kotoran. Gila, bukan? Sungguh keterlaluan.
- Makan kotoran? - Benar.
Dia bilang Maltese makan kotoran.
Sebagai pemilik anjing Maltese, apa kau tidak geram?
Itu namanya penghinaan, tahu? Penghinaan terhadap pemilik anjing.
Koko memang makan kotoran, jadi, aku tak bisa menyangkalnya.
Apa katamu?
Dia terkadang menjilat kotorannya sendiri.
Tapi tidak apa-apa, asalkan kita rajin menyikat giginya.
Bukan begitu, Koko?
Tapi
kenapa kau terlihat sangat bersemangat?
Aku terlihat bersemangat?
Kau bersemangat.
Sudah lama aku tidak melihatmu seperti ini.
Bukan, aku tidak bersemangat.
Aku ini sedang marah.
Kenapa? Kau juga marah, bukan?
Hampir lupa.
- Bawa ini. - Apa ini? Bungeoppang?
Aku tidak membalas secara terang-terangan.
Aku membalas dendam dengan elegan.
Begitulah cara sang profesional, Kim Yu-mi, menghadapi amatir.
Hebat.
Koko, sampai jumpa. Kita bertemu lagi nanti, ya?
Terima kasih. Nanti kutraktir.
Baiklah. Pergilah.
- Sampai jumpa! - Dadah.
Sampai jumpa!
SAMPAI JUMPA. AKU AKAN KEMBALI
- Selamat jalan. - Selamat jalan.
Setelah anjing Maltese itu pergi dan Festival Amarah berakhir
desa kembali sepi.
Akhirnya aku bisa mulai bekerja lagi.
Sejak kemarin, aku belum menulis satu halaman pun.
Gara-gara Shin Soon-rok.
- Siapa? - Ada kiriman.
Tapi aku tidak memesan apa pun.
Apa ini?
UNTUK PENULIS KIM, DARI SHIN SOON-ROK
Shin Soon-rok?
Astaga, Shin Soon-rok?
Ada apa lagi sekarang?
Toko Roti Soiel?
- Luar biasa! - Apa?
Toko Roti Soiel!
Kokinya dahulu koki pencuci mulut
di restoran Michelin bintang tiga di New York
dan terkenal akan set pencuci mulut dari bahan musiman!
No comments yet. Be the first to leave one.