We Are All Trying Here

We Are All Trying Here (모두가 자신의 무가치함과 싸우고 있다)

Indonesian সাবটাইটেল ডাউনলোড করুন

সিজন 1

রিলিজ তথ্য

[𝗖𝗼𝗳𝗳𝗲𝗲𝗣𝗿𝗶𝘀𝗼𝗻] 𝗪𝗘 𝗔𝗥𝗘 𝗔𝗟𝗟 𝗧𝗥𝗬𝗜𝗡𝗚 𝗛𝗘𝗥𝗘 𝗦𝟬𝟭𝗘𝟬𝟭 𝗡𝗙𝗫 𝗪𝗘𝗕 𝗜𝗗
ভাষ্য লিখেছেন Coffee_Prison
𝑫𝒖𝒓𝒂𝒔𝒊 : 𝟎𝟏:𝟏𝟏:𝟓𝟒 || 𝑺𝒖𝒃𝒕𝒊𝒕𝒍𝒆 𝑹𝒆𝒕𝒂𝒊𝒍 𝑵𝑬𝑻𝑭𝑳𝑰𝑿 || *𝑪𝒓𝒆𝒅𝒊𝒕 𝒕𝒐 𝘈𝘭𝘦𝘹(𝑷𝒆𝒏𝒆𝒓𝒋𝒆𝒎𝒂𝒉) || ડ౿ᥣɑოɑ𝗍 𝖬౿𐓣𝗈𐓣𝗍𝗈𐓣

ট্যাগ

webdl
প্রকাশিত: 2026-04-19
ডাউনলোড: 66
শ্রবণপ্রতিবন্ধীদের জন্য: No
FPS: 25

Indonesian সাবটাইটেল প্রিভিউ

প্রথম 200টি লাইন।

PEMBALASAN SAUDARA PEREMPUAN

S#38 RUMAH SEOK-GU - DEPAN - HARI

Sial.

2F: PRODUKSI FILM KOPARK

Kenapa kau menulis skenario lagi?

Filmmu tayang beberapa hari lagi.

Dengar.

Ada yang namanya Dinas Pengelolaan Stres Nasional.

Mereka pejabat publik.

Tugas mereka menyingkirkan orang bodoh yang bikin stres warga.

Maksudku, dibunuh.

Lucu.

Tapi tidak asal bunuh. Ada sistem yang rumit.

Sistem ini menemukan

bahwa ada jauh lebih banyak orang yang mati karena stres

yang ditimbulkan orang bodoh daripada karena perang atau bencana alam.

Begitu buka mulut, langsung bikin satu negara kesal.

Penampilan, omongan, dan tawanya menjengkelkan.

Ya, ada orang seperti itu.

Gara-gara mereka, orang mati kena darah tinggi atau serangan jantung,

sampai bikin negara rugi besar.

Jadi, sekarang masyarakat sudah biasa menyingkirkan orang bodoh ini.

Sistemnya memantau semua orang,

dan begitu ada yang melanggar batas…

Sirene berbunyi.

DINAS PENGELOLAAN STRES NASIONAL

Dan nama targetnya muncul.

HWANG DONG-MAN

Lalu NSMD dikerahkan dan harus membunuh orang itu dalam 24 jam.

Di mana pun dia berada,

mereka harus memburu…

Dan menembaknya!

Bahkan ada pernyataan resmi.

"Pukul 01.00, Hwang, warga Seoul, dieksekusi oleh NSMD."

Publik juga tidak memprotes.

Beberapa politisi dihabisi begini. Jadi, semuanya waswas.

Mereka menganalisis penyebab warga kesal,

seperti nada bicara atau ekspresi wajah.

Mereka bahkan diajari

cara berbicara tanpa menyinggung perasaan dan agar disukai.

Kedengarannya lucu.

Ada aksi, komedi,

dan ruang untuk dilema.

Tak ada dilema. Aku langsung menghabisinya.

Ayolah, ini sebuah film. Kau butuh dilema.

Jangan terlalu berfokus pada Hwang Dong-man.

Aku amat kesal dengan Hwang Dong-man sampai tak bisa tidur

dan membuat kisah begini.

Bajingan itu harus kuapakan?

Sepertinya Hwang Dong-man itu… inspiratormu.

Yang membuatmu kesal.

Bagi orang seusia kita,

tak ada yang benar-benar disukai atau dibenci,

jadi tak ada yang ditulis.

Batin kita menjadi capek.

Tapi bajingan ini muncul, mengacaukan keadaan, membuatmu kesal,

lalu tiba-tiba kau menulis skenario baru.

- Mungkin kau harus berterima kasih… - Hei, orang seharusnya menginspirasi,

bukan bikin frustrasi.

Ada apa kali ini?

Apa pun itu, aku tak akan terkejut.

Tak akan.

Asal kau tahu…

Ini menjengkelkanku karena aku jadi kayak pecundang,

tapi kuceritakan saja.

Kami pergi ke restoran kimci jjigae Sutradara Choi.

Selamat datang.

Tapi dia bilang tak suka kimci jjigae.

Dia ke restoran kimci jjigae di hari pembukaan,

cuma untuk bilang dia tak menyukainya.

Dia bilang tak suka makanan pedas.

Aku tak suka pedas.

Bajingan itu biasanya melahap apa pun,

tapi bertingkah tak makan makanan pedas.

Konyol. Dia tak suka apa yang kami makan.

Kita bisa minta yang tak pedas.

- Satu kimci jjigae yang tidak pedas. - Baik.

Aku tak mau bajingan itu mendapat apa yang dia inginkan.

Ini yang menjengkelkanku.

Gara-gara bajingan itu, aku juga jadi menyedihkan!

Lalu dia duduk sambil merengut, makan dengan lahap.

Tambah taoge lagi!

Taogenya tidak pedas.

Apa perlu seheboh ini soal makanan di umur sebegini?

Aku sungguh muak dengannya.

Katanya dia butuh sepuluh tahun buat itu.

Di tempat kedua, dia memesan sesuka hatinya

dan terus mengoceh.

Kau tahu,

aku sangat ingin bikin orang ketawa dengan cerita lucu.

Ke mana pun, aku menyiapkan cerita lucu.

Jika orang bisa ketawa, aku jadi bersemangat.

Tapi saat dia muncul,

semua hasrat itu langsung hilang.

Saat berada di dekatnya,

aku cuma merasa tersiksa.

Aku tak habis pikir.

Hei.

Kata Park, aku tak seperti orang yang mau merilis film.

Apa perlu kujelaskan kenapa bajingan itu merusak suasana hatiku?

Aku lelah, jadi bilang…

Hanya saja…

Aku merasa film ini tak akan sukses.

Bahwa filmnya bisa gagal.

Lalu bajingan itu, yang duduk di seberangku,

entah bagaimana mendengar perkataanku,

wajahnya langsung berseri.

Gyeong-se.

Pertahankan, dan kau akan sepertiku.

Bagaimana? Kenapa?

Film kelimaku akan tayang.

Bagaimana aku bisa seperti dia, padahal dia belum mulai jadi sutradara?

Itu jargon Hwang Dong-man.

"Pertahankan, dan kau akan sepertiku."

Dia berlagak rendahkan diri, padahal maksudnya semua orang setara.

Dia tak setara denganku!

Selagi dia sibuk menggunjingkan orang,

aku menahan cemoohan dan bekerja keras untuk jadi begini!

Kerja keras agar bisa bilang,

"Akan kutunjukkan padamu!"

"Akan kubuktikan bahwa aku tak sama denganmu!"

Dia pikir dirinya siapa,

berusaha ikut-ikutan dan berlagak selevel denganku?

Tentu saja aku tak merasa filmku akan gagal, tapi…

Pertahankan, dan kau akan sepertiku.

Dia tampak senang.

Senang sekali.

Aku penasaran

apakah Dong-man butuh tes IQ.

Jika kualitas hidup terus menurun, apakah kecerdasan ikut menurun?

Kesadaran dan pengendalian dirinya makin berkurang.

Bajingan itu memang bodoh.

Makanya dia bahkan tak bisa mengecewakan orang dengan wajar.

Dia cuma bisa bikin orang terus merasa kesal.

Jika dia memang pintar dan kejam,

setidaknya kami bisa berargumen dan putus hubungan dengan baik.

Tapi dengannya?

Aku akan terus merasa kesal sepanjang hidupku.

Selama dua puluh tahun, perasaan itu tak berubah.

Bukankah pemerintah harus menangani orang seperti itu?

Mereka harus menembaknya begini.

Sial.

Cumi-cumi karang cenderung menggigit

saat umpan mulai tenggelam setelah dilempar.

Saat digigit, tali pancingnya…

Pada siang hari, jangan sentuh tali pancingnya…

Kesabaran adalah kuncinya. Orang yang tak sabar cenderung…

Sial. Hei, Unit 308!

Unit 308!

Bayar iuran perawatannya hari ini juga!

- Atau kudobrak pintumu… - Dompetku.

…dan kukeluarkan barangmu!

Paham?

AKADEMI MENULIS CHEONGRAM

Kenapa siswa kita terus berkurang?

Ini tak akan cukup buat bayar listrik.

Pasang iklan saja.

Kita memasang spanduk dengan daftar pemenang yang panjang.

Bagaimana bisa memasangnya jika pemenangnya tak ada?

Ajak teman sutradaramu yang keren ke sini

dan minta mereka buka kelas khusus atau semacamnya.

Jangan cuma mengumbar-umbar keakraban kalian.

Mereka tak bisa kuajak ke tempat begini.

"Ke tempat begini"?

Kau tidak kaya, 'kan?

Belum lihat mereka?

Kenapa menulis tentang mereka?

Jelas-jelas kau menulis menurut imajinasi.

Aku bisa tahu ini palsu karena tidak lengkap.

Tapi melihat kehidupan orang kaya tidaklah menyenangkan.

Kenapa lihat bunga dikurung?

Batangnya patah, masih hidup.

Jika dibakar, masih hidup.

Nekat bertahan. Begitulah film dibuat.

Anak orang kaya tidak akan panik jika dapat masalah.

Cukup menelepon.

"Ayah."

Ada orang dewasa yang membereskannya.

Tapi anak yang tak pernah dapat bantuan semacam ini,

hancur hatinya.

Mereka harus urus sendiri.

Begitulah film yang sebenarnya.

Orang yang berusaha keras untuk mengurusnya sendiri.

Siapa yang hidupkan karakter ini?

Baiklah, Semuanya.

Kemiskinan melekat di setiap sel tubuh kalian.

Kalian tak mempelajarinya.

Ketekunan karena kemiskinan

membuat kalian sangat peka.

Kita memperhatikan semua sepatu di pintu masuk.

Karena insting bertahan, kita jadi peka.

Kita juga membaca suasana hati orang biar bisa bertahan.

Pikirkanlah, Myeong-hun. Ini bakat penulis yang luar biasa.

Kau dengar?

Astaga, harus kuapakan kau?

Bagi penulis, kemiskinan adalah sebuah anugerah.

Tak usah catat. Dengarkan saja.

Arti kemiskinan bagi penulis?

- Sebuah anugerah. - Sebuah anugerah.

Kenapa menyia-nyiakan anugerah ini dan menulis hal lain?

We Are All Trying Here subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for We Are All Trying Here

মন্তব্যসমূহ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left