প্রথম 200টি লাইন।
Memang sebaiknya berlatih menyelam tanpa bisa melihat.
Terkadang bisa membuat disorientasi.
Ya, dengan kacamata renang yang ditutup
semua pancaindra makin tajam.
Kita mulai lebih mendengar dan merasakan.
Ya. Persiapan yang bagus untuk misi kita ke utara.
Karena jarak pandang nol, ombak besar, arus kuat, dan ikan hiu.
Ya, tak cuma ikan hiu, Ry.
Akan ada buaya juga.
Kau tak akan bisa melihat mereka datang.
Bukan mencari bangkai kapal biasa,
jadi kurasa tugas kita kali ini berat.
Kau benar, Kawan. Kita mencari bangkai kapal dengan sayap.
Aku tak sabar berangkat.
Baiklah. Ayo.
- Ya. - Ya.
Di awal 1942, hanya tiga bulan setelah pengeboman Pearl Harbor,
pesawat Jepang menyerang Australia Utara.
Di kota terpencil Broome,
15 perahu terbang dihancurkan dan tenggelam saat bersandar di teluk.
Lima tak pernah ditemukan.
Pemburu bangkai kapal menuju pusat turis masa kini…
TUR
…berharap menemukan perahu terbang yang hilang.
Teluk ini menjadi medan pembantaian, ibarat bola api besar.
Perairan tropis spektakuler ini adalah tempat air pasang berbahaya…
Begitu air pasang berganti,
kau akan terseret ke lautan dan tak pernah terlihat lagi.
…dan hewan-hewan berbahaya.
Kita mengenal ikan hiu, tapi di sana ada buaya.
Jadi, situasinya berbeda.
Dengan jarak pandang nyaris nol…
Itu mimpi buruk.
Kau kehilangan kenyamanan yang biasa kau dapatkan.
…pemburu bangkai kapal akan menyelam di medan perang bawah air,
mencari sepotong sejarah perang.
Pasti sangat menyenangkan jika kita menemukan satu pesawat ini.
KAPTEN ASH
MUSEUM WARISAN PENERBANGAN PERTH, AUSTRALIA BARAT
Di Museum Warisan Penerbangan di Perth,
pemburu bangkai kapal bertemu arkeologi maritim
Dr. Deb Shefi dan Dr. Ross Anderson dari Museum Australia Barat.
- Apa kabar? - Apa kabar kalian?
Mereka menggabungkan kekuatan,
berharap menemukan dan mendokumentasikan bangkai kapal yang hilang 80 tahun.
- Benda apa ini? - Ini biasanya disebut…
MUSEUM AUSTRALIA BARAT
…sebagai perahu terbang. PBY-5 Catalina.
Pesawat teraneh yang pernah kulihat.
Separuh perahu, separuh pesawat.
Luar biasa, 'kan?
- Ada jangkar di depan. - Wow.
Aerodinamik dan hidrodinamik.
Jadi, harus punya ilmu maritim juga ilmu penerbangan
untuk mengoperasikan alat ini.
Bulan Maret 1942, ada serangan udara Jepang di Broome.
MUSEUM AUSTRALIA BARAT
Kita tahu ada 15 perahu terbang yang dihancurkan dan tenggelam saat serangan.
Deb, aku bahkan tak tahu kita diserang di Australia Barat.
Ya, banyak orang, bahkan warga Australia Barat,
yang tak tahu kita diserang di Broome.
Perang sungguh datang ke negara kita.
Jadi, jelas, ini misi penting untuk rakyat Australia.
Namun, juga bagi bangsa Inggris, Amerika, dan Belanda.
Itu perang dunia,
jadi menyentuh hati seluruh orang di dunia.
Masih ada lima perahu terbang yang belum ditemukan.
Dan yang kita sungguh butuhkan, kalian tahu,
penyelam yang sangat percaya diri dan kompeten di bawah air.
Jika jarak pandang sedikit, kami pasti merekamnya.
Kalian tim yang tepat untuk melakukannya.
Ya, perahu terbang dihancurkan,
jadi kita akan mencari puingnya dan bukan pesawat utuh.
Mencoba mencari sesuatu berbentuk ini di bawah air,
dengan jarak pandang nol, pasti sulit sekali.
Jadi, harus perhatikan detail kecil, misalnya paku keling di pesawat.
Tekstur ini akan berguna bagi kita
untuk bantu identifikasi bawah air.
Kami tahu jarak pandang buruk dalam misi ini.
Jadi, harus manfaatkan momen terbaik dan menyelam pada pasang perbani,
gerakan pasang surut terendah antara gelombang pasang tertinggi dan terendah.
Pasang terkecil tahun ini akan segera berlangsung.
Kami hanya punya dua hari untuk melaksanakan misi.
Pemburu bangkai kapal dan tim Museum Australia Barat
akan terbang lebih dari 1.600 km ke utara
dari markas mereka di Fremantle menuju Broome
di daerah Kimberley, Australia Barat.
Kisah serangan di Broome sungguh mengejutkanku.
Selama ini aku mengenalnya sebagai tujuan liburan yang indah.
Air biru. Karang merah.
Tempat yang luar biasa.
Aku tak tahu peristiwa yang menghancurkan ini.
Kota Broome pernah menjadi pusat industri mutiara dunia
dan lokasinya di tanah tradisional suku Yawuru.
Wow, lihat ini!
Pemandangannya menghadap Teluk Roebuck yang indah.
DAERAH KIMBERLEY WILAYAH YAWURU
Di sini tempat 15 perahu terbang dihancurkan dalam serangan mendadak.
Jika melihat sekarang, tak terbayangkan tahun 1942 ini medan perang.
Jelas sekarang sedang pasang surut, tapi kita akan ke sana.
Kita akan menyelam di sana.
Kita harus mencari perahu terbang yang hilang.
Sulit sekali membayangkan kehancuran di sini
jika kau memandang lokasi yang indah ini.
Ada hutan bakau yang luar biasa,
dataran lumpur indah ini.
Namun, meski dari sini, kau bisa melihat warna airnya berbeda.
Warnanya biru, tapi berkabut.
Buaya, ubur-ubur Irukandji,
gelombang pasang besar yang membuat arus kuat bisa menyeretmu ke laut.
Lokasi penyelaman yang penuh risiko.
PERINGATAN - WASPADA
Gelombang pasang daerah Kimberley salah satu yang paling dramatis di dunia.
Sekitar 160 km persegi Teluk Roebuck memiliki gelombang pasang terendah,
30 % dari wilayah teluk.
Saat gelombang pasang naik dan turun di perairan pedalaman,
lumpur dan lanau yang bergerak membuat perairan berkabut.
Tim harus menyelam dengan variasi terkecil
antara gelombang pasang tinggi dan rendah
untuk memperbaiki peluang jarak pandang bawah air
dan menghindari terseret ke laut.
Menambah tantangannya…
PONDOK KAPTEN ASH KEPULAUAN ABROLHOS
Ash, kapten tim, terperangkap di rumah di Kepulauan Abrolhos terpencil,
1.500 km arah barat daya.
Maaf aku tak bisa ke sana, Kawan.
Tak bisa kembali dari kepulauan tepat waktu.
Ada cuaca udara dingin. Kalian lihat ramalan cuaca?
Kelihatannya parah. Kau harus bertahan.
- Ya, aku sedikit khawatir. - Ya, jangan khawatir.
Kami kehilangan pengalamanmu dalam kondisi medan ini,
tapi kami bertekad menemukan perahu terbang ini.
Aku siap membantu dan semoga sukses, ya? Semoga pesawatnya ketemu.
- Bagus. - Ya. Baik. Terima kasih.
- Sampai nanti. - Dah, Ash.
- Dah, Ash. - Dah.
Sampai jumpa.
Di misi ini, Johnny dan Andre berbagi tugas kapten.
Namun, pengetahuan Deb dan Ross
yang akan mengarahkan pencarian perahu terbang yang hilang.
Hanya sedikit pengaturan geopolitik untuk kita.
Saat itu Perang Dunia II. Jepang menyerang Pearl Harbor.
Mereka melakukan serangan mendadak serupa ke Darwin,
kota paling utara di Australia.
Dan pasukan sekutu berusaha melindungi Hindia Belanda,
yang kini dikenal sebagai Indonesia,
tapi mereka gagal melawan gerakan Jepang.
Jadi, pasukan sekutu membuat rute evakuasi melewati Broome.
Awal 1942, perahu terbang pasukan sekutu mulai mengevakuasi warga Belanda
dan personel militer dari Jawa mencari keselamatan di Australia.
Setelah terbang tujuh jam, berhenti di Teluk Roebuck untuk isi bahan bakar
sebelum menuju kota di selatan.
8.000 pengungsi telah melewati Broome hanya dalam dua minggu.
Pada pagi hari tanggal 3 Maret,
15 perahu terbang melepas jangkar dan mengisi bahan bakar,
beramai-ramai bersama keluarga Belanda yang rehat dari penerbangan panjang.
Pukul 09.30, pesawat Jepang dilengkapi tangki bahan bakar jarak jauh, menyerang.
Sembilan pesawat Zero Jepang terbang, dan tiga di antaranya menyerang landasan.
Dan sisa pesawat Zero menyerang perahu terbang di Teluk Roebuck.
Jadi, Jepang telah merancang tangki bawah.
Mirip bom bergantung di bawahnya, tapi ini adalah tangki bahan bakar ekstra.
Sebenarnya ini adalah serangan pesawat terjauh di dunia saat itu.
Mereka terbang ke sini, memakai senapan mesin
dan kanon yang dipasang di sayap untuk menembaki perahu terbang.
Karena baru saja diisi bahan bakar,
perahu terbang meledak seperti bola api besar.
Dan itu… Tak ada yang bisa dilakukan.
Kebanyakan populasi Broome telah dievakuasi,
dan tak ada sistem pertahanan anti pesawat yang dipasang.
Hanya ada sedikit perlawanan.
Dan di landasan Broome,
pesawat terbang Amerika dan Australia dihancurkan.
Dan di Teluk Roebuck, perahu terbang menjadi sasaran empuk.
Penampakan dari kehancuran total.
Jadi, perahu terbangnya tenggelam atau terbakar.
Orang-orang berjuang keras untuk keluar.
Bahan bakar yang menutupi perairan, juga terbakar,
jadi orang-orang terbakar.
Ya, sungguh mengerikan.
Berapa banyak orang yang diperkirakan tewas dalam serangan?
Sayang sekali, kami tak tahu.
Kami tahu setidaknya ada 80 korban, tapi mungkin sekitar 100-an korban.
Kebanyakan keluarga militer yang tinggal di Hindia Belanda.
Karena berusaha secepat mungkin mengamankan semua orang
mereka tak sempat mencatat siapa naik pesawat mana.
TELUK ROEBUCK
Lebih dari 20 tahun lalu, Museum Australia Barat memimpin ekspedisi
mengidentifikasi puing perahu terbang.
Empat ada di perairan dalam dan enam dekat pantai.
Bagian pertama misi ini adalah
memotret dan memperkirakan tingkat korosi dari puing yang telah diketahui.
Pasang yang membantu tim akan memberi kesempatan pembaharuan data.
Broome memiliki gelombang pasang terbesar di dunia, sembilan meter,
dan bergerak cepat sekali.
Namun, pasang itu memberi kita peluang besok,
saat empat perahu terbang akan terlihat
oleh turunnya pasang.
Dini hari kita akan berjalan satu kilometer melewati dataran lumpur.
Kita akan mengukur tingkat korosi,
yang memberi perkiraan kondisi perahu terbang ini.
No comments yet. Be the first to leave one.