প্রথম 200টি লাইন।
TAK ADA BINATANG DISAKITI DALAM PEMBUATAN FILM INI
KEKERASAN TERHADAP WANITA DAPAT DIHUKUM
FILM INI KARYA FIKSI, DIBUAT UNTUK HIBURAN SEMUA TOKOH, KEJADIAN, LOKASI, INSTITUSI,
KOMUNITAS, MURNI FIKSI. ADANYA KESAMAAN HANYA KEBETULAN. FILM INI BUKAN KOMENTAR
SITUASI POLITIK BAGIAN NEGARA MANA PUN. KAMI TAK BERMAKSUD MENGHINA AGAMA MANA PUN
MENDIANG ARJUNDAS POKARDAS, TERIMA KASIH TETAP BERSAMA KAMI DALAM INGATAN DAN BUDI
Dinesh! Bapak ingin bertemu kau.
Segera, Pak!
Suara apa itu?
Jangan bersuara.
Apa kabar, Dhaya? Kau tampak sangat bahagia.
- Tidak, Pak. - Tidak?
Bukan itu maksudku.
Ada rencana kembali ke sini?
Tidak, Pak. Aku sudah berubah, 'kan?
Siapa yang mau kau tipu?
Aku bersumpah atas nyawa ayahmu.
Dasar bodoh! Kenapa menyeret ayahku ke sini?
Apa kau gila?
- Dhayalan? - Ya, Pak.
Ini.
Periksa sebelum kau pergi.
PENJARA PUSAT - PALAYAMKOTTAI
Kakak, apa yang kau pikirkan?
Taruh tasmu di beranda dan mandilah.
Tak ada yang akan mencuri apa pun.
LAGU MURUGAN
Kau mengisi hatiku.
Sementara aku terus hidup Menjaga kepercayaanku padamu.
Oh, Velayya yang perkasa.
Tak ada yang punya Cukup waktu di dunia ini.
Yang punya cukup waktu Mereka tak punya seorang yang disayangi.
- Tersedia dalam beberapa warna. - Berapa harganya?
Model dasarnya seharga 9,3 lakh, Pak.
Model tertingginya seharga 14,5 lakh.
Kalau yang ini?
Untuk apa? Membeli atau hanya melihat?
Aku ingin membelinya.
Aku ingin lihat sebelum beli. Paham?
Tak ada yang punya Cukup waktu di dunia ini.
Yang punya cukup waktu Mereka tak punya seorang yang disayangi.
Tak ada yang memperhatikan nada lagi.
Tapi saat mendengarkannya Itu jelas tidak masuk akal.
Peta tak bisa memanduku ke mana pun.
Aku juga tak hilang arah Meski memakai penutup mata.
Tak ada pekerjaan, tak ada utang Tak ada wanita untuk dicintai.
Tetap saja, aku di sini, penguasa takdirku.
Halo!
Selamat datang.
Terima kasih.
Jika kau coba menggapai tinggi Apa kau akan bisa menyentuh langit?
Cobalah saja Jika bisa, itu keberuntunganmu!
- Bisakah kau pura-pura bahagia? - Aku ingin turun di sini!
Bisakah kau buktikan Bahwa aturan hanya untuk orang bodoh?
Semua baik-baik saja? Ini bahkan belum selesai.
Ibu menelepon. Dia tidak sehat.
- Begitukah? Hati-hati, ya? - Baiklah.
Beberapa rumah, aku merasa mereka memanggilku.
Itu adalah rumah yang kubobol.
Aku selalu penasaran,
bagaimana bisa ikan yang hidup dalam air
menjadi makanan burung bangau yang berada di udara?
Ada suatu hubungan.
Aku merasa tertarik pada rumah ini. Seperti itulah perasaanku.
Kumar, sudah pulang?
Kenapa kau tak segera pulang setelah sifmu berakhir?
Kenapa terlambat?
Hei…
Apa dia bukan Kumar?
Tolong jangan sakiti aku.
Jangan mengatakan apa pun! Akan kubunuh kau.
Bernapas saja. Jangan lakukan hal lain.
Astaga!
Aku bilang bernapas, jangan kencing!
Aku menderita penyakit ingatan.
Alzheimer.
Putraku mengunciku, agar aku tidak kabur.
Dia bilang akan segera kembali, tapi masih belum pulang.
Tolong lepaskan aku.
Maaf.
Aku sedang tak ingin melakukan hal baik hari ini.
Bisa keluarkan aku dari sini?
Tolong.
Aku akan membayarmu.
Tak perlu repot-repot. Aku akan mengambilnya sendiri.
Tak ada apa-apa di sini.
Uangnya ada di bank.
Sumpah, aku akan membayarmu.
Percayalah dan lepaskan aku.
Berapa?
Sepuluh ribu?
Kau pasti bercanda!
Sepuluh apanya?
Dua puluh ribu?
Dua puluh lima ribu?
Apa ini? Pelelangan?
Ada batas maksimum harian untuk pengambilan uang dari ATM.
Kau tak punya Google Pay?
Apa itu?
Kau punya masalah ingatan, 'kan?
Kau ingat PIN-mu?
Aku akan ingat saat melihat ATM.
Percayalah padaku.
Jangan berpikir untuk menipuku.
Kau bisa duduk tenang tanpa bergoyang, 'kan?
Jika bergoyang, bukankah aku akan jatuh?
Selama kau ingat itu, kita aman.
Bung.
Bisa beri aku rokok?
25.01.518,00 RUPEE
Dua puluh lima lakh rupee!
Bung.
Dua puluh lima ribu, sesuai janjiku.
Oke?
Hitunglah.
Mau ke mana, Pak?
Putriku ada di Palakkad.
Jadi, kau akan ke Palakkad?
Tidak.
Putraku akan mencariku ke sana lebih dulu.
Tidak.
Bisa turunkan aku di Terminal Bus Vadassery?
Sebenarnya kau ingin ke mana, Pak?
Tunggu sebentar.
Biar kupegang.
Kau mau kencing? Pergilah.
Aku punya teman di Tiruvannamalai.
Aku akan ke sana.
Kau sungguh ingin pergi ke Tiruvannamalai?
Kenapa? Ada apa?
Ya, aku juga menuju ke sana.
Kalau begitu, turunkan aku di Terminal Bus Vadassery. Itu cukup.
Mau ke mana tengah malam begini?
Pak, tadi ada upacara di dekat sini.
- Upacara? - Ya, Pak.
Putraku bekerja sebagai polisi.
Kenapa kau tak bilang sejak tadi?
Kupikir kau akan takut dan tak mau membantuku.
Apa putramu sangat mengganggumu?
Tidak, bukan begitu.
Aku sudah beberapa kali pergi dari rumah.
Dia kesulitan mencariku.
Karena itu dia mengunciku.
PERUSAHAAN DAERAH - HALTE BUS CHRISTOPHER
Bung.
Jangan salah paham.
Bisa beri aku 100 rupee?
Jika aku memberimu 100 rupee,
bagaimana kau akan mencapai Tiruvannamalai?
Terima kasih.
KUMARAN
Beli sebungkus rokok.
Ini.
Pak.
Mau teh?
Tidak, terima kasih.
Ayolah, minumlah!
- Dua gelas teh. - Tidak, sungguh.
Aku juga tidak jadi.
Kau harus sering kencing, 'kan?
Hanya di malam hari.
Kalau begitu, perjalanan bus akan sulit bagimu.
Ayo pergi dengan motorku, Pak.
Ayolah, pasti menyenangkan.
Bukankah kita harus bahagia dalam hidup?
Ya atau tidak?
- Ya… - Luar biasa! Ayo, Pak!
Kenapa merepotkan dirimu begini?
Itu tak akan gratis, Pak. Bayar aku delapan rupee per kilometer.
Akan kuantar ke tujuanmu.
Kau punya uang di rekeningmu, 'kan?
- Tidak juga, Bung. - Tidak?
Maksudku, aku punya uang di rekeningku.
Tapi aku tak tahu apa ini akan berhasil…
Aku mengerti.
Bagaimana bisa kau berkendara dengan penipu?
- Kau benar. - Tidak.
Aku tak berpikir begitu.
Baiklah. Tapi jangan mengemudi terlalu kencang.
Kencang? Aku akan mengemudi seolah aku berpuasa!
Ikutlah, Pak. Ikut aku.
Pak, catat jumlah kilometernya.
Catatlah sendiri, Bung.
Oke, baiklah!
Di mana tempat asalmu?
Erode.
Bukankah kau dari Madurai?
Kau tahu dari aksenku, 'kan?
Tolong turun, Pak.
Apa yang terjadi?
- Aku mau kencing. - Oke.
KAMERA DAN MUSIK
Kumar?
Hei, Kumar!
Apa?
Sudah berapa lama kau lakukan ini?
Lihat dirimu! Merokok di depan ayahmu!
Ayah?
Ibumu terus peringatkan aku
jangan merokok di dekatmu.
No comments yet. Be the first to leave one.