I Love You Silly

I Love You Silly

Indonesian সাবটাইটেল ডাউনলোড করুন

রিলিজ তথ্য

I Love You Silly WEB-DL S01E07
ভাষ্য লিখেছেন Aurora Patandean

ট্যাগ

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
প্রকাশিত: 2021-07-30
ডাউনলোড: 7
শ্রবণপ্রতিবন্ধীদের জন্য: No

Indonesian সাবটাইটেল প্রিভিউ

প্রথম 198টি লাইন।

Santoso sudah tahu alamat mereka.

Rumah mereka sudah tak aman.

- Kalau begitu… - Mengungsi?

Mau sampai kapan mereka harus seperti itu?

Sampai Santoso habis.

Bagaimana, Lily?

Bagus rumahnya?

Lily, rumahnya luas sekali, tahu?

Mau ke rumahku yang lama supaya dekat dengan Jourdy.

Tambah penjagaan dua kali lipat.

Jangan pernah menganggap enteng Andre juga anaknya.

Kali ini aku sendiri saja.

Masalah Mira, kau tenang saja. Bisa aku tunda.

Mira, kau mau ke mana?

Aku ingin pergi jauh darimu.

Kenapa?

Karena kau jahat, Rama!

Akhirnya balik lagi ke sekolah.

Aku dan Jourdy ingin menyerang balik markasnya Santoso.

Dia itu mafia yang sudah...

Kau tidak menepati janjimu cuma demi main perang-perangan dengan Jourdy?

Mira.

Mira.

Mira.

Aku hanya perlu berbicara denganmu. Sebentar saja, Mira.

Mira.

Rama.

Bibi minta maaf...

kalau selama ini Bibi sudah membohongi Rama.

Jadi, Ben...

Ya.

Ben anaknya Mira.

Rama.

Bibi tak bisa bercerita lebih.

Ini semua haknya Mira.

Dan itu pun kalau Mira mau bercerita kepadamu.

Bibi cuma mohon...

Rama bisa pegang rahasia ini.

Bisa?

=I Love You Silly=

Gusti Roro Gianti Wirabangsa.

Gianti, ini hasil ujianmu.

Selamat. Nilaimu bagus.

- Terima kasih, Pak. - Sama-sama.

Mira Santika Amelia.

Mira, nilaimu bagus. Selamat.

- Terima kasih, Pak. - Sama-sama.

Nur Alfi.

Selamat. Nilaimu juga bagus.

Lily, ini hasil ujianmu.

Kau harus terus semangat, ya.

Baik, Anak-Anak. Aku ucapkan selamat yang mendapat nilai bagus.

Dan yang belum, harus tetap semangat dan kejar nilai kalian lebih bagus lagi.

Ya, Pak.

Kak Jo.

Coba kau bujuk Lily.

Siapa tahu dia mau makan kalau denganmu.

Aku coba, ya.

Lily.

Makan siang, yuk.

Baik.

Makanan apakah ini?

Enak sekali!

Memang, Bibi Lucy kalau sudah membuat makanan,...

terbaik, paling enak ini.

Memang Kak Jo sudah pernah mencoba masakan Ibu?

Belum, tapi...

- Coba kau cium. - Lily tak lapar.

Ya, tapi Lily harus makan...

agar makin kuat, cepat sembuh, ya?

Sebentar, Kak Jo.

Kalau Lily makan, bisa cepat sembuh?

Bisa berjalan lagi?

Ya, makan dulu.

Nanti, kalau makan, kalau sembuh,...

harus yakin bisa berjalan.

Kalau tak yakin, tak bisa berjalan?

Harus yakin dulu, Kak Jo?

Ya sudah, Lily yakin.

Tapi benar bisa berjalan, 'kan?

Janji, Kak Jo?

Tak bisa, 'kan?

Aku tak menyangka hatiku bisa lebih patah daripada sebelumnya.

Sebelumnya?

Waktu aku ditinggal saat lagi hamil Ben.

Terus sekarang aku harus melihat Lily begini.

Bisa berjalan.

Wajar reaksinya Lily seperti ini, 'kan?

Aku kalau tak bisa berjalan juga duniaku berasa seperti kiamat.

- Lily, ayo makan. - Tapi ini Lily.

- Ayo, makan. - Dia beda.

Kak Jo suapi.

Dia kena macet di jalan tiga jam juga dia akan tetap tersenyum.

Asam lambungnya kambuh juga dia tersenyum.

Aku tidak bisa kalau harus terus-terusan melihat Lily seperti ini.

Mira, aku boleh...

Gia, tolong sampaikan ke Mira...

Gila.

Ini hari haid sedunia atau bagaimana?

Ayolah.

Nanti nasinya menangis.

Pintar.

Lagi, ya. Pakai telur, ya?

Baik. Enak?

Enak, masakan Ibu. Enak, ya?

Pakai nasi lagi.

Sepertinya nasibku dan nasibmu sama.

Sama? Maksudnya?

Kau tak bisa dekat dengan Lily.

Aku juga tak bisa dekat dengan Mira.

Tak bisa dekat dengan Mira?

Kau pacarnya Mira?

Bukan.

Ya sudah. Kalau begitu, berbeda.

Tapi aku ingin bertanya kepadamu.

Kau serius dengan Lily?

Aku serius dengan Lily.

Kenapa kau tertawa?

Jawabanmu lucu.

Apanya yang lucu?

Karena bertolak belakang.

Kau bilang kau serius.

Tapi kau malah menjauh darinya.

Sekarang posisikan dirimu sebagai Lily.

Pasti kau ingin pacarmu selalu dekat denganmu, 'kan?

Sekarang siapa yang menjauh?

Aku ke rumah Lily, dilarang.

Ke sekolah, Lily dijaga oleh anak-anak itu.

- Ya. - Mira, Jojo.

Sekarang Gia juga ikut.

Setidaknya, kau sudah mencoba panggilan video atau belum?

Dari kemarin aku melakukan panggilan video dengan Lily.

Tapi belakangan ini nomornya diblokir.

- Diganti oleh Bibi Lucy. - Sial.

Aku lupa.

Bibi Lucy benar-benar tidak menyukaimu.

Terus, rencanamu apa?

Ya, setidaknya untuk mendapatkan hatinya Bibi Lucy.

Rencanaku, menyelesaikan urusan dengan Santoso.

Agar Lily sudah tak menjadi targetnya lagi.

Kalau begitu, pernyataan tadi aku tarik balik.

Nasib kita tak sama.

Kau jauh lebih sial.

Sabar, ya.

Sial.

Sabar, Sayang.

Diam kau.

Kenyang.

Baru satu suap.

Lagi, ya?

Kenyang.

Ini nasi goreng kesukaan Lily.

Ibu tahu.

Ibu belikan bakso kesukaannya Lily. Mau?

Tapi sudah malam, Bu.

Tak apa.

Tapi Lily berjanji untuk memakannya nanti, ya?

Tunggu Ibu, ya?

Ibu?

Ibu balik lagi, ya?

Ada yang ketinggalan, Bu?

Ibu?

Maaf, tak ada orang.

Yang bicara barusan bukan orang?

Jourdy?

Jourdy?

- Kangen. - Ya, Sayang.

Hei, Sayang. Jangan menangis.

Kau tak apa, 'kan?

Lily.

Waktu kita tak banyak.

Jangan dipakai untuk menangis terus, ya?

Kenapa Jourdy bisa tahu kalau Ibu tak ada?

Aku menunggu di depan.

Ya, tapi kenapa bisa tahu kalau Ibu mau keluar malam ini?

Kebetulan?

Tidak.

Aku menunggu setiap malam.

Menunggu kesempatan bertemu denganmu.

Terima kasih, ya.

Lily.

Kau jangan bersedih terus.

Aku stres memikirkanmu di sekolah.

- Memang kau lihat? - Lihat.

Kapan?

Setiap hari.

Tapi...

dari jauh.

Padahal sudah berjanji tak mau berjauhan.

Ya, aku sudah berjanji agar tak berjauhan denganmu.

Tapi kau sabar, ya.

Aku lagi berusaha supaya kita tak berjauhan.

Berusaha apa?

Ada.

Kau tak usah pikirkan, ya?

Lily.

Ayo kita berdansa seperti waktu itu.

Kenapa menangis lagi?

মন্তব্যসমূহ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left