প্রথম 200টি লাইন।
SEMUA TOKOH, KEJADIAN, LOKASI, ORGANISASI, DAN LAIN-LAIN ADALAH FIKSI
AKTOR ANAK DAN HEWAN DIREKAM DALAM KONDISI AMAN
Kakek Kang.
Kau tak apa-apa?
Siapa kau, Anak Muda?
Apa?
Tunggu.
Di mana aku?
Ada apa?
Dia tidak ingat.
Klien kita menghilang,
surat wasiatnya pun ternyata palsu.
Tak ada dasar hukum untuk melanjutkan gugatan ini.
Tapi jangan menyerah dahulu, dan mari kita tunggu Nenek Chae muncul.
Maafkan aku.
Nenek Chae.
Kau baik-baik saja?
Duduklah di sini.
Makasih.
Maafkan aku.
Apa kau sungguh mendiktekan
surat wasiat suamimu?
Benar.
Aku mendiktenya,
lalu dia menuliskan ucapanku.
Nenek Chae.
Kenapa kau melaporkan Nn. Ryeo?
Kau mengatakan dia sudah seperti kerabat.
Aku jatuh cinta kepada suamiku pada pandangan pertama.
SEPATU IDEAL
Setelah bertemu dengannya,
kusadari dia bahkan lebih mengagumkan daripada yang kubayangkan.
- Kau baik-baik saja? - Ya, tak apa. Terima kasih.
Ya ampun.
Perasaan sukaku terhadapnya makin dalam.
- Lalu kuputuskan untuk memberitahunya… - Kau tak terluka?
- Aku tak apa-apa. - …Apa pun hasilnya nanti.
Hati-hati, Pak.
Kemudian,
aku melihatnya
membuat sepatu merah ini.
Aku sangat senang karena mengira itu untukku.
Kau sudah selesai?
Ya, hampir selesai.
Tapi… ternyata bukan untukku.
Indah sekali.
Dia…
Benar, bukan?
…sedang bersama Seon Hwa.
Karena kesal, aku langsung pergi ke bar.
Ada seorang pria yang kusukai,
tapi dia menyukai wanita lain.
Kenapa dia menyukai wanita yang punya anak di Utara?
- Seon Hwa! - Tidak, aku…
- Beberapa hari kemudian… - Seon Hwa!
…Seon Hwa ditangkap.
Bawa dia masuk.
Utara?
Maksudmu Korea Utara?
Ternyata pria itu.
- Seon Hwa! - Tuan Kang.
Seon Hwa!
Sejak itu, benakku kalut.
Aku tak bisa makan maupun tidur.
Aku sama sekali tak bisa menatap Dong-sik.
Tapi pada suatu hari,
dia mendatangiku dan berkata…
Jangan sedih lagi.
Aku khawatir kau juga akan celaka.
Ucapannya makin meremukkanku karena aku tak bisa memberitahunya perbuatanku.
Meski begitu,
dia berusaha menghiburku.
Dengan saling menerima hati kami yang hancur,
makin lama, kami makin akrab.
Dengan hati yang hancur itu, aku menikahinya.
Aku bahkan melahirkan putranya, dan menjalani 50 tahun seperti itu.
Selama masa itu,
dia memujaku sebagai istrinya dan ibu Ji-hoon.
Tapi…
Aku tak bisa melupakan rasa bersalahku bahwa wanita yang dia cintai
mati gara-gara aku.
Jadi, aku membulatkan tekad
bahwa kelak,
aku akan menemukan putra Seon Hwa dan memberinya saham yang memang haknya.
Aku ingin menebus dosaku
setidaknya sedikit, dengan melakukan itu.
Aku mengerti perasaanmu, Nek,
tapi karena surat wasiat suamimu ternyata palsu,
gugatannya akan ditutup.
Kalau begitu,
apakah aku tak akan bisa memberi uang kepada putra Seon Hwa?
Aku akan menyarankan uang ganti rugi moral kepada pengacara penggugat.
Itu tak akan mudah.
Dirut Kang pasti kesal tentang pemalsuan surat wasiat itu,
dan mungkin tak akan menghargai peran seseorang yang sudah mati 40 tahun silam.
Begini…
Aku tahu
ini terdengar tak masuk akal,
tapi bagaimana…
Bagaimana…
Jika Seon Hwa masih hidup?
Apa maksud ucapanmu?
Aku mengunjungi makam Seon Hwa
untuk mengubur sepatu ini di sebelahnya.
Seon Hwa.
Aku tahu ini sudah terlambat,
tapi aku ingin mengembalikan ini kepadamu.
Maafkan aku, Seon Hwa.
TERIMA KASIH, JEONG-HUI
Seon Hwa?
Seon Hwa…
Seon Hwa!
Tempat itu…
Suamiku, Seon Hwa, dan aku.
Hanya kami bertiga yang tahu tentang tempat itu.
Aku yakin dia yang meninggalkan pesan ini.
TERIMA KASIH, JEONG-HUI
Jika Nn. Ryeo masih hidup, situasi kita akan berubah.
Benar, Pengacara Han?
Mungkin saja jika dia masih hidup.
Tapi pasti sulit menemukan orang cuma dengan pesan yang ditinggalkannya.
Maafkan aku. Permisi dahulu.
Tapi…
Tunggu sebentar.
Aku tahu kau frustrasi dan marah.
Tapi…
Patut dikasihani.
Maksudmu siapa?
Mereka semua.
Nenek Chae, Kakek Kang,
dan Nona Ryeo.
Aku akan mendatangi Taebaek.
Jika mereka menawarkan jalan damai, mari kita terima dan bereskan kasusnya.
Setuju?
TAEBAEK
Karena surat wasiatnya ternyata palsu,
pihak lawan akan setuju jika gugatan ini diakhiri.
Cha Eun Seong juga akan puas dengan sejumlah uang penghiburan.
Tentunya, kau tak perlu memberinya sepeser pun jika tak mau.
Kenapa kau tak memberitahuku
bahwa ibuku melaporkan Nn. Ryeo
yang lalu mati di penjara?
Aku minta maaf karena tak memberitahumu sebelumnya,
tapi itu karena mempertimbangkanmu.
Andai kau merasakan emosi yang tak perlu.
Emosi yang tak perlu?
Emosi yang bisa hambat persidangan
misalnya rasa bersalah, utang budi, simpati, atau belas kasihan.
Tujuanmu adalah melindungi harta warisan ayahmu, bukan?
Aku hanya berusaha agar tujuan itu tercapai.
Bagaimana dengan uang damainya?
Jika kau memikirkan jumlah tertentu…
Entah uang damai atau uang penghiburan, akan kuputuskan nanti.
Aku perlu menemui ibuku dulu.
Sampai jumpa.
Dia ingin menemui ibunya dalam situasi ini?
Pak, Pengacara Han ingin menemuimu.
Baiklah.
Kau ternyata datang lebih cepat.
Bagaimana ayahmu? Baik-baik saja?
Kau menantikan kedatanganku?
Ya, tentu saja.
Kantor awalmu pun sudah kusuruh siapkan.
Jadi, berhentilah membuang waktumu dan bekerjalah denganku.
Aku akan berhenti membuang waktuku dan langsung menyatakan maksudku.
Mari kita akhiri gugatan ini.
DAFTAR BUKTI YANG TERKUMPUL
Aku tahu sepertiga memang terlalu besar.
Tapi jelas bahwa Nn. Ryeo berperan besar di Sepatu Ideal.
Ada cukup buktinya.
Bagaimana jika kita menyepakati 10% dari aset keseluruhan?
Kontribusi orang yang mati 40 tahun silam kau konversikan ke nilai saat ini?
Ide konyol ini tak mungkin idemu.
Apakah ini ide Shin I-rang?
Ini tidak konyol, dan bukan idenya.
Aku heran, apa yang mengubah Pengacara Han yang rasional dan tenang?
Shin I-rang bertingkah aneh lagi di pengadilan. Kau juga melihatnya.
Sudah kukatakan, berbahaya jika di dekatnya.
Kau tidak seperti dia.
Kalian berdua ibarat minyak dan air. Jenis yang berbeda.
Kau benar.
Pengacara Shin memang berbeda dariku.
Itulah alasanku suka bersamanya.
Kalau denganku?
Maaf?
Maksudku,
Taebaek
juga butuh pengacara yang sepertimu.
Taebaek punya banyak pengacara yang lebih baik.
Terserah. Lupakan saja.
Kembalilah ke Taebaek, atau tak ada jalan damai. Titik.
Jangan kekanak-kanakan.
Kau sudah lama tahu aku begitu.
Kau sering memarahiku karena itu.
Baik.
Jika kau tak menyetujui jalan damai, kami akan cari cara lain.
Cara lain apa?
Apa?
Penjara tak punya catatan tentang Seon Hwa?
Benar.
No comments yet. Be the first to leave one.