প্রথম 200টি লাইন।
Atas nama Tuhan
Dalam kenangan untuk Yadollah Najafi
Shahab Hosseini Taraneh Alidoosti
Babak Karimi Farid Sajjadi Hosseini
Bersama Mina Sadati
Asisten 1 DOP: Morteza Sobhani.
Fotografer: Habib Majidi
Asisten Sutradara: Kaveh Sajjadi Hosseini
Pengawas Skrip: Parisa Gorgin
Penata Artistik: Keyvan Moqaddam
Penata Kostum: Sara Samiee
Penata Rias: Mehrdad Mir Kiani
Penata Musik: Sattar Ooraki
Produser Eksekutif: Hasan Mostafavi
Kameraman: Peyman Shadmanfar
Perekam Suara: Yadollah Najafi Hossein Bashash
Mixing Musik: Mohammadreza Delpak
Editor Suara: Reza Narimizadeh
Penyunting: Hayedeh Safi Yari
Hossein Jafarian
Produser: Alexandre Mallet-Guy Asghar Farhadi
- Hei, Tn. Etesami! - Rana, Missy!
Ayo keluar!
Bangunan ini mau runtuh.
Gedung ini runtuh. Ayo keluar dari sana!
Ada apa?
Apa yang kau lakukan di sini, sayang? Ayo ke sini, sayang.
Kenapa? Apa yang terjadi?
Tn. Etesami mengevakuasi gedung ini. Gedungnya mau runtuh. Cepat!
- Ayo pergi, semuanya! - Rana! Rana!
- Ada apa, Emad? - Kemarilah, Rana! Cepat!
Ayo pergi, man!
- Ada apa, Tn. Fallah? - Aku tidak tahu. Cepat evakuasi, man!
Rana! Cepat! Ayo!
- Ada apa? - Ke bawah! Cepat, pergi!
- Nasim! Cepat, cepat, Nasim! - Tn. Amiri, ayo! Evakuasi!
Emad, nak!
Demi Tuhan tolong bantu anakku.
Aku datang, tunggu.
Ini, ini, pakai ini.
- Apa? Ayo denganku. - Tidak, kau tidak boleh. Cepat turun ke jalan.
- Katakan pada semua orang untuk turun ke jalan. - Ny. Samimi! Ny. Samimi!
- Di mana Hossein? - Aku tidak bisa membawanya keluar dari sini.
Hossein bangun, anakku! Rumah ini akan runtuh.
Bangun, Hossein! Bangun!
- Emad, ayo, semuanya sudah pergi. - Turun ke jalan. Katakan pada semua orang.
Tn. Fallah, bawa semua orang turun ke bawah.
Ayo, Hossein! Apa yang mereka lakukan?
- Kacamata. Kacamataku. - Akan kubawakan kacamatamu.
The Salesman Ditulis dan Disutradarai oleh Asghar Farhadi.
Kawan-kawan! Tidak perlu membawa semua barang-barang kalian.
- Kita sudah membawa semuanya. - Oke.
- Aku tidak bisa menemukannya. - Aku tidak tahu, cari lagi.
- Kau mau aku membawa ini? - Yeah, terima kasih banyak.
Kupikir kau seharusnya membawa handuk dan sikat gigi?
Handuk dan sikat gigi juga ada di sana.
- Kau sudah mengunci mobil? - Yeah.
Ah, kunci, kunci! Berikan kuncinya.
Ini.
Kawan-kawan!
Hei.
Hei, Kati. Hei.
Ada apa, Kati?
Kau hidup?
Cara Sia menjelaskan rumahnya runtuh,
kupikir kita harus menyeretmu dari reruntuhan.
Oh, whoa! Apa yang terjadi di sini?
Ada bau gas...
Sudah dari semalam.
Kalau begitu ambil barangmu. Ayo keluar dari sini.
Hei.
Kenapa kau ke sini?
Putuskan listriknya, ada yang menetes.
Aku tidak bisa menemukan kartunya, man.
Coba cari di antara dokumen dan barangmu.
Kati, sayang, jangan ke sana, bahaya.
Oh, astaga!
Kau hanya bisa mendengar isakan istri Mashti Hassan,
duduk sendiri dengan lenteranya di atap yang stabil
dan erangan menyedihkan dari sapi dari dalam kandang.
Tuan, apa ini kisah nyata?
Nyata? Tidak, tapi kau bisa menganggap begitu, di cerita Saedi
pemandangannya, tipe karakter, dan hubungannya begitu nyata. Sangat nyata.
Tuan, bagaimana bisa manusia jadi sapi?
Coba lihat ke kaca.
Kau pikir kau lucu, huh?
Tapi sungguh, tuan, bagaimana bisa seorang manusia jadi seekor sapi?
Pelan tapi pasti...
Tuan, apa kita akan menonton film dari cerita ini juga?
Yeah, itu ide yang bagus.
Mungkin aku membawanya lain kali dan kita bisa menonton bersama.
Iya?
Tuan, kapan kita melihat pertunjukannya?
Pertunjukannya dimulai minggu depan.
Begitu aku ada beberapa waktu untuk dapat tempat, aku akan mengundang kalian semua.
- Terima kasih, tuan! - Ini disebut apa, tuan?
"Kematian Seorang Salesman", siapa yang membacanya?
"Musuh"!
Lelucon di samping, ada yang sudah membacanya?
Tuan, siapa pengarangnya?
Arthur Miller.
Hmm... tidak, aku belum pernah.
Baik sekali.
Permisi, anak-anak.
Iya?
Halo.
Iya.
Maaf, aku tidak bisa bicara sekarang, aku sedang di kelas.
Kalau kau telepon 10 menit lagi, aku kosong.
Yeah, dengan perseneling ini... Silver...
Tentu saja... Tidak apa-apa.
Tuan, apa peranmu?
Salesman.
- Apa yang kau jual, tuan? - Kentang!
Ketika kau datang, kau akan melihatnya sendiri.
Model apa, tuan?
- Apa - Peugeot 206 milikmu, kau tahu.
- Kenapa kau ingin tahu? - Bukannya kau menjualnya, Tuan?
Tuan, ayahnya adalah petugas parkir, bilang padanya untuk menilangmu.
Apa kau merasa tersinggung, Tuan?
Tuan, kenapa orang Iran menyebut BMW jadi "Bee-Em-Veh's"?
Aku tidak mendengarmu.
Kenapa orang Iran menyebut BMW jadi "Bee-Em-Veh's"?
- Keluar dari sini! - Dude, just zip it!
Tidak apa-apa. Dia tidak tahu, jadi dia bertanya.
Aku juga tidak tahu.
Teman-teman, eh, untuk sesi-mu berikutnya...
Aku mau ringkasan cerita ini. Aku tidak mau ada alasan, seperti...
"Aku ketiduran, ada tamu", dan... hal seperti itu.
Tuan, boleh minta tolong sedikit bergeser?
Tuan, boleh aku duduk di depan dan anak muda ini duduk di belakang sini?
Ayah...
Ada orang?
Tidak, kurasa keramaian itu dari ruangan sebelah.
- Tidak, tidak, seseorang ada di kamar mandi! - Tidak, tidak ada di sana.
Di kamar sebelah, ada pesta. Keramaian semacam ini sudah normal terjadi...
Boleh aku keluar?
Ada sesuatu yang bergerak di kamar mandi, Willy!
Ah, Nona Francis, sebaiknya kau kembali ke kamar.
Mereka pasti sudah selesai mengecatnya sekarang.
Tapi aku tidak bisa, aku harus memakai baju dulu!
Iya, silakan, kau boleh! Silakan!
Biff, ini Nona Francis, tetanggaku.
Mereka mengecat kamarnya. Dan dia datang dan numpang ke kamar mandi.
Dan kubilang, tidak apa-apa. Jadi, aku biarkan dia mandi di sini.
Kau bisa kembali ke kamarmu sekarang.
Tapi, Willy, aku tidak ada pakaian!
Tolong, keluar dari sini! Kembali ke kamarmu.
Kau sudah janji, Willy!
Aku tidak punya di sini!
Kenapa? Kau ada dua kotak berukuran 9 untukku. Dan aku mau itu, Willy!
Baiklah, ambil satu dan pergilah. Demi Tuhan, cepat pergi dari sini!
Tolong!
Pergi!
Aku berharap tidak ada orang di lorong. Aku tidak bisa pergi tanpa memakai baju!
Ngomong-omong, apa kau sepak bola atau...
Sialan!
Siavash!
Apa yang terjadi, ibu?
Aku sudah berusaha menghiraukannya tapi dia terus memburuk setiap malam!
Sadra, sayang, kemarilah, ayo pergi!
Sanam, sayang, jangan abaikan dia.
Dia pikir karena aku akting sebagai pelacur, dia bisa melakukan apa pun yang dia mau.
Apa hubungannya?
Kenapa kau tidak tertawa kepada yang lain, huh?
Aku menertawai bajumu, bukan kau...
Diam! Diam!
Siavash, kemarilah!
Sanam, jangan manja di malam terakhir. Sanam...
Baiklah, aku minta maaf. Maaf.
Dalam cuaca sedingin ini, latihan setiap malam, dengan anak ini. Ayo pergi, sayang.
Kau baru saja merusaknya, 'kan?
Apa hubungannya dengan kita? Dia suamimu.
Biar aku yang...
Biarkan!
Sanam jangan...
Kubilang pergi!
Aku bercanda... Kubilang pergi!!
Aku bercanda...
- Aku mengacaukanmu. - Kau mau ke mana?
Keluar dari kamar mandi dengan jas hujan, dan berkata,
"Bagaimana aku bisa pergi tanpa pakaian?"
Aku tidak bisa, itu membuatku tertawa.
Kejar dia atau dia akan kesal dan tidak mau datang besok.
Jangan memaksaku keluar tanpa pakai baju! Aku malu!
Ayo, bagaimana bisa aku keluar tanpa baju...
Sanam!
Orang ini benar-benar gila!
Apa kau sudah menemukan tempat?
60 sq. Meter, lantai 3, tidak ada lift. 40 mil di depan, 600 ribu Toman per bulan.
- Di mana? - Amiratabak.
- Tempat seperti apa yang kau cari? - Untuk sementara...
Kalau kita tidak menemukan tempat lagi, kita harus membawa barang kita,
dan hidup di tengah panggung.
Kau santai besok siang?
Bagaimana bisa?
Aku membawamu ke suatu tempat.
Ayo, teman-teman. Sekali lagi dari atas, tidak ada interupsi.
Kau lelah?
Tidak.
No comments yet. Be the first to leave one.