প্রথম 200টি লাইন।
KASUS KELIMA TAHUN INI, PELAKU YANG SAMA?
Pembunuhan berantai yang terjadi akhir-akhir ini…
Pembunuhan ini mirip dengan kasus Shiramine.
Bisa katakan apa yang terjadi saat itu?
Berhenti mempermainkanku.
Mizusawa Masumi, ya?
Dia agak mengganggu, bukan?
PMJ akan ditutup pada akhir bulan ini.
Apa?
Ditutup?
Kenapa begitu tiba-tiba?
Apa ada alasan untuk ini?
Aku juga belum diberi tahu detailnya.
Namun,
PMJ awalnya adalah operasi percobaan,
dan para petinggi bilang mereka sudah punya cukup data
untuk berdebat apakah akan menerapkannya secara resmi.
Meski begitu, ini terlalu mendadak.
Sekarang kita harus bagaimana?
Yang kalian katakan sepenuhnya beralasan.
Aku sungguh minta maaf atas kurangnya kemampuanku.
Bukan salahmu, Nona Kiryu.
Dokter Masumi, kau juga tak setuju dengan ini, 'kan?
Dokter Masumi,
maafkan aku.
Jika saja aku lebih baik dalam mempromosikan pentingnya PMJ…
Nona Kiryu,
ini bukan salahmu.
Ini tanggung jawabku.
- Halo. - Kerja bagus.
Halo.
Halo.
Morishita Yukie, 23 tahun.
Setelah dia menelepon ayahnya sekitar pukul 21.00,
dia jadi tak bisa dihubungi.
Orang lewat menemukan jasadnya pagi ini.
Pencekikan wanita muda lagi.
Akhirnya terjadi juga di yurisdiksi kita.
Dengan ini, sudah enam korban.
Memang mirip.
Apa?
Ya, aku akan hubungi PMJ.
Kini mereka sudah tak ada, 'kan? Maaf.
Kuserahkan padamu.
Nona Kiryu, ini.
Tolong periksa ini.
Baiklah.
Apa kau masih memikirkan PMJ?
Ya.
Itu bukan salahmu.
Pertama, Jepang sendiri belum siap untuk sistem PMJ.
Semua anggota stafnya berhasil dapatkan pekerjaan baru, 'kan?
Kudengar kau mencarikan mereka pekerjaan.
Entah bagaimana, aku berhasil dapatkan posisi untuk semua dokter muda itu.
Kalau begitu, kau tak perlu terlalu cemas, 'kan?
Ibumu mencoba melindungi orang lain,
dan mengalami kecelakaan.
Itu bukan hal yang bisa dilakukan siapa saja.
Dia adalah orang yang luar biasa.
Bagaimana kau tahu?
Aku tahu dengan mendengarkan suara mereka.
Tapi orang tak bisa bicara saat sudah mati.
Itu benar.
Tapi…
Aku bisa mendengar mereka.
Masuklah.
Permisi.
Masumi?
Tempo hari,
aku pergi menemui Serizawa Shinichi di pusat penahanan.
Aku bertanya apa dia mau beri tahu aku apa yang terjadi saat itu sekali lagi,
tapi dia menolak.
Begitu, ya?
Lalu,
PMJ tiba-tiba ditutup.
Di permukaan, itu adalah pemberitahuan dari KKBK,
tapi mungkin,
itu peringatan dari kejaksaan
untuk tak menggali lebih jauh ke dalam kasus Shiramine.
Tak masalah jika hanya aku,
tapi mengambil tempat kerja ahli patologi forensik muda
adalah metode yang tak bisa kumaafkan.
Aku yakin kita tak bisa mundur sekarang, demi Serizawa,
yang tetap menyatakan dirinya tak bersalah.
Aku akan tanya kau sekali lagi.
Apa sebenarnya
yang terjadi saat itu?
Profesor,
tolong beri tahu aku yang sebenarnya!
Ada orang yang sudah menderita selama 15 tahun.
Lagi pula, kita tak bisa biarkan lebih banyak korban.
Apa yang coba kau lindungi, Profesor?
Mendengarkan suara terakhir dari yang sudah meninggal…
Orang yang mengajariku bagaimana cara menghadapi Yang Terkasih
adalah kau, Profesor.
Aku…
Tak akan menyerah lagi.
Aku percaya padamu,
Profesor.
Yukie?
Yukie?
Kenapa?
Yukie!
Yukie!
Kenapa…
Yukie…
Tuan Morishita.
Sekarang, kami akan lakukan
autopsi yudisial pada jasad Yukie.
Autopsi?
Untuk menyelidiki penyebab kematian Yukie
dan menemukan jejak yang mungkin menuntun pada pelaku.
Jangan!
Yukie sudah mengalami hal yang begitu mengerikan.
Tolong jangan sakiti putriku lagi.
Aku mengerti perasaanmu.
Namun,
autopsi yudisial tak bisa dihentikan oleh keinginan keluarga yang berduka.
Aku sungguh minta maaf.
Kini, berita selanjutnya.
Pagi ini, jasad seorang wanita
ditemukan di jalanan di Tokyo.
Menurut sumber yang dekat dengan penyelidikannya,
pihak berwajib melanjutkan dengan keyakinan
bahwa ini ada kaitan dengan pembunuhan berantai.
Hingga sekarang, tak ada informasi pasti saksi mata yang diperoleh…
Halo!
Tak ada saksi mata dan tak ada jejak yang mungkin menuntun pada pembunuhnya.
- Kau tak bisa masuk ke sini! - Tolong biarkan aku lewat.
Orang tak berkepentingan dilarang masuk.
Kumohon.
- Penyelidikannya masih… - Bukankah itu dr. Masumi?
Kenapa dia di sini?
Biar kujelaskan lagi.
Dokter.
Apa yang kau lakukan?
Nona Dojima, aku lega kau di sini.
Bisa tolong biarkan aku menyelidiki juga?
Aku tak bisa lakukan itu.
Apa?
Tak ada yang boleh masuk kecuali yang terlibat dengan penyelidikan ini.
Kau tak terlibat lagi, 'kan?
Bisakah kau setidaknya biarkan aku melihat jasadnya?
Jasadnya sudah dibawa untuk autopsi.
Silakan pergi.
Kasus pembunuhan berantai ini mungkin ada kaitan dengan insiden di masa lalu!
Tak mungkin itu benar! Jangan mengarang untuk bisa masuk.
Benar, 'kan?
Beri tahu aku lebih banyak.
Apa kau ayah Morishita Yukie?
Ya.
Namaku adalah Kujo Kyoko. Aku ahli patologi.
Aku akan melakukan autopsi pada putrimu.
Dokter…
Kau sungguh harus melakukan autopsi?
Aku tak sanggup jika tubuh putriku disakiti lebih dari yang sudah terjadi.
Aku sungguh mengerti perasaanmu.
Setelah kerja…
Aku harusnya mengantar dia pulang.
Karena aku, Yukie…
Itu bukan salahmu.
Yang salah adalah penjahat yang mengambil nyawa putrimu.
Untuk mendapatkan keadilan bagi putrimu,
tolong izinkan aku menyelidiki ini.
Tolong jagalah putriku.
KASUS PEMBUNUHAN BERANTAI SHIRAMINE
Sudah kuduga.
Ini tentang kasus Shiramine, 'kan?
- Ya. - Apa?
Apa itu kasus Shiramine?
Itu kasus serangkaian pembunuhan
yang terjadi di Tokyo Barat, di Shiramine, 15 tahun lalu.
Korbannya adalah wanita berusia 20-an,
dan penyebab kematiannya selalu pencekikan
oleh sesuatu seperti sabuk.
Serizawa Shinichi,
yang bekerja di tempat yang sama dengan salah satu korban, ditangkap.
Dia dinyatakan bersalah,
dan hukuman matinya ditentukan karena bukti DNA
serta tidak adanya alibi saat perkiraan waktu kematian.
Mencekik wanita muda…
Sama seperti pembunuhan berantai yang sedang terjadi sekarang.
Aku pikir kasus saat ini
adalah pekerjaan penjahat peniru yang meniru kasus Shiramine.
Peniru?
Aku…
Tak berpikir begitu.
Aku tak mencurigai peniru.
Aku mencurigai ini pengulangan kejahatan.
Pengulangan kejahatan?
Atas dasar apa?
Tapi kau tadi bilang pelakunya sudah ditangkap, 'kan?
Pemeriksa forensik yang bertanggung jawab atas kasus Shiramine
adalah mentorku, Profesor Kujo.
Aku juga berpartisipasi dalam autopsinya sebagai asisten.
Namun, temuan-temuan forensik itu
berbeda dari faktanya.
Apa maksudmu?
Selama autopsi,
fragmen kulit yang diyakini milik pembunuhnya ditemukan pada jasad,
No comments yet. Be the first to leave one.