প্রথম 200টি লাইন।
Halte berikut:
Stadtallendorf, Jalan Moldau.
Halo!
Ada lagi? - Tidak, terima kasih.
Silakan. Jadi satu Euro.
Si Ilknur masih mengobrol, jadi kita semua keluar lagi.
Kita coba sekali lagi. Tidak apa-apa.
Silakan keluar semua.
Nanti saya panggil kalian.
Bagaimana, Ferhan?
Ada masalah?
Percobaan kedua!
Siapa yang absen? - Ronja.
Siapa lagi? - Stefi.
Stefi.
Stefi di bawah. - Dia di bawah?
Bisa tolong ke bawah dan panggil dia?
Berarti sudah lengkap, ya?
Atau ada lagi yang absen??
Tidak? Semua hadir. Bagus.
Kita tunggu sebentar lagi. Kalian masih mengantuk?
Siapa yang mengantuk?
Baiklah, kita santai dulu dua, tiga menit.
Selamat pagi, Stefi.
Oh ya, Hasan juga belum ada.
Ya, Hasan. - Hasan mana?
Saya duduk di mana? - Kamu lihat dia di luar?
Tidak.
Oke.
He, saya duduk di mana? - Duduk saja di mana kamu mau.
PAK BACHMANN DAN KELASNYA
Suaranya membuat semua orang tidak tahan untuk tetap duduk.
Kamu bisa bayangkan itu, Mattia?
Selamat pagi, Mattia. Seperti apa gitarnya?
Stefi, seperti apa gitarnya? Apa warnanya?
Emas. - Ya ...
Hasan, tolong terjemahkan untuk dia: Hitam.
Saya mengerti itu. - Ah, kamu mengerti.
Jadi, si meja jatuh cinta kepada gitar listrik itu,
dan tidak peduli kepada gitar usang berwarna merah yang ada di sana.
Jadi, waktu gitar listriknya bermain, si meja mendadak berdiri di satu kaki
dan berputar-putar seperti bintang musik rock.
Hasan ketawa, tapi percayalah, meja itu mencoba segala cara
untuk menarik perhatian gitar itu.
Si meja benar-benar frustrasi.
Apa artinya "frustrasi (gefrustet)", Regina?
Siapa tahu artinya "frustrasi (gefrustet)"?
Saya kira, misalnya, kalau kita...
taruh sesuatu di luar pas dingin sekali,
barang itu bakal beku (gefrostet), bakal dingin sekali.
Maksudmu " gefrostet." - Ya.
Bukan. Kata "frustrasi (gefrustet)" berarti
seseorang sedang jengkel dan sebal.
Jadi lagi sebal.
Siapa yang lagi sebal?
Ya? - Si meja.
Si meja? Kenapa si meja lagi sebal?
Karena tidak dilihat oleh gitar itu,
jadi tidak dianggap. - Persis.
Lalu dia punya ide untuk main lotre.
Si meja menang lotre,
mendapat hadiah pertama
sebesar 12 juta Euro.
Lalu bagaimana kelanjutannya? Ya?
Saya rasa meja itu menang,
terus, karena mejanya kaya,
si gitar, yang hitam, jadi tertarik kepada meja itu.
Diam-diam keduanya membuat janji ketemu.
Malam-malam, pas tidak ada siapa-siapa di sekolah.
Malam-malam, ya. Waktu semuanya gelap di sini.
Mungkin gitar hitam itu hanya mau memanfaatkan meja itu,
karena uangnya banyak.
Ya, itu saja dari saya.
Apa lagi yang bisa dihadiahkan oleh sebuah meja
kepada sebuah gitar listrik, agar untuk membuatnya lebih terkesan?
Bunga? - Thea Lucia?
Bunga. - Bunga?
Apa gunanya bunga untuk gitar listrik, Thea Lucia? Coba jelaskan.
Maksudnya, dilukis pada gitar itu?
Nanti saya beri kamu gitar. Coba lukis bunga di situ.
Gitar listrik perlu apa lagi?
Jamie. - Ampli.
Ampli. - Ampli. Ya!
Ampli tabung yang besar dan keren.
Ampli besar yang benar-benar nyaring.
Ide yang bagus sekali, Jamie.
Ya? - Senar gitar yang baru.
Memang itu yang dihadiahkan oleh meja itu kepada gitar itu.
Jadi...
senar model AC/DC...
senar
yang menghasilkan suara gahar, berkilau, memekik.
Yang memekik kalau dimainkan. Itu ada.
Si gitar jelas senang, tapi belum puas.
Meja itu semakin hilang akal.
Hadiah apa yang diberikan keesokan hari?
Tim, kau punya gitar.
Saya ti...
Bagaimana kamu menyimpannya?
Tidak tahu.
Ditaruh di ruang bawah tanah? - Bukan.
Di mana gitar kamu kalau lagi tidak dimainkan?
Didirikan di standarnya. - Ya!
Apakah memberi standar itu ide bagus?
Ya. - Standarmu berdirinya seperti apa?
Bisa berdiri di lantai.
Mirip seperti ini, tapi hanya satu, begitu?
Ya.
Oke, dan itu yang penting. Jadi...
gitar itu mendapat standar. Tentu saja bukan sembarang standar,
tapi standar yang sudah dipercantik dengan batu permata.
Dengan berlian. Dengan batu delima dan sebagainya.
Ya, Hasan, jangan kepalang tanggung.
Hasan kelihatan tidak setuju.
Nah, kalian tahu apa itu "Gig-Bag"? - Apa?
Si meja menghadiahkan Gig-Bag, atau tas gitar, kepada gitar itu.
Kira-kira seperti apa bentuknya menurutmu? Polos saja?
Tidak. - Jadi seperti apa?
Saya tidak tahu. - Coba bayangkan.
Mattia?
Ada tulisan: "Io ti amo, Mattia." Apa artinya? Coba terjemahkan.
"Aku mencintaimu."
Sekarang dalam bahasa Turki, Ilknur.
"Aku mencintaimu."
Itu juga tertulis di situ. Dan dalam bahasa Rusia?
Coba ulangi lebih lambat.
Saya tidak bisa mengulanginya. Hasan, bahasa Bulgaria!
Biar dia saja.
"Aku mencintaimu" versi Bulgaria. - Ya, dia sudah bilang begitu.
Sekali lagi.
Lama-lama si meja bosan juga. Bisa kamu bayangkan.
Dia terus saja memberi segala macam hadiah kepada gitar konyol itu.
Dan entah bagaimana set drum malam-malam...
Keduanya suka jamming malam-malam. Apa itu "jamming"? Ayman?
Kalau malam-malam ada angin atau apa, set drum bunyi sendiri.
Imajinasimu memang hebat. Apa itu "jamming"?
Bermain? - Bermain?
Berimprovisasi. Kita juga suka begitu. Oke.
Malam-malam set drum berkata kepada si meja:
"Kamu tolol. Mau saja dibodohi."
Set drum yang itu!
Seperti apa set drum kalau bicara, Hasan??
"Uh, uh, uh bodoh!
Uh, uh, uh bodoh!
Mau saja dibodohi, uh, uh!"
Lalu ditambah hi-hat:
"Jangan begitu, jangan begitu..."
Coba kamu: "Jangan begitu." Saya yang satu lagi.
Ya, kamu harus bilang: "Jangan begitu..."
Ayo, coba: "Jangan begitu..." Ketukan perdelapan, ayo.
Bagaimana? - "Jangan begitu..."
"Jangan begitu..." - Ya, terus! Lalu saya...
Ya, ayo. - Tidak.
Ayman? "Jangan begitu..."
"Jangan begitu..." Terlalu sulit. - Ya, terus!
"Jangan begitu..."
"Jangan begitu..."
"Mau saja dibodohi..." - "Jangan begitu..."
Pokoknya, maksudnya sudah jelas, ya. Keduanya saling bicara.
Ilknur, apakah ada bagian cerita ini yang membuatmu mau berkata:
Apa, meja dan gitar? Yang benar saja! Omong kosong.
Tapi mungkin juga ada bagian cerita yang terasa seperti pesan.
Thea Lucia.
Misalnya, kalau cerita ini soal orang, dan satu orang bilang:
"Gitar ini memanfaatkan kamu." Lalu...
Itu bisa dimengerti. Itu juga sering terjadi.
Ya. Carolin?
Cerita ini
hampir seperti kehidupan nyata.
Ada...
orang-orang yang tidak berpikir lebih jauh,
tapi mau saja disuap.
Ya, dengan kecantikan, uang,
penampilan. Begitu?
Saya setuju sekali.
Saya sudah selesai.
Sebentar.
Kita masih mau main musik hari ini? - Ya.
Waktu kita tinggal 15 menit.
Kita masih ada dua jam. - Tidak.
Ya. Saya ambil alih biologi. Hari ini tidak ada biologi.
Dan pelajaran bahasa Jerman? - Kamu tidak ada pelajaran bahasa.
Hari ini ada, tapi... - Ya, hari ini kamu tidak ikut.
Oke, baik. Selesai.
Sekarang istirahat.
Pak Bachmann, permisi! - Ayo, istirahat!
Keluar!
Pakai susu, ya?
Tidak usah pakai gula. Berapa itu?
1,20 Euro, kalau tidak salah.
Atau 1,30.
Kalau begitu tolong belikan roti keju atau sejenisnya sekalian.
Tidak ada yang dari Izmir, tapi mereka tetap tulis Izmir.
Keluarga saya memang di sana, tapi kalian tidak tahu itu.
Ah, Denizli. Itu tempat asal saya. Bagus sekali.
Tidak ada panci. - Ayo, masukkan saja, kawan!
Ibu Bal, apakah kita... - Tunggu, saya ada ide.
Apa kita punya apa itu untuk dipakai? - Celemek?
Ya. - Ya.
Cocok... - Coba lihat ini...
No comments yet. Be the first to leave one.