প্রথম 200টি লাইন।
SEDANG SESI BACA NASKAH
Siapa pun dia, semoga dia memang layak ditunggu.
Ada banyak paparazi di parkiran.
Pak Fairburn!
Pak Fairburn!
Maaf, Daysee, ibuku sempat kambuh,
jadi semalam berat.
Kurasa Titania sudah tiba.
Mungkin Lord B kelewatan kali ini.
Kau memerankan siapa?
Hermia.
Sudah pasti yang cantik.
Pintar juga pakai fotografer.
Ya, 'kan?
Pukulan telak lagi bagi Venturer.
Astaga.
Ibu kalian berkhianat.
CORINIUM DAN VENTURER BEREBUT SLOT TV
PERANG WARALABA DUEL LANGSUNG
Dari "RUTSHIRE CHRONICLES" karya Dame Jilly.
Halo, Sayangku!
Apa-apaan kau?
Maud luar biasa.
Sudah kubilang pasti begitu.
Aktris yang benar-benar natural.
Ini seakan bukan hal baru baginya.
Terima kasih sudah mengusulkan dia.
Aku bakal kacau tanpamu, Sayang.
Kau mau apa?
Mau ke kasur.
Maaf. Aku kembali untuk kerja, bukan untukmu.
Maksudmu aku tak boleh tidur di kasurku sendiri?
Ada lagi yang mau kau rampas?
Aku mengambil yang memang sudah jadi milikku.
Jangan lupa, ini rumahku juga.
Aku yang menatanya.
Ya, aku tahu.
Masih aku yang bayar tagihan.
Tutup pintunya!
- Pagi, Susie. - Pagi, Bu.
- Hai. - Pagi, Bu Vereker.
Ini dia.
Jangan bilang-bilang kalau aku lupa naskahku.
Baiklah, aku harus pulang.
Aku menunggu telepon dari Carole.
Telepon soal penerbit?
Perang penawaran bukuku?
- Di mana penanya? - Pena apa?
- Parker-ku. Untuk bikin catatan. - Aku…
Ini latihan. Harus catat perkembangan karakterku.
Kau bilang kau penulis.
Tolong catat jika kau tak bisa ingat.
Entah kenapa kau diminta Tony membintangi ini.
Kau bukan aktor.
Tony minta karena aku representasi Corinium.
Sekali ini saja,
cobalah dukung karierku.
Kasihan juga dia, menikah dengan orang itu.
Kurasa, Nona, kau tak perlu merasa begitu.
Tapi, jujur…
- Kami sedang berlatih. - Maaf, aku lupa catatanku.
Kurasa, Nona,
kau tak perlu merasa begitu.
- Tapi, jujur… - Charles, Sayang?
Tim kostum bertanya puting kelihatan atau tidak?
Kelihatan!
Terima kasih.
Charles bilang kelihatan!
Di sini ramai seperti pasar malam.
Memang. Maaf. Tolong lanjutkan.
Karakterku keburu hilang. Biar kucari dulu.
Aku makhluk terindah yang pernah ada.
Sudah.
Kurasa, Nona, kau tak perlu merasa begitu.
Tapi, jujur, logika dan cinta jarang sejalan…
Maaf, Charles, Andrew butuh kasurnya.
Astaga!
Silakan!
Bukan main. Sungguh.
Maaf!
Maaf, Charles.
- Omong-omong, Charles… - Maaf.
Bagaimana kalau adegan ini kita buat
lebih panas?
Ya.
Kurasa tak perlu terlalu jauh. Ya, 'kan, Charles?
Kita cuma menyiratkan, bukan sungguhan.
Ya sudah, kuserahkan ini padamu, Charles.
Kalau kau mau, dengan senang hati akan kulakukan.
Deirdre.
Kerja bagus, Semuanya.
Charles, kau takkan membiarkanku terlihat konyol nanti, 'kan?
Sayang, kau tak pernah terlihat konyol.
Aku serius, Charles.
Aku sudah tak semuda dulu.
Sayangku, kecantikanmu bagaikan soneta Shakespeare,
tersusun sempurna dan abadi.
Tapi masalahnya, apa masih ada yang peduli dengan puisi?
Ini bukan cuma soal puisi, 'kan? Ini soal kekuasaan dan takdir.
Patriotisme dan cinta.
Dan seks.
Tapi tak ada adegan seksnya?
Tak ada, tapi itu akan digambarkan oleh pria terseksi di Inggris.
Maud Gonne dan Yeats punya hasrat tak terkendali,
tak seperti yang pernah kita lihat di TV.
Digambarkan dengan semua detail vulgarnya.
Setiap ciuman, seks,
dan siksaan cinta tak berbalas.
Baiklah.
Selama kumisnya tetap ada dan seksnya tak dikurangi,
Saluran 4 pasti mau membiayainya.
Seberapa cepat ini bisa selesai?
- Yah… - Halo, Clara.
Para bedebah ini mau menjual apa padamu?
Bukan proyek bekas BBC yang ditolak itu, 'kan?
BBC mana berani menayangkan yang mereka jual.
Jika kau butuh referensi untuk Cameron, beri tahu aku.
Maaf, Tony, jadwal kita sudah penuh.
Kita tak lama, kok. Aku mau menjemput Clara.
Kita akan pergi ke The White Elephant.
Sudah pesan kursi untuk melihat penampilan istrimu yang cantik?
Belum.
Kusarankan cepat. Ini laris manis.
Dia sangat berbakat.
Aku heran kau tak menyadarinya, padahal dia di depan matamu terus.
Atau dia memang dominan?
Declan.
Senang bertemu kau, Clara.
Kami akan kirim anggarannya pekan depan.
Bagaimana pacarmu?
Apa menyenangkan tinggal bersama pria yang meniduri semua orang?
Seperti pepatah, bisa karena biasa.
Senang berbisnis denganmu.
Kau bodoh membiarkan mereka lepas dari tanganmu.
Bukan kulepaskan, tapi kuusir.
Mari.
Itu trik yang direncanakan untuk menjatuhkan kita.
Tapi gagal, 'kan? Kita dapat komisinya!
Benar, 'kan?
Ternyata kita tim yang hebat.
Tim terbaik.
Shakespeare Tony, ya. Kita harus ke sana.
Apa? Tidak! Yang benar saja!
- Apa kau gila? - Tidak.
Kita tunjukkan ke Tony kita tak peduli taktik murahannya.
Level kita berbeda.
Gertrude? Gertrude!
Gertrude!
Gertrude, sini.
Panen tahun ini bagus?
Ya, banyak sekali. Tinggal memasukkan semuanya sebelum hujan.
Ya.
Ibu kembali.
Tony merekrutnya untuk A Midsummer Night's Dream.
Astaga. Setelah semua kekacauan yang kubuat?
Declan pasti tak senang.
Ya, dia tak senang.
Dia sudah resah memikirkan Venturer.
Aku harus melanjutkan kerjaku.
- Gertrude! - Ayo.
Gertrude, ayo.
- Ayo! - Ayo!
Gertrude…
Aku tahu. Kita tak seperti itu lagi.
Aku tak menyangka semua berjalan lancar.
Shakespeare bakal sukses besar!
Aku merasa kita harus merayakannya.
Kau hebat.
Astaga! Itu Archie.
Dia mau pura-pura sakit
dan menyuruhku datang saat orang tuanya di teater.
Ini hari penting Ibu.
Aku tahu.
Tapi aku sangat menyukainya.
Apa Ibu bakal marah, ya?
Aku akan bersorak keras mewakili kita.
Tidak!
Gerald.
Ada perlu apa kemari?
Sebenarnya ini lucu.
Aku…
Aku bertemu Pak Kepala Whip
yang menyarankanku mencalonkan diri untuk kursimu di pemilu sela.
Selamat.
Itu luar biasa.
Kau mau pergi?
Ya, aku mau ke The Priory dulu.
Ikutlah. Kurasa itu ada baiknya.
Tunjukkan pada Tony itu tak berarti apa-apa bagimu.
Lebih baik aku dimakan semut merah daripada menonton Shakespeare karya Tony.
Kita pergi bersama.
Maaf, sayangnya tak bisa.
Semoga itu gagal total. Selamat menonton!
Dia bersandar di gerbang, pahanya merah karena jelatang.
Angus mendekatinya, membawa segenggam daun dock.
Dia usapkan perlahan ke atas kakinya dan ke balik roknya,
getah dari daun itu menyatu dengan sensasi Cecily.
Baiklah, Fred-Fred, kami berangkat.
Aku ingin tiba lebih cepat agar dapat tempat duduk bagus.
Ide bagus, Mousie. Selamat bersenang-senang.
No comments yet. Be the first to leave one.