প্রথম 200টি লাইন।
"Love Me"
Kamu tidak tahu pikiran Do Hyun.
Dia juga pasti akan senang kalau putranya datang.
Ada yang ingin kutanyakan.
Apa Daniel benar-benar putra Do Hyun?
Apa?
Maksudku, apa Daniel putra kandung Do Hyun?
Apa-apaan kamu?
Apa Do Hyun yang bilang?
Bahwa Daniel bukan putranya?
Berjanjilah padaku, Jun Kyung.
Soal hari ini,
kamu tidak akan bilang siapa pun.
Baiklah.
Tidak ada yang akan tahu.
Pintu yang kuputuskan tidak akan pernah kubuka
telah terbuka.
Bukan,
aku yang telah membukanya.
Bagaimana bisa jadi begini lagi?
Bagaimana bisa seperti ini lagi?
Aku hanya akan menyesal,
cemas,
berpaling,
lalu melarikan diri lagi.
"Im Yoon Ju"
Pada akhirnya,
lagi-lagi
"Im Yoon Ju"
"Dihapus"
aku akan menjadi pengecut.
Tidak perlu khawatir.
Tentu saja tidak akan ada masalah, kita ke sini untuk memastikannya.
Kamu mengerti, bukan?
- Bu Jin Ja Yeong. - Ya.
Silakan masuk.
Semoga lancar.
Ja Yeong, setelah selesai, kita makan yang enak.
"Ruang MRI"
Sial.
- Pak Seo. - Romo.
Tolong doakan aku.
Di sini ada anak-Mu, ya Tuhan.
Anak-Mu yang sedang ketakutan.
Tuhan, datanglah ke sisi kami,
dan genggamlah tangan kami yang rapuh ini.
Tolong genggam tangan kami dalam tangan-Mu.
Jadikanlah kasih cahaya harapan di jalan kami.
Yakinkan kami
bahwa iman akan membuat kami lebih kuat.
Apa pun yang terjadi,
semoga yang tersisa hanyalah cinta
agar kami terus merangkul.
Amin.
Waktu terasa cepat, dari antar anak sampai menjemput mereka, ya?
Tapi karena anak-anak sudah besar seperti ini,
kita bisa keluar sejenak untuk melepas penat.
- Sering-seringlah kemari. - Apanya yang sering?
- Aku akan datang setiap hari. - Apa?
Bagaimana denganmu? Kehidupan pengantin baru?
Aku hampir gila tidak bisa tidur. Ternyata dengkurannya begitu parah.
Berarti dia menutupinya.
Dan kamu tertipu.
Ada keributan apa lagi itu?
Daniel.
Bibi, nanti bisa temui aku sebentar?
Ada apa?
Ada yang mau kubicarakan dengan Anda.
Jadi, aku suka Ji Min,
tapi sepertinya Ji Min suka pada Geon Woo.
Kalau aku mengaku lalu ditolak,
rasanya akan sedikit memalukan.
Kami bertiga sangat akrab
dan aku takut hubungan kami jadi canggung.
Itu saja?
Apa maksud Anda, "itu saja"?
Ini masalah serius bagiku.
Kalau ini serius,
kenapa kamu ceritakan padaku, bukan pada ibumu?
Kalau aku bilang aku punya orang yang kusuka,
sepertinya Ibu akan merasa sedikit kesepian.
Begitulah.
Kamu manis, Daniel.
Aku datang karena merasa buntu dan harus cerita kepada seseorang.
Kalau aku cerita pada Ayah,
dia pasti bilang aku keren
dan pasti akan menyuruhku mengaku.
Aku rasa Anda bisa mendengarkan dengan paling jujur dan objektif.
Dan Anda juga bisa menjaga rahasia.
Aku tidak sejujur itu.
Dan tidak pandai menjaga rahasia.
Aku pergi sekarang.
- Ya. - Sampai jumpa.
Aku harus pergi les sekarang.
- Ji Min? - Ji Min dan Geon Woo.
Bibi.
Jangan beri tahu Ayah.
Janji?
Aku mengandalkan Anda.
- Aku pergi. - Belajar yang rajin.
Cepat kemari.
Bu Jin Ja Yeong?
Apa kata dokter?
Kamu tidak apa-apa, kan?
Benar, 'kan?
Sudah kubilang kamu tidak apa-apa dan tidak perlu khawatir.
Aku sama sekali tidak khawatir.
Melihat kuesioner medis yang Anda isi,
Anda pernah bergejala.
Bagian ini adalah lobus temporal otak.
Jika dibandingkan dengan foto otak sehat,
terlihat jelas menyusut, bukan?
Berdasarkan dari hasil pemeriksaan,
tampaknya ini adalah Alzheimer.
Dokter, tapi aku...
Usiaku masih muda.
Ya, Anda berusia akhir 40-an.
Kasus seperti ini disebut demensia onset dini.
Demensia onset dini
cenderung berkembang lebih cepat dibandingkan kasus lainnya.
Seberapa cepat?
"Keluar"
Aku akan mengambil mobil.
Tunggu sebentar di sini.
Umumnya, dalam satu hingga dua tahun,
ingatan Anda akan memudar.
Sial.
Ini sungguh keterlaluan.
Aku sudah berdoa begitu putus asa. Cukup sekali ini saja...
Cukup sekali ini saja, aku berdoa dengan putus asa memohon bantuan.
Kenapa ini terjadi padaku?
Sial! Kenapa ini terjadi padaku?
Bagaimana bisa terjadi lagi padaku?
Sial!
Hei!
Kerja bagus, Pak.
Materi kelasmu hari ini, urutan grafik dan diagramnya kacau.
Sungguh?
Padahal kubilang harus lebih teliti agar bisa selesai dengan baik.
Maafkan aku.
Kerjamu mengantuk dan membuat semangat turun.
Tapi apa kamu benar-benar ada masalah akhir-akhir ini?
Kamu tidak bisa tidur?
Maafkan aku.
Kamu terlihat sangat lelah.
- Permisi, aku ingin bertanya. - Ya.
Perawatan dengan alat seperti ini, bukankah akan terasa sakit?
Kamu mungkin akan terkejut.
- Apa? - Itu tidak terasa sakit.
- Begitu. - Tidak perlu khawatir sama sekali.
- Baik. - Aku mulai.
Perawatannya sudah selesai. Silakan lihat cerminnya.
- Silakan keluar perlahan. - Terima kasih.
Aku suka sekali. Lain kali aku datang lagi.
Halo, Cantik.
Kembali segar.
Astaga.
Sedang apa? Nanti wajahmu timbul flek.
Cuacanya menyebalkan sekali.
Memangnya ada cuaca yang buruk di dunia ini?
Yang ada hanyalah berbagai jenis cuaca yang indah.
John Ruskin.
Bagaimana? Aku terlihat secerah cuaca ini, bukan?
Akan menyenangkan untuk lebih sering melihat wajah cerahmu di rumah.
Kenapa kamu mengajakku yang sudah lelah dan kusam ini keluar?
Ikut aku.
Ayo masuk ke dalam. Panas.
Bagaimana yang ini?
- Lumayan. - Ya, pujian tertinggi.
Astaga.
- Jangan dicoba jika tidak mau beli. - Aku akan membelinya.
Kamu gila?
- Berapa harga baju ini? - Kamu lupa?
Aku ini penulis yang akan menerima hadiah 50.000 dolar.
Aku sudah berada di jalur cepat menuju kekayaan.
Ada etiket berpakaian yang sesuai dengan acaranya.
Untuk acara penghargaan, aku harus memakai baju sebagus ini.
Benar, kamu pantas memakainya.
Kamu coba juga.
Sudahlah. Kamu bicara apa?
Kamu ini pelupa sekali.
Sudah kubilang kalau menang, aku akan membelikanmu jas bermerk.
Dan
menurutku ini juga berkat dirimu.
Kamu yang pertama membawa kabar baik
dan rasanya keberuntunganmu menular padaku.
Keren sekali!
Kalau kamu mengajar memakai ini, para mahasiswamu pasti akan heboh.
Sudahlah. Lagipula ini tidak cocok untukku.
Kamu itu pacarnya Ji Hye On. Kenapa bisa tidak cocok?
Aku tersingkir dari jalur kekayaan. Ini berlebihan.
Aku akan menjadi terkenal dan lebih sukses lagi.
Kamu harus merasa lebih terbebani.
Astaga!
Kita seperti Ryan Gosling dan Emma Stone.
Harusnya kita pakai ini bersama.
Rasanya canggung sekali.
Tidak sepertimu, aku tidak sedang mengalami hal baik.
Kalau dipikir-pikir,
bukannya kita memakai pakaian ini karena ada hal baik yang terjadi,
No comments yet. Be the first to leave one.