প্রথম 200টি লাইন।
EPISODE 10
Mencari rute baru.
Hei!
Sial.
Sebenarnya Bom tinggal di mana, sampai GPS saja bingung?
HAEEUN-GIL 44-5, SHINSU-EUP, JUAN-GUN
Apa yang itu?
Apa ini?
Menyebalkan.
Aduh.
Kenapa lambat sekali?
Kapan aku akan sampai?
Baiklah.
Kita bangun saja?
Aduh. Aku harus bagaimana?
Gawat.
Yoon Bom nakal itu bukan putriku, tetapi musuh!
Tuhan, selamatkan aku.
Jika aku selamat,
aku akan memaafkan putri dan para pembenciku.
Jika terlalu sibuk untuk menolongku,
tolong kirimkan orang yang bisa diandalkan.
Kau baik-baik saja? Tak terluka?
Pahlawanku.
Siapakah namamu?
Ya ampun.
Terima kasih telah menyelamatkan aku.
Omong-omong,
aku bertanya untuk jaga-jaga. Apa kau tahu siapa…
Kau aktris Jeong Nan-hee. Kenapa datang ke kota kecil ini?
Ya ampun.
Rupanya kau tahu. Kukira kau tak mengenaliku.
Teman SMA-ku…
Kenalanku penggemar beratmu.
Kami selalu bersama. Aku sering menonton filmmu.
Karena kau mungkin tak nyaman jika aku mengenalimu,
aku pura-pura.
Kau amat kuat dan begitu pengertian.
Sudahlah.
Aku datang untuk mencari orang.
Kurasa tak bisa.
Suspensinya rusak.
Ya ampun.
Pakai ini.
Begitu mobilnya selesai, mereka akan hubungi.
Silakan masuk.
Aku tak ingin merepotkan.
Rumor lebih cepat menyebar di Shinsu daripada di internet.
Lagi pula, kau seorang artis. Mau pergi ke mana?
- Kalau begitu, mohon bantuannya. - Tentu.
PENGHARGAAN BAKTI ORANG TUA
Pahlawanku.
Siapa kau sebenarnya?
Kau kuat, pengertian, juga membesarkan anak dengan baik.
Han-gyul dapat banyak penghargaan sejak kecil.
Penghargaan kecil untuk alas mangkuk panas,
medali perak untuk menopang lemari yang goyah.
Kurasa kau belum makan.
Benar.
Aku punya bubur gaengsigi.
Apa kau mau kue jeongguji dengan tambahan jaeraegi?
Iramanya bagus.
Aku tak mengerti sama sekali,
tetapi caramu mengucapkannya begitu puitis.
Ayo!
Halo?
Kau pulang dengan selamat, kan?
Aku ingin tahu kapan kau akan menjemput Bom-sik.
Maaf, ada tamu di rumahku.
Pahlawanku.
Boleh tambah?
Aku mengerti.
Aku akan mampir sepulang sekolah.
Ini lezat. Apa rahasianya?
Siapa itu?
Itu suara wanita.
Bisa beri saran untuk kencan pertama?
Wah, kencan pertama. Mendebarkan sekali.
Bagaimana kalau kegiatan santai, seperti pergi ke bioskop?
Mau ke bioskop? Ada film yang ingin kau tonton?
Bioskop?
Apa artinya kencan pertama di bioskop?
Ke bioskop untuk kencan pertama
mungkin terdengar santai,
tetapi mungkin ada maksud lain.
Misalnya, menggunakan kegelapan sebagai alasan kontak fisik.
Kontak fisik?
Makan Malam Pembunuh bagaimana?
Makan Malam Pembunuh?
Dia mau menonton film horor.
Wah, itu pertanda bagus.
Jika ingin menonton film horor, mungkin artinya
dia ingin melihat apakah kau perhatian dan bisa dipercaya
- dalam situasi menakutkan. - Perhatian?
Bisa dipercaya?
Aku yang urus tiket. Bawa tubuhmu saja.
"Bawa tubuhmu saja"?
Dia pasti sudah gila.
Apa yang dia pikirkan untuk kencan pertama?
Kau dengar apa?
Bukan apa-apa.
Apa ini? Tamunya sudah pergi?
Pagarnya terbuka.
Pak Sun. Pak Sun Jae-gyu.
Ayo.
Bom-sik, mari kita mengejutkan Ayah.
Jae-gyu!
Astaga!
Astaga!
Ibu.
Ada apa? Kenapa kau ada di sini?
Seharusnya aku yang bertanya. Kenapa Ibu di sini?
Tunggu.
Dia adalah pria yang kau pacari?
Ibu mempekerjakan detektif?
Bagaimana Ibu tahu siapa pacarku dan di mana rumahnya?
Kau sopan sekali.
Meski kau benci Ibu, Ibu kemari untuk menemuimu.
Setidaknya tahan amarahmu.
Sudah kutahan dan kukubur,
seperti suruhan Ibu.
Karena hidup aktris Jeong Nan-hee lebih hebat daripada hidup seorang guru.
Sebagai putri rendahan, aku tak ingin membahayakan karier Ibu.
Jadi, aku menurut, meski tahu hidupku akan hancur.
Kurasa sebagai seorang putri, aku telah melakukan lebih dari cukup.
Jadi, mari jalani hidup masing-masing mulai sekarang.
Itu untuk tiket yang kuminta.
Terima kasih atas bantuannya.
Ibu Jeong Nan-hee.
Ya ampun.
Aku melewatkan hal bagus saat memeriksa mobil.
Kalian sudah bertemu.
Transaksi selesai, silakan pergi.
Putri sendiri lebih parah daripada pembenci.
Bicara begitu kepada ibunya.
"Ibu"?
"Ibu"?
Berarti, putri aktris Jeong Nan-hee…
Adalah Bu Bom? Begitu?
Ya ampun.
Aku tak tahu itu. Aku hanya membantu karena mobil rusak.
Biar kuperkenalkan diri.
Aku Sun Jae-gyu.
Kau memacari pria begini di kota terpencil?
Bu Jeong.
Tadi kau memanggilku pahlawanmu,
katamu aku permata tersembunyi
dengan tubuh bagus, pengertian, dan cara bicara yang puitis.
Itu ketika kau hanya orang asing.
Bisa beri tahu apa persisnya yang tak kau suka?
Pertama, kau punya anak.
Dia keponakan.
Sikapmu seperti seorang ayah.
Lalu, otot-ototmu terlalu besar.
Bisa kukurangi.
Aku juga tak mengerti logatmu.
Ibuku dari Seoul, jadi…
Halo. Aku Sun Jae-gyu.
Es amerikano, jus bluberi.
Jika kuniatkan, logat Seoul-ku bagus.
Pokoknya, aku tak suka wajahmu.
Pakaian, model rambutmu, semuanya.
Kubilang keluar.
Bu Bom.
Ibu akan pergi.
Aduh.
Aku sudah bayar biaya tidur dan makan.
Jadi, jangan beri komentar jahat. Paham?
Bu Jeong.
Aku tak bisa menerimanya.
Jika kau keluar,
hubungan kita berakhir.
Namun…
KANTOR HUKUM CHOI I-JUN
Meski begitu, kenapa ke kantorku?
Bagaimana jika Bu Bom tahu tentang kita?
Keadaan sudah begini. Aku tak peduli.
Bagaimana denganku?
Jika tahu aku terkait denganmu, dia tak akan diam saja.
Dia pasti tak akan diam saja.
Dia sudah menanyakan cara aku tahu di mana dia.
Tolong pergi.
Jika melihat kita begini, dia makin terluka.
Kau tak lihat aku terluka?
Kau ketua Catatan Sejarah Nan-hee, forum penggemarku,
bukan Yoon Bom.
Tak usah pikirkan hal lain,
beri tahu aku siapa dia dan pekerjaannya.
Beri tahu semuanya.
Katamu, dia musuh.
Katamu, dia kabur membawa uangmu.
Sebenarnya ada apa di antara kalian?
Apa yang terjadi?
Dia memukulimu lagi?
Jika aku di rumah, satu dari dua hal akan terjadi.
Dia akan membunuhku…
Atau aku yang akan membunuhnya.
Itu tak akan terjadi.
Karena aku…
Aku akan membantumu kabur dari ayahmu.
No comments yet. Be the first to leave one.