The Pitt

The Pitt

Indonesian সাবটাইটেল ডাউনলোড করুন

সিজন 2

রিলিজ তথ্য

[𝐂𝐨𝐟𝐟𝐞𝐞𝐏𝐫𝐢𝐬𝐨𝐧] 𝐓𝐡𝐞 𝐏𝐢𝐭𝐭 𝐒𝟎𝟐𝐄𝟏𝟏 𝐖𝐄𝐁 𝐇𝐌𝐀𝐗-𝐄𝐓𝐇𝐄𝐋-𝐍𝐓𝐛
ভাষ্য লিখেছেন Coffee_Prison
𝑫𝒖𝒓𝒂𝒔𝒊 : 𝟒𝟖:𝟏𝟕 || 𝑺𝒖𝒃𝒕𝒊𝒕𝒍𝒆 𝑹𝒆𝒕𝒂𝒊𝒍 𝑯𝑴𝑨𝑿 (𝘈𝘭𝘪𝘩 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘴𝘢: 𝘋𝘺𝘢𝘩 𝘋. 𝘈𝘯𝘨𝘨𝘢𝘳𝘪𝘯𝘪) || *ડ౿ᥣɑოɑ𝗍 𝖬౿𐓣𝗈𐓣𝗍𝗈𐓣

ট্যাগ

webdl
প্রকাশিত: 2026-03-20
ডাউনলোড: 79
শ্রবণপ্রতিবন্ধীদের জন্য: No

Indonesian সাবটাইটেল প্রিভিউ

প্রথম 200টি লাইন।

JAM KE-11

PUKUL 17.00 - 18.00

- Sekarang bagaimana? - Kita tunggu.

Berapa lama lagi...

Entahlah.

- Bisa berjam-jam. - Rasanya janggal.

- Ingat, Robby bilang... - Tetap janggal.

Baiklah. Ini keputusan Roxy.

Kehidupannya tak terkendali, kecuali waktu kematiannya.

Dia mau menentukan kematiannya.

- Kita jarang bisa begitu. - Aku mau cek pasien lain.

- Adam tinggal di Middle Hill? - Benar.

- Dia tiga tahun lebih tua darimu? - Benar.

Dia memintamu jadi pacarnya enam bulan lalu?

Dia memintaku jadi pacarnya pada malam pertandingan dan kuterima.

Kau harus periksa pasien vertigo di ruang 13.

Baiklah. Aku segera ke sana.

Adam bertanya apakah kau ingin bercinta?

Mel, entah apa aku bisa menceritakannya.

Tentu bisa, aku kakakmu.

Itu urusan pribadi.

Aku harus tahu.

- Kenapa? - Karena...

Aku bisa beri tahu dr. Langdon karena dia dokterku, tetapi...

- Aku tak bisa memberitahumu. - Katakan.

- Kenapa membentakku? - Tidak.

Dengarkan. Aku harus tahu.

- Kau membentak. - Becca.

- Keluarlah sebentar. - Kenapa tak mau beri tahu?

Dokter King.

Mau keluar sebentar?

Maaf.

Maaf.

Ada teknisi rontgen di sini?

Tak ada.

- Ada kabar? - Aku hanya tanya keadaanmu.

Bisakah aku keluar dari sini tepat waktu?

Terserah kau, Kapten. Kami bisa, tapi apa kau izinkan?

Kalian akur?

Aku bisa pura-pura baik dua jam lagi.

Dia memanggilku "Dok".

Baru tahu dia dokter sungguhan setelah beberapa bulan.

Dia selalu merahasiakan hidupnya.

Bagaimana hasil rontgen dada?

Masih antre tujuh atau enam lagi.

Kapan terakhir lihat?

Sepuluh menit lalu.

- Lihat lagi. - Ya.

Jangan terlalu keras.

Tercantum rontgen perlu waktu sejam.

Hari ini, kau yang pertama baca ini.

Jangan tanya.

- Bagaimana keadaanmu? - Baik.

Aku mengonsumsi Lexapro.

Selain depresi, bisa redakan panik.

Aku tak apa. Sungguh.

Maaf, Bu Torres.

Kau tak apa? Kukira kau mau pingsan.

Ya, tak apa. Mari teruskan yang tadi.

Betis Bu Torres bengkak dan nyeri selama sepekan,

tanpa trauma, demam, dan riwayat hiperkoagulasi.

Pekan lalu, dia naik bus 15 jam dari Orlando ke Pittsburgh.

Bu Torres...

Kami merisaukan kemungkinan penggumpalan darah di kakimu

yang bisa memicu komplikasi serius.

Kami harus lakukan USG, tapi...

Jangan cemas. Jika hasilnya positif, kami beri pengencer darah.

Aku belajar untuk tidak cemas.

Kecemasan tak perlu memengaruhi kehidupan kita.

Baru dari lab. Ada satu pasien kritis.

Seharusnya lapor ke atas.

Ya. Tiap kali lapor, telepon merah sibuk.

Astaga, ini selesai 25 menit lalu.

Sodium 112. Mohan!

Beri garam pada pasienmu sebelum dia kejang.

Bagaimana situasinya?

Pasien batu ginjal negatif. Hanya menunggu obat.

Ortopedi lakukan replantasi pada trauma seluncur air.

Pasien divertikulitis perforat, Howard, sukses dioperasi.

Kuhubungi sumber daya LPKSA untuk tanya perkembangan

perawatan darurat Bayi Tak Dikenal.

Selain itu, hasil lab dan rontgen terlambat,

tapi relawan sudah mulai beraksi.

Biasanya, dr. Robby langsung pergi saat sifnya selesai

atau dia suka tetap di sini untuk serah terima ke sif malam?

Tergantung. Biasanya, dia tak sabar pulang.

Sesak napas di Selatan 16.

Mungkin mengalami dekompensasi.

Kuharap ada satu intubasi lagi sebelum pukul 19.00.

Agar dapat tiga di pekan pertama.

Bisa jadi rekor.

Aku mencari cara mudah.

Sif berakhir dua jam lagi.

Seharusnya tangani pasien stabil saja.

- Kau butuh pendapat kedua? - Tidak.

- Dokter McKay. - Ya.

Ada gadis bernama Kiki mencarimu.

- Kiki? - Katanya, dia di taman.

Ya, bagus. Terima kasih.

Hei, kurasa hasil lab pasien radang panggul sudah keluar.

Terima kasih.

Semua baik-baik saja?

Luar biasa.

Langdon.

Kuharap tak akan bertemu dia lagi.

Mungkin dia sudah berubah?

- Jika senggang, ada sesuatu... - Santos!

Tangani keracunan makanan di ruang 12.

Ya. Kenapa tidak?

Apa? Tak ada sindiran dan protes? Apa yang kau lakukan dengan Santos?

Sisa dua jam lagi. Aku menyerah.

Itu baru semangat.

- Bagaimana Becca? - Baik.

Kucoba hubungi komunitasnya, tetapi tak dijawab.

Kenapa hubungi mereka?

Karena aku tak tahu apa-apa tentang Adam.

Mereka berpacaran selama enam bulan dan aku tak tahu apa-apa.

Dia tak pernah bilang punya pacar atau menyukai siapa pun.

Bukan berarti dia tak memikirkannya.

Aku tak mau adikku memikirkan hubungan seks.

Siapa bisa menjamin pria itu tak memanfaatkannya?

Middle Hill membiarkannya.

- Kenapa diam saja? - Mungkin tak tahu.

Enam bulan, mereka pasti tahu.

Mungkin Middle Hill bukan pilihan bagus.

Kami lihat banyak tempat bagus,

tapi Becca memilih tempat itu.

Kau wali sah Becca?

Tidak, aku punya surat kuasa.

Kami membuat keputusan suportif

agar dia bisa membuat keputusan sendiri.

Itu jawabannya.

- Hal ini berbeda. - Kenapa?

Karena memang begitu. Aku...

Putraku tidak bergerak.

Baiklah.

Ayo, Kawan.

Ada anak panas dan tak sadar.

- Butuh kamar, Dana. - Trauma Dua.

Cek suhu inti secepatnya.

Aku dr. Al-Hashimi. Kau ibunya?

Brenda Azurmendi.

- Siapa namanya? - Micah.

Micah mengalami demam?

Tidak, dia sehat tadi. Aku menemukannya di mobil.

Pupilnya lemah, tapi reaktif.

Tak ada reaksi nyeri.

Saluran napas lancar dengan kadar CO2 rendah.

Siapkan intubasi.

Denyut 22 dalam 10 detik, maka 132.

- Kau tahu beratnya? - Tidak.

- Joy, pita Broselow? - Apa?

Pita Broselow bisa tentukan dosis obat berdasarkan panjang.

Butuh napas buatan, tolong siapkan.

Dia ditemukan di mobil?

Aku bekerja di kebun saat dia bersepeda di jalan masuk.

Sesaat dia di sana, lalu tak ada.

Kukira masuk ke rumah, tetapi dia tak ada di mana pun.

Dia pasti lelah, masuk ke mobil, dan tertidur.

Saat kutemukan, dia tak kunjung sadar.

Berapa lama dia di sana?

Mungkin 15 menit atau

- 20 menit? - Mobilnya tak dikunci?

Lingkungan kami aman.

Joy?

Baik. Mulai dari kepala.

Ukur panjangnya.

Lalu baca angkanya.

Bobotnya sekitar 25 kg.

Infus 250 bolus.

Berikan rocuronium dan ketamin.

Tak ada suara, bisa tanpa obat.

Intubasinya mudah, ayo tunggu TP.

Jika suhunya setinggi ini, otot bisa kehilangan tenaga.

Kami beri alat bantu pernapasan.

Suhu rektalnya 40,83 Celsius.

- Serangan panas. - Kompres paha dan ketiak.

Cari Arctic Sun tak terpakai,

butuh semua es.

Juga kantong tubuh anak.

Masih menunggu pil Ketorolac.

Akan kucek di apotek.

Aku janji dengan putraku di taman

untuk lihat kembang api.

Maaf, Pak Green. Kami akan mengingatnya.

Baiklah.

- Katanya, kau kena serangan jantung. - Tidak.

- Hei, Samira. Bagaimana keadaanmu? - Aku sehat.

Syukurlah.

Bisa jaga pasienku lima menit saja?

- Aku harus keluar sebentar. - Baiklah.

Ogilvie, mau cari udara segar? Ada kasus bagus untukmu.

Mungkin perlu intubasi?

Tidak. Ada pasien tunawisma yang kurawat di tim jalanan.

- Hai, Becca. - Hei.

Maaf aku membentakmu tadi.

Aku hanya...

Terkejut.

Kata perawat aku bisa pulang.

Ya.

মন্তব্যসমূহ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left