প্রথম 200টি লাইন।
Hanya sesuatu yang menjijikkan bisa membuat mereka sadar.
Aku akan buat mereka menangis histeris.
Ini tonik untuk Yang Mulia.
Akan kulewatkan. Aku lelah.
LAMPIRAN UNTUK AJARAN BESAR
PAVILIUN SEONGHYEON
Jangan bergerak. Kecuali nyawamu tak berharga.
Bagaimana mungkin…
Komplotannya pasti ada di dekat sini.
Cari semuanya.
Sisir seluruh area!
Periksa seluruh area!
Siapa di sana?
Kenapa kau tiba-tiba memanahku tanpa alasan?
Lalu siapa kau?
Apa yang kau lakukan di sini?
Ampuni nyawaku.
Jadi, kau sadar kau pantas mati.
Siapa yang menyuruhmu memata-mataiku?
Tidak ada yang menyuruhku.
Aku datang sendiri.
Dayang istana sepertimu?
Berkeliaran di area istana atas kemauan sendiri?
Beraninya kau membohongiku!
Itu benar.
Aku hanya ingin membalas teman-temanku.
"Membalas"?
Angkat kepalamu.
Aku pantas mati… Tidak, ampuni nyawaku.
Tolong…
Aku tidak akan membunuhmu.
Angkat kepalamu.
Tunggu.
Kau dayang istana yang menjalani ritual inisiasi.
Terima kasih atas bantuanmu saat itu.
Tidak sempat berterima kasih membuat pikiranku terbebani.
Boleh aku tahu namamu, Tuan?
Itu bukan sesuatu yang mudah kukatakan.
Siapa namamu?
Ya, namaku…
Awas!
Kau baik-baik saja?
Ya.
Aku baik-baik saja.
Bagaimana denganmu, Tuan?
Kejar mereka!
Kau harus kembali ke kamarmu.
Ada pedang yang mengintai di kegelapan.
Tolong,
jaga dirimu, Tuan.
EPISODE 3 SEBUAH KENYATAAN YANG BARU
Ternyata di sini. Aku mencari ke mana-mana.
Wajah itu… Dia bukan penampakan.
Sedang apa kau di sini?
Bejat. Aku membutuhkanmu untuk menjadi tamengku sebentar.
Hei.
Kenapa denganmu?
Dengar, ini agak…
Ada kesalahpahaman.
Aku…
Bukan ini yang kumaksud.
Aku penasaran kau lari ke mana.
Kencan rahasia?
Bukan begitu.
Hei, kau, lepaskan aku…
Apa-apaan ini?
Aku ingin bicara denganmu, tetapi kau tampak sibuk.
Tidak, aku tak mengenalnya sedekat itu.
Kau tak mengenalnya, tetapi sudah begitu berani.
Baiklah.
Aku mengerti.
Kau sedang sibuk. Kita bicara nanti.
Jaga reputasimu.
Bagaimanapun, jangan lakukan di depan umum.
Sudah kubilang, bukan begitu.
Dia sudah pergi?
Astaga.
Shin Seo-ri, kau sudah gila?
Aku sedang dalam situasi sulit, dan kau terbukti cukup membantu.
Sampai jumpa.
Kau mau ke mana?
Dasar bajingan! Lepaskan aku sekarang juga!
Kemari.
Kau benar-benar mempermalukanku.
Apa itu tadi?
Kau membuatku seperti orang mesum.
Apa maumu?
Lucu sekali,
ucapan orang bejat yang memeluk wanita di tengah hari.
Saat itu berbeda.
Kau tiba-tiba berlari ke jalan.
Itu bukan sekali.
Kau juga menarikku saat aku menyadari ada pembunuh.
Saat itu kubiarkan karena situasinya genting,
tetapi kau harus perbaiki sifatmu.
Padahal tadi kau sendiri yang memegangiku mati-matian.
Itu…
Ada alasannya.
Aku mengerti. Dengan wajah sepertiku,
menahan godaan pasti tidak mudah.
Omong kosongmu banyak sekali.
Mereka naik! Selir kerajaan kerasukan itu!
Hari sial.
Gangguan terus bermunculan.
Sial.
Kau hanya membawa masalah. Sekarang bagaimana?
Aku akan pingsan. Gendong aku.
- Gendong? - Mereka bisa apa pada wanita pingsan?
Terutama wanita lemah dan tak berdaya sepertiku.
Kau gila? Kenapa aku harus begitu?
Itu mereka!
Mereka memukuli seseorang lalu kabur!
Ada orang pingsan di sini!
Ada orang sakit di sini!
Ada yang pingsan! Panggil ambulans!
Cepat panggil ambulans!
Kenapa dia pingsan?
Dia dan pria itu bertengkar, lalu dia syok.
Apa…
Sepertinya dia tidak bernapas.
Minggir. Bantu aku.
Cepat bantu aku!
Ya, baik.
Biar aku.
Minggir! Kalian mau ada mayat di tangga?
Menjauh kalian semua!
Shin Seo-ri, bangun.
Shin Seo-ri, bertahanlah.
Shin Seo-ri.
Hei.
Bangun. Ayo. Kau harus bangun.
Bejat!
Ternyata kau cukup cerdik.
Bagus.
Kau kira aku mengikutimu demi persetujuanmu?
Aku hanya tak mau terseret bersamamu.
Apa bedanya? Tujuan menghalalkan segala cara.
Namun…
Pria tadi, siapa dia bagimu?
Siapa?
- Mun-do? - Dia kakakmu?
Hubungan kami lebih buruk dari orang asing.
Begitu?
Kalau begitu, ceritakan di jalan.
Di jalan ke mana? Hei!
Kau mau kontrak, bukan?
Aku terpisah dari temanku, dan tak bisa kembali.
Ini pas sekali.
Apa aku terlihat seperti sopirmu?
- Keluar sekarang. - Jangan begitu.
- Keluar. - Dasar bajingan.
Kudengar dia pergi tanpa minta maaf?
Ya, tetapi anehnya,
kulihat Cha Se-gye mengejarnya.
- Cha Se-gye mengejarnya? - Ya.
Aku bukan sopir taksi.
Kau tak bisa masuk mobil ini sesukamu.
Bukankah kau memohon agar aku tanda tangan kontrak?
Sombong sekali.
Memohon? Siapa yang mem…
Akan kusuruh Pak Son mengantarkannya padamu.
Jika kau punya akal, tanda tangani dan kembalikan.
Akan kuturunkan kau di halte itu. Tolong turun kali ini.
Sekalian antar aku sampai tujuan.
Kejam sekali.
Boleh minta semangkuk air?
Kenapa cari air di sini?
Ada apa?
Kenapa denganmu?
Aku mual setiap kali naik tandu besi ini.
Perutku terasa seperti terikat.
Jangan berani-berani.
Mobil ini bahkan belum sebulan.
Jangan sampai muntah.
Kenapa kau kikir sekali?
Kendarai lebih pelan saja.
Sial.
Apa?
Haruskah kau membentakku setiap kali aku bicara?
Kau harus ke dokter.
Kau sangat butuh terapi.
Jika kau ada di posisiku,
kau juga akan selalu gelisah.
Halo, Pak. Mau diisi berapa?
- Isi penuh. - Baik.
Aku mual setiap kali naik tandu besi ini.
Perutku terasa seperti terikat.
Seolah-olah dia bisa memenangkan hati siapa pun dengan air mata buayanya.
OBAT PENCERNAAN
Apa aku sudah gila?
Kenapa harus membelinya?
Permisi.
Jika kau tak mau membelinya, bisakah…
Aku tak membelinya.
Siapa bilang aku membelinya?
Sungguh dunia yang menakjubkan.
Tandu besi berat ini bergerak sendiri.
Lalu, untuk apa ini?
Kuis Pendengar Sepuluh Detik!
Jawab tiga pertanyaan,
No comments yet. Be the first to leave one.