প্রথম 186টি লাইন।
Jiney.
Selamat! Satu lagi penghargaan untukmu.
Foto pemenang penghargaanmu sungguh luar biasa.
Di mana kau mengambilnya?
Sungguh! Menurutku tidak begitu.
Apa! Kau tidak berpikir begitu?
Kau adalah kebanggan kampus ini.
Mereka menyukainya, bukan berarti aku puas dengan fotonya.
Um! Kau sibuk? Bagaimana kalau kita pergi nonton film?
Tidak. Aku ada kencan!
Jin! Siapa cowok itu?
Siapa yang peduli?
Kau sudah membawakannya untukku?
Aku sudah membawanya.
Jin! Tidak ada objek yang bagus untuk difoto.
Ayo kita cari tempat yang lebih bagus!
Tunggu! Lihat, di sana!
Jin
Jin
Kau sembunyi-sembunyi mencetak fotomu, kan!
Ibu memanggilmu. Kau dengar?
Keluar dari kamarmu, Jin.
Ibu akan keluar negeri untuk urusan bisnis selama satu bulan.
Ibu sudah mentransfer uang ke dalam rekeningmu,...
... untuk keperluanmu.
Uang yang Ibu berikan masih ada di rekeningku.
Jin! Kau menggunakan narkoba.
Tidak.
Terjadi kecelakaan di jalan 1st.
Memangnya kenapa?
Aku mengambil fotonya.
Foto kematian.
Kau sudah gila? Mengambil foto kematian.
Aku ketakutan saat aku melihatnya pertama kali.
Tapi, tiba-tiba aku mampu mengambil fotonya.
Kau tahu, seharusnya kau tidak mengambil foto yang seperti itu.
- Ayo kita pergi. - Ke mana?
Untuk mengembangkan negatifnya.
Jas! Akhirnya aku mendapatkan foto idamanku.
Tidak juga.
Bagaimana aku menjelaskannya?
Kau tidak merasakannya?
Apa yang kau rasakan? Katakan padaku.
Sebenarnya, aku sangat ketakutan...
... ketika aku mengambil foto itu.
Tapi, aku merasa sangat senang sekarang.
Jin, aku mohon! Buang foto itu.
Kau gila? Membuang foto itu?
Beri aku selembar.
Terima kasih!
Mengapa kau tiba-tiba mau memasak untukku?
Tidak ada yang istimewa! Kau mau memakannya atau tidak?
Jin! Ayo kita membeli udang.
Aku bisa membuatkan bola udang untukmu.
Kau selalu suka menyiksaku, ya?
Bagaimana kalau ikan?
Bagaimana kalau kepalamu yang dimasak?
Bos, bunuh ayamnya lagi untukku.
Aku akan membayarmu, lakukan saja.
Kau mau memilihnya sendiri?
Tidak. Yang mana saja boleh.
Apa yang kau lakukan, Jin?
Lihat! Ayam jantan itu cantik sekali.
Jin! Ini untuk fotografi.
Bos, tutup mulutmu, terus saja membunuh mereka.
Kau, menjauhlah sedikit.
Bantu aku.
Bos, satu langkah ke kiri.
Pisaunya, acungkan ke atas.
Begini. Putar pisaunya ke arahku.
Letakkan di sini! Mengerti?
Mengerti?
Kalau tidak, aku tidak bisa mengambil foto tentang makanan.
Jas, nyalakan lampunya.
Jas.
Kau dengar aku? Aku menyuruhmu menyalakan lampu.
Sudah menyala.
Ada masalah denganmu?
Jin, kau baik-baik saja? Jangan membuatku takut.
Tidak apa-apa. Semuanya baik-baik saja.
Mungkin, aku terlalu lama berada di dalam kamar gelap.
Jangan tinggal di sini.
Kau membuatku takut. Kau tahu.
Mengapa kau tidak makan?
Aku tidak bisa, benar-benar tidak bisa.
Jin, aku tidak mengerti dirimu.
Mengapa kau mengambil begitu foto yang menjijikkan belakangan ini.
Tidak ada yang istimewa, hanya ingin merasakan sesuatu yang baru.
Aku hanya tidak mau mengambil foto bunga dan pepohonan lagi.
Habiskan makanannya.
h
ht
htt
http
http:
http:/
Jiney, buku apa ini?
Wow! Aku benar.
Ternyata ada fotografer profesional yang suka mengambil foto saat datangnya kematian.
Total, $1.150.
Kau mau mengajukan diskon keanggotaan?
Kau bisa mendapatkan diskon 10% sekarang.
Itu bagus.
Kau tidak keberatan mengisi formulir ini?
Wow! Lihat, indah sekali.
Ya!
Ini luar biasa.
Anson, ketika kau melihat kematian, apa yang akan kau pikirkan?
Memikirkan apa? Ya! Mengunjungi kuburan ayahku.
Kau bodoh.
Lalu, apa yang akan kau pikirkan?
Mungkin...
Kau tahu, fotografi adalah untuk menangkap satu saat yang hening.
Tidak peduli secepat apa objeknya bergerak,...
... setelah kita menekan shutter-nya...
... semuanya berhenti.
Sama seperti dengan saat datangnya kematian.
Saat datangnya kematian, mengerti?
Mengerti. Tentu, aku mengerti.
Kau di mana?
Aku sedang makan siang bersama Anson.
Bersama siapa?
Anson. Ingat, cowok yang perna kau tanyakan waktu itu.
Kau menyuruhku untuk tidak menghiraukannya...
... tapi kau sedang bersamanya sekarang.
Mengapa kau makan siang dengannya, hanya kalian berdua?
Jas, kau ada di rumah sekarang?
Di rumah, kan. Aku akan pulang.
Aku akan menunggu.
Mengapa kau marah?
Aku hanya makan siang bersama teman,...
... mengapa kau setegang itu?
Kau tahu, suara teriakanmu di telepon...
... terdengar oleh semua orang yang ada di restoran.
Aku tidak suka kau keluar dengannya.
Kau punya masalah!
Jin, kau tidak boleh keluar...
... dengan siapa pun, kecuali aku.
Jas, apa yang ingin kau katakan?
Kau tidak bisa memikirkan dirimu sendiri saja. Kita bukan...
Cinta itu sendiri egois.
Aku tahu itu sekarang.
Percaya padaku, dia bukan siapa-siapa.
Jiney, aku tidak melihatmu dalam beberapa hari ini.
Paman! Bibi!
Kami membawakan makanan, ikutlah untuk makan malam.
Ayah, kami sudah membeli tiket malam ini.
Tidak apa-apa. Jangan pulang terlalu larut.
Cepat pulang.
- Mau ke mana! - Tidak tahu!
Bukankah kita akan pergi nonton film?
Itu hanya alasan. Kau mau menonton film?
Jas, melihat ke bawah dari sini, benar-benar tinggi.
Tentu, tinggi sekali. Kita berada di lantai 10.
Kau pernah berpikir tentang bunuh diri?
Dari sini, sh-sh... dan meloncat!
Tentu saja tidak.
Aku pernah.
Jas, kau punya segalanya, mengapa kau mau bunuh diri?
Berarti, aku, Jasmine, harus mati berkali-kali!
Jin, lift-nya di sini.
- Jin. - Jangan mendekat.
Kalau aku meloncat dari sini,...
... maukah kau meloncat bersamaku?
Um!... kau datang dulu dan kita bicarakan.
Aku bertanya padamu, mau atau tidak.
Jawab aku!
Ya, baiklah.
Kau bilang aku punya segalanya.
Kalau aku meloncat dari sini, aku tidak akan punya apa-apa.
Aku tidak bermaksud begitu. Aku hanya asal bicara.
Mengapa aku tidak punya Ibu...
... yang mencintaiku, menyayangiku?
Jangan meloncat. Jangan mainkan permainan ini.
Aku tidak sedang bermain.
Apa yang terjadi padamu?
Aku memang berpikir untuk bunuh diri.
Jin.
Kau berbohong.
Apa yang terjadi padamu? Lihatlah dirimu.
Kau pembohong. Lihat apa yang telah kau lakukan.
Nah. Kau merasa lega sekarang.
Aku tidak akan menyukai cowok.
Tidak pernah dalam hidupku.
Mengapa kau tidak memberitahuku sebelumnya.
Sudah berapa lama kita saling kenal?
No comments yet. Be the first to leave one.