The Heartbreak I Choose

The Heartbreak I Choose (Patah Hati Yang Kupilih)

Indonesian সাবটাইটেল ডাউনলোড করুন

রিলিজ তথ্য

[𝗖𝗼𝗳𝗳𝗲𝗲𝗣𝗿𝗶𝘀𝗼𝗻] 𝗣𝗔𝗧𝗔𝗛 𝗛𝗔𝗧𝗜 𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗞𝗨𝗣𝗜𝗟𝗜𝗛 (𝟮𝟬𝟮𝟱) 𝗜𝗡𝗗𝗢𝗡𝗘𝗦𝗜𝗔𝗡 𝗡𝗙𝗫 𝗪𝗘𝗕
ভাষ্য লিখেছেন Coffee_Prison
𝑫𝒖𝒓𝒂𝒔𝒊 : 𝟎𝟏:𝟒𝟖:𝟑𝟕 || 𝑺𝒖𝒃𝒕𝒊𝒕𝒍𝒆 𝑹𝒆𝒕𝒂𝒊𝒍 𝑵𝑬𝑻𝑭𝑳𝑰𝑿 || *ડ౿ᥣɑოɑ𝗍 𝖬౿𐓣𝗈𐓣𝗍𝗈𐓣

ট্যাগ

webdl
প্রকাশিত: 2026-04-30
ডাউনলোড: 68
শ্রবণপ্রতিবন্ধীদের জন্য: No
FPS: 25

Indonesian সাবটাইটেল প্রিভিউ

প্রথম 200টি লাইন।

Artinya?

Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku.

Sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu aku masih kecil.

- Amin. - Amin.

Pintar sekali anak Mama.

Tapi, Ma, kalau orang tua yang didoakan Mama dan Nenek doang,

tetap dikabulkan atau tidak doanya oleh Allah?

Ya, tetap dikabulkan.

Mau siapa pun yang didoakan, Allah pasti dengar.

Jadi, Freya harus tetap berdoa, ya?

Oke.

Freya, Alya. Ayo turun, makanan sudah jadi.

Itu, Nenek memanggil. Yuk, kita siap-siap makan.

Yuk, Sayang, makan dulu. Yuk.

- Ibu. - Ya, Van?

- Vania pulang, ya. - Iya, hati-hati.

- Ini tak apa-apa ditinggal sendirian? - Tak apa-apa.

Sudah sepi soalnya, takut ada begal.

Ya…

- Wah, sudah wangi sekali masakan Nenek. - Kenapa? Sudah, Bu! Pulang dulu!

- Asalamualaikum! - Waalaikumsalam.

Yah… Mi lagi, Nek?

Iya. Kenapa?

Bosan?

Sedikit.

Kemarin kamu sudah minta nuget terus. Tidak boleh makan begitu terus, Nak.

Enak?

Nek, ajari Freya memasak.

Nanti saja, kalau kamu sudah besar.

Mendingan Freya dengar cerita Nenek.

Mie Godog itu ada artinya, tahu?

Memang Mie Godog ada artinya?

Yah. Ceritakan, Nek. Bagaimana, Nek?

Ada.

Mie Godog itu artinya gotong royong,

kebersamaan, kesabaran.

Makanya, Nenek memasak ini terus.

Agar kita sama-sama terus, sabar terus. Begitu.

Tapi kok, Nenek tidak sabaran, suka marah-marah melulu?

Nenek marah-marah kalau cucunya bawel seperti kamu.

Makan lagi, Sayang.

- Tidak pedas, 'kan? - Tidak.

- Halo, Din. - Halo, Al.

Maaf, aku mau mengabari.

Om Gideon wafat.

Apa?

Tahu dari mana?

Aku lihat di IG.

Ingin melayat, tapi aku lagi di luar kota.

Kau ke sana, tidak?

Anaknya ada, tidak?

Aduh, tidak tahu, ya.

Aku belum tanya.

Tapi kalau dilihat di cerita IG-nya, sepertinya masih di Prancis.

Ya sudah. Terima kasih, ya, Din, infonya.

Iya, sama-sama. Aku cuma mau mengabari itu saja.

Maaf, ya, Al, kalau ganggu.

Iya, tak apa-apa.

- Dah. - Dah.

- Astagfirullah, anak ini. - Ada apa?

- Aduh. - Ya ampun!

Sedang apa kamu, Nak, di sini?

Freya mau belajar memasak seperti di TikTok, Nek.

Apa itu TakTok?

Nenek bilang apa?

Nenek ajari kamu memasak kalau kamu sudah besar.

Nenek tidak seperti Mie Godog, tidak sabaran.

Bajunya kotor ini, mau sekolah.

Ya sudah, kamu ganti dulu saja sana.

Sudah, Sayang. Ada yang sakit?

Minyaknya tertelan sedikit, Ma.

Ada-ada saja kamu. Sudah, ganti dulu, ya.

Untung bukan minyak panas.

Pake helm dulu, Sayang.

Kita pindah saja, yuk, Ma.

Kok bilang begitu? Kenapa?

Agar kita tidak dengar Nenek mengomel melulu.

Freya, Nenek itu mengomel karena menyayangimu,

memedulikanmu. Makanya, Freya jangan nakal.

Jangan-jangan, Kakek meninggalkan Nenek

karena Nenek sering mengomel, ya, Ma?

Kok bicaranya begitu? Siapa yang mengajari?

Freya pernah dengar waktu Nenek bicara dengan Mama.

Kalau orang tua lagi bicara itu, tidak boleh menguping, ya?

Yuk.

Mending Mama menikah saja dengan Om Fadil.

Ini lagi, soal "nikah" bicaranya.

Tahu dari mana itu? Nikah?

Mama pacarnya Om Fadil, 'kan?

Kata siapa?

Kata Om Adam.

Ini.

Untuk apa pacaran lama-lama?

Langsung menikah saja mendingan.

Untuk apa buang-buang waktu? Jatuhnya apa? Tahu, tidak? Zina!

Aduh, Freya tidak boleh menonton konten-konten seperti ini.

Ini konten untuk orang yang sudah besar.

Adam, bagaimana ini?

Kok diajarkan menonton konten seperti ini?

Itu Vania, Mbak.

Kok aku? Itu kontenmu.

Vania, jangan diajarkan menonton konten begini.

Tidak boleh, ya, Sayang. Freya menonton kartun saja.

Tidak boleh menonton itu.

Om Adam sudah besar, dia tidak apa-apa menonton itu.

HARI BAKAT, TANGGAL 6 JUNI 2025.

Anak-Anak!

Tutup dulu bukunya! Ibu ada pengumuman yang sangat seru!

Hore!

Jalan-jalan ke pantai, Bu?

Bukan.

Sok tahu!

Bulan depan, kita akan ada acara namanya Hari Bakat!

Hore!

Apa itu, Bu?

Hari Bakat?

Hari Bakat itu yang acaranya kalian harus menunjukkan bakat kalian.

Bakat itu apa, Bu?

Bakat itu yang menyala kalau dibakar dengan api!

Itu bakar. Bercandaan Biru seperti bapak-bapak.

Tenang! Jadi, Ibu jelaskan, ya.

Bakat itu yang di mana kalau misalkan kalian jagonya apa.

- Ada yang jago menyanyi? - Aku!

- Ada yang jago menari? - Aku!

Itu namanya bakat kalian. Begitu.

Tapi Dio tidak jago apa-apa, Bu.

Pasti ada yang jago. Dio mau jadi apa?

Jadi pesulap saja, Bu. Supaya bisa sulap Biru jadi pohon.

Pokoknya, boleh jadi apa saja.

Asalkan ajak mama papa agar makin semangat! Oke?

- Oke! - Oke!

Nanti aku mau memasak, Dio.

Freya, tapi kamu tidak punya papa.

Memang boleh ikut?

Papaku ada, tapi disembunyikan.

Karena dia suka memakan anak bawel seperti kamu!

Apa? Wah, pecundang!

Tenang, Anak-Anak! Pokoknya, didampingi siapa saja boleh, ya?

Sayang, kamu kenapa?

Tidak…

Aku baru dapat kabar.

Om Gideon wafat.

Kita milik Allah, dan kepada-Nya kita akan kembali.

Om Gideon itu papanya si…

Kalau aku melayat, bagaimana?

Yah, tidak apa-apa.

Terus, anaknya Om Gideon datang?

Kata teman aku, dia masih di Prancis, ya.

Kamu melayat saja.

Tidak apa-apa, Sayang.

Nanti aku temani, ya?

- Benar? - Benar.

Sudah, kamu minum dulu.

- Terima kasih, ya. - Sama-sama.

TAMAN BERMAIN DALAM RUANGAN AYO BERMAIN

Antre!

Bu, perhatikan kakinya!

Kekencangan. Ayo.

- Bu, tali sepatunya dicek, Bu. - Tali sepatunya, Sayang.

- Ini, Freya, untuk kamu. - Terima kasih, ya, Dio.

Aduh, aku lupa berdoa lagi. Mana sudah keburu aku makan.

Ya Allah, berkatilah rezeki yang Engkau berikan kepada kami,

dan jauhkanlah kami dari azab api neraka. Amin.

Nanti pas Hari Bakat, kamu mau memasak mi yang seperti nenek kamu jual?

Sepertinya aku tidak buat itu, Dio.

Soalnya kurang keren.

Dio, kita naik sepada, yuk.

Ayo!

Aku yang merah saja.

Ya sudah, ini, Dio.

Kok sepedanya Dio diambil?

Halo? Kalian berdua sok kompak sekali.

Tahu, tidak? Ini sepeda punya sekolah, bukan punya kalian.

Oke, Biru, kita balapan sampai sana.

Kalau aku yang kalah, aku berikan sepeda aku.

Tapi kalau kamu yang kalah, kamu harus balikin sepedanya Dio.

Mudah. Tahu, tidak?

- Biru! - Freya!

Tiga, dua, satu!

Mulai!

- Biru! - Freya!

- Biru! - Freya!

Biru curang!

Biru curang!

- Jangan! - Biru!

- Freya, tidak usah ikut-ikutan. - Biru yang mulai duluan!

Biru itu belagak jadi korban, Ma.

Berlagak, bukan belagak. Dia menendang aku.

Iya, berlagak dan belagak. Kita meminta maaf yang baik, ya?

Coba.

- Tidak mau! - Tidak mau!

Itu kompak. Berarti sudah sehati. Ya?

Coba.

"Biru, maafkan Freya, ya?"

"Aku janji tidak bakal mengulangi lagi."

"Freya, maafkan Biru, ya?"

"Aku janji tidak bakal mengulangi lagi."

Aku mau memaafkan kalau Biru tidak ganggu aku dan Dio lagi.

Dan tidak bilang aku tidak punya papa lagi.

Benar kamu tidak punya papa. Papi aku bilang seperti itu.

The Heartbreak I Choose subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for The Heartbreak I Choose

মন্তব্যসমূহ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left