প্রথম 200টি লাইন।
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
EPISODE 5
Chul-san. Kenapa dia?
Ada apa lagi? Apa?
Kencan pertamamu lancar. Kenapa merajut lagi?
Apakah ada masalah lagi?
Hei!
- Chul-san. - Ya.
- Tak apa-apa. - Astaga.
Apa? Cepat katakan.
Sudahlah.
Dia mulai lagi.
Cepat katakan.
Aku bertanya kepada Dal-mi
- alasan dia menyukaiku. - Dia jawab apa?
Aku yakin ada yang salah dengan mata Dal-mi.
Maafkan aku.
Itu karena
kau cinta pertamaku…
"Cinta pertama"?
Artinya cinta pertamanya Han Ji-pyeong.
Lalu, aku tanya alasan lainnya.
Surat-suratmu…
menghiburku selama ini.
Itu juga bukan kau, tapi Han Ji-pyeong.
Apa tak ada tentangmu?
Tanganku.
Tanganmu besar dan keren.
Hanya tanganku.
- Do-san. - Ya?
Dulu manusia berjalan dengan empat tungkai,
dan otak berkembang seiring mulai berdiri.
Kenapa? Karena dua tungkai lain tak berguna, dan dijadikan tangan.
Dengan tangan, otak manusia berkembang
dan bisa buat alat-alat. Memunculkan kebudayaan dan sejarah.
Apa maksudmu?
Astaga. Kenapa anak teknik sepertimu tak paham perkataannya?
Maksudnya, tangan berpengaruh besar.
Tangan yang terbaik. Itu maksud dia. Benar, 'kan?
Kau benar.
MANUSIA MENJADI HEWAN PALING CERDAS KARENA PUNYA TANGAN
Ya! Dia menjabat tanganku.
Apa maksudmu? Lalu kenapa dengan itu?
In-jae datang ke depan Do-san, dan berdiri di depannya.
Siapa yang kau pilih? Aku atau Seo Dal-mi?
Dan Nenek tahu apa yang Do-san katakan?
Maukah kau menjadi CEO Samsan Tech?
Dan dia mengulurkan tangannya kepadaku, bukan ke In-jae.
Nenek.
Tangan itu…
Tangannya…
sangat keren.
Kau aneh. Mana bisa tangan keren?
Sangat keren.
Padahal aku bukan siapa-siapa.
Tapi kenapa dia menjabat tanganku, bukan In-jae?
Dia suka tanganku saja sudah cukup.
Tak ada yang baik dari diriku.
Benar, 'kan?
Nenek.
Aku menjadi serakah.
Aku memulai ini karena ingin menang melawan In-jae demi Ayah.
Tapi aku menjadi serakah.
Aku tahu tak seharusnya begini,
tapi aku terus menginginkan lebih.
Aku makin menginginkannya.
PEKAN RETAS
ACARA MIRIP LARI CEPAT TEMPAT PARA PESERTA MEMBENTUK TIM
UNTUK MENCIPTAKAN MODEL BISNIS PERANGKAT LUNAK
PEKAN RETAS SAND BOX KE-12
Mulai sekarang, pintu neraka dibuka untuk tiga hari dua malam.
Aku tak peduli. Itu bukan urusanku.
Astaga.
Tahun lalu kau pergi tiga hari dua malam untuk menjadi mentor.
Lalu, kau sakit empat hari tiga malam.
Kau hanya menyulitkan dirimu, tapi tak dapat apa-apa.
Kau tak seharusnya melakukan itu. Benar, 'kan?
Pak Han?
Pak Han?
Ke mana dia?
MODAL USAHA SH RUANG 801
Silakan.
Meja kalian nomor 36.
Jangan lupa kirimkan kode QR mereka
jika ada anggota tambahan.
Baik. Aku paham.
Kami sediakan camilan di sana,
silakan makan sepuasnya…
Hei, ambil lagi.
Hei, masukkan ini juga.
Camilannya banyak sekali.
Hei, aku makin bersemangat. Setiap hari bisa makan ini jika lolos.
Aku sangat ingin masuk Sand Box.
Aku mau selamanya di sini.
Hei, masukkan ini.
Do-san.
Ya?
Tundukan kepalamu.
Ini hanya untukmu. Jangan beri mereka.
Akan cepat habis karena enak.
Baik.
Nona Seo, kita harus pilih satu anggota lagi.
- Ya, benar. - Kau punya standar memilihnya?
Menurutku, untuk anggota baru,
kepribadian lebih penting daripada kualifikasi.
Aku mau dia orang yang punya motivasi kuat,
tak pantang menyerah dalam menyelesaikan masalah,
dan mampu bertahan dalam berbagai…
Do-san! Ke mana Do-san?
- Kau bilang apa kepadanya? - Apa?
Katakan. Seberapa jauh Dal-mi tahu?
Bagian mana yang kau khawatirkan?
Aku bukan pria yang hebat?
Atau surat dari cinta pertamanya palsu?
Suratnya juga ketahuan?
Suratnya tidak ketahuan.
Apa dia sangat kecewa karena kau bukan pria hebat?
Tidak. Dia malah senang.
Senang? Dia tak marah?
Ya.
Lantas, bagaimana denganku? Dia tak bilang bahwa aku aneh?
Dia pasti penasaran dengan alasanku melakukan ini.
- Dia pasti sangat penasaran. - Pak Han.
Dia tidak bicara soal dirimu sama sekali.
- Begitu? - Ya.
Sekarang, kau tak perlu pinjamkan mobil dan jammu.
- Jangan pedulikan… - Bagaimana bisa begitu?
Kau dan Dal-mi satu tim sekarang. Tolong pegang ini.
Kakaknya yang dia benci juga datang ke Sand Box.
Dia pasti terluka jika kakaknya lolos, tapi dia tidak.
- Apa yang kau lakukan? - Itu dia.
Aku juga tak tahu apa yang kulakukan.
Kenapa orang sukses sepertiku harus pakai baju jelek ini?
Dan jadi mentor pekan retas?
Semoga tak banyak reporter.
Aku tak mau mereka memfotoku. Astaga.
Berhentilah di sini. Aku akan urus sendiri sisanya.
Menakutkan. Perkataanmu barusan paling menakutkan.
Kau tak tahu alasan kau masih begini?
Jika aku Yong-san atau Chul-san,
aku akan minta ganti dua tahunku bekerja bersamamu.
Kenapa? Kau marah dan kesal?
Ya. Sedikit.
Apa itu?
Begini…
Kau belum berhak marah. Itu semua kenyataan.
Kau boleh marah kepadaku nanti, setelah masuk Sand Box.
Astaga. Aku butuh gula.
Ini milikku.
Biar kulihat.
Ada apa dengannya?
Hei, Do-san!
Aku mencarimu ke mana-mana.
Pak Han.
Ada yang ingin aku tanyakan.
Soal itu…
Sekarang… Hei!
Dong-cheon, kenapa?
- Ada masalah apa? - Apa?
Kenapa? Sebentar.
- Apa? - Apa maksudmu?
Kenapa? Ada apa?
- Kau menjadi mentor? - Ada masalah apa?
Ayo pergi. Itu masalah besar.
Ayo pergi. Di mana kejadiannya?
Harusnya kau bilang dari tadi.
Apa yang mau kau tanyakan?
Hanya ada sesuatu yang mau kutanyakan.
Ayo pergi.
Ternyata begitu.
Kau harus panggil aku jika ada masalah begini.
Kenapa baru sekarang?
Ini membuatku gila.
Ada masalah apa sebenarnya?
Masalah besar? Apa aku salah lagi?
Tak bisa begini.
Pegang jasku.
Lepas jasmu.
- Dong-cheon. - Ya?
Gantikan aku menjadi mentor.
Apa? Kenapa aku… Tunggu!
- Kenapa aku harus menjadi mentor? - Kumohon.
Lantas, aku harus apa? Pak.
Hei!
Lihat ini.
Kim Yong-san! Lee Chul-san!
- Hyeon! Jeong! - Hyeon! Jeong!
Sudah lama sekali tak bertemu.
Akhirnya malah bertemu di sini.
Ya. Senang bertemu kau.
Astaga. Hyeon, kau makin keren.
Peluklah aku.
Halo juga, Jeong.
Kalian sudah buat tim?
Sudah. Kami masuk tim yang paling hebat.
- Tim yang paling hebat? - Tim yang paling hebat?
INJAE COMPANY
Yang pakai baju warna cerah itu pengembang juga?
Ya. Mereka kembar.
Pengembang terbaik di bidang kecerdasan buatan.
No comments yet. Be the first to leave one.