প্রথম 200টি লাইন।
Dasar sinting.
Sudah bosan hidup? Kenapa malah minum habis suntik flu?
Makanya kau teler begini.
Memangnya dokter tak melarangmu minum?
- Larang kok. - "Larang kok".
Ya ampun.
Hei, mulutmu masih penuh. Telan dulu baru makan.
Lebih enak saat mulutku masih penuh.
- Astaga. - Ya ampun.
Apa-apaan? Kayak gembel saja! Jangan dimakan!
- Jangan! - Kenapa memangnya?
- Hei! - Jangan!
Aku memang gembel!
Hei, kakakmu di mana?
Dia ada sif malam, jadi tak di rumah.
Mantap, baguslah.
Dia tampan?
- Kalian mirip? - Maunya mirip atau tidak?
- Maunya kalian kembar. - Halo.
Halo.
Halo.
Baiklah, sekarang kita sudah di zona aman.
Ini rumah Dong-man!
- Wah. - Aku mau lihat-lihat dulu.
Eun-a, mantel di sana, ya.
Kau lucu sekali.
Lihatlah.
Ini ruang kerja sang sutradara.
Ayo, kemari.
Apa ini?
Pasti kau, ya?
Yang bikin Dong-man pinjam duit lintah darat.
Mau makan jeruk?
- Kau jago ngomong dengannya. - Boleh kasih makan?
Sedang apa dia?
- Hwang Dong-man! - Ya?
Sebagai kenang-kenangan ke sini,
kuberikan handuk.
Makasih.
- Ini. - Makasih.
- Ini. - Makasih.
Makasih sudah mau datang.
- Makasih. - Makasih.
"Ulang Tahun ke-80 Park Jin-bun"?
Siapa Park Jin-bun?
- Paling ibu seseorang. - Ya, 'kan?
Ibu seseorang, 'kan?
Ada-ada saja!
Tak ada saus tomat, ya?
Keripik kentang harus pakai saus tomat.
- Minta saus dong. - Sebentar.
- Ada saus tomat? - Ada dong!
Ada…
Sebotol saus tomat tujuh tahun.
- Apa? Tujuh tahun? - Ya.
Buset.
Ini dia.
Coba lihat.
Tahunnya 2018!
- Memang tujuh tahun. - Masa?
- Ya. - Tak apa-apa, aman.
Jangan…
- Masa sih? - Kok bisa?
- Masih enak kok. - Ya ampun.
Hei!
Masih enak. Sungguh.
- Masih enak. - Masih enak.
Masih enak rasanya.
Kok masih enak, ya?
Jangan kecepatan makannya.
Susah menyimpan saus ini sampai tujuh tahun.
Ini harus dipotret.
Angka 2018-nya agak pudar, jadi terlihat kayak 2016.
Pegang yang benar.
Biar tanggalnya terlihat jelas.
Apa itu?
Sedang apa kau?
Tunggu sebentar.
10 DRAMA TOP KUCINTAI SIAPA PUN DI MUSIM DINGIN INI
Sudah jadi hit.
Dramamu jadi hit di dunia streaming .
- Selamat untukmu - Selamat.
Selamat untukmu.
- Sudah jadi hit di streaming. - Selamat.
- Selamat untukmu - Selamat.
Kukira dengan mabuk akan lebih tenang, tapi tak juga.
Pacar Hyeon-u sudah gila, ya?
Drama ini lagi tayang.
Dia malah unggah foto mesra mereka. Suasana drama jadi rusak.
Benar saja,
ada yang komen, "Tahu diri dikit dong."
Kusukai komennya.
Lalu dia mengirimiku pesan dan memakiku.
- Salahkah aku? - Tidak.
Drama lagi tayang. Seharusnya dia jaga sikap.
- Setuju. - Setuju.
Apalagi komedi romantis.
- Nah, itu dia! - Tahukah kalian?
Jika ada yang mencela kita,
hati jadi ciut, dan pikir,
"Salahkah aku?"
Kita mudah menyalahkan diri.
Introspeksi diri
membuat kita lemah.
Pernahkah orang jahat menyesali perbuatannya?
Tak usah dipikirkan.
- Jangan dipikirkan. - Benar. Tak akan kupikirkan.
- Tidak akan. - Hei.
Melek dong.
Mana bisa dikerjakan sambil merem?
Apa maumu?
Hei!
- Ya ampun. - Ini.
Bodoh amat, ah.
Kenapa sibuk amat aku lagi di mana?
- Siapa? - Bu Oh Jeong-hui.
Ternyata dia sama kayak ibu-ibu lain, ya?
Dia juga memantau anaknya pulang jam berapa.
Boleh tanya sesuatu? Aku penasaran sekali.
Hubungan Bu Oh dan anak kandungnya bagaimana sih?
Aku tak tahu.
Mereka masih berhubungan?
Aku tak tahu.
Tabu jika dibicarakan.
Kenapa?
Mana aku tahu?
Tapi aku merasa
mereka tidak akur.
Wajar jika perceraian berakhir dengan buruk.
Kayaknya si anak ikut ayahnya.
Tapi aku sih mau ketemu dia.
Kenapa?
Mau saja.
Dia pasti tahu aku siapa,
tapi aku tak tahu dia siapa.
Tak adil, 'kan?
Sungguh tak adil.
- Serius. - Umurnya berapa?
Tak ada gambaran.
Oh, aku tahu namanya. Byeon Si-on.
Tak sengaja kudengar saat Ibu lagi menelepon.
- Byeon Si-on? - Ya.
Sebentar.
Byeon Si-on.
Eun-a…
Dulu Eun-a mau ganti nama jadi Byeon Si-on.
Apa?
Tidak boleh.
Jangan. Itu salah besar.
Tak boleh begitu.
Harus tetap jadi Byeon Eun-a.
- Byeon Eun-a. - Ya.
- Byeon Eun-a jauh lebih baik. - Benar.
- Benar. - Byeon Eun-a.
Tolong jangan jadi Byeon Si-on.
- Byeon Eun-a! - Byeon Eun-a!
Hei.
Sini, biar aku yang pegang.
HARI-HARI BEGINI, HARI-HARI BEGITU HWANG JIN-MAN
Ayolah.
DI SUATU TEMPAT, LUKA YANG TERSISA HWANG JIN-MAN
Kenapa belum beres juga?
Mau aku bantu?
Begini…
Ini…
DI SUATU TEMPAT, LUKA YANG TERSISA
Ternyata begitu.
Mereka tak mirip.
HWANG JIN-MAN, PENYAIR
Dia tampan.
Kakiku dingin!
Mi-ran, kemarilah. Lihat ini.
- Cepatlah. Lihat ini. - Baik.
Ini keren sekali.
Aku janji. Lihat saja.
Baiklah, lihat saja.
- Bantu dia! - Hei!
- Kau tahu ini apa, 'kan? - Tidak.
- Lihat baik-baik, ya? - Ya.
- Satu, dua, tiga! - Dua, tiga!
- Selamat Natal! - Selamat Natal!
- Tiga, dua, satu! - Tiga, dua, satu!
Action!
Selamat Natal!
Turun salju.
Aku bahagia sekali
punya pertemanan begini, bisa bersenang-senang bersama.
TOK, TOK, TOK OLEH MA JAE-YEONG, YEONG-SIL
Malam.
Balik, ya? Makan sebelum mandi.
Ya, Pak?
Oh.
Kami tak langsung memulainya.
Kami butuh waktu.
Masih seleksi pemain.
Tentu saja.
Akhir tahun bisnis katering sibuk,
tentu aku masuk kerja.
Baik, Pak.
Siap!
No comments yet. Be the first to leave one.